e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
Not a member yet
    2083 research outputs found

    Tinjauan Filsafat Ilmu terhadap Metode Scramble: Implikasinya dalam Pembelajaran Membaca Bermakna di Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini menelaah metode Scramble dalam pembelajaran membaca bermakna di sekolah dasar melalui kerangka filsafat ilmu yang mencakup ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Studi ini menerapkan Systematic Literature Review terhadap 20 artikel yang ditelusuri melalui Google Scholar dan Publish or Perish. Secara ontologis, Scramble diposisikan sebagai strategi belajar aktif yang menstrukturkan informasi untuk membangun makna. Secara epistemologis, strategi ini memfasilitasi konstruksi pengetahuan melalui pengalaman langsung, interaksi, dan refleksi. Secara aksiologis, Scramble berkontribusi pada pembentukan sikap kolaboratif, kreativitas, dan minat baca. Sintesis temuan menunjukkan penerapan Scramble konsisten meningkatkan keterampilan memahami bacaan serta selaras dengan kompetensi abad ke-21. Kajian ini merekomendasikan integrasi Scramble pada praktik literasi awal dengan penekanan pada desain tugas yang menuntut pengolahan makna dan penilaian autenti

    Penggunaan Media Blok Pecahan untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Pecahan di Sekoah Dasar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media blok pecahan untuk meningkatkan pemahaman konsep  pecaha pada pelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan desiain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan dalam 2 siklus yang bertujuan untuk melihat proses penggunaan alat peraga blok pecahan untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi pecahan. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas II SDN Indragiri 01. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas II SDN Indragiri 01 sebelum menggunakan media blok pecahan menunjukkan bahwa hasil belajar masih perlu ditingkatkan. Nilai rata-rata siswa baru mencapai 68,4. Ketuntansan belajar siswa secara klasikal baru mencapai 48,1%. Berdasarkan data pretest pra-siklus, hasil belajar matematika siswa menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep pecahan

    Pendampingan Pemanfaatan Quizizz Paper Mode dalam Pembelajaran IPS di SD Kota Bengkulu

    No full text
    Fenomena kesulitan siswa SD di Kota Bengkulu dalam memahami materi IPS dan rendahnya motivasi belajar menjadi fokus utama kajian ini, yang diyakini berakar dari pendekatan pembelajaran konvensional dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi interaktif. pengabdian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan media berbasis teknologi, khususnya QPM, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS. Metode yang digunakan adalah pendekatan observasional dan modeling yang terstruktur dalam empat fase—perhatian, retensi, reproduksi, dan motivasi—dan dilaksanakan sebagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SDN 88 Kota Bengkulu. Pengumpulan data awal (Fase Perhatian) dilakukan melalui kuesioner untuk mengidentifikasi kebutuhan guru. Intervensi utama berupa workshop (Fase Retensi) menyajikan konsep dan praktik QPM, diikuti dengan praktik kelompok dan pendampingan (Fase Reproduksi) yang berfokus pada kolaborasi guru. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan kuesioner pretest-posttest. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kompetensi guru dalam memanfaatkan QPM. Skor rata-rata pengetahuan guru meningkat dari 72 (pretest) menjadi 90 (posttest), sementara keterampilan guru meningkat dari 75 menjadi 95. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan intervensi edukatif dalam memperkuat kompetensi guru untuk menerapkan teknologi yang menyenangkan dan interaktif di kelas

    Pendampingan Penerapan Literasi Lintas Disiplin Ilmu Bagi Guru SDN 88 Kota Bengkulu

    No full text
    Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi multidisiplin (membaca, sains, numerasi, kewargaan, dan digital) pada guru di SD Negeri 88 Kota Bengkulu, sebagai respons terhadap rendahnya capaian literasi nasional (PISA) dan kebutuhan untuk mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dalam pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan yang terstruktur, meliputi tahap pengenalan konsep, aplikasi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan guru tentang literasi lintas disiplin, yang dibuktikan dengan kenaikan skor postest dibandingkan pretest di semua komponen. Peningkatan yang paling menonjol terjadi pada Literasi Digital (dari 80 menjadi 94), serta Literasi Membaca dan Literasi Kewargaan yang mencapai skor 95. Temuan ini menegaskan efektivitas program pengembangan profesional dalam memberdayakan guru untuk mengadopsi strategi pengajaran yang integratif dan relevan. Implementasi ini diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pengajaran dan penguasaan literasi siswa di era pendidikan abad ke-21

