e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
Not a member yet
2083 research outputs found
Sort by
Menelisik Kesalahan Preposisi dan Awalan: Analisis Berdasarkan Kaidah Ejaan
Kesalahan dan kebingungan mahasiswa dalam membedakan penggunaan di sebagai preposisi dan sebagai awalan masih sering ditemukan dalam konteks akademik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk penggunaan preposisi di dan awalan di- oleh mahasiswa semester enam dari berbagai program studi di IPI Garut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa jawaban kuesioner daring yang memuat sepuluh butir soal terkait penggunaan kedua bentuk tersebut. Instrumen penelitian disebarkan kepada 108 mahasiswa dari empat program studi, yaitu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Matematika, dan Biologi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesalahan penggunaan preposisi di terjadi pada lebih dari separuh responden, dengan persentase tertinggi pada soal nomor 1 (56,5%), diikuti nomor 5 (50,9%) dan nomor 6 (50%). Kesalahan penggunaan awalan di- juga ditemukan pada sebagian responden, dengan persentase tertinggi pada soal nomor 3 (37%) dan nomor 4 (31,5%). Temuan ini menunjukkan rendahnya pemahaman mahasiswa terhadap kaidah penulisan di sebagai preposisi dan awalan. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya perbaikan materi ajar dan strategi pembelajaran ejaan yang lebih sistematis, serta perluasan kajian pada aspek kebahasaan lainnya untuk meningkatkan kompetensi berbahasa secara menyeluruh
Nearpod-Assisted PBL on Integration Techniques: Mathematical Problem-Solving and Self-Confidence
Abstrak
Kurangnya keterlibatan aktif mahasiswa dapat menghambat perkembangan pemecahan masalah matematis. Inovasi dalam pembelajaran diperlukan untuk meningkatkan percaya diri, yang berhubungan erat dengan kemampuan pemecahan masalah matematis. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat percaya diri mahasiswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematis dalam konteks penggunaan Nearpod dan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL). Metode penelitian yaitu kualitatif dengan strategi studi kasus, berfokus pada mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Kalkulus Integral di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Islam Nusantara. Teknik pengumpulan data melibatkan wawancara, observasi, dokumentasi, dan angket. Data dianalisis melalui proses pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan mahasiswa dengan tingkat percaya diri tinggi menunjukkan kemampuan pemecahan masalah matematis yang tinggi hingga sedang, mahasiswa dengan percaya diri sedang menunjukkan kemampuan yang bervariasi dari tinggi hingga rendah, dan mahasiswa dengan percaya diri rendah cenderung menunjukkan kemampuan pemecahan masalah matematis yang sedang hingga rendah. Implikasi penelitian yaitu pentingnya merancang pembelajaran berbantuan teknologi yang dapat meningkatkan percaya diri mahasiswa, sehingga akan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis.
Abstract
Lack of active student involvement can hinder the development of mathematical problem-solving. Innovation in learning is needed to increase self-confidence, which is closely related to mathematical problem-solving ability. This study aims to determine the relationship between students\u27 self-confidence levels and mathematical problem-solving abilities in the context of using Nearpod and the Problem-Based Learning (PBL) model. The research method is qualitative with a case study strategy, focusing on students taking the Integral Calculus course in the Mathematics Education Study Program at Universitas Islam Nusantara. Data collection techniques include interviews, observations, documentation, and questionnaires. Data are analyzed through the processes of collection, reduction, presentation, and drawing conclusions. The research findings show that students with high self-confidence show high to moderate mathematical problem-solving abilities, students with moderate self-confidence show abilities that vary from high to low, and students with low self-confidence tend to show moderate to low mathematical problem-solving abilities. The implications of this research are the importance of designing technology-assisted learning that can increase student self-confidence, thereby improving mathematical problem-solving abilities
Statistical Thinking Ability in Solving Statistical Problems Through Adversity Quotient
Abstrak
Statistical thinking ability menjadi kompetensi krusial bagi mahasiswa teknik industri, khususnya dalam memecahkan masalah statistik di dunia industri yang menuntut analisis data yang akurat dan pengambilan keputusan berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara Adversity Quotient (AQ) dengan statistical thinking ability mahasiswa teknik industri. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan ex post facto, melibatkan 115 mahasiswa tingkat akhir yang dikelompokkan berdasarkan tingkat AQ menjadi tiga kategori: climber, camper dan quitter. Data dikumpulkan melalui angket Adversity Response Profile (ARP), esai, dan wawancara, serta post-test statistical thinking. Analisis dilakukan melalui perhitungan rata-rata, persentase, distribusi frekuensi, dan analisis inferensial untuk menguji perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan AQ tinggi memiliki kemampuan statistical thinking yang lebih baik dibandingkan kelompok AQ sedang dan rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan AQ dalam proses pembelajaran statistik, sehingga dapat meningkatkan ketahanan mental, motivasi, dan pemecahan masalah statistik di kalangan mahasiswa teknik industri. Penelitian ini merekomendasikan integrasi strategi penguatan AQ dalam pembelajaran statistik untuk menghasilkan lulusan yang lebih adaptif dan kompetitif.
