e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
Not a member yet
    2083 research outputs found

    Kesulitan konseptual dan prosedural siswa smp dalam materi kesebangunan

    No full text
    Abstract This study aims to identify the various types of difficulties students experience in understanding the concept of similarity, as well as to uncover the underlying factors contributing to these difficulties. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through diagnostic tests and in-depth interviews with seventh-grade students at a junior high school in the city of Tasikmalaya. Thematic analysis revealed four main types of difficulties faced by students: difficulty in identifying the properties of similar figures, difficulty in determining corresponding sides, difficulty in applying the conditions of similarity in problem-solving, and difficulty in visualizing similar plane figures. The contributing factors include conceptual misconceptions, the dominance of procedural learning, limited visual practice, and the lack of contextual and meaningful instructional strategies. These findings highlight the importance of reformulating geometry teaching approaches toward models that are more representational, reflective, and centered on students’ conceptual understanding. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai bentuk kesulitan yang dialami siswa dalam memahami konsep kesebangunan, serta mengungkap faktor-faktor penyebab di balik munculnya kesulitan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui tes diagnostik dan wawancara mendalam terhadap siswa kelas VII di salah satu SMP di Kota Tasikmalaya. Hasil analisis tematik mengungkapkan empat jenis kesulitan utama yang dialami siswa, yaitu: kesulitan dalam mengidentifikasi sifat-sifat kesebangunan, kesulitan menentukan pasangan sisi yang bersesuaian, kesulitan menerapkan syarat kesebangunan dalam pemecahan masalah, dan kesulitan memvisualisasikan bangun datar yang sebangun. Faktor penyebab kesulitan tersebut meliputi miskonsepsi konseptual, dominasi pembelajaran prosedural, keterbatasan latihan visual, serta kurangnya strategi pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Temuan ini menegaskan pentingnya reformulasi pendekatan pembelajaran geometri menuju model yang lebih representasional, reflektif, dan berpusat pada pemahaman konseptual siswa

    Chatgpt: apakah memengaruhi pemahaman konsep siswa?

    No full text
    Abstract This study aims to analyze the conceptual understanding of mathematics among students at SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, focusing on the use of ChatGPT in solving mathematical problems. Two topics studied were Systems of Linear Equations in Three Variables (SPLTV) and Compound Interest. The research method used was qualitative descriptive analysis, collecting data through students\u27 answers to given problems. The results showed that students who used ChatGPT tended to demonstrate more structured and clear problem-solving steps, as well as a better ability to apply the correct formulas. On the other hand, students who did not use ChatGPT, despite achieving correct final answers, often showed shortcomings in the clarity of their problem-solving steps and formula application. These findings highlight the importance of conceptual understanding and formula application in mathematics learning and demonstrate that technology, when used wisely, can be an effective tool in the learning process. This research is expected to contribute to the development of more effective and technology-responsive mathematics learning strategies. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konsep matematika siswa di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan fokus pada penggunaan ChatGPT dalam menyelesaikan soal-soal matematika. Dua materi yang diteliti adalah Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) dan Bunga Majemuk. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, dengan mengumpulkan data melalui jawaban siswa terhadap soal-soal yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan ChatGPT cenderung menunjukkan langkah penyelesaian yang lebih terstruktur dan jelas, serta kemampuan yang lebih baik dalam menggunakan rumus yang tepat. Di sisi lain, siswa yang tidak menggunakan ChatGPT meskipun mampu mencapai hasil akhir yang benar, sering kali menunjukkan kekurangan dalam kejelasan langkah penyelesaian dan penerapan rumus. Temuan ini menekankan pentingnya pemahaman konseptual dan penerapan rumus dalam pembelajaran matematika, serta menunjukkan bahwa teknologi, jika digunakan dengan bijak, dapat menjadi alat bantu yang efektif dalam proses belajar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pembelajaran matematika yang lebih efektif dan responsif terhadap perkembangan teknologi

    Identifying Students’ Numeracy Skills through Realistic Mathematics Education

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkatan kemampuan numerasi siswa yang menggunakan pendekatan PMRI dalam pembelajarannya. Penelitian ini dilakukan selain karena adanya masalah mendasar dalam literasi matematika siswa dan masih sedikitnya penelitian mengenai pendekatan pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan numerasi siswa, keterampilan ini adalah bekal siswa dalam kehidupan untuk dapat menggunakan matematika dalam berbagai konteks kehidupan nyata untuk pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah 18 orang siswa kelas X SMK Muhammadiyah di Yogyakarta. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa hasil observasi, hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumen hasil pekerjaan siswa. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa berada pada level perlu intervensi khusus, dasar, dan cakap. Beberapa faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan penelitian di antaranya siswa belum terbiasa dengan pendekatan PMRI dalam kegiatan pembelajaran dan minimnya pengalaman siswa dalam menyelesaikan soal-soal numerasi atau masalah matematika yang memiliki konteks atau situasi yang berkaitan dengan kehidupan. The aim of this present study is to describe students’ level of numeracy competence using PMRI approach in learning mathematics. This research is conducted not only because og the fundamental issues in students’ mathematical literacy and the lack of studies on effective learning approaches to develop students’ numeracy, but also because these skills are essential for students in life to use mathematics in various real-life contexts for decision-making and problem-solving. This study is a qualitative descriptive which involved 18 Vocational School students grade X in Yogyakarta. Data collection in this research consisted of observation result, interview results, field notes, and students’ works. The analysis techniques used in this research are data reduction, data presentation, and drawing inferences and verification. The study showed that students’ level of numeracy competence was in the level of need for specific intervention, elementary, and capable. Several factors that inhibited the impelementation of research included students not being accustomed to the PMRI approach in learning and students’ lack of experiences in solving numeracy problems or mathematical problems that have a context or situation related to daily life