    Identifikasi Praktik Baik Fasilitator Sekolah Adat di Banyuwangi

    No full text
    This activity was carried out in collaboration between the Directorate for the Development of Belief in God Almighty and Indigenous Communities, Directorate General of Cultural and Tradition Protection, Ministry of Culture of the republic of Indonesia, and the Kampoeng Batara Traditional School in Banyuwangi. The activity aimed to disseminate the Indonesian National Work Competency Standards (SKKNI) for indigenous community facilitators and identify good practices in accordance with the SKKNI that have been implemented by indigenous community facilitators, particularly in Banyuwangi. The two-day activity, with five speakers and approximately 50 participants, took place at the Kampoeng Batara Traditional School in the Papring area of Kalipuro, Banyuwangi. The output of this activity was a written cultural identification of each indigenous community, which will be used as a learning resource by the facilitators. Results showed that 9 of the 37 submitted writings identified and documented culture, but were incomplete and incompletely validated. These findings require follow-up, including: maximizing cultural identification, writing with a correct flow, and cultural validation by traditional elders. This activity has the potential to improve the skills of indigenous community facilitators in accordance with the SKKNI, especially in identifying culture and writing it as teaching material for indogenous community education

    Exploration of Vocational Students’ Mathematical Understanding: A Case Study on Trigonometric Ratios

    No full text
    Penelitian bertujuan mengeksplorasi kemampuan pemahaman matematis siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada materi perbandingan trigonometri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian yaitu tiga siswa SMK yang mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah, dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui tes dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan adanya profil pemahaman matematis yang berbeda pada setiap kategori kemampuan. Siswa berkemampuan tinggi mampu mengidentifikasi konsep trigonometri, menggunakan berbagai representasi, serta mengaitkan perbandingan trigonometri dengan bentuk simbolik dan kontekstual, meskipun masih ditemukan kelemahan pada penguasaan materi prasyarat aljabar. Siswa berkemampuan sedang umumnya mampu menyelesaikan soal rutin dan representasional, namun mengalami kebingungan konseptual dalam menentukan sudut acuan dan menafsirkan perbandingan trigonometri pada situasi non-rutin. Adapun siswa berkemampuan rendah menunjukkan pemahaman yang terfragmentasi, ditandai dengan kesulitan mengidentifikasi konsep yang relevan, menghubungkan informasi soal cerita dengan representasi segitiga siku-siku, serta menjelaskan alasan penyelesaian. Temuan ini mengindikasikan bahwa kesulitan siswa pada materi trigonometri tidak semata-mata bersifat prosedural, tetapi berkaitan erat dengan lemahnya pemahaman konseptual dan penguasaan materi prasyarat. This study aims to explore vocational high school students’ mathematical understanding of trigonometric ratios. A qualitative case study approach was employed. The participants were three vocational students representing high, medium, and low achievement levels, purposively selected. Data were collected through test and semi-structured interviews. The results reveal distinctive profiles of mathematical understanding. High-achieving students were able to identify trigonometric concepts, use multiple representations, and flexibly relate trigonometric ratios to symbolic and contextual forms, although minor weaknesses in prerequisite algebraic knowledge were still evident. Medium-achieving students generally succeeded in routine and representational tasks but experienced conceptual confusion in determining reference angles and interpreting trigonometric ratios in non-routine situations. In contrast, low-achieving students exhibited fragmented understanding, characterized by difficulties in identifying relevant concepts, connecting word problem information to right triangle representations, and explaining their reasoning processes. These findings indicate that students’ difficulties in trigonometry are not merely procedural but are strongly related to conceptual understanding and prerequisite knowledge

