e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
Not a member yet
    2083 research outputs found

    Arsip yang Berbicara: Implementasi Sistem Informasi Pengelolaan Surat Berbasis Laravel untuk Efisiensi Organisasi di SMA Negeri 2 Lubuk Basung

    No full text
    Abstrak Pengelolaan surat merupakan bagian krusial dalam administrasi sebuah institusi, termasuk di lingkungan sekolah. Sistem pengarsipan yang masih manual seringkali menimbulkan kendala seperti kehilangan dokumen, keterlambatan distribusi, dan sulitnya pencarian arsip. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem informasi pengelolaan surat berbasis Laravel guna meningkatkan efisiensi pengarsipan dan distribusi surat di SMA Negeri 2 Lubuk Basung. Sistem ini dirancang untuk mengelola surat masuk dan keluar secara digital, dilengkapi dengan fitur pencatatan data surat, pengelompokan berdasarkan kategori, dan unggah file surat sebagai bentuk digitalisasi dokumen. Metode pengembangan yang digunakan adalah waterfall, dimulai dari tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi program, hingga pengujian untuk memastikan fungsionalitas berjalan dengan baik. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem dapat mempercepat proses pencatatan, mempermudah pengelolaan arsip, serta meminimalkan risiko kehilangan dokumen fisik. Dengan antarmuka berbasis web dan dukungan teknologi Laravel serta Bootstrap, aplikasi ini dapat diakses secara fleksibel melalui berbagai perangkat. Kesimpulannya, penerapan sistem ini memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan tata kelola administrasi yang lebih tertib, efisien, dan terdigitalisasi di lingkungan sekolah. Sistem ini juga menjadi fondasi awal bagi pengembangan sistem informasi yang lebih luas di sektor pendidikan. Kata Kunci: Pengelolaan Surat, Sistem Informasi, Laravel, Efisiensi Organisasi.   Abstract Mail management is a crucial part of an institution\u27s administration, including schools. The manual filing system often causes problems such as loss of documents, delays in distribution, and difficulty in finding archives. This research aims to implement a Laravel-based mail management information system to improve the efficiency of archiving and mail distribution at SMA Negeri 2 Lubuk Basung. This system is designed to manage incoming and outgoing letters digitally, equipped with features for recording letter data, grouping by category, and uploading letter files as a form of document digitization. The development method used is waterfall, starting from the needs analysis stage, system design, program implementation, to testing to ensure functionality runs well. The implementation results show that the system can speed up the recording process, facilitate archive management, and minimize the risk of losing physical documents. With a web-based interface and the support of Laravel and Bootstrap technologies, this application can be accessed flexibly through various devices. In conclusion, the implementation of this system makes a significant contribution in creating a more orderly, efficient, and digitalized administrative governance in the school environment. This system is also the initial foundation for the development of a broader information system in the education sector. Keyword: Mail Management, Information System, Laravel, Organizational Efficiency

    Konsep Operasi Hitung Bilangan Cacah dalam Permainan Congklak: Studi Etnomatematika

    No full text
    Kajian ini bertujuan untuk menghasilkan deskripsi analitis tentang latar belakang, pengertian, bentuk, proses, dan mengungkap operasi bilangan yang terdapat dalam congklak pada masyarakat Desa Tarogong, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Permainan congklak terdapat operasi bilangan cacah yang secara tidak langsung digunakan dalam permainan. Berdasarkan lingkup kajian tersebut, diungkap operasi bilangan yang diadopsi, dikembangkan, dan diintegrasikan dalam permainan conglak. Metode yang digunakan meliputi kajian literatur dan kajian lapangan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap sumber data primer dan sumber data sekunder. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan tahapan Miles dan Huberman yaitu 1) mereduksi data yang diperoleh dari berbagai teknik pengumpulan data berdasarkan tujuan penelitain, 2) mendisplay data hasil reduksi, dan melakukan verifikasi kesimpulan terhadap data yang diperoleh. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam congklak terdapat konsep operasi hitung bilangan yang dapat dijadikan landasan untuk mengembangkan media pembelajaran di sekolah dasar

    Penerapan Model Contextual Teaching And Learning (CTL) untuk Meningkatkan Kemampuan Numerasi Siswa Kelas V Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan numerasi siswa sekolah dasar melalui penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL). Berdasarkan hasil diagnosis awal, siswa kelas V SDN Campaka memiliki skor numerasi rata-rata 51,85 dengan ketuntasan belajar hanya 22%. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus, melibatkan sembilan siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes numerasi berdasarkan indikator dari Sidiq et al. (2023) dan lembar observasi untuk memantau aktivitas guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan: aktivitas guru meningkat dari 88% (Siklus I) menjadi 100% (Siklus II), aktivitas siswa naik dari 69% menjadi 87%, dan nilai rata-rata numerasi siswa meningkat dari 51,85 (pra-siklus) menjadi 83,33 (Siklus II). Ketuntasan belajar meningkat menjadi 100%. Penerapan CTL terbukti efektif dalam mengembangkan keterampilan numerasi siswa pada materi bilangan cacah