    Rethinking How We Teach Derivatives Representation: The Framework of Hypothetical Learning Trajectory

    Full text link
    Konsep turunan merupakan prinsip dasar dalam Kalkulus untuk pengajaran matematika di tingkat sekolah dan universitas. Namun demikian, definisi yang mencakup beberapa representasi terkadang membuat konsep turunan sangat sulit dipahami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji representasi konsep turunan yang dipahami oleh partisipan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif untuk menyelidiki fenomena tertentu. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara klinis yang dilakukan terhadap mahasiswa (N=5) dari salah satu universitas di Provinsi Jawa Barat. Teknik analisis data menggunakan triangulasi meliputi reduksi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa representasi konsep turunan bagi banyak partisipan masih terbatas pada konteks simbolis untuk memecahkan masalah prosedural. Representasi yang terbatas dapat menimbulkan hambatan epistemologis dalam menyelesaikan masalah konseptual. Temuan ini menjadi dasar untuk mengembangkan Hypothetical Learning Trajectory (HLT) yang mencakup tujuan, prakiraan proses pembelajaran, dan aktivitas untuk mendorong terciptanya pemahaman melalui representasi konsep yang beragam. The concept of a derivative is a fundamental principle in calculus that is essential for teaching mathematics at both the school and university levels. Nevertheless, definitions encompassing several representations sometimes render the concept of derivatives exceedingly challenging to comprehend. The objective of this research is to examine the representation of the derived notion as seen by the participants. The study employs qualitative methodologies through a case study framework to investigate certain phenomena. Research data collected via clinical interviews conducted with students (N=5) from a university in West Java Province. The data analysis technique using triangulation includes several stages, namely data reduction, data analysis, and drawing conclusions. The findings of this study suggest that the representation of derived concepts for many of participants remains confined to a symbolic context for solving procedural difficulties. The restricted representation can create epistemological obstacles in resolving conceptual issues. These findings serve as the foundation for developing a Hypothetical Learning Trajectory (HLT) design that encompasses objectives, forecasts of the learning process, and activities to promote the creation of understanding through diverse representations of concepts

    GeoGebra Enhances Mathematical Conceptual Understanding in Straight-Line Equations

    Full text link
    Rendahnya pemahaman konsep matematis menyebabkan siswa kesulitan memahami materi abstrak seperti persamaan garis lurus. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas GeoGebra sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep tersebut. Metode yang digunakan adalah eksperimen (one-shot case study) dengan sampel 30 siswa kelas VIII di SMP Kec. Bayongbong (purposive sampling). Data dikumpulkan melalui tes uraian dan observasi aktivitas siswa, kemudian dianalisis secara statistik deskriptif dan inferensial (uji-z). Hasil menunjukkan bahwa GeoGebra tidak efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematis. Temuan ini menyiratkan perlunya integrasi GeoGebra dengan metode lain, seperti scaffolding guru atau pembelajaran berbasis masalah. The limited comprehension of mathematical concepts by students hinders their ability to grasp abstract material, such as linear equations. The objective of this study is to assess the efficacy of GeoGebra as a learning medium to enhance comprehension of the concept. The method employed was an experiment (one-shot case study) with a sample of 30 students in class VIII at SMP Kec. Bayongbong (purposive sampling). The data were collected through the implementation of descriptive tests and student activity observations. Subsequent to the collection of the aforementioned data, the data were analyzed descriptively and inferentially (z-test). The findings indicated that GeoGebra did not demonstrate efficacy in enhancing mathematical concept comprehension. This finding suggests the necessity for GeoGebra integration with alternative methods, such as teacher scaffolding or problem-based learning