    Ethnomathematics: An Exploration of Traditional Musical Instruments and Sundanese Batik Culture in Garut Regency

    No full text
    Artikel ini membahas konsep etnomatematika melalui alat musik tradisional Celentung dan batik bermotif cupat manggu sebagai bagian dari budaya Sunda di Kabupaten Garut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil eksplorasi etnomatematika dengan mengidentifikasi unsur-unsur matematika yang terdapat dalam alat musik tradisional, serta pola geometris dan simetri dalam motif batik Garut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif untuk memberikan penjelasan mendalam dan komprehensif tentang fenomena yang diteliti. Selain itu, pendekatan etnografi diterapkan untuk memandu metodologi penelitian. Sumber data berasal dari tokoh masyarakat di Leles, Kabupaten Garut. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan instrumen utama penelitian adalah peneliti sendiri. Analisis data yang digunakan mengacu pada model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa budaya Sunda kaya akan konsep matematika, seperti pola, pengukuran, dan proporsi, yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika yang kontekstual dan menarik. This article explores the concept of ethnomathematics through the traditional Celentung musical instrument and the Cupat Manggu batik motif, both of which are part of Sundanese culture in Garut Regency. This study aims to describe the results of ethnomathematics exploration by identifying mathematical elements found in traditional musical instruments, as well as geometric patterns and symmetry in Garut batik motifs. This study employs a qualitative descriptive research design to provide an in-depth and comprehensive understanding of the phenomena under investigation. Furthermore, an ethnographic approach was applied to guide the research methodology. Data sources came from community leaders in Leles, Garut Regency. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation, with the researcher herself as the primary research instrument. The data analysis method used refers to the Miles and Huberman model, which encompasses data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification. The results reveal that Sundanese culture is rich in mathematical concepts, such as patterns, measurement, and proportion, which can be utilized as contextual and engaging mathematics learning media

    Development of Local Instruction Theory Teaching Materials to Improve Mathematical Problem-Solving Ability

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi kurangnya bahan ajar kontekstual yang dapat mendukung kemampuan pemecahan masalah siswa melalui pengalaman belajar yang bermakna. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar berbasis Local Instruction Theory (LIT) yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE, dan dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2024 di SMP Negeri 216 Jakarta. Subjek penelitian adalah 66 siswa kelas VIII yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data meliputi angket validasi ahli, angket respon siswa, dan tes pemecahan masalah matematis. Data dianalisis secara kuantitatif melalui skala Likert, uji normalitas dan homogenitas, serta uji t sampel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sangat tinggi (87,72%), kepraktisan tinggi (88,9%), dan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, ditunjukkan dengan perbedaan skor posttest yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahan ajar berbasis LIT mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan direkomendasikan untuk diimplementasikan dalam pembelajaran matematika secara lebih luas. This research was conducted to address the lack of contextual teaching materials that can support students\u27 problem-solving abilities through meaningful learning experiences. The purpose of this research is to develop teaching materials based on Local Instruction Theory (LIT) that are valid, practical, and effective in improving mathematical problem-solving abilities. This research used a research and development (R&D) method with the ADDIE model, and was conducted from March to June 2024 at SMP Negeri 216 Jakarta. The research subjects were 66 eighth-grade students who were divided into experimental and control groups. Data collection techniques included expert validation questionnaires, student response questionnaires, and mathematical problem-solving tests. Data were analyzed quantitatively using a Likert scale, normality and homogeneity tests, and independent sample t-tests. The results showed that the developed teaching materials had a very high level of validity (87.72%), high practicality (88.9%), and were effective in improving problem-solving skills, as indicated by a significant difference in posttest scores between the experimental and control groups. This study concluded that LIT-based teaching materials were able to improve students\u27 mathematical problem-solving skills and were recommended for broader implementation in mathematics learning

    Fostering Conceptual Understanding of Dilation in Geometry through Motion Graphics: A Didactical Design Research Approach

