e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
Not a member yet
    2083 research outputs found

    Pengaruh Metode Student Facilitator And Explaining Menggunakan Aplikasi Kahoot untuk meningkatkan Minat Belajar Siswa SMK Pertiwi Kuningan

    No full text
    Abstrak Berdasarkan observasi pada saat proses pembelajaran aktivitas siswa dalam proses belajar rendah dan pasif, siswa hanya menerima materi, kurangnya minat menyimak materi yang disampaikan guru, kurang beraninya siswa menyampaikan pendapatnya. Oleh karena itu sebagai solusi dari permasalahan yang ada pada penelitian ini penulis menerapkan metode SFAE menggunakan aplikasi Kahoot. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatnya keaktifan dan kreatif siswa dalam proses belajar, serta meningkatnya hasil pembelajaran setelah penggunaan metode SFAE menggunakan aplikasi kahoot. Dibantu media aplikasi quiz kahoot untuk evaluasi penilaian dan untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami materi pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian semu atau Quasi Experiment. Dilaksanakan pada satu kelompok, design, populasi dan sampel yang diambil ialah siswa SMK Pertiwi Kuningan sebanyak 30 siswa. Hasil penelitian dari penerapan metode SFAE dan Aplikasi pembelajaran kahoot ini memiliki hasil akhir peroleh hasil perhitungan uji hipotesis (t-test) di ketahui rata-rata hasil posttest sebesar  80,00 sedangkan nilai pretest  sebesar 50,00 sehingga diketahui skor hasil belajar posttest  lebih besar dibandingkan dengan pretest. Diketahui juga nilai Thitung  sebesar 2,382 , Nilai T tabel  adalah  2.042 . Jadi dapat disimpulkan bahwa Thitung > Ttabel   (2,382 > 2,042) dan  nilai signifikasinya lebih kecil  dari 0,05 (p=0,000 < 0,05), sehingga dapat dinyatakan terdapat perbedaan signifikan dalam peningkatan nilai hasil belajar secara signifikan pada nilai Pretest dan posttest. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa  H0 ditolak dan Ha diterima. Kata Kunci: Belajar, Pembelajaran, Metode SFAE, Aplikasi Kahoot.   Abstract Based on observations during the learning process, student activity in the learning process was low and passive, students only received the material, there was a lack of interest in listening to the material presented by the teacher, and students lacked the courage to express their opinions. Therefore, as a solution to the problems in this research, the author applies the SFAE method using the Kahoot application. This research was conducted with the aim of increasing students\u27 activeness and creativity in the learning process, as well as increasing learning outcomes after using the SFAE method using the Kahoot application. Assisted by the Quiz Kahoot application media to evaluate assessments and to find out the extent to which students understand the learning material. This research is a quasi-research or Quasi Experiment. Carried out in one group, the design, population and sample taken were 30 Pertiwi Kuningan Vocational School students. The results of the research from applying the SFAE method and the Kahoot learning application have the final result of calculating the hypothesis test (t-test) in that the average posttest result is 80.00, while the pretest score is 50.00, so it is known that the posttest learning result score is greater. compared with the pretest. It is also known that the T value is 2.382, the T table value is 2,042. So it can be concluded that Tcount > Ttable (2.382 > 2.042) and the significance value is smaller than 0.05 (p=0.000 < 0.05), so it can be stated that there is a significant difference in the significant increase in learning outcomes in the pretest and posttest scores. Thus it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted. Keyword: Learning, Learning, SFAE Method, Kahoot Applicatio

    Kebijakan Hijau: Konversi Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel untuk Mengurangi Kasus Tuberkulosis dan Mencapai SDGs

