e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
Not a member yet
2083 research outputs found
Sort by
Pengaruh Model Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Multimedia Interaktif terhadap Sikap Peduli Lingkungan Siswa Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model Teams Games Tournament (TGT) berbantuan multimedia interaktif terhadap sikap peduli lingkungan siswa kelas V SD di Gugus XVII Kota Bengkulu. Desain penelitian yang digunakan adalah matching-only pretest-posttest control group dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 23 siswa kelas eksperimen dan 19 siswa kelas kontrol, yang dipilih secara acak klaster. Instrumen penelitian berupa angket pretest dan posttest. Hasil uji-t menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (thitung = 3,109; sig. = 0,003 < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa model TGT berbantuan multimedia interaktif efektif dalam meningkatkan sikap peduli lingkungan siswa. Model ini direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran aktif dan menyenangkan di sekolah dasar
Pengaruh Model Pembelajaran Team Games Tournament (TGT) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V Sekolah Dasar pada materi tanggapan dan saran konstruktif dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan siswa dalam memberikan tanggapan yang reflektif, rasional, dan relevan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas, masing-masing 15 siswa, yang dibagi menjadi kelas eksperimen (menggunakan model TGT) dan kelas kontrol (pembelajaran konvensional). Teknik pengumpulan data menggunakan tes pretest dan posttest berdasarkan lima indikator berpikir kritis menurut Ennis. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kelas eksperimen (N-Gain 0,63) dibanding kelas kontrol (N-Gain 0,08). Uji-t menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), menunjukkan perbedaan signifikan. Model TGT terbukti efektif mendorong kemampuan berpikir kritis melalui pembelajaran yang kooperatif, kompetitif, dan menyenangka
Pelatihan Pembuatan Video Pembelajaran Menggunakan Power Point dan Bandicam Bagi Guru SLB KKG Kabupaten Tasikmalaya
Masalah yang dihadapi oleh guru SLB di Kabupaten Tasikmalaya adalah kesulitan dalam mendesain media pembelajaran berbasis teknologi yang sesuai dengan kebutuhan siswa tunagrahita ringan. Selama ini, guru hanya menggunakan media pembelajaran yang disediakan oleh Dinas Pendidikan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada guru dalam pembuatan video pembelajaran menggunakan aplikasi PowerPoint dan Bandicam. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan, materi pelatihan dan perangkat yang diperlukan disiapkan. Tahap pelaksanaan melibatkan pengenalan dan latihan penggunaan PowerPoint dan Bandicam dalam pembuatan video pembelajaran. Evaluasi dilakukan untuk mengukur antusiasme guru dan kualitas media yang dihasilkan. Hasil pelaksanaan pengabdian ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para guru dalam membuat media video pembelajaran, yang tercermin dari produk media yang dihasilkan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa tunagrahita ringan
Optimalisasi Kreativitas Siswa melalui Pelatihan Canva kepada Siswa Kelas XII IPA di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Pekanbaru
Artikel pengabdian ini menjelaskan pelatihan penggunaan Canva yang diadakan di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Pekanbaru, dengan peserta utama siswa kelas XII IPA. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan literasi digital dan kreativitas siswa dalam mengolah informasi visual, sejalan dengan tuntutan era digital. Metode pelatihan yang digunakan meliputi materi interaktif, demonstrasi langsung, dan sesi praktik pembuatan desain yang dipandu oleh pendidik dan praktisi berkompeten. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa dalam menghasilkan desain yang estetis dan komunikatif. Hasil ini menunjukkan potensi kegiatan sebagai model pengembangan pembelajaran berbasis teknologi yang dapat diterapkan di masa depan, untuk lebih mengembangkan keterampilan digital siswa. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga mendukung siswa dalam menghadapi tantangan dunia digital yang semakin berkembang
Pengaruh Efikasi Diri, Optimisme, dan Kompetensi Penggunaan AI pada Kemampuan Pembelajaran Mandiri Siswa Generasi Z
Abstrak
Kemandirian belajar merupakan salah satu kompetensi penting yang dapat mendukung pebelajar dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital. Mobile learning telah menjadi pendekatan pembelajaran yang dapat mempromosikan kemandirian belajar, namun keberhasilannya dipengaruhi oleh faktor internal pebelajar seperti efikasi diri, optimisme, dan kompetensi teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efikasi diri, optimisme, dan kompetensi dalam menggunakan kecerdasan buatan terhadap kemandirian belajar generasi Z. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei terhadap sekelompok siswa SMA di Malang. Data dikumpulkan menggunakan angket dengan skala Likert dan dianalisis melalui regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan, efikasi diri, optimisme, dan kompetensi penggunaan kecerdasan buatan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemandirian belajar. Tingkat kontribusi variabel-variabel tersebut tergolong rendah, di mana sebagian besar variabilitas kemandirian belajar dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan mobile learning membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif, termasuk memperhatikan faktor-faktor eksternal seperti dukungan institusi dan kesiapan teknologi.
