e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
Not a member yet
    2083 research outputs found

    The Impact of Inquiry Learning and Discovery Learning Models on Mathematical Communication Skills and Self-Confidence

    Full text link
    Kemampuan komunikasi matematis dan self-confidence penting dalam pembelajaran matematika. Namun, banyak siswa masih mengalami kesulitan dalam mengungkapkan ide matematis dan kurang percaya diri dalam pembelajaran. Diperlukan model pembelajaran inovatif seperti Inquiry Learning dan Discovery Learning yang melibatkan siswa secara aktif. Penelitian bertujuan menganalisis perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan self-confidence antara siswa yang dibelajarkan dengan model Inquiry dan Discovery Learning, serta mengkaji hubungan antara kedua kemampuan tersebut. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest nonequivalent control group. Data dikumpulkan melalui tes dan kuesioner, dianalisis menggunakan Independent Sample t-test dan uji t’ untuk membandingkan peningkatan, serta uji korelasi Pearson untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan self-confidence antara kedua model pembelajaran. Namun, tidak ditemukan hubungan antara peningkatan komunikasi matematis dan self-confidence dalam masing-masing model. Mathematical communication skills and self-confidence are two important aspects in learning mathematics. However, many students still have difficulty expressing mathematical ideas and lack confidence in learning. Therefore, innovative learning models such as Inquiry Learning and Discovery Learning are needed that actively involve students. This study aims to analyze the differences in the improvement of mathematical communication skills and self-confidence between students who are taught with the Inquiry and Discovery Learning models, and to examine the relationship between the two abilities. The method used is a quasi-experiment with a nonequivalent control group pretest-posttest design. Data were collected through tests and questionnaires, then analyzed using the Independent Sample t-test and t\u27 test to compare improvements, and the Pearson correlation test to see the relationship between variables. The results showed differences in the improvement of mathematical communication skills and self-confidence between the two learning models. However, no relationship was found between the improvement of mathematical communication and self-confidence in each model

    A Decade of Ethnomathematics Research (2015–2025): A Cross-Country Analysis of Global and Local Perspectives

    Full text link
    Studi etnomatematika telah berkembang pesat sebagai sebuah disiplin ilmu yang meneliti hubungan antara matematika dan budaya di seluruh dunia. Artikel ini menyajikan perbandingan studi etnomatematika di berbagai negara, menyoroti perspektif global dan lokal yang mempengaruhi fokus penelitian, metodologi, dan implikasi pendidikan. Metode yang digunakan adalah metode tinjauan sistematis untuk mengumpulkan, mengevaluasi, dan mensintesis hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik yang dikaji. Dengan menganalisis studi kasus dari beberapa wilayah geografis dan budaya, artikel ini mengidentifikasi pola umum dan perbedaan spesifik dalam praktik matematika budaya. Pemahaman komparatif ini diharapkan dapat memperkaya wawasan tentang universalitas dan partikularitas matematika serta membuka jalan bagi pengembangan kurikulum yang lebih relevan secara budaya dan inklusif baik di tingkat global maupun lokal. The study of ethnomathematics has grown rapidly as a discipline that examines the relationship between mathematics and cultures worldwide. This article presents a comparative analysis of ethnomathematics studies across different countries, highlighting the global and local perspectives that shape research focus, methodology, and educational implications. The method employed is a systematic review approach to collect, evaluate, and synthesize previous research results relevant to the topic under review. By analyzing case studies from several geographical regions and cultures, the article identifies common patterns and specific differences in cultural mathematical practices. This comparative understanding is expected to enrich insights into the universality and particularity of mathematics, paving the way for the development of more culturally relevant and inclusive curricula at both global and local levels

    The Influence of Learning Styles on Mathematical Literacy in Fifth-Grade Students: A Qualitative Study of Unit Measurement

    Full text link
    Rendahnya literasi matematika siswa Indonesia menegaskan perlunya strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik belajar siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan gaya belajar dan kemampuan literasi matematika siswa kelas V pada materi pengukuran satuan. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan melibatkan 30 siswa melalui kuesioner gaya belajar, tes literasi matematika, wawancara, dan observasi kelas. Data dianalisis dengan model Miles dan Huberman untuk memastikan validitas dan kedalaman interpretasi. Hasil menunjukkan gaya belajar visual mendominasi (53,3%) dengan nilai rata-rata tertinggi (79,31) dan keunggulan dalam merepresentasikan data. Gaya belajar auditori (13,3%) lebih menonjol dalam penalaran dan komunikasi verbal, sedangkan gaya belajar kinestetik (33,3%) unggul dalam penggunaan alat matematika dan penerapan praktis. Penelitian ini menegaskan pentingnya pembelajaran berdiferensiasi yang menyesuaikan modalitas belajar untuk meningkatkan pemahaman dan kinerja matematika, sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi guru dalam merancang pembelajaran adaptif yang mendukung program Merdeka Belajar. The low level of mathematical literacy among Indonesian students, highlights the need for teaching strategies tailored to students’ learning characteristics. This study aims to analyze the relationship between learning styles and the mathematical literacy skills of fifth-grade students on unit measurement material. A descriptive qualitative approach was employed, involving 30 students through learning style questionnaires, mathematical literacy tests, interviews, and classroom observations. Data were analyzed using the Miles and Huberman model to ensure validity and depth of interpretation. The results show that visual learning styles dominate (53.3%) with the highest average score (79.31) and strengths in data representation. Auditory learning styles (13.3%) are more prominent in reasoning and verbal communication, while kinesthetic learning styles (33.3%) excel in using mathematical tools and practical applications. This study concludes that differentiated instruction that accommodates various learning modalities is crucial for improving mathematical understanding and performance, while providing practical recommendations for teachers to design adaptive learning that supports the Merdeka Belajar program