Abstract
Statistical thinking ability is a crucial competency for industrial engineering students, especially in solving statistical problems in the industrial world, which requires accurate data analysis and data-driven decision making. This study aims to identify and analyze the relationship between Adversity Quotient (AQ) and statistical thinking ability in industrial engineering students. The study employs a quantitative descriptive design with an ex post facto approach, involving 115 final-year students grouped into three categories based on their AQ levels: climbers, campers, and quitters. Data were collected through the Adversity Response Profile (ARP) questionnaire, essays, interviews, and a post-test on statistical thinking. Analysis was conducted using mean calculations, percentages, frequency distributions, and inferential analysis to test differences between groups. The results of the study indicate that students with high AQ have better statistical thinking abilities compared to those with moderate and low AQ. These findings emphasize the importance of strengthening AQ in the statistical learning process, thereby enhancing mental resilience, motivation, and statistical problem-solving skills among industrial engineering students. This study recommends integrating AQ-strengthening strategies into statistical education to produce more adaptive and competitive graduates
Implementasi Metode Klasifikasi Naïve Bayes Untuk Rekomendasi Siswa Dalam Pemilihan Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMKN 1 Sukalarang
Abstrak
Pendidikan menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan generasi menghadapi dunia kerja yang semakin kompleks. Di SMKN 1 Sukalarang, terdapat program Bursa Kerja Khusus (BKK) yang dikelola oleh UBIN Hubungan Industri, bertujuan membantu siswa akhir tahun mendapatkan informasi pekerjaan. Namun, penyebaran informasi ini seringkali hanya melalui media sosial, sehingga beberapa siswa kurang mendapat informasi yang diperlukan. Penelitian ini bertujuan membantu sekolah dalam menyebarkan informasi dan perekrutan pekerjaan melalui sistem rekomendasi siswa menggunakan metode klasifikasi Naïve Bayes. Metode Naïve Bayes adalah pendekatan umum dalam statistika dan pembelajaran mesin untuk klasifikasi, berdasarkan Teorema Bayes dengan asumsi independensi antar fitur. Asumsi ini menyederhanakan perhitungan dan meningkatkan efisiensi model. Penelitian ini menghasilkan sistem klasifikasi yang merekomendasikan siswa untuk pemilihan Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMKN 1 Sukalarang, menentukan apakah siswa tersebut direkomendasikan untuk pekerjaan tertentu atau tidak.
Kata Kunci: Naïve Bayes, Klasifikasi, Bursa Kerja Khusus (BKK), Rekomendasi Siswa, SEMMA
Abstract
Schools provide a crucial foundation for equipping the younger generation to navigate the increasingly intricate challenges of the workforce. At SMKN 1 Sukalarang, a program known as BKK (Bursa Kerja Khusus) is managed by UBIN Industrial Relations, aiding final-year students in acquiring employment-related information. However, the dissemination of job information and recruitment is often limited to conventional social media, causing some students to miss out. This study aims to enhance the school’s ability to distribute information and facilitate recruitment by recommending students through Naïve Bayes classification. The Naïve Bayes method, widely used in statistics and machine learning, is based on Bayes\u27 Theorem and operates on the premise that data features are independent. This premise simplifies calculations and enhances model efficiency. The study\u27s outcome is a classification system that evaluates and recommends students for BKK at SMKN 1 Sukalarang, indicating whether a student is suitable for a specific job.