Kata Kunci: kemandirian belajar, mobile learning, generasi Z
Abstract
Self-directed learning is a crucial competency that supports learners in overcoming challenges in the digital era. Mobile learning has emerged as an educational approach that promotes self-directed learning, but its effectiveness is influenced by internal factors such as self-efficacy, optimism, and technological competence. This study aims to analyze the influence of self-efficacy, optimism, and artificial intelligence competence on the self- directed learning of Generation Z. The research employed a quantitative approach with a survey method involving a group of high school students in Malang. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression. The findings indicate that self-efficacy, optimism, and artificial intelligence competence, both individually and collectively, do not significantly influence self- directed learning. The contribution level of these variables is relatively low, with most of the variability in self- directed learning being affected by other factors beyond this study. These results suggest that the implementation of mobile learning requires a more comprehensive approach, including consideration of external factors such as institutional support and technological readiness.
Keyword: self-directed learning, mobile learning, Generation
Using Clock as an Instructional Media for Teaching Telling Time
This research discusses the use of clocks as a learning medium in teaching time telling. The purpose of this article is to describe the use of clock media in Telling Time learning and to determine students\u27 interest and enthusiasm in learning using learning media, namely clock media, in learning English clocks. The methodology used in this research uses a qualitative descriptive method; the research sample is students 8th grade at 6thstate junior high school in Panyabungan, North Sumatra. Data collection in this research was through observation, interviews, and was unstructured. Meanwhile, the results of interviews with grade 8 students revealed that they had never learned to use Learning Media in the Talking Time material, but they learned to tell time by understanding the contents of the textbook and listening to the teacher\u27s explanation, without having to listen to the teacher\u27s explanation. In short, it can be said that teaching using a learning environment in the learning process in class makes them more enthusiastic about learning and more interesting
Students’ Mathematical Literacy Skills Through Contextual Teaching and Learning and Problem-Based Learning Models
Kemampuan literasi matematis siswa merupakan salah satu kemampuan kognitif yang penting untuk dikuasai oleh siswa. Berdasarkan PISA 2022 menunjukkan Indonesia masih tergolong rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada perbedaan kemampuan literasi matematis siswa antara siswa yang mendapatkan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dan Problem Based Learning (PBL). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan populasi yaitu siswa SMP kelas VIII pada salah satu sekolah di kabupaten Garut. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes dan observasi. Teknik analisis data menggunakan uji t dan gain ternormalisasi. Hasil penelitian ini yaitu: Terdapat perbedaan kemampuan literasi matematis siswa antara yang mendapatkan model CTL dan PBL; Kualitas peningkatan kemampuan literasi matematis siswa kelas CTL termasuk pada kategori sedang; Kualitas peningkatan kemampuan literasi matematis siswa kelas PBL pada materi termasuk pada kategori sedang.