    Improving Mathematical Literacy Skills of Grade X Vocational Students Through Project Based Learning

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan meningkatkan literasi matematika siswa kelas X SMKN 1 Aek Nabara Barumun melalui model Project-Based Learning (PjBL). Menggunakan desain one group pretest-posttest, intervensi dilakukan selama empat pertemuan pada semester genap 2024/2025 dengan 16 siswa. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan skor pretest ke posttest, dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,57 (kategori sedang). Temuan ini menunjukkan efektivitas PjBL dalam mendorong pembelajaran aktif dan pemecahan masalah, serta layak dipertimbangkan sebagai alternatif pendekatan oleh guru matematika di SMK. This study aims to improve the mathematical literacy of tenth-grade students at SMKN 1 Aek Nabara Barumun through the Project-Based Learning (PjBL) model. Using a one-group pretest-posttest design, the intervention was conducted over four meetings in the even semester of 2024/2025 with 16 students. The analysis showed a significant increase in pretest-posttest scores, with an average N-Gain of 0.57 (moderate category). These findings demonstrate the effectiveness of PjBL in encouraging active learning and problem-solving, and are worthy of consideration as an alternative approach for mathematics teachers in vocational high schools

    Vocational Students’ Mathematical Disposition: Post-Instruction Analysis of Vector Learning

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis disposisi matematis siswa SMK setelah pembelajaran matematika semester genap 2024/2025, khususnya pada materi vektor. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui triangulasi data dari observasi, angket skala Likert 57 siswa, dan wawancara mendalam terhadap enam siswa dari kategori disposisi tinggi, sedang, dan rendah. Fokus wawancara diarahkan pada lima indikator yang bernilai cukup, yakni pada indikator percaya diri; gigih dan tekun; minat dan rasa ingin tahu; memonitor dan merefleksi; serta bergairah dan serius dalam belajar. Hasil analisis menunjukan bahwa disposisi matematis siswa secara umum berada dalam kategori cukup, dengan variasi mencolok antarindividu. Studi ini melengkapi penelitian sebelumnya yang memberikan gambaran kontekstual dari siswa SMK yang kurang mendapat sorotan dalam kajian disposisi matematis. Peneliian ini juga menyoroti pentingnya intervensi guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung eksplorasi, refleksi, dan keberanian berpikir, terutama dalam mengajarkan materi yang bersifat abstrak seperti vektor. This research aims to analyze the mathematical disposition of vocational high school students after the second semester of mathematics instruction in the 2024/2025 academic year, specifically on the topic of vectors. The research was conducted using a descriptive qualitative approach through data triangulation from observations, a 57-student Likert scale questionnaire, and in-depth interviews with six students from high, medium, and low disposition categories. The interview focused on five indicators considered quite valuable: self-confidence, persistence and perseverance, interest and curiosity, monitoring and reflection, and being enthusiastic and serious about learning. The analysis results show that students\u27 mathematical disposition is generally in the sufficient category, with significant variation between individuals. This study complements previous research by providing a contextual overview of vocational high school students, who have received less attention in studies on mathematical disposition. This research also highlights the importance of teacher intervention in creating a learning environment that supports exploration, reflection, and the courage to think, particularly when teaching abstract material such as vectors

    PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI CHALLENGE-BASED LEARNING (CBL)

    Full text link
    Model Challenge-Based Learning (CBL) merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model CBL dalam membentuk pola pikir kritis siswa melalui pendekatan studi pustaka. Kajian dilakukan terhadap artikel-artikel yang relevan dan terbit dalam rentang waktu 2020 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan CBL mendorong keterlibatan aktif siswa dalam eksplorasi, kolaborasi, dan refleksi, sehingga memfasilitasi pengembangan kemampuan berpikir kritis, seperti menganalisis informasi, menyusun argumen, dan menyimpulkan secara logis. Tahapan dalam model CBL juga dinilai sejalan dengan proses berpikir kritis yang dibutuhkan siswa sekolah dasar. Dengan demikian, CBL berpotensi menjadi alternatif strategi pembelajaran yang mampu menumbuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi sejak dini

    PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK MELALUI METODE DISCOVERY LEARNING PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SEKOLAH DASAR

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui metode Discovery Learning dalam pembelajaran IPAS pada materi hidup bersama alam di kelas III MIS 09 Bajo. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa serta menganalisis efektivitas penerapan Discovery Learning dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan metode campuran kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas III. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan peningkatan skor berpikir kritis dari 59,5 pada prasiklus menjadi 69,5 pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 80,5 pada siklus II. Dengan demikian, metode pembelajaran penemuan terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa secara bertahap dan signifikan

    PENGARUH METODE GASING TERHADAP KETERAMPILAN BERHITUNG PENGURANGAN PADA SISWA KELAS 3 SEKOLAH DASAR

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) terhadap keterampilan berhitung siswa kelas III pada materi pengurangan di SDN 1 Cilangkap. Latar belakangnya adalah rendahnya kemampuan siswa dalam pengurangan serta dominasi metode ceramah yang membuat siswa kurang aktif. Metode GASING dinilai mampu meningkatkan pemahaman melalui pendekatan konkret, abstrak, dan mencongak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental dan uji Mann-Whitney U. Hasil menunjukkan rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,5322 (sedang) dan kontrol 0,1383 (rendah). Nilai Asymp. Sig. 0,017 < 0,05 menunjukkan perbedaan signifikan hasil belajar kedua kelas. Dengan demikian, metode GASING efektif meningkatkan keterampilan berhitung. Penelitian ini merekomendasikan penerapan metode GASING dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar

    IMPLEMENTATION ANDROID ARCHITECTURE COMPONENT FOR DEVELOPING THE SIMLING APPLICATION (ENVIRONMENT MANAGEMENT SYSTEM)

    Full text link
    Environmental management in Cluster Cahaya Mekar Wangi is still manual, utilizing WhatsApp and Excel for dues recording, financial reports, and security tracking, which often results in data errors and low transparency. This study developed SIMLING, an Android-based application, to digitalize and integrate these processes into a unified system. Built using the Waterfall model with Kotlin (frontend), Golang (backend), and MySQL in Docker (database), SIMLING offers real-time payment recording with receipt uploads, automated validations, transparent reports, QR-based security monitoring, and centralized notifications. The implementation shows SIMLING streamlines administrative tasks, improves transaction validation, and enhances security monitoring, while providing residents with easier payments and clear financial information. This supports smarter, more structured, and sustainable community management

    Pengembangan media pembelajaran e-modul interaktif berbasis etnomatematika untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis

    Full text link
    This research is motivated by the low mathematical comprehension ability of grade 10 students. This is shown by the average score of the preliminary test of 30 out of 100. Therefore, it is necessary to develop learning media that are able to improve students\u27 mathematical comprehension skills. Therefore, the purpose of this study is to develop an ethnomathematics-based interactive e-module learning media that is valid and effective to improve the mathematical comprehension ability of grade 10 students on trigonometry material. The research method used in this study is Research and Development. The results of this study were declared valid and feasible to use, with an average percentage of validators one and two, which was 88%. Interactive e-module learning media has also been proven to be effective in improving mathematical comprehension skills, with the results of the independent sample T test on the results of the post-test obtaining a significance value of 0.000. Because 0.000 is smaller than the limit of significance level of 0.05, it can be concluded that the ethnomathematics-based interactive e-module learning media is effective in improving the mathematical comprehension ability of trigonometric material of grade 10 students at SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman matematis siswa kelas 10. Hal ini ditunjukkan oleh skor rata-rata tes pendahuluan sebesar 30 dari 100. Penggunaan media pembelajaran konvensional membuat siswa merasa bosan dan kurang fokus selama proses pembelajaran, sehingga memengaruhi pemahaman matematis mereka. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan media pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa. Di era kemajuan teknologi saat ini, pengembangan media pembelajaran yang inovatif dan interaktif menjadi lebih mudah untuk diwujudkan. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran e-modul interaktif berbasis etnomatematika yang valid dan efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa kelas 10 pada materi trigonometri. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Research and Development. Hasil dari penelitian ini media pembelajaran e-modul interaktif dinyatakan valid dan layak untuk digunakan dengan persentase rata-rata validator satu dan dua yaitu sebesar 88%. Media pembelajaran e-modul interaktif juga terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematika dengan hasil dari uji independent sample T terhadap hasil post-test diperoleh nilai signifikansi 0,000. Karena 0,000 lebih kecil dari batas taraf signifikansi sebesar 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran e-modul interaktif berbasis etnomatematika efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis materi trigonometri siswa kelas 10 di SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto

    643

    full texts

    2,083

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