e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
Not a member yet
2083 research outputs found
Sort by
Contextual Numeracy Learning in Tourism: A Systematic Literature Review and Its Implications for the Muara Enim Context
Kajian ini secara sistematis menelaah penelitian-penelitian tentang pembelajaran numerasi kontekstual yang memanfaatkan konteks budaya dan pariwisata pada jenjang sekolah dasar, serta menganalisis implikasinya bagi pengembangan pembelajaran numerasi pada konteks pariwisata Muara Enim. Pembelajaran numerasi kontekstual memungkinkan siswa menghubungkan konsep matematis dengan situasi nyata sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan. Systematic Literature Review (SLR) dilakukan menggunakan kerangka kerja PRISMA melalui tahap identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi. Pencarian pada Google Scholar, ERIC, DOAJ, ScienceDirect, dan Garuda menggunakan kata kunci terkait numerasi, pembelajaran kontekstual, etnomatematika, dan pembelajaran berbasis pariwisata menghasilkan 426 studi awal. Setelah menerapkan kriteria inklusi publikasi tahun 2019–2024, fokus pada sekolah dasar, konteks budaya atau pariwisata, serta metode empiris atau pengembangan, sebanyak 28 studi dianalisis. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran numerasi berbasis konteks budaya dan pariwisata secara konsisten memperkuat pemahaman konsep, penalaran matematis, dan motivasi belajar peserta didik. Berdasarkan hasil sintesis tersebut, konteks pariwisata budaya Muara Enim, seperti tradisi melemang diidentifikasi memiliki potensi kuat sebagai sumber konteks autentik untuk pembelajaran numerasi.
This study systematically reviews research on contextual numeracy learning that integrates cultural and tourism-based contexts at the elementary school level and examines its implications for numeracy learning within the tourism context of Muara Enim. Contextual numeracy learning enables students to connect mathematical concepts with real-life situations, thereby making learning more meaningful and relevant. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted using the PRISMA framework, encompassing the stages of identification, screening, eligibility assessment, and inclusion. Searches across Google Scholar, ERIC, DOAJ, ScienceDirect, and Garuda using keywords related to numeracy, contextual learning, ethnomathematics, and tourism-based learning yielded 426 initial studies. After applying inclusion criteria publications from 2019–2024, elementary education focus, cultural or tourism contexts, and empirical or developmental methods 28 studies were included for analysis. The findings indicate that numeracy learning grounded in cultural and tourism contexts consistently enhances conceptual understanding, mathematical reasoning, and student motivation. Based on this synthesis, the cultural tourism context of Muara Enim, particularly the melemang tradition, is identified as a promising and authentic context for contextual numeracy learning
From Geogebra to Canva: Systematic Literature Review on The Shift to Interactive Media Trends in Mathematical Literacy (2020 – 2025)
Penelitian ini bertujuan memetakan tren pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi untuk meningkatkan literasi matematika serta menelaah karakteristik efektivitasnya pada publikasi tahun 2020–2025. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan alur PRISMA. Artikel dikumpulkan melalui penelusuran literatur terstruktur, kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi hingga diperoleh 28 artikel yang relevan. Data diekstraksi untuk mengidentifikasi jenis platform yang digunakan, jenjang pendidikan sasaran, serta temuan utama terkait validitas, kepraktisan, dan efektivitas media terhadap literasi matematika. Hasil kajian menunjukkan adanya pergeseran dari perangkat lunak yang kompleks menuju platform no-code dan gamifikasi, seperti Canva dan Wordwall. Implementasi media paling banyak dilaporkan pada jenjang SMP. Secara umum, media interaktif yang ditinjau dinilai valid dan praktis serta menunjukkan dampak peningkatan literasi matematika pada kategori sedang hingga tinggi. Efektivitas paling kuat muncul ketika media dirancang kontekstual dan mendorong keterlibatan kognitif siswa melalui aktivitas penalaran, pemodelan, dan interpretasi representasi. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan media lebih ditentukan oleh kualitas desain pembelajaran daripada kecanggihan aplikasinya, serta merekomendasikan strategi integratif dengan memadukan no-code, gamifikasi, dan perangkat math-specific secara terarah sesuai tujuan belajar.
