e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
Not a member yet
    2083 research outputs found

    Pengaruh Realistic Mathematics Education (RME) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini berfokus pada rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SD dalam materi pembagian. Banyak siswa menghadapi kesulitan dalam menganalisis dan menyelesaikan soal cerita yang membutuhkan penalaran mendalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Subjek terdiri dari dua kelas, yakni kelas eksperimen yang menerapkan RME dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Instrumen penelitian berupa tes yang mengukur kemampuan berpikir kritis dengan empat indikator utama, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi 0.000 < 0.05, menandakan adanya pengaruh signifikan dari model RME. Dengan nilai determinasi 55,4%, model RME memberikan kontribusi sedang dalam peningkatan kemampuan berpikir kritis, sehingga efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika, khususnya materi pembagian di sekolah dasar

    Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis melalui Model Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) di Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas V SD Negeri Sindur 02 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 42 siswa dengan instrumen yang meliputi soal tes, lembar observasi, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TGT mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Pada pratindakan, rata-rata nilai siswa sebesar 66 dengan ketuntasan klasikal 40%. Setelah penerapan model TGT pada siklus I, rata-rata nilai meningkat menjadi 71 dengan ketuntasan 66%. Pada siklus II, nilai rata-rata meningkat signifikan menjadi 89 dengan ketuntasan 100%. Selain itu, aktivitas siswa juga meningkat, terlihat dari keaktifan mereka dalam diskusi, games, dan turnamen. Hasil angket menunjukkan respon positif siswa terhadap model TGT, yang membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan mendorong berpikir kritis. Model TGT efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa

    Analisis Retensi Matematika Siswa Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan retensi matematika pada siswa kelas III SDN 2 Wanaraja dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, melibatkan enam siswa dengan tingkat retensi berbeda dan satu guru kelas. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan wawancara dengan tiga indikator: recall, recognition, dan reintegrative. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada indikator recall, sebagian besar siswa kesulitan mengingat materi tanpa bantuan. Pada indikator recognition, siswa mampu mengenali informasi setelah diberi petunjuk. Sementara itu, pada indikator reintegrative, hanya beberapa siswa yang mampu mengaitkan materi dengan situasi baru. Retensi siswa dapat ditingkatkan melalui penerapan strategi pembelajaran yang variatif, aktif, dan kontekstual

    Pengaruh Word Problem Card terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Materi Perkalian di SD Tahfidz Al Banjari

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media Word Problem Card terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi perkalian siswa kelas II SD Tahfidz Al Banjari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 12 siswa. Data diperoleh melalui tes kemampuan pemecahan masalah sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji-t berpasangan, dan ukuran efek Cohen’s d. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan pemecahan masalah matematis setelah penggunaan Word Problem Card dengan nilai t_hitung = 8,47 > t_tabel = 2,20 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai efek sebesar d = 2,81 menunjukkan pengaruh yang sangat besar. Dengan demikian, media Word Problem Card efektif digunakan dalam pembelajaran perkalian untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sekolah dasar

    Efektivitas Pemanfaatan Cerita Anak dalam Pembelajaran Literasi di Kelas Rendah Sekolah Dasar

    No full text
    Literasi membaca adalah fondasi utama dalam pembelajaran siswa sekolah dasar, namun banyak siswa kelas bawah yang kesulitan memahami bacaan dan memiliki minat baca rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan cerita anak sebagai media untuk meningkatkan keterampilan literasi membaca. Menggunakan desain Tinjauan Pustaka Sistematis (SLR), penelitian ini mensintesis bukti empiris dari studi relevan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa penggunaan cerita anak dapat meningkatkan tiga aspek literasi: pengenalan kata, pemahaman bacaan, dan minat baca. Cerita anak memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan, menarik, dan kontekstual, membuat siswa lebih antusias dan aktif dalam pembelajaran. Oleh karena itu, penggunaan cerita anak terbukti efektif sebagai alternatif pembelajaran literasi yang sesuai dengan karakteristik psikologis anak usia dini. Implikasinya adalah bahwa media yang disesuaikan dengan kebutuhan anak dapat secara signifikan meningkatkan keterampilan literasi dan menumbuhkan sikap positif terhadap membaca. Disarankan agar guru mengintegrasikan cerita anak dalam pembelajaran sehari-har

