e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
Not a member yet
2083 research outputs found
Sort by
ANALYSIS OF PANCASILA-BASED MORAL EDUCATION VALUES IN THE LITERACY COMIC “BAHAGIANYA SALING MEMAAFKAN”
This study aims to analyze the moral education values contained in the literacy comic “Bahagianya Saling Memaafkan”. This comic combines visual appeal with a compelling narrative to effectively deliver moral messages. The research employs a library research method and content analysis to explore moral themes in the story and illustrations. The findings reveal that the comic encapsulates moral education values, including sincerity, affection, empathy, self-control, and social harmony. These values are conveyed through a family-centered narrative that resonates with local culture and illustrations that visually reinforce moral messages. The comic is relevant to moral education in Indonesia as it reflects Pancasila values, such as humanity and social justice. Additionally, it serves as an innovative and engaging learning medium to boost youth literacy and reading interest. With its attractive format and educational content, this comic supports not only theoretical moral teaching but also facilitates readers in internalizing these values into their daily lives
Faktor Kestabilan Suhu terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Embrio pada Ayam Broiler (Gallus Domesticus) dalam Pengeraman Telur Menggunakan Inkubator Sederhana
Suhu merupakan salah satu faktor eksternal yang tidak bisa dilepaskan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan mahkluk hidup termasuk dalam pengeraman telur ayam. Kestabilan suhu perlu diperhatikan untuk keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan embrio. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan membuat inkubator sederhana dan melakukan pemecahan satu butir telur setiap harinya untuk melihat tahapan perkembangan embrio selama 21 hari. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya pertumbuhan dan perkembangan embrio pada telur ayam dengan kestabilan suhu 38℃. Sehingga dapat disimpulkan kestabilan suhu berpengaruh besar pada pertumbuhan dan perkembangan embrio telur ayam
Difficulties in Pronunciation Encountered by English Major Freshmen at Saigon University
In learning a language, it is necessary to master four skills including listening, speaking, reading and writing. Out of them, speaking skill is one of the most useful skills that the learners can use in both the process of studying English and in the future. However, to be able to speak well, the learners need to have correct pronunciation. On this account, English major students usually face many difficulties, especially the freshmen. Therefore, this study aims to find out the difficulties in pronunciation encountered by English language majors freshmen. This study applies the quantitative method. Then, through the questionnaire, the researcher analyzes the data of 106 participants. The result showed that although most of the participants appreciated the importance of pronunciation because of its benefits, they still have many difficulties in pronunciation. Specifically, some difficulties about first language, regional accent, their teacher and the transcription. Besides, the participants also confuse the sounds of vowels and consonants, and they have problems with stress, intonation and rhythm. As English major students, it can be a serious problem if they cannot overcome these difficulties. Therefore, this study helps English major freshmen at Saigon University know their own difficulties and find the suitable solutions to overcome
Pengalaman emosional siswa sd dalam pembelajaran matematika: studi fenomenologi tentang zona nyaman belajar
Abstract
This study aimed to explore elementary students\u27 emotional experiences in mathematics learning, focusing on the formation of learning comfort zones. This phenomenological research was conducted at Pangrango Elementary School, involving 24 fifth and sixth-grade students selected through purposive sampling. Data were collected through questionnaires, in-depth interviews, and observations, then analyzed using the Miles-Huberman analysis model and thematic analysis. The results revealed five main themes of emotional experience: pride in success (79.2%), test anxiety (70.8%), frustration when experiencing difficulties (62.5%), joy in collaborative activities (58.3%), and boredom during monotonous learning (50%). Factors shaping the mathematics learning comfort zone consisted of internal factors (self-confidence, interest, stress management ability, and self-perception) and external factors (teacher\u27s teaching methods, peer support, parental support, classroom physical environment, and material load). The teacher\u27s teaching method was the most influential factor (82.5%). These findings suggest developing learning approaches that consider students\u27 emotional dimensions, creating success experiences, and strengthening positive social interactions to improve the quality of mathematics learning in elementary schools.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman emosional siswa SD dalam pembelajaran matematika dengan fokus pada pembentukan zona nyaman belajar. Studi fenomenologis ini dilaksanakan di SD Negeri Pangrango dengan melibatkan 24 siswa kelas V dan VI yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket, wawancara mendalam, dan observasi, kemudian dianalisis dengan model Miles-Huberman dan analisis tematik. Hasil penelitian mengungkapkan lima tema utama pengalaman emosional: kebanggaan saat berhasil (79,2%), kecemasan menghadapi ujian (70,8%), frustrasi saat mengalami kesulitan (62,5%), kegembiraan dalam aktivitas kolaboratif (58,3%), dan kebosanan saat pembelajaran monoton (50%). Faktor pembentuk zona nyaman belajar matematika terdiri dari faktor internal (kepercayaan diri, minat, kemampuan mengatasi stres, dan persepsi diri) serta faktor eksternal (metode pembelajaran guru, dukungan teman sebaya, dukungan orang tua, lingkungan fisik kelas, dan beban materi), dengan metode pembelajaran guru sebagai faktor paling berpengaruh (82,5%). Temuan ini menyarankan pengembangan pendekatan pembelajaran yang memperhatikan dimensi emosional siswa, menciptakan pengalaman keberhasilan, dan memperkuat interaksi sosial positif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar
Development of Worksheets Based on Realistic Mathematics Education to Enhance Junior High School Students’ Mathematical Communication Skills