This study aims to map trends in the development of technology-based learning media to improve mathematical literacy and examine their effectiveness characteristics in publications from 2020–2025. The method used was a systematic literature review with the PRISMA flow. Articles were collected through a structured literature search, then selected based on inclusion and exclusion criteria to obtain 28 relevant articles. Data were extracted to identify the type of platform used, the target educational level, and key findings related to the validity, practicality, and effectiveness of the media on mathematical literacy. The results of the study indicate a shift from complex software to no-code and gamification platforms, such as Canva and Wordwall. Media implementation was most commonly reported at the junior high school level. In general, the interactive media reviewed were deemed valid and practical and showed a moderate to high impact on improving mathematical literacy. The strongest effectiveness emerged when the media was designed contextually and encouraged students\u27 cognitive engagement through reasoning, modeling, and interpretation of representations. These findings confirm that the success of media is more determined by the quality of the learning design than the sophistication of the application, and recommend an integrative strategy by combining no-code, gamification, and math-specific tools in a targeted manner according to learning objectives
Enhancing Creative Mathematical Thinking Skills using Creative Problem Solving Assisted by GeoGebra
Kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik di Indonesia masih tergolong rendah. Penyebab hal tersebut diantaranya penggunaan model pembelajaran dan media pembelajaran yang kurang mendorong tumbuhnya kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik, sehingga dibutuhkan pemilihan model dan media pembelajaran inovatif yang dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif matematis. Salah satunya adalah penggunaan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dan media pembelajaran software GeoGebra. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran CPS dengan media GeoGebra dan model pembelajaran CPS dengan media PowerPoint. Selain itu, pada penelitian ini dikaji bagaimana perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis kedua kelompok tersebut. Pada penggunaan media software GeoGebra diobservasi bagaimana respon peserta didik setelah penggunaan GeoGebra selama kegiatan pembelajaran. Hasil dari uji gain, uji-t dan uji mann-whitney dapat disimpulan penggunaan model CPS berbantuan GeoGebra dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif. Sebagian besar respon peserta didik setelah penggunaan GeoGebra selama kegiatan pembelajaran adalah sangat baik.
Students\u27 mathematical creative thinking skills in Indonesia are still considered low. This is partly caused by the use of learning models and media that do not sufficiently encourage the growth of these skills; therefore, it is necessary to select innovative learning models and media that can foster mathematical creative thinking. One such approach is the use of the Creative Problem Solving (CPS) model and GeoGebra software. The purpose of this research is to determine the improvement of students\u27 mathematical creative thinking skills through the implementation of the Creative Problem Solving (CPS) model assisted by GeoGebra compared to the CPS model assisted by PowerPoint. Furthermore, this study examines the difference in the improvement of creative thinking skills between the two groups. Regarding the use of GeoGebra, students\u27 responses were observed after its implementation in learning activities. Based on the results of the N-gain test, t-test, and Mann-Whitney test, it can be concluded that the use of the CPS model assisted by GeoGebra can improve creative thinking skills. Moreover, the majority of students\u27 responses toward the use of GeoGebra during learning activities were very good
Reflection on Learning and Mathematics Learning Outcomes of Vocational High School Students: An Empirical Study on Several Materials
Pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Kejuruan (SMP) memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan pendidikan umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan data dari tiga studi independen yang dilakukan di SMKN 1 Lelea. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analisis lintas studi. Subjek penelitian adalah 65 (kelas 11) dan 90 (kelas 12) siswa dari SMKN 1 Lelea, Kabupaten Indramayu. Instrumen penelitian meliputi kuesioner refleksi pembelajaran skala Likert dan tes hasil belajar matematika. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis Partial Least Squares (PLS) menggunakan program Smart PLS versi 4.1.1.6 untuk menganalisis variabel eksogen (Usia, Jenis Kelamin, Tingkat Kelas), variabel endogen (Refleksi Pembelajaran, Hasil Belajar), dan variabel mediasi (Refleksi Pembelajaran). Berdasarkan hasil studi empiris yang meneliti refleksi pembelajaran dalam pembelajaran matematika SMA Kejuruan, dapat disimpulkan bahwa refleksi pembelajaran belum menunjukkan dampak langsung yang konsisten terhadap hasil belajar matematika yang diukur secara kognitif.