    Implementasi Media Book Creator untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan menganalisis terkait implementasi media book creator terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas IV. Metode yang dipilih adalah pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi terdiri dari 94 peserta didik, dengan sampel sebanyak 23 peserta didik yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes soal uraian yang kemudian di analisis memakai pengujian paired sample t-test. Temuan menunjukkan media book creator memberikan dampak positif yang signifikan. Rata-rata skor pretest meningkat dari 45,52 menjadi 75,78 pada saat posttest, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa, media book creator sangat efektif dalam mendorong peningkatan kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas IV di SD Negeri 1 Sepang Jaya

    Sikap Toleransi dalam Keragaman Sosial Budaya pada Siswa Kelas III SD Patria Dharma Kota Bengkulu

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sikap toleransi dalam keragaman sosial budaya pada siswa kelas III SD Patria Dharma. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan subjek yang terdiri dari seluruh siswa kelas III dan wali kelas III SD Patria Dharma. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa telah menerapkan sikap toleransi di lingkungan kelas maupun sekolah yang ditunjukkan dengan sikap saling menghormati, tidak menertawakan, menghargai pendapat serta bekerja sama dan berinteraksi dengan teman yang berbeda suku bangsa/etnis, bahasa, agama maupun sistem sosialnya. Meskipun masih ada beberapa siswa yang masih bersifat pasif dalam merespon perbedaan yang ada di lingkungannya. Kesimpulannya, sikap toleransi siswa dalam menerapkan konsep keragaman sosial budaya dalam pembelajaran tumbuh melalui pembiasaan, arahan guru, dan kesadaran diri sisw

    Analisis Dampak Penggunaan Gawai terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Siswa Sekolah Dasar

    No full text
    Studi ini menganalisis dampak penggunaan gawai terhadap keterampilan interaksi sosial siswa sekolah dasar melalui Tinjauan Pustaka Sistematis (SLR). Artikel jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir dipilih menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan sebelumnya. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan gawai dapat mendukung komunikasi dan akses ke materi pembelajaran, namun penggunaan yang berlebihan mengurangi keterlibatan sosial langsung, melemahkan empati, dan meningkatkan kecenderungan individualistis. Siswa yang sangat bergantung pada interaksi virtual menunjukkan penurunan kemampuan kooperatif dan keterampilan komunikasi tatap muka. Paparan layar yang terlalu lama juga memengaruhi konsentrasi dan regulasi emosi. Pola-pola ini menunjukkan bahwa penggunaan gawai yang tidak terkontrol memiliki pengaruh negatif yang substansial terhadap keterampilan interaksi sosial siswa, yang menggarisbawahi perlunya pengawasan orang tua dan batasan penggunaan yang jelas

    Persepsi Guru Sekolah Dasar terhadap Pendekatan Pembelajaran Mendalam

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengukur persepsi guru terhadap pendekatan deep learning pada sekolah dasar di Pulau Jawa dengan metode survei. Sebanyak 91 guru dari Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menjadi responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Google Form, kemudian dianalisis melalui tahapan persiapan data, statistik deskriptif, visualisasi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap deep learning sangat tinggi dengan persentase lebih dari 90%, menandakan penguasaan prinsip deep learning dalam pembelajaran. Aspek seleksi juga berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase lebih dari 90% terkait prinsip mindful learning, yang mengindikasikan pemahaman konsep deep learning. Namun, aspek penggalian informasi masih cukup dengan persentase di bawah 75%, menunjukkan kemampuan prinsip deep learning belum optimal. Secara keseluruhan, guru telah mencapai tahap interpretasi prinsip deep learning

    The Use of Story Face Strategy to Enhance Reading Comprehension in Narrative Text

    No full text
    This study investigates the use of the Story Face Strategy to enhance students’ reading comprehension of narrative texts at one of public junior high school in Padang. The research was motivated by students’ difficulties in understanding narrative texts, particularly in identifying the main idea, characters, setting, conflict, and resolution—common challenges faced by eighth-grade students. The objective of this study is to determine whether the implementation of the Story Face Strategy significantly enhances students’ reading comprehension. A one-group pre-test and post-test pre-experimental design was employed, with instruction delivered using the strategy across multiple sessions. Data were collected through a 25-item multiple-choice reading comprehension test administered before and after the intervention. The results showed a notable enhancement in students’ performance, with the average score increasing from 53.5 (pre-test) to 76.9 (post-test). A paired sample t-test confirmed the statistical significance of this improvement at the 0.05 confidence level. These findings suggest that the Story Face Strategy is effective in helping students understand narrative elements and can serve as an engaging and structured method for enhancing reading comprehension in junior high school contexts

    The Students’ Ability in Differentiating Linear and Non-Linear Functions Assisted by Photomath