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Realistic Mathematics Education (RME) guna meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Permasalahan yang diangkat adalah rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa yang teridentifikasi dari hasil observasi awal, di mana lebih dari 60% siswa mengalami kesulitan menyampaikan ide atau menjelaskan proses penyelesaian masalah secara matematis. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) karena memungkinkan perencanaan terstruktur, validasi ahli, serta evaluasi efektivitas produk. Subjek penelitian terdiri atas 28 siswa kelas VIII di salah satu SMP di Provinsi Lampung. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi ahli, angket respon siswa, dan tes kemampuan komunikasi matematis. LKPD yang dikembangkan divalidasi oleh dua ahli dan memperoleh skor rata-rata 87%, yang menunjukkan kategori “sangat valid”. Respon siswa terhadap LKPD juga sangat positif dengan skor rata-rata 85%. Efektivitas LKPD diuji melalui hasil pretest dan posttest, menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 52 menjadi 78 dengan N-Gain sebesar 0,65 dalam kategori sedang, serta hasil uji-t menunjukkan peningkatan signifikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa LKPD berbasis RME yang dikembangkan efektif dan layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa.
Abstract
This research aims to develop Student Worksheets (LKPD) based on Realistic Mathematics Education (RME) to enhance students’ mathematical communication skills. The research problem addressed is the low level of students’ mathematical communication, as identified through preliminary observations where more than 60% of students struggled to express ideas or explain problem-solving processes mathematically. The development model used is ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), as it allows for structured planning, expert validation, and product effectiveness evaluation. The research subjects consisted of 28 eighth-grade students at a junior high school in Lampung Province. The instruments used included expert validation sheets, student response questionnaires, and mathematical communication tests. The developed LKPD was validated by two experts and received an average score of 87%, indicating a “very valid” category. Student responses were also highly positive, with an average score of 85%. The LKPD’s effectiveness was evaluated using pretest and posttest results, showing an average score increase from 52 to 78 with an N-Gain of 0.65, categorized as moderate, and the t-test results indicated a statistically significant improvement. These findings demonstrate that the RME-based LKPD developed is effective and feasible to use in improving students’ mathematical communication skills
Integrating Geometer’s Sketchpad and Realistic Mathematics Education: A Visual Media Model for Plane Geometry
Permasalahan rendahnya pemahaman mahasiswa terhadap materi geometri bangun datar akibat media pembelajaran yang kurang interaktif dan kontekstual menjadi fokus penelitian ini. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini berupaya mengintegrasikan Geometer’s Sketchpad (GSP) dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) menjadi sebuah media visual interaktif. Penelitian ini bertujuan menilai kualitas media dari aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas. Proses pengembangan mengikuti model ADDIE, melibatkan 32 mahasiswa pendidikan matematika yang mengikuti perkuliahan geometri di Universitas Siliwangi. Instrumen penelitian menggunakan lembar penilaian ahli, angket kepraktisan, dan tes penguasaan konsep. Analisis data menunjukkan media telah tervalidasi (87,75%), dinilai praktis (86,5%), dan mampu meningkatkan hasil belajar mahasiswa (N-Gain 0,53). Media ini terbukti layak dan efektif dalam memperkuat pemahaman geometri bangun datar pada mahasiswa.
The low level of students\u27 understanding of plane geometry material, attributed to the lack of interactive and contextual learning media, has become the focus of this research. To address this issue, the study aims to integrate Geometer\u27s Sketchpad (GSP) with the Realistic Mathematics Education (RME) approach to develop an interactive visual media. The objective of this research is to evaluate the quality of the media in terms of validity, practicality, and effectiveness. The development process follows the ADDIE model and involves 32 mathematics education students enrolled in geometry courses at Siliwangi University. The research instruments include expert validation sheets, practicality questionnaires, and concept mastery tests. Data analysis indicates that the media has been validated with a score of 87.75%, rated as practical at 86.5%, and demonstrated the ability to improve students\u27 learning outcomes, with a normalized gain (N-Gain) of 0.53. The media is proven to be feasible and effective in enhancing students\u27 understanding of plane geometry
Digitalisasi Manajemen Data IKU 3 dan IKU 4 Pada Program Studi Sistem Informasi Universitas Terbuka Menggunakan Metode Agile
Abstrak
Pengukuran kinerja Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia saat ini mengacu pada delapan Indikator Kinerja Utama (IKU). IKU berfungsi sebagai alat ukur pencapaian yang memengaruhi pemberian insentif berbasis kinerja seperti insentif capaian IKU, dana penyeimbang, dan program kompetisi. Program Studi Sistem Informasi Universitas Terbuka menghadapi tantangan dalam pengelolaan data terkait IKU 3 (dosen berkegiatan di luar kampus) dan IKU 4 (praktisi mengajar di dalam kampus). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi manajemen data IKU 3 dan IKU 4 pada program studi sistem informasi Universitas Terbuka. Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem ini yaitu metode Agile. Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi dan menganalisis dari dokumentasi yang ada. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sistem informasi yang dikembahkan dapat memudahkan dalam pendokumentasian kegiatan yang berhubungan dengan IKU 3 dan IKU 4, mulai dari input kegiatan yang dilakukan sampai kepada penyajian laporan yang dapat dilakukan sesuai dengan template yang telah ditentukan. Pengujian sistem ini dilakukan dengan menggunakan metode black box testing yang menunjukan sistem berjalan dengan baik sesuai dengan fungsinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem informasi yang dikembangkan dapat mempermudah pendokumentasian dan pelaporan IKU 3 dan IKU 4, serta telah berfungsi dengan baik berdasarkan pengujian black box.