Mathematics learning in Vocational High Schools (SMK) has different characteristics compared to general education. This study aims to integrate data from three independent studies conducted at SMKN 1 Lelea. This study used a quantitative approach with a cross-study analysis design. The subjects were 65 (11th) and 90 (12th) grade students from SMKN 1 Lelea, Indramayu Regency. The research instruments included a Likert-scale learning reflection questionnaire and a mathematics learning outcome test. The analysis technique used Partial Least Squares (PLS) analysis using the Smart PLS program version 4.1.1.6 to analyze exogenous variables (Age, Gender, Grade Level), endogenous variables (Learning Reflection, Learning Outcomes), and the mediating variable (Learning Reflection). Based on the results of empirical studies examining learning reflection in vocational high school mathematics learning, it can be concluded that learning reflection has not shown a consistent direct impact on mathematics learning outcomes measured cognitively
Hypothetical Learning Trajectory for Eighth Graders\u27 Understanding of Pythagorean Theorem through Ethno-Realistic Mathematics Education Assisted by Video
Pemahaman konsep geometri, terutama yang berkaitan dengan teorema Pythagoras, seringkali menjadi kendala bagi siswa. Artikel ini bertujuan untuk mengembangkan lintasan belajar hipotetis mengenai materi teorema Pythagoras dengan pendekatan Pendidikan Matematika Etno-Realistik Jawa (E-RME). Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian desain yang meliputi tiga tahap utama, yaitu perancangan awal, pelaksanaan eksperimen pembelajaran, dan analisis retrospektif. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII di salah satu SMP di Kota Semarang. Fokus artikel ini adalah pada tahap perancangan awal, yaitu dihasilkan hipotesis lintasan belajar yang meliputi tiga kegiatan utama: (1) mengamati konteks video rumah Joglo untuk menentukan jenis segitiga berdasarkan besar sudutnya dan konsep segitiga istimewa; (2) menemukan konsep teorema Pythagoras dan menentukan jenis segitiga berdasarkan panjang sisinya; (3) menerapkan teorema Pythagoras. Hipotesis lintasan pembelajaran ini layak untuk diujicobakan pada tahap eksperimen pembelajaran untuk membantu siswa membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep-konsep teorema Pythagoras, sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal dan keragaman dalam berpikir matematika menggunakan E-RME.
Understanding of geometric concepts, especially those related to the Pythagorean theorem, is often an obstacle for students. This study aims to develop a hypothetical learning trajectory for the Pythagorean theorem material using the Javanese Ethno-Realistic Mathematics Education (E-RME) approach. The research was conducted using the design research method, which includes three main stages: initial design, implementation of learning experiments, and retrospective analysis. This research involved grade VIII students in one of the junior high schools in the city of Semarang. The focus of this study is on the initial design stage, resulted a learning trajectory hypothesis which includes three main activities: (1) observing the video context of the Joglo house to determine the type of triangle based on the size of its angles and the concept of special triangles; (2) discovering the concept of the Pythagorean theorem and determining the types of triangles based on the length of their sides; (3) applying the Pythagorean theorem. This learning trajectory hypothesis is worth testing at the experimental stage of learning to help students develop a deeper understanding of the concepts underlying the Pythagorean theorem, while simultaneously fostering an appreciation of local culture and diversity in mathematical thinking through E-RME
Ethnomathematical Study of Historical Mosque Buildings in South Kalimantan
Kalimantan Selatan kaya ragam kekayaan budaya seperti kerajinan tangan tradisional, permainan tradisional, dan kesenian tradisional (seni musik dan seni tari), serta bangunan bersejarah seperti museum dan masjid. Salah satu kekayaan budaya yang cukup terkenal adalah bangunan masjid bersejarah yang banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal, nasional maupun mancanegara. Penelitian ini akan memfokuskan pada tiga masjid bersejarah di Kalimantan Selatan, yaitu Masjid Sultan Suriansyah (Banjarmasin), Masjid Agung Al Karomah (Martapura), Masjid Keramat Al-Mukarramah (Banua Halat, Tapin). Penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, yang bertujuan mendeskripsikan hasil temuan/eksplorasi etnomatematika pada bangunan masjid bersejarah di Kalimantan Selatan, dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu dengan menggali informasi melalui studi kepustakaan, observasi, serta wawancara. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini peneliti sendiri (human instrument), pedoman wawancara dan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif, yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bangunan tiga masjid bersejarah di Kalimantan Selatan terdapat banyak konsep matematika di dalamnya. Secara garis besar ada dua konsep utama yang dominan ditemui pada ketiga masjid, yaitu konsep geometri dan konsep kekongruenan. Selain itu, ada konsep garis sejajar, konsep sudut, konsep transformasi geometri, konsep Pythagoras.