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebijakan hijau pengolahan limbah minyak jelantah menjadi biodiesel sebagai solusi atas masalah ketergantungan Indonesia pada minyak bumi dan dampak lingkungannya. Selain itu, minyak goreng sawit yang digunakan menyebabkan residu minyak jelantah berlimpah, memperburuk pencemaran lingkungan di Indonesia. Data menunjukkan peningkatan signifikan kasus TBC di Indonesia yang terkait langsung dengan tingginya polusi udara, salah satunya dari emisi bahan bakar fosil. Penggunaan biodiesel dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan partikulat, serta mengurangi polusi udara sehingga potensial untuk menurunkan kasus TBC. Memanfaatkan limbah minyak jelantah Indonesia untuk biodiesel dapat mengurangi ketergantungan pada minyak bumi serta memberikan dampak positif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif interpretatif ini menghasilkan solusi konkret dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di Indonesia. Gagasan ini memberikan inspirasi bagi mahasiswa biologi untuk mengubah minyak jelantah menjadi biodiesel yang berpotensi menurunkan kasus TBC dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Selain itu, pengolahan limbah minyak jelantah menjadi biodiesel dapat menambah keterampilan bioentrepreneur bagi mahasiswa

    Perbandingan Kadar Klorofil dan Karotenoid pada Empat Varietas Daun Selada (Lactuca sativa L.) dengan Menggunakan Spektrofotometri UV-VIS

    No full text
    Klorofil merupakan pigmen penting dalam proses fotosintesis, yang berfungsi untuk menyerap energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia. Selain klorofil, karotenoid juga berperan dalam memberikan warna pada daun dan melindungi tumbuhan dari kerusakan akibat sinar ultraviolet. Klorofil dan karotenoid juga memiliki fungsi sebagai antioksidan bagi tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) perbedaan kadar klorofil dan karotenoid pada empat varietas daun selada (Lactuca sativa L.) dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. 2) jenis varietas daun selada (Lactuca sativa L.) yang memiliki kandungan kadar klorofil dan karotenoid tertinggi. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2024 sampai dengan bulan Mei 2024. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif pada satu jenis tumbuhan yaitu selada (Lactuca sativa L) dengan 4 varietas yaitu selada hijau (Lactuca sativa L. var. crispa), selada merah (Lactuca sativa L. var. crispa), selada romanie (Lactuca sativa L. var. longifolia) dan selada crisphead (Lactuca sativa L. var. capitata) dan 6 ulangan. Parameter yang diamati adalah kadar klorofil dan karotenoid pada daun dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan kadar klorofil dan karotenoid pada empat varietas daun selada. Dilihat dari parameter yang diteliti menggunakan uji ANOVA, kadar klorofil dan karotenoid daun menunjukkan perbedaan yang signifikan. Daun selada romanie merupakan daun yang memiliki kandungan kadar klorofil sebesar 9,85 mg/L dan karotenoid sebesar 191,35 μmol/L yang merupakan kadar tertinggi, dibandingkan varietas daun lainnya

    STRATEGI PEMBELAJARAN UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS KATEGORI CERDAS DAN BAKAT ISTIMEWA (CIBI): TINJAUAN LITERATUR

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran yang tepat bagi anak berkebutuhan khusus kategori cerdas istimewa dan bakat istimewa (CIBI). Melalui metode studi literatur, artikel ini mengkaji karakteristik anak CIBI, pendekatan pembelajaran yang sesuai, serta peran lingkungan dalam mendukung perkembangan mereka. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi, strategi aktif berbasis pengalaman, serta dukungan kolaboratif dari guru dan orang tua sangat penting dalam mengoptimalkan potensi anak CIBI. Pendekatan yang adaptif dan responsif dibutuhkan agar anak-anak berbakat dapat berkembang secara akademik, sosial, dan emosional dalam lingkungan yang inklusif. Temuan ini memberikan implikasi bagi pengembangan kurikulum, pelatihan guru, dan kebijakan pendidikan untuk menjamin pemenuhan hak belajar anak-anak dengan kemampuan luar biasa

    Pengembangan modul digital berbasis canva dan heyzine flipbook untuk pembelajaran matematika siswa smp