    THE SMART ASN APPLICATION FOR INTEGRATING PERSONNEL SERVICES AT THE REGIONAL CIVIL SERVICE AGENCY OF SIDOARJO REGENCY

    Full text link
    The implementation of information technology in public services, particularly through E-Government, serves as a strategic step to enhance government efficiency, transparency, and accountability. Sidoarjo Regency, as part of the implementation of the Electronic-Based Government System (SPBE), has developed the Smart ASN application to manage personnel data in a more integrated and efficient manner. This study aims to analyze the innovation of the Smart ASN application and its impact on the quality of personnel services in Sidoarjo Regency using Rogers\u27 theory. The research employs a qualitative descriptive approach, collecting data through observation and literature review. Findings reveal that the Smart ASN application has successfully improved efficiency in personnel data management by reducing data redundancy, accelerating updates, and facilitating access for State Civil Apparatus (ASN). Additionally, transparency and accountability have increased, as data can be monitored in real-time. However, challenges include a technological knowledge gap among ASNs and resistance to change. The results of this study indicate that the Smart ASN application has a positive impact on improving the quality of public services in Sidoarjo Regency, although further improvements are needed in training and technology dissemination for State Civil Apparatus (ASN)

    THE BENEFITS OF SEA TOLL IN SUPPORTING INTER-ISLAND CONNECTIVITY UNDER JOKO WIDODO\u27S ADMINISTRATION

    No full text
    Developing inter-island connectivity in Indonesia is crucial to support economic growth and equitable development, especially for isolated, frontier, and outermost (3T) areas. The Sea Toll program is one of the main policies implemented by the Joko Widodo’s administration to overcome logistical challenges and price disparities between regions. This study aims to analyze the benefits of the Sea Toll in improving inter-island connectivity and its impact on Indonesia\u27s economic, social, and logistics distribution sectors. Using a descriptive qualitative analysis method based on literature studies and secondary data, this study evaluates the effectiveness of the Sea Toll in reducing logistics costs, increasing the affordability of goods in remote areas, and accelerating the distribution of goods and services. The results show that this program contributes to improving the efficiency of sea transportation and equitable economic development in various regions. However, it still faces challenges such as supporting infrastructure and policy sustainability. Therefore, optimizing the Sea Toll program through synergy between the government, private sector, and society is key to realizing a more effective and sustainable maritime transportation system in Indonesia

    PENERAPAN PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM BAHASA ARAB DI SDIT BAIT ADZKIA ISLAMIC SCHOOL CIPUTAT

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum menurut Hamalik dalam pembelajaran Bahasa Arab di SDIT Bait Adzkia Islamic School Ciputat. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah yang merangkap sebagai guru Bahasa Arab. Hasil menunjukkan bahwa prinsip orientasi pada tujuan, relevansi, efisiensi, efektivitas, fleksibilitas, kontinuitas, keseimbangan, keterpaduan, dan mutu telah diterapkan secara proporsional. Kurikulum disusun secara mandiri dengan pendekatan kontekstual dan komunikatif, meskipun menghadapi tantangan keterbatasan waktu dan guru khusus. Pembiasaan Bahasa Arab diterapkan dalam kegiatan harian, dan evaluasi dilakukan secara tematik serta reflektif. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan guru, penambahan waktu belajar, serta integrasi lebih luas antara Bahasa Arab dan mata pelajaran keislaman. Hasil studi ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam pengembangan kurikulum Bahasa Arab berbasis nilai-nilai Islam di sekolah dasar

    PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA INTERAKTIF TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar matematika anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Rokan Hulu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experiment) melalui model Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiri dari 16 siswa, dibagi ke dalam dua kelompok: eksperimen dan kontrol, masing-masing berjumlah 8 orang. Hasil pretest menunjukkan nilai rata-rata yang relatif sama antara kedua kelompok. Setelah perlakuan, hasil posttest kelompok eksperimen meningkat signifikan dibanding kelompok kontrol. Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa setelah menggunakan media interaktif. Selain itu, observasi menunjukkan peningkatan motivasi dan partisipasi siswa selama proses pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika anak berkebutuhan khusus. Hasil ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan metode pembelajaran yang lebih inklusif dan adaptif di SLB

    Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Card Sort Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Sistem Reproduksi

    Full text link
    Pendidikan abad ke-21 menuntut siswa memiliki keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif. namun dalam praktiknya masih banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi biologi yang kompleks seperti sistem reproduksi. Hal ini diperparah dengan penggunaan metode pembelajaran konvensional yang cenderung membuat siswa pasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model card sort dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem reproduksi di kelas XI SMA Negeri 8 Garut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe one-group pretest-posttest terhadap 36 siswa, dengan pengumpulan data melalui tes pretest dan posttest yang dianalisis menggunakan uji gain ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan hasil belajar siswa, dengan rata-rata gain berada pada kategori sedang dan tingkat ketuntasan mencapai 80%, melampaui ambang batas efektivitas sebesar 75%. Peningkatan ini dicapai melalui proses pembelajaran yang aktif dan sistematis, di mana model card Sort memfasilitasi keterlibatan langsung siswa dalam kegiatan belajar, seperti mencocokkan, mengklasifikasikan, dan mendiskusikan konsep-konsep kompleks dengan terstruktur. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe card sort efektif diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem reproduksi secara aktif, menyenangkan, dan bermakna

    643

    full texts

    2,083

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