South Kalimantan is rich in various cultural wealth, such as traditional handicrafts, traditional games, traditional arts (music and dance), and historical buildings (museums and mosques). One of the most famous cultural wealth is the historical mosques, which are visited by local, national, and foreign tourists. The particular study focused on three historical mosques in South Kalimantan. They were the Sultan Suriansyah Mosque in Banjarmasin, the Masjid Agung of Al-Karomah in Martapura, and the Masjid Keramat Al-Mukarramah in Banua Halat, Tapin). It used a descriptive qualitative study with an ethnographic approach. It aimed to describe the findings/exploration of ethnomathematics in historical mosque buildings in South Kalimantan. The data collection techniques were literature studies, observations, and interviews. The instruments were the researcher himself (human instrument), interview guidelines, and observation sheets. The data analysis technique used data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The study showed that the buildings of the three historical mosques in South Kalimantan have many mathematical concepts. Generally, two main concepts are dominant in the three mosques, namely geometry and congruence. Also, it found the concepts of parallel lines, angles, geometric transformation, and Pythagoras
Analysis of Students\u27 Conceptual Understanding Ability in Solving Word Problems on Basic Statistics
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sompak pada materi statistika dasar, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi siswa dalam menyelesaikan soal cerita, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 25 siswa kelas VIII C (11 laki-laki, 15 perempuan) yang dipilih melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi tes esai untuk mengukur empat indikator pemahaman konsep (menyatakan ulang konsep, mengklasifikasikan objek, menerapkan konsep secara matematis, dan menyajikan konsep dalam representasi), wawancara semi-terstruktur kepada 3 siswa terpilih, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu untuk memastikan validitas. Hasil penelitian menunjukkan variasi kemampuan siswa dalam tiga kategori: tinggi (9 siswa, dominan perempuan), sedang (8 siswa, dominan laki-laki), dan rendah (8 siswa). Siswa kategori tinggi mampu menyatakan ulang konsep mean, median, dan modus; mengklasifikasikan data berdasarkan tendensi sentral; menerapkan konsep kuartil secara matematis; serta menyajikan data dalam representasi runtut. Analisis mendalam pada siswa LA (skor tertinggi 19) mengonfirmasi pemenuhan indikator melalui jawaban mandiri. Hambatan utama meliputi kesulitan menyatakan ulang masalah, mengubah soal cerita ke model matematika, dan lemahnya penguasaan konsep dasar. Faktor yang mempengaruhi mencakup motivasi, gaya belajar, pengalaman belajar, serta variasi metode pembelajaran.