Keyword: Naïve Baye, Classification, Special Job Market (BKK), Student Recommendation, SEMM
ANALISIS FENOMENA BULLYING SISWA KELAS TINGGI DI MI AL-IJABAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena bullying siswa kelas tinggi di MI Al-Ijabah, mengetahui bagaimana bentuk-bentuk bullying yang dilakukan siswa-siswi kelas tinggi dan faktor-faktor apa yang menjadi penyebab siswa-siswi melakukan bullying di MI Al Ijabah. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang merupakan studi kasus di MI Al-Ijabah. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakkan teknik observasi, wawancara, angket/kuisioner, dan dokumentasi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa SD kelas tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, fenomena bullying yang terjadi di sekolah MI Al-Ijabah terdapat bentuk bullying verbal dimana pelaku sering kali memanggil nama korban dengan sebutan nama orang tua. Selanjutnya dalam bentuk fisik sering kali siswa-siswi memukul, mendorong, menendang dan mencubit. Kemudian, Relasional dimana terdapat siswi kelas IV dan VI yang selalu diabaikan teman-temannya. Faktor-faktor yang menyebabkan siswa-siswi melakukan bullying diantaranya faktor keluarga, faktor sekolah, dan lingkungan (teman). Cara yang dilakukan guru untuk mengatasi masalah bullying yaitu komunikasi dengan pelaku dan korban, berdiskusi, menasehati, menegur, memberikan arahan dan bimbingan, menekankan kepada pelaku, hukuman dan sanksi, mengajari anak dengan perilaku positif, memberikan kesibukan positif, dan pelaporan
Kemampuan penalaran matematis ditinjau pendekatan steam berbantuan virtual reality
Abstract
Technological advances and the demands of 21st century competencies require students to have high-level thinking skills, one of which is mathematical reasoning. Several studies have shown that students\u27 mathematical reasoning abilities are still relatively low. The application of the STEAM approach supported by Virtual Reality (VR) presents an innovative strategy that can be applied in learning activities. This study aims to describe and examine the impact of the STEAM approach integrated with Virtual Reality (VR) technology in improving students\u27 mathematical reasoning abilities. The method used is Systematic Literature Review by identifying 15 international articles from the Google Scholar database that meet certain selection criteria. The results of the analysis show that the application of VR in the STEAM approach creates an interactive and immersive learning environment, supporting students\u27 understanding of abstract mathematical concepts such as geometry, algebra, and statistics. The integration of Virtual Reality (VR) in learning allows students to visualize abstract concepts concretely and interactively, facilitating logical thinking, evidence construction, and drawing conclusions. In addition, this approach increases learning motivation, information retention, and student engagement in the mathematics learning process.