    Full text link
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain didaktis berbasis media motion graphic guna meningkatkan pemahaman konseptual siswa pada materi transformasi geometri, khususnya dilatasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Didactical Design Research (DDR) yang terdiri dari tiga tahap: analisis didaktis prospektif, analisis metapedadidaktis, dan analisis retrospektif. Subjek sebanyak 10 siswa kelas XII di salah satu SMK bidang teknik komputer dan jaringan. Instrumen yang digunakan mencakup rancangan desain didaktis dan pedoman wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami peningkatan dalam memahami konsep dilatasi seperti titik pusat dan faktor skala, serta mampu mengaitkan konsep dengan konteks kehidupan sehari-hari. Namun, hambatan belajar seperti kesalahan prosedural, kesulitan mengekspresikan ide dalam struktur matematika, dan miskonsepsi simbolik masih ditemukan. Revisi desain dilakukan dengan menambahkan contoh kontekstual dan lembar kerja siswa untuk membantu strukturisasi jawaban dan meningkatkan keterhubungan konsep. Penelitian ini merekomendasikan integrasi media visual yang bermakna dan pendampingan dengan alat bantu belajar untuk mengoptimalkan pembelajaran geometri secara konseptual. Abstract This study aims to develop a motion graphic-based didactical design to enhance students’ conceptual understanding of geometric transformations, focusing on dilation. The research employed a Didactical Design Research (DDR) framework consisting of three phases: prospective didactical analysis, metapedadidactical analysis, and retrospective analysis. The study involved 10 twelfth-grade students from a vocational high school in the Computer and Network Engineering field. Instruments included a didactical design document and a semi-structured interview guide. Results indicated that most students improved their understanding of dilation concepts such as center and scale factor and were able to relate these concepts to real-life situations. However, learning obstacles such as procedural errors, difficulties in expressing ideas in mathematical structure, and symbolic misconceptions were still observed. The design was revised by incorporating contextual examples and student worksheets to support structured responses and conceptual linkage. This study recommends the integration of meaningful visual media and learning scaffolds to optimize conceptual learning in geometry

    Analyzing Student Difficulties in Solving HOTS-Based Story Problems

    Full text link
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita berbasis High Order Thinking Skill pada materi program linear. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA 2 SMAN 2 Majene semester genap tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah 19 peserta didik dan dipilih 4 peserta didik dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen tes dan wawancara untuk melengkapi dan memperkuat informasi yang diperoleh. Penelitian ini menemukan 4 (empat) jenis kesulitan, yaitu: (1) Kesulitan dalam mempelajari konsep, memecahkan masalah verbal dan menerapkan prinsip pada level menganalisis, mengevaluasi dan mencipta; (2) Kurang mempelajari konsep pada level menganalisis, mengevaluasi dan mencipta tetapi masih kesulitan dalam memecahkan masalah verbal dan menerapkan prinsip pada level menganalisis, mengevaluasi dan mencipta; (3) Kurang mempelajari konsep, memecahkan masalah verbal dan menerapkan prinsip pada level menganalisis, mengevaluasi dan mencipta; (4) Mampu mempelajari konsep, memecahkan masalah verbal dan menerapkan prinsip pada level menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Abstract This study aims to find out the difficulties of students in solving story problems based on High Order Thinking Skill in linear program materials. The subjects of this study are students in grade XI MIPA 2 SMAN 2 Majene even semester of the 2020/2021 school year which amounted to 19 students and 4 students were selected using purposive sampling techniques. Test and interview instruments to complement and reinforce the information obtained. The research found 4 (four) types of difficulties, namely: (1) Difficulties in learning concepts, solving verbal problems and applying principles at the level of analyzing, evaluating and creating; (2) Lack of learning concepts at the level of analyzing, evaluating and creating but still having difficulty in solving verbal problems and applying principles at the level of analyzing, evaluating and creating; (3) Lack of learning concepts, solving verbal problems and applying principles at the level of analyzing, evaluating and creating; (4) Able to learn concepts, solve verbal problems and apply principles at the level of analyzing, evaluating and creating

    643

    full texts

    2,083

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