    Full text link
    This study aims to develop a digital module based on Canva and Heyzine Flipbook as an interactive learning media in mathematics learning for grade VIII junior high school students, especially in statistical material regarding measures of centralization and data dispersion. The background of this study is the need for learning media that is interesting, easily accessible, and in accordance with the characteristics of the digital generation. The research method used is Research and Development (R&D) with the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). The subjects of the study were 28 grade VIII students at SMP Islamic Leader School, Tasikmalaya. Data collection techniques include observation of student involvement, response questionnaires, posttests through digital LKPD, and interviews with students and teachers. The results of the study showed that the developed digital module was valid, practical, and effective. The average score of student involvement reached the high category (10.8), student responses were in the good category (78.07%), and the average posttest score reached 90.18, with 82% of students exceeding the KKM. This module is considered very helpful in improving student understanding, motivation, and involvement in mathematics learning. Technical challenges, such as internet access constraints and parental control, are overcome by developing offline versions and supporting alternative devices. Based on these results, digital modules based on Canva and Heyzine Flipbook are recommended as innovative learning media that are worthy of being developed for other materials. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul digital berbasis Canva dan Heyzine Flipbook sebagai media pembelajaran interaktif dalam pembelajaran matematika siswa kelas VIII SMP, khususnya pada materi Statistika mengenai ukuran pemusatan dan penyebaran data. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan akan media pembelajaran yang menarik, mudah diakses, dan sesuai dengan karakteristik generasi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas VIII di SMP Islamic Leader School Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi keterlibatan siswa, angket respon, posttest melalui LKPD digital, dan wawancara dengan siswa serta guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul digital yang dikembangkan tergolong valid, praktis, dan efektif. Skor rata-rata keterlibatan siswa mencapai kategori tinggi (10,8), respon siswa berada pada kategori baik (78,07%), dan nilai posttest rata-rata mencapai 90,18, dengan 82% siswa melampaui KKM. Modul ini dinilai sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika. Tantangan teknis seperti kendala akses internet dan kontrol orang tua disiasati dengan pengembangan versi offline dan dukungan perangkat alternatif. Berdasarkan hasil tersebut, modul digital berbasis Canva dan Heyzine Flipbook direkomendasikan sebagai media pembelajaran inovatif yang layak dikembangkan untuk materi lain

    Mathematical creative thinking skills of students: a study on scientific and contextual approaches