Abstrak
Perkembangan teknologi dan kebutuhan kompetensi abad ke-21 menuntut siswa untuk memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi, salah satunya adalah kemampuan penalaran matematis. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa masih tergolong rendah. Penerapan pendekatan STEAM berbantuan Virtual Reality (VR) merupakan inovasi yang dapat digunkan dalam kegaiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui pengaruh pendekatan STEAM berbantuan teknologi Virtual Reality (VR) dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa. Metode yang digunakan adalah metode Systematic Literature Review dengan mengidentifikasi 15 artikel internasional dari database Google Scholar yang memenuhi kriteria seleksi tertentu. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan VR dalam pendekatan STEAM mampu menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan imersif, yang mendukung pemahaman konsep matematika yang abstrak, seperti geometri, aljabar, dan statistika. Integrasi Virtual Reality (VR) dalam pembelajaran memungkinkan siswa untuk memvisualisasikan konsep abstrak secara nyata dan interaktif, sehingga mempermudah proses berpikir logis, penyusunan bukti, serta penarikan kesimpulan. Selain itu, pendekatan ini juga meningkatkan motivasi belajar, retensi informasi, dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran matematika
Effectiveness of using culturally responsive teaching-based modules on sequences and series
Abstract
This study aims to evaluate the effectiveness of Culturally Responsive Teaching (CRT)-based teaching modules in mathematics learning in row and series materials at SMA Negeri 1 Ciawi. This teaching module utilizes elements of local culture, such as the Saman Dance, to increase student engagement and understanding. The research uses a quasi-experimental method with a pretest-posttest design. The research subjects consisted of two groups: the experimental class (using the CRT teaching module) and the control class (using conventional methods). The results showed that CRT-based teaching modules were effective in improving student learning outcomes with a significant increase (p < 0.05). This study recommends the development of CRT-based teaching modules for various other learning materials as an effort to create a more relevant and inclusive learning experience.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas modul pengajaran berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam pembelajaran matematika dalam materi baris dan seri di SMA Negeri 1 Ciawi. Modul pengajaran ini memanfaatkan unsur-unsur budaya lokal, seperti Tari Saman, untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok: kelas eksperimen (menggunakan modul pengajaran CRT) dan kelas kontrol (menggunakan metode konvensional). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pengajaran berbasis CRT efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dengan peningkatan yang signifikan (p < 0,05). Penelitian ini merekomendasikan pengembangan modul pengajaran berbasis CRT untuk berbagai materi pembelajaran lainnya sebagai upaya menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dan inklusif
Pengungkapan konsep matematis pada motif batik sunda melalui systematic literature review
Abstract
The study of ethnomathematics has developed significantly over the decades, especially for teaching academic mathematics in schools. However, only a small number of studies have comprehensively examined research trends is the use of ethnomathematics for mathematics learning. Thus, research trends for 2020 to 2025 are thoroughly analyzed through a Systematic Literature Review, which refers to Preferred Reporting Items for Systematics Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). This review found 16 journal articles from the Google Scholar indexing database. SLR findings show that Sundanese batik has 68 motifs that not only reflect wealth culture and local wisdom of the Sundanese people but also contain deep philosophical meaning. These motifs are inspired by various aspects of life, ranging from nature and tradition to regional history, which includes values such as togetherness, simplicity, and balance. Apart from aesthetic value, Sundanese batik also contains mathematical concepts integrated in the geometric patterns used, which can be applied in mathematics learning, especially in teaching the concepts of geometry, symmetry and patterns.
Abstrak
Studi etnomatematika telah berkembang secara signifikan selama beberapa dekade, terutama untuk pengajaran matematika akademis di sekolah. Namun, hanya sejumlah kecil studi yang secara komprehensif memeriksa tren penelitian dalam penggunaan etnomatematika untuk pembelajaran matematika. Dengan demikian, tren penelitian untuk tahun 2020 hingga 2025 dianalisis secara menyeluruh melalui Systematic Literature Review yang mengacu pada standar Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA). Tinjauan ini menemukan 16 artikel jurnal dari database pengindeksan Google Schoolar. Temuan SLR menunjukan Batik Sunda ditemukan 68 motif yang tidak hanya mencerminkan kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat Sunda, tetapi juga mengandung makna filosofis yang mendalam. Motif-motif ini terinspirasi oleh berbagai aspek kehidupan, mulai dari alam, tradisi, hingga sejarah daerah, yang mencakup nilai-nilai seperti kebersamaan, kesederhanaan, dan keseimbangan. Selain nilai estetika, batik Sunda juga mengandung konsep matematis yang terintegrasi dalam pola-pola geometris yang digunakan, yang dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika, khususnya dalam mengajarkan konsep geometri, simetri, dan pola