This study aims to analyze the mathematical concept comprehension ability of eighth grade students of SMP Negeri 2 Sompak on basic statistics material, identify obstacles faced by students in solving word problems, and analyze factors that influence these abilities. This study used a descriptive qualitative approach with 25 students of class VIII C (11 boys, 15 girls) selected through purposive sampling. Data collection techniques included an essay test to measure four indicators of conceptual understanding (restating concepts, classifying objects, applying concepts mathematically, and presenting concepts in representations), semi-structured interviews with 3 selected students, and documentation. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions, with triangulation of sources, techniques, and time to ensure validity. The results showed variations in student abilities in three categories: high (9 students, predominantly female), medium (8 students, predominantly male), and low (8 students). Students in the high category were able to restate the concepts of mean, median, and mode; classify data based on central tendency; apply the concept of quartiles mathematically; and present data in a sequential representation. In-depth analysis of LA students (highest score 19) confirmed the fulfillment of indicators through independent responses. Key obstacles included difficulty restating problems, converting word problems into mathematical models, and weak mastery of basic concepts. Influencing factors included motivation, learning style, learning experience, and variations in teaching methods
Pengembangan Sistem Informasi Rumah Tidak Layak Huni Berbasis Website di Desa Ciwaru
Abstrak
Program Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menyediakan hunian layak bagi warga kurang mampu. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi berbasis website untuk membantu pengelolaan data Calon Penerima Manfaat (CPM) RUTILAHU di Desa Ciwaru. Metode yang digunakan adalah Research and Development (RnD) dengan model pengembangan perangkat lunak waterfall. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi yang dikembangkan memudahkan proses input, update, validasi, hingga pelaporan data CPM secara lebih efisien dan transparan. Pengujian sistem menggunakan metode black box menunjukkan bahwa semua fungsi berjalan sesuai harapan. Implementasi sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan akurasi pendataan program RUTILAHU di Desa Ciwaru.
Kata Kunci: Sistem Informasi; Website; RUTILAHU; Desa Ciwaru; Black Box Testing
Abstract
The Uninhabitable House Program (RUTILAHU) is a government initiative to improve community welfare by providing decent housing for low-income residents. This study aims to develop a web-based information system to manage beneficiary candidate data (CPM) of the RUTILAHU program in Ciwaru Village. The method used is Research and Development (RnD) with a waterfall software development model. Data collection techniques include interviews, observation, and documentation. The results indicate that the developed information system simplifies the processes of input, update, validation, and reporting of CPM data in a more efficient and transparent manner. Black box testing shows all functions perform as expected. The implementation of this system is expected to improve service quality and data accuracy in the RUTILAHU program at Ciwaru Village.
Keyword: Information System; Website; RUTILAHU; Ciwaru Village; Black Box Testin
Pengaruh Model Quantum Learning Berbantuan Media Gambar Berbasis Lingkungan Sekolah terhadap Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi Siswa Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Quantum Learning terhadap keterampilan menulis karangan deskripsi siswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimental. Sampel terdiri dari kelas IV, dengan kelas A sebagai kelas kontrol dan kelas B sebagai kelas eksperimen, masing-masing berjumlah 30 siswa dan 27 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes. Hasil pretest menunjukkan bahwa pada kelas kontrol, 27 siswa dikategorikan "Cukup" dan 3 siswa "Kurang" dengan skor rata-rata 110,56. Di kelas eksperimen, sebagian besar siswa dikategorikan "Sangat Kurang" dengan skor rata-rata 4,65. Setelah diberikan perlakuan, hasil posttest menunjukkan pada kelas kontrol, 13 siswa "Sangat Baik" dan 17 siswa "Baik" dengan skor rata-rata 149,03. Pada kelas eksperimen, 12 siswa "Baik" dan 15 siswa "Sangat Baik" dengan skor rata-rata 151,429. Hasil ini menunjukkan bahwa Quantum Learning berpengaruh positif terhadap keterampilan menulis karangan deskripsi siswa
Peran Pendidikan Multikultural dalam Pencegahan Diskriminasi dan Bullying di Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan multikultural dalam mencegah diskriminasi dan bullying di SDN Pejagalan 03 Jakarta. Pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying verbal merupakan bentuk kekerasan yang paling dominan di sekolah ini. Implementasi pendidikan multikultural dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti pembelajaran berbasis nilai-nilai inklusivitas, pembiasaan sikap saling menghargai, serta kerja sama yang erat antara pihak sekolah, orang tua, dan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK). Hasilnya, pendidikan multikultural terbukti efektif dalam membentuk sikap positif antar siswa dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih inklusif, aman, serta mendukung perkembangan sosial emosional siswa. Penelitian ini merekomendasikan agar program pendidikan multikultural diperkuat sebagai strategi pencegahan kekerasan dan diskriminasi di sekolah dasar untuk menciptakan suasana yang lebih harmonis dan toleran