    Tinjauan Kritis terhadap Kembalinya Penggunaan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) pada Tahun 2022 dalam Konteks Kebijakan Bahasa Indonesia

    No full text
    Perubahan ejaan bahasa Indonesia merupakan konsekuensi dari dinamika perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang mendorong perluasan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan negara. Salah satu unsur utama dalam sistem kebahasaan adalah ejaan, yang mencakup kaidah pelambangan bunyi, penulisan huruf, dan penggunaan tanda baca dalam aksara Latin. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis perubahan ejaan terbaru yang dituangkan dalam Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) edisi ke-V tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan perundang-undangan dan perbandingan, berdasarkan studi pustaka dari regulasi resmi, jurnal akademik, serta sumber literatur relevan lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa EYD edisi ke-V mencakup tujuh bentuk perubahan utama: (1) penambahan kaidah baru; (2) perubahan kaidah; (3) perubahan redaksi; (4) pemindahan kaidah; (5) penghapusan kaidah; (6) perubahan contoh; dan (7) perubahan tata penyajian isi. Selain dari sisi substansi, perubahan ini juga menyesuaikan dengan kebutuhan praktis pengguna bahasa dan perkembangan teknologi digital, salah satunya melalui peluncuran portal ejaan daring di https://ejaan.kemdikbud.go.id/. Implikasi dari kajian ini menunjukkan pentingnya sosialisasi ejaan terbaru kepada semua pengguna bahasa, khususnya pendidik dan praktisi kebahasaan agar mampu mengadaptasi perubahan dengan tepat dan konsisten

    Menghidupkan Imajinasi: Penerapan PJBL dan Media Audiovisual dalam Pembelajaran Menulis Cerita Fantasi

    No full text
    Keterampilan menulis siswa, khususnya dalam menulis cerita fantasi, masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya minat dan ketertarikan terhadap materi yang disampaikan secara konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui peningkatan keterampilan menulis cerita fantasi setelah penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbantuan media audiovisual; dan (2) mengetahui respons siswa terhadap model dan media pembelajaran tersebut. Metode yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain one group pretest-posttest dan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 25 siswa kelas VII B SMPN 3 Garut Tahun Ajaran 2024/2025 yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes. Uji Liliefors digunakan untuk menguji normalitas data, sedangkan Uji Wilcoxon digunakan untuk mengukur perbedaan hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan menulis cerita fantasi setelah penerapan model PjBL berbantuan media audiovisual. Hal ini dibuktikan dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis berbasis proyek dengan dukungan audiovisual mampu meningkatkan keterampilan dan motivasi siswa. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya integrasi model pembelajaran kontekstual dan media digital dalam pembelajaran menulis untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna

    The Implementation of Ethnomathematics-Based Learning Using Blacksmith Tools on Students\u27 Critical Thinking Skills

    No full text
    Rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa memerlukan pendekatan pembelajaran yang inovatif dan kontekstual secara budaya. Penerapan pembelajaran matematika berbasis etnomatematika dengan konteks perkakas pandai besi bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan melibatkan 82 siswa sebagai populasi dan 54 siswa sebagai sampel, yang dibagi menjadi dua kelompok: 28 siswa kelas 12 IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan 26 siswa kelas 12 IPA 3 sebagai kelas kontrol. Model post-test only control group design ini menggunakan sebuah tes uraian sebagai instrumen penelitian dan telah melalui uji validitas, reliabilitas, indeks kesukaran, serta daya beda untuk menjamin kualitasnya. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan teknik statistik inferensial. Berdasarkan uji-t, terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kemempuan berpikir kritis siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis etnomatematika mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. A well-prepared abstract allows the reader to quickly and accurately identify the basic content of the document, assess its relevance to their interests, and decide whether to read the document in its entirety. The abstract should be informative and self-explanatory, providing a clear statement of the problem, proposed approach, or solution, as well as the main conclusions. Typically, abstracts include sections such as Background, Objective, Methods, Results, and Conclusions (often abbreviated as IMRaD). An abstract in English should be between 100 and 200 words in length. Abstracts are written in the past tense for methods and results (since the study has already been conducted), but present tense for conclusions and implications; abbreviations should be avoided. Since there are no citations, the abstract does not reference literature. The keyword list offers an opportunity to include terms used by indexing and abstract services. Thoughtful keyword selection enhances the discoverability of our articles among interested readers