    No full text
    Penggunaan aplikasi berbasis kecerdasan buatan dalam pembelajaran matematika telah meningkat secara signifikan, termasuk juga penggunaan aplikasi Photomath, yang menyediakan solusi instan dan visualisasi grafis. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman siswa dalam membedakan fungsi linear dan non-linear dengan bantuan aplikasi Photomath. Studi ini dengan menggunakan studi deskriptif yang melibatkan 20 siswa kelas VIII.1 di SMPN 2 Indralaya Utara. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman tertulis dan dianalisis berdasarkan tiga indikator: translasi, interpretasi, dan ekstrapolasi. Hasil menunjukkan bahwa Photomath sangat mendukung kemampuan interpretasi siswa, khususnya dalam menginterpretasikan karakteristik grafis fungsi linear dan non-linear. Namun, keterbatasan diamati pada indikator translasi dan ekstrapolasi. Beberapa siswa mengalami kesulitan dalam menerjemahkan representasi grafis ke dalam gambar dan tabel manual, serta dalam melakukan sintesis berbagai karakteristik menjadi kesimpulan yang komprehensif. Temuan ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan Photomath efektif mendukung visualisasi dan interpretasi awal, namun tidak secara otomatis mendorong kelancaran representasi atau penalaran tingkat tinggi. Oleh karena itu, penggunaan Photomath harus disertai dengan dukungan instruksional yang eksplisit untuk mendukung pemahaman konseptual yang lebih mendalam. The use of artificial intelligence-based application in mathematics learning has increased significantly, including the Photomath application, which provides instant solutions an graphical visualizations. This study aims to describe students’ comprehension ability in distinguishing linear and non-linear functions assisted by the Photomath application. The study employed a descriptive study involving 20 students of class VIII.1 at SMP 2 Indralaya Utara. Data were collected through written comprehension test and analyzed based on three indicators: translation, interpretation, and extrapolation. The results indicate that Photomath strongly support students’ interpretations abilities, particularly in identifying and interpreting graphical characteristic of linear and non-linear functions. However limitations were observed in the translation and extrapolation indicators. Several students experienced difficulties in translating graphical representations into manual drawings and tables, as well as in synthesizing multiple chracteristics into comprehensive conclusions. Theses findings suggest that whole Photomath effectively supports visualization and initial interpretation, it does not automatically foster representational fluency or higher-order reasoning. Therefor,  the use Photomath should be accompanied by explicit instructional scaffolding to support deeper conceptial understanding.

    Didactical Design with Motion Graphics for Enhancing Conceptual Understanding of Geometric Translation

    No full text
    Pembelajaran transformasi di sekolah menengah menghadapi rendahnya pemahaman konseptual siswa. Desain didaktis berbasis visual dinamis belum terintegrasi sistematis dengan analisis hambatan belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis penguatan pemahaman konseptual translasi melalui desain didaktis berbantuan motion graphic. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tiga fase DDR, yaitu analisis didaktis dan pedagogis, analisis metapedadidaktik, serta analisis retrospektif. Subjek penelitian terdiri dari 10 siswa yang dipilih secara purposif untuk memungkinkan pengamatan mendalam terhadap proses belajar, respons didaktis, dan regulasi hambatan belajar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tugas tertulis. Hasil menunjukkan seluruh siswa memahami translasi sebagai pergeseran. Sebanyak 30% siswa mengalami hambatan epistemologis pada interpretasi vektor translasi negatif. Umpan balik visual motion graphic memungkinkan koreksi mandiri selama pembelajaran. Hambatan belajar bergeser dari epistemologis menuju didaktis pada aspek komunikasi matematis formal. Desain didaktis berbantuan motion graphic efektif meregulasi hambatan belajar translasi. Penelitian lanjutan perlu memperluas pada transformasi geometri lain. Learning transformations in secondary schools faces persistently low students’ conceptual understanding. Didactical designs based on dynamic visualization have not been systematically integrated with learning obstacle analysis. This study aims to analyze the strengthening of students’ conceptual understanding of translation through motion graphic–assisted didactical design. This study employed a qualitative approach with three phases of Didactical Design Research (DDR), namely didactical and pedagogical analysis, metapedadidactical analysis, and retrospective analysis. The participants consisted of ten purposively selected students to allow in-depth observation of learning processes, didactical responses, and the regulation of learning obstacles. Data were collected through observations, interviews, and written tasks. Retrospective analysis compared actual student responses with predicted didactical responses. Source triangulation ensured the credibility of research findings. Results show that all students understood translation as a rigid displacement. Thirty percent experienced epistemological obstacles in interpreting negative translation vectors. Visual feedback provided by motion graphics enabled self-correction during learning. Learning obstacles shifted from epistemological to didactical, particularly in formal mathematical communication. Motion graphic–assisted didactical design effectively regulates learning obstacles in translation. Future studies should extend to other geometric transformations

    643

    full texts

    2,083

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