    Full text link
    Creative thinking in mathematics is recognised as one of the most essential skills for students. It is a high-level cognitive ability encompassing fluency, flexibility, novelty, and elaboration. The scientific and contextual approaches to learning are among the strategies utilised in teaching and learning activities. This research employs a quantitative design with two subjects, selected from classes through random sampling techniques. The study consists of two stages: the administration of mathematical creative thinking tests and interviews. The objectives of this study are: to investigate whether there are significant differences in students\u27 creative mathematical thinking abilities between classes employing the contextual approach and those using the scientific approach; to explore the profile of students\u27 creative thinking abilities in classes employing the contextual approach; and to examine the profile of students\u27 creative thinking abilities in classes using the scientific approach. The data analysis methods include observation, documentation, interviews, and tests. The findings of the study reveal: a significant difference in student learning outcomes in terms of creative mathematical thinking abilities, with a significant average difference of 0.000 and Sig. [2-tailed] < 0.05, indicating superior performance in the contextual approach compared to the scientific approach; the profile of students\u27 creative thinking abilities in the class with the contextual approach encompasses all four aspects of creative thinking: fluency, flexibility, originality, and elaboration; and the profile of students\u27 creative thinking abilities in the class with the scientific approach includes only three aspects: fluency, originality, and elaboration. In conclusion, this research indicates that learning outcomes in classes using the contextual approach are superior to those in classes using the scientific approach. Berpikir kreatif dalam matematika diakui sebagai salah satu keterampilan yang paling penting bagi siswa. Ini adalah kemampuan kognitif tingkat tinggi yang mencakup kefasihan, fleksibilitas, kebaruan, dan elaborasi. Pendekatan saintifik dan kontekstual dalam pembelajaran merupakan salah satu strategi yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan dua subjek yang dipilih dari kelas melalui teknik pengambilan sampel secara acak. Penelitian ini terdiri dari dua tahap: pemberian tes berpikir kreatif matematis dan wawancara. Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk menyelidiki apakah ada perbedaan yang signifikan dalam kemampuan berpikir kreatif matematis siswa antara kelas yang menggunakan pendekatan kontekstual dan kelas yang menggunakan pendekatan saintifik; untuk mengeksplorasi profil kemampuan berpikir kreatif siswa pada kelas yang menggunakan pendekatan kontekstual; dan untuk memeriksa profil kemampuan berpikir kreatif siswa pada kelas yang menggunakan pendekatan saintifik. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, wawancara, dan tes. Temuan penelitian mengungkapkan: adanya perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa dalam hal kemampuan berpikir kreatif matematis, dengan perbedaan rata-rata yang signifikan sebesar 0,000 dan Sig. (2-tailed) < 0,05, yang menunjukkan lebih unggulnya hasil belajar siswa pada pendekatan kontekstual dibandingkan dengan pendekatan saintifik; profil kemampuan berpikir kreatif siswa pada kelas yang menggunakan pendekatan kontekstual lebih baik dibandingkan dengan kelas yang menggunakan pendekatan saintifik; profil kemampuan berpikir kreatif siswa pada kelas dengan pendekatan kontekstual mencakup keempat aspek berpikir kreatif yaitu kelancaran, keluwesan, keaslian, dan elaborasi; sedangkan profil kemampuan berpikir kreatif siswa pada kelas dengan pendekatan saintifik hanya mencakup tiga aspek yaitu kelancaran, keaslian, dan elaborasi. Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar di kelas yang menggunakan pendekatan kontekstual lebih unggul dibandingkan dengan kelas yang menggunakan pendekatan saintifik

    An analysis of the effectiveness of visual media in teaching solid geometry to improve students’ conceptual understanding in mathematics

    Full text link
    This study aims to analyze the effectiveness of visual media in improving students’ conceptual understanding of mathematics in the topic of three-dimensional geometry among sixth-grade students at SD Negeri 2 Kiarajangkung. The research employed a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The instruments used included an open-ended test on geometric concepts, observation sheets, and documentation. The results of the t-test analysis indicated a significant improvement in students’ understanding after the implementation of visual media. The average pretest score was 58.93 and increased to 83.21 in the posttest, with a significance value of 0.000 < 0.05. Thus, visual media is proven to be effective in enhancing students’ conceptual understanding. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media visual dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika pada materi bangun ruang siswa kelas VI di SD Negeri 2 Kiarajangkung. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest satu kelompok. Instrumen yang digunakan berupa tes uraian konsep bangun ruang, lembar observasi, dan dokumentasi. Hasil analisis menggunakan uji-t menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa setelah penggunaan media visual. Rata-rata nilai pretest adalah 58,93 dan meningkat menjadi 83,21 pada posttest, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian, media visual terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa

    Peningkatan pemahaman matematis peserta didik kelas v sekolah dasar melalui pendekatan culturally responsive teaching berbantuan assemblr edu