Kata Kunci: Digitalitasi data; Indikator Kinerja Utama (IKU); Metode Agile; Sistem Informasi Manajemen
Abstract
The performance measurement of State Universities (PTN) in Indonesia currently refers to eight Key Performance Indicators (KPI). KPI serves as a measurement tool for achievement that influences the provision of performance-based incentives such as KPI achievement incentives, balancing funds, and competition programs. The Information Systems Study Program of Universitas Terbuka faces challenges in managing data related to KPI 3 (lecturers engaged in activities outside the campus) and KPI 4 (teaching practitioners on campus). This study aims to develop a data management information system for KPI 3 and KPI 4 in the Information Systems Study Program of Universitas Terbuka. The method used in developing this system is the Agile method. To collect data in this study, interviews, observations, and analysis of existing documentation were used. The results of this study indicate that the developed information system can facilitate the documentation of activities related to KPI 3 and KPI 4, starting from inputting activities carried out to presenting reports that can be done according to a predetermined template. Testing of this system was carried out using the black box testing method which showed that the system runs well according to its function. The results of this study indicate that the information system developed can facilitate the documentation and reporting of IKU 3 and IKU 4, and has functioned well based on black box testing.
Keyword: Data digitization; Key Performance Indicators (KPI); Agile Methods; Management Information System
Hubungan Budaya Akademik dengan Keterampilan Sosial Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara budaya akademik dan keterampilan sosial pada siswa kelas V SDN 4 Cigedug. Metode yang digunakan adalah penelitian korelasional dengan teknik analisis korelasi product moment. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, sedangkan penentuan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan sistem sampling jenuh, yakni seluruh populasi dijadikan sampel. Subjek penelitian berjumlah 31 siswa kelas V. Hasil analisis menunjukkan nilai r hitung sebesar 0,741 lebih besar dibandingkan r tabel 0,355, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara budaya akademik dan keterampilan sosial. Korelasi yang diperoleh bersifat positif, sehingga semakin baik budaya akademik yang dimiliki siswa maka semakin baik pula keterampilan sosialnya. Kekuatan hubungan dinilai kuat berdasarkan nilai koefisien korelasi tersebut. Dengan demikian, budaya akademik berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa
Analisis Kesesuaian Buku IPAS dalam Kurikulum Merdeka di Kelas V Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan buku IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka. Permasalahan utama yang dihadapi oleh guru adalah pemilihan materi pembelajaran yang tepat untuk membantu siswa mencapai kompetensi yang diharapkan. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka memiliki kelayakan yang baik pada aspek isi, penyajian, bahasa, dan grafik. Semua aspek tersebut dapat memberikan motivasi yang baik dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Buku ini diharapkan dapat membantu guru dalam menentukan bahan ajar yang tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah
Analisis Dampak Tindakan Perundungan terhadap Kemampuan Asertif Siswa Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak tindakan perundungan terhadap kemampuan asertif siswa sekolah dasar. Penelitian dilakukan karena maraknya perilaku kekerasan antarsiswa yang menunjukkan lemahnya etika dan kenakalan siswa. pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perundungan terjadi dalam berbagai bentuk, baik fisik, verbal, maupun relasional. Siswa dengan tingkat perundungan tinggi cenderung memiliki kemampuan asertif yang rendah atau sedang, dan menunjukkan perilaku dominan serta agresif. Sebaliknya, siswa dengan kemampuan asertif tinggi cenderung memiliki tingkat perundungan yang rendah, mampu mengekspresikan pendapat secara sehat, dan menghadapi konflik secara positif. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan erat antara perundungan dan kemampuan asertif siswa. Oleh karena itu, diperlukan pendidikan karakter untuk mengembangkan sikap asertif dalam mencegah perilaku perundungan di sekolah