Analisis motivasi belajar matematika siswa smp menggunakan media pembelajaran kahoot
Abstract
This study aims to describe the motivation to learn mathematics of class VIII students of SMPN 2 Cihurip, Garut Regency, using Kahoot learning media. The research method uses a qualitative research method. The design used is a qualitative descriptive design. The research subjects were selected using a purposive sampling technique. Considerations for selecting research subjects were based on considerations of the research objectives, namely students who have good communication skills in expressing opinions, to make it easier for researchers to obtain information. Based on these considerations, three class VIII students of SMPN 2 Cihurip were selected to be interviewed. Data collection techniques used learning motivation questionnaires, observation, interviews and documentation. Data analysis techniques were in the form of descriptive analysis, referring to data analysis according to Miles and Huberman. Based on the results of the research and data analysis, it can be concluded that the use of Kahoot learning media can increase learning motivation, which is characterized by the presence of desire and desire to succeed, the presence of encouragement and needs in learning, the presence of hopes and ideals for the future, the presence of awards in learning, the presence of activities in attracting learning, and the presence of a conducive learning situation, so that students can learn well.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 2 Cihurip Kabupaten Garut menggunakan media pembelajaran Kahoot. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Desain yang digunakan berupa desain deskriptif kualitatif. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pertimbangan pemilihan subjek penelitian berdasarkan pertimbangan tujuan penelitian yaitu siswa yang mempunyai kemampuan komunikasi yang baik dalam menyampaikan pendapat, untuk mempermudah peneliti memperoleh informasi. Berdasarkan pertimbangan tersebut terpilih siswa kelas VIII SMPN 2 Cihurip sebanyak tiga orang untuk diwawancara. Teknik pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa analisis deskriptif yang mengacu pada analisis data menurut Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran Kahoot dapat meningkatkan motivasi belajar yaitu ditandai dengan adanya hasrat dan keinginan berhasil, adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar, adanya harapan dan cita-cita masa depan, adanya penghargaan dalam belajar, adanya kegiatan yang menarik dalam belajar, dan adanya situasi belajar yang kondusif, sehingga memungkinkan peserta didik dapat belajar dengan baik
Kemampuan berpikir reflektif siswa dalam memecahkan masalah pada materi teorema pythagoras di smp
Abstract
This research is descriptive qualitative research that aims to analyze students\u27 reflective thinking ability in solving Pythagorean Theorem material in class IX SMP. The subjects of this study were three students with high, medium and low mathematics abilities. The instruments of this research are the researcher himself, written tests and interview guidelines. The data in this study were analyzed in three stages, namely data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that in solving problems, students with high mathematical ability in this category also have high reflective thinking ability, because students can fulfill all phases of reflective thinking indicators, namely reacting, comparing and contemplating. In solving problems for students with moderate mathematical ability in this category also have moderate reflective thinking skills, because students can only fulfill two phases of reflective thinking indicators, namely reacting and comparing. In solving problems for students with low mathematical ability in thisy, they also have low reflective thinking ability, because students can only fulfill the reflective thinking indicators in the reacting phase.
Abstrak
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir reflektif siswa dalam memecahkan masalah pada materi Teorema Pythagoras di kelas IX SMP. Subjek penelitian ini adalah tiga siswa yang berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Instrumen penelitian ini yakni peneliti sendiri, tes tertulis dan pedoman wawancara. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan tiga tahap yakni kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pada penyelesaian soal untuk siswa dengan kemampuan matematika tinggi dalam kategori ini juga memiliki kemampuan berpikir reflektif tinggi, karena siswa dapat memenuhi semua fase indikator berpikir reflektif yaitu reacting, comparing dan contemplating. Pada penyelesaian soal untuk siswa dengan kemampuan matematika sedang dalam kategori ini juga memiliki kemampuan berpikir reflektif sedang, karena siswa hanya dapat memenuhi dua fase indikator berpikir reflektif yaitu reacting, dan comparing. Pada penyelesaian soal untuk siswa dengan kemampuan matematika rendah dalam kategori ini juga memiliki kemampuan berpikir reflektif rendah, karena siswa hanya dapat memenuhi indikator berpikir reflektif pada fase reacting