    Full text link
    This study was motivated by the low mathematical understanding ability of students at SDN Giriharja. The purpose of this study was to determine the difference in improving the mathematical understanding ability of students who use the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach assisted by Assemblr Edu with students who use conventional learning in grade V elementary school. The research method used is quasi experiment with nonequivalent control group design. The research sample amounted to 50 students who were divided into two groups, namely the experimental group of 25 students and the control group of 25 students.  Based on the results of the study, it can be obtained that there is a difference in improving the mathematical understanding ability of students who use the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach assisted by Assemblr Edu with students who use conventional learning in grade V elementary school. So it can be concluded that there is a difference in increasing the mathematical understanding of grade V elementary school students through the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach assisted by Assemblr Edu with the best improvement in the experimental class. Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman matematis peserta didik di SDN Giriharja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman matematis peserta didik yang menggunakan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) berbantuan Assemblr Edu dengan peserta didik yang menggunakan pembelajaran konvensional di kelas V sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control grup design. Sampel penelitian berjumlah 50 orang peserta didik yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen 25 orang peserta didik dan kelompok kontrol 25 orang peserta didik.  Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman matematis peserta didik yang menggunakan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) berbantuan Assemblr Edu dengan peserta didik yang menggunakan pembelajaran konvensional di kelas V sekolah dasar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan pemahaman matematis peserta didik kelas V sekolah dasar melalui pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) berbantuan Assemblr Edu dengan peningkatan peningkatan terabaik terdapat pada kelas eksperimen

    THEMATIC AND INTEGRATED APPROACH BASED ON ECOPEDAGOGY IN SOCIAL STUDIES LEARNING

    Full text link
    Nowadays, Sustainable Development Goals (SDGs), especially the environmental aspect, is a goal that is pursued together, one of which is through learning. This environment-based learning activity can be implemented through ecopedagogy in social studies learning. Ecopedagogy-based learning in social studies can be done through thematic and integrated approaches. This study aims to describe how the thematic approach and integrated approach based on ecopedagogy can be implemented in social studies learning. The research method used in this research is Systematic Literature Review (SLR) with data collection techniques through literature study. The results of this study found that the thematic approach and integrated approach based on ecopedagogy is very suitable and appropriate to use in social studies learning. In addition, thematic and integrated approaches based on ecopedagogy have goals that go hand in hand with the objectives of social studies learning itself

    Evaluation of the Results of Professional Development of Mathematics Teachers in East Nusa Tenggara Province

    Full text link
    Literatur saat ini telah menyoroti tantangan dan peluang untuk pengembangan profesi guru di Indonesia. Namun studi yang secara khusus mengevaluasi pengembangan profesi guru matematika masih sedikit. Terkait hal tersebut, penelitian survei ini dilakukan untuk menjelajahi kendala yang dihadapi para guru matematika setelah mengikuti pendidikan profesi. Penelitian ini melibatkan 195 guru matematika yang tersebar di tujuh kabupaten. Instrumen penelitian adalah tautan kuesioner berupa googleform yang disebarkan menggunakan grup WhatsApp. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para guru menghadapi tantangan dalam perencanaan pembelajaran, mengalami keterbatasan waktu karena jadwal mereka yang padat. Akses terbatas terhadap materi pengajaran, teknologi, dan sumber daya pengembangan profesional terkini dalam memberikan layanan terbaik. Evolusi paradigma pendidikan, perubahan kurikulum, dan pergeseran pedagogis yang cepat dapat menjadi tantangan bagi guru yang sedang bertugas untuk mengimbanginya, yang membutuhkan pengembangan profesional dan kemampuan beradaptasi yang berkelanjutan. Current literature has highlighted the challenges and opportunities for teacher professional development in Indonesia. However, studies that specifically evaluate mathematics teacher professional development are still few. In this regard, this survey study explored the obstacles mathematics teachers face after undergoing professional education. This study involved 195 mathematics teachers spread across seven districts. The research instrument was a questionnaire link in a Google Form distributed using a WhatsApp group. The results of this study indicate that teachers face challenges in lesson planning, experiencing time constraints due to their busy schedules. Limited access to the latest teaching materials, technology, and professional development resources hinders providing the best service. The rapid evolution of educational paradigms, curriculum changes, and pedagogical shifts can be challenging for in-service teachers to keep up with, which requires continuous professional development and adaptability

    643

    full texts

    2,083

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