Students\u27 mathematical literacy skills is one of the important cognitive skills that students need to master. According to PISA 2022, Indonesia is still categorized as having a low level of performance. The purpose of this study is to determine whether there is a difference in students\u27 mathematical literacy abilities between those who received the Contextual Teaching and Learning (CTL) model and those who received the Problem-Based Learning (PBL) model. The method used in this study is a quasi-experiment with the population being 8th-grade junior high school students at a school in Garut Regency. The sampling technique used in this study is purposive sampling. The data collection techniques used are tests and observations. Data analysis techniques include the t-test and normalized gain. The results of this study are: There is a difference in students\u27 mathematical literacy skills between those who received the CTL model and those who received the PBL model; The improvement in mathematical literacy skills of students in the CTL class is in the medium category; The improvement in mathematical literacy skills of students in the PBL class is also in the medium category
Students\u27 Cooperative Attitudes in Junior High School Mathematics Learning: A Study of the Influence of the Project-Based Learning Model on Integer Material
Rendahnya sikap kerjasama siswa dalam pembelajaran matematika berdasarkan observasi awal menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang dapat meningkatkan sikap tersebur. Tujuan studi ini adalah meneliti pengaruh PjBL terhadap sikap kerjasama siswa dalam pembelajaran matematika dengan metode kuantitatif desain quasi eksperimen berupa posttest-only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 20 Surabaya. Dua kelas menjadi sampel penelitian melalui teknik pemilihan purposive sampling. Model PjBL diterapkan di kelas VII-I, sedangkan kelas VII-G menggunakan metode pembelajaran konvensional. Instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi untuk menilai sikap kerjasama siswa selama pembelajaran. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya perbedaan rata-rata sikap kerjasama siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen, di mana kelas eksperimen menunjukkan hasil yang lebih tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, model PjBL berpengaruh positif terhadap sikap kerjasama siswa dalam pembelajaran matematika. Studi ini penting dilakukan karena sikap kerjasama merupakan salah satu keterampilan abad 21 yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matemataika.
The low level of students\u27 collaboration skills in mathematics learning, based on initial classroom observations, indicates the need for a learning model that can enhance such skills. This study aims to examine the effect of PjBL on students\u27 cooperative attitude in learning mathematics using a quantitative quasi-experimental design with a posttest-only control group. The population consisted of all seventh-grade students at SMP Negeri Surabaya. Two classes were selected as the research sample using a purposive sampling technique. The PjBL model was applied in class VII-I, while class VII-G used conventional learning methods. The data collection instrument was an observation sheet used to assess students\u27 cooperative attitude during learning. Data were analyzed using normality tests, homogeneity tests, and t-tests. The results of the hypothesis test showed a significant difference in the average attitude of student cooperation between the control class and the experimental class, with the experimental class yielding higher results. Based on these results, the PjBL model has a positive impact on students’ cooperative attitude in learning mathematics. This study is important because cooperation is one of the 21st-century skills that needs to be developed through mathematics education
IMPLEMENTATION OF BLOCKCHAIN TECHNOLOGY IN THE ASSESSMENT OF PANCASILA EDUCATION: ENHANCING TRANSPARENCY AND ACCOUNTABILITY IN THE EVALUATION SYSTEM.
Pancasila education plays a crucial role in shaping character and instilling national values in students. However, in practice, the assessment system still faces various challenges, particularly in terms of transparency and accountability. This study aims to explore the utilization of blockchain technology as a solution to enhance clarity and accountability in the assessment of Pancasila education. This research employs a library research method by analyzing various references related to the implementation of blockchain technology in education. The findings indicate that blockchain can be utilized as a secure, transparent, and tamper-resistant data recording system. This technology contributes to creating a more objective and reliable evaluation process, thereby increasing trust in the education system. Thus, the implementation of blockchain has the potential to strengthen character development based on Pancasila values through a fairer and more effective assessment syste
THE ROLE OF TEENS OF THE JAMI AL-HIDAYAH MOSQUE IN ANTICIPATION OF JUVENILE DELINQUENCY IN CIPAKU VILLAGE, MEKARSARI VILLAGE, CILAWU DISTRICT, GARUT REGENCY
Remaja merupakan persiapan hari ini untuk harapan di masa yang akan datang. Masalah kenakalan remaja merupakan sebuah tema aktual yang banyak dibicarakan di kalangan orang tua, para pendidik, lembaga-lembaga sosial keagamaan dan bahkan Pemerintah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya yang dilakukan Remaja Mesjid Jami Al-Hidayah dalam mengantisipasi kenakalan remaja di Kampung Cipaku Desa Mekarsari Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana upaya yang dilakukan Remaja Mesjid Jami Al-Hidayah dalam mengantisipasi kenakalan remaja di Kampung Cipaku Desa Mekarsari Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penulis menyebarkan angket kepada 50 responden yang menjadi sampel penelitian. Dan melakukan wawancara dengan pengurus mesjid Jami Al-Hidayah , hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan Remaja Mesjid Jami Al-Hidayah dalam mengantisipasi kenakalan remaja di Kampung Cipaku Desa Mekarsari Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut sudah berjalan dengan baik, hal ini terlihat dari diberikannya pemahaman kepada remaja lainnya mengenai pentingnya ajaran-ajaran agama.
Kata Kunci: Peran Remaja Mesjid, Mengantisipasi Kenakalan Remaj