    Application of Live Worksheet to Optimize Spatial Thinking Ability

    No full text
    Kemampuan spasial matematis penting dalam membantu siswa memahami, menginterpretasikan, dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bentuk, ruang, dan hubungan antar objek. Namun, masih banyak siswa yang memiliki kemampuan spasial rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir spasial siswa melalui media pembelajaran Live Worksheet. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen one-group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas XII SMA Negeri 3 Sungai Penuh. Instrumen berupa soal pretest dan posttest dianalisis berdasarkan validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya beda. Peningkatan hasil belajar dianalisis menggunakan n-gain. Hasil menunjukkan rata-rata skor pretest sebesar 23,49 meningkat signifikan menjadi 91,61 pada posttest. Dengan demikian, penerapan Live Worksheet efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir spasial siswa. Mathematical spatial ability is important in helping students understand, interpret, and solve problems related to shapes, space, and relationships between objects. However, many students still have low spatial ability. This study aims to improve students\u27 spatial thinking ability through the Live Worksheet learning media. The method used is quantitative with a one-group pretest-posttest quasi-experimental design. The subjects of the study were 32 students in grade XII at SMA Negeri 3 Sungai Penuh. The instruments consisted of pretest and posttest questions, which were analyzed based on validity, reliability, difficulty level, and discriminative power. Learning outcomes were analyzed using n-gain. The results showed that the average pretest score of 23.49 increased significantly to 91.61 in the posttest. Thus, the implementation of Live Worksheet is effective in improving students\u27 spatial thinking skills

    Perancangan Media Pembelajaran IPA Menggunakan Assembler Edu Di SMP Negeri 2 Bukittinggi

    No full text
    Abstrak Motivasi belajar berasal dari cara guru di SMP Negeri 2 Bukittinggi menggunakan materi pembelajaran. Lembaga ini sebagian besar menggunakan buku cetak dan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan masih menggunakan metode konvensional. Akibatnya pembelajaran menjadi kurang menarik, terutama ketika menerapkan pembelajaran IPA dengan cara yang tidak konsisten dengan pendekatan yang seharusnya ditetapkan.Guru berusaha untuk mengajarkan sesuatu kepada siswa, namun mereka sulit untuk memahaminya. Assembler Edu akan dimanfaatkan oleh para peneliti untuk menghasilkan modul menarik untuk media pembelajaran sains di perangkat Android, yang akan melengkapi pengajaran di kelas. Penelitian dan Pengembangan (R&D) menggunakan model penelitian 4D yang memiliki empat langkah merupakan metodologi penelitian yang digunakan. Tahapan tersebut adalah define, design, develop, dan dessiminate (distribusi/pengujian produk). Tiga uji produk dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini: uji praktikalitas oleh dua orang instruktur yang memperoleh skor rata-rata 0,84, dan uji validitas dari empat orang ahli, antara lain ahli media, bahasa, dan materi. Tes efektivitas berjumlah 27 siswa, dengan nilai rata-rata 0,74 pada kategori efektif dan rata-rata 0,93 pada kategori tinggi. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa assembler edu yang dirancang peneliti digunakan pada media pembelajaran IPA berbasis Android. Kata Kunci: Media pembelajaran, IPA, Assembler edu, Android   Abstract Motivation to learn comes from the way SMP Negeri 2 Bukittinggi uses learning materials. This institution mostly uses printed books and Student Worksheets (LKS) and still uses conventional methods. As a result, learning becomes less interesting, especially when applying science learning in a way that is inconsistent with the approach that should be established. Teachers try to teach something to students, but they find it difficult to understand. Assembler Edu will be used by researchers to produce interesting modules for science learning media on Android devices, which will complement classroom teaching. Research and Development (R&D) uses a 4D research model which has four steps, which is the research methodology used. These stages are define, design, develop, and disseminate (distribution/product testing). Three product tests were carried out by researchers in this study: a practicality test by two instructors who obtained an average score of 0.84, and a validity test by four people. experts, including media, language and material experts. The effectiveness test consisted of 27 students, with an average score of 0.74 in the effective category and an average of 0.93 in the high category. Therefore, it can be said that the EDU assembler designed by researchers is used in Android-based science learning media Keyword: Learning media, Science, Assembler edu, Androi

    643

    full texts

    2,083

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