e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
Not a member yet
    2083 research outputs found

    Indigenous Knowledge as Educational Asset: Culturally Responsive Mathematics Education and Equity Pursuit in Indonesia’s Multilingual Contexts

    No full text
    Di negara multibahasa seperti Indonesia, pembelajaran matematika selama ini beroperasi dalam paradigma terstandar yang kurang mengakomodasi keragaman budaya dan linguistik, sehingga menimbulkan kesenjangan penelitian mengenai model berskala besar yang mengimplementasikan pedagogi responsif budaya dalam sistem yang sangat heterogen. Untuk menjawab kesenjangan tersebut, studi ini memperkenalkan model GEMBIRA sebagai kerangka analitis baru untuk mengkaji bagaimana pengetahuan matematika berbasis budaya serta penggunaan bahasa ibu dapat diintegrasikan secara sistematis. Penelitian ini mensintesis dokumen kebijakan, studi empiris yang diindeks dalam Scopus (2020–2025), dan laporan internasional untuk menganalisis koherensi kebijakan, praktik pedagogis, dan hambatan struktural. Temuan menunjukkan bahwa pendidikan matematika responsif budaya berfungsi sebagai mekanisme dekolonisasi yang memperkuat pemahaman konseptual, afirmasi identitas, dan pemerataan. Studi ini menegaskan bahwa integrasi sistem matematika lokal dalam reformasi nasional menyediakan jalur yang kuat secara matematis menuju keadilan pendidikan serta menawarkan wawasan yang dapat ditransfer untuk transformasi berorientasi kesetaraan di berbagai konteks global. In multilingual nations such as Indonesia, mathematics instruction has long operated under standardized paradigms that suppress cultural–linguistic diversity, creating a research gap in large-scale models that operationalize culturally responsive pedagogy within highly heterogeneous systems. Addressing this gap, this study introduces the novel GEMBIRA model—treated here as a GEMBIRA model—as an analytical lens for examining how culturally rooted mathematical knowledge and mother-tongue instruction can be systematically integrated. The research synthesizes policy documents, empirical studies indexed in Scopus (2020–2025), and international reports to analyze policy coherence, pedagogical enactment, and structural constraints. Findings show that culturally responsive mathematics education functions as a decolonizing mechanism that strengthens conceptual understanding, identity affirmation, and equity. The study demonstrates that embedding indigenous mathematical systems within national reforms provides a mathematically robust pathway toward educational justice and offers transferable insights for equity-oriented transformation in diverse global contexts

    From Linearity to Iteration: Navigating Polya\u27s Problem-Solving Stages in an e-PBL Geometry Environment

    No full text
    Penelitian ini mengkaji bagaimana mahasiswa mengalami dan memaknai tahapan pemecahan masalah Polya saat mengerjakan tugas geometri dalam lingkungan electronic Problem-Based Learning (e-PBL) yang diimplementasikan melalui sistem manajemen pembelajaran berbasis Moodle yang dikustomisasi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa artefak pemecahan masalah tertulis, wawancara semi-terstruktur, dan jejak digital selama e-PBL. Data dianalisis menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke dengan pengodean deduktif berdasarkan empat tahap Polya dan pengodean induktif untuk menangkap pola penalaran yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemecahan masalah berlangsung secara dinamis dan rekursif. Tahap memahami dan merencanakan melibatkan penafsiran ulang representasi multimodal, sedangkan tahap pelaksanaan ditandai oleh pergeseran representasi yang memperjelas konsep. Prompt reflektif dalam e-PBL mendukung deteksi kesalahan dan penguatan konsep, serta menegaskan peran tahap evaluasi. This study examines how students experience and interpret Polya’s problem-solving stages while working on geometry tasks in an electronic Problem-Based Learning (e-PBL) environment implemented through a customized Moodle based learning management system. Using a qualitative descriptive design, data were collected from written problem-solving artefacts, semi-structured interviews, and digital traces generated during e-PBL activities. The data were analyzed using thematic analysis following Braun and Clarke, combining deductive coding based on Polya’s four stages with inductive coding to capture emerging reasoning patterns. The findings indicate that problem-solving is enacted as a dynamic and recursive process rather than a linear sequence. Understanding and planning involve repeated reinterpretation of multimodal representations, while execution is characterized by representational shifts that support conceptual clarity. Reflective prompts in e-PBL facilitate error detection and conceptual consolidation, highlighting the importance of the evaluative stage

    Pengaruh Pemberian Ekstrak Akar Tumbuhan Eceng Gondok (Eichornia crassipes) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Secara Hidroponik dengan Sistem Wick

    No full text
    Hidroponik adalah teknik cocok tanam yang mengoptimalkan penggunaan udara dan nutrisi dengan menyediakan lingkungan yang lebih stabil bagi pertumbuhan tanaman. Nutrisi alami pada penelitian ini yaitu ekstrak tanaman eceng gondok. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ektrak akar tanmaan eceng gondok terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) dan mengetahui konsentrasi yang paling optimal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman baby (Brassica rapa L.). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu konsentrasi dengan 5 perlakuan (AB Mix 1500 mL sebagai kontrol, Ekstrak akar eceng gondok 375 mL + AB Mix 1.125 mL, Ekstrak akar eceng gondok 750 mL+ AB Mix 750 mL,Ekstrak akar eceng gondok 1.125 mL + AB Mix 375 mL dan Ekstrak akar eceng gondok 1.500 mL) dan 5 pengulangan. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan berat segar. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak tanaman akar eceng gondok memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy. Dilihat dari parameter yang diteliti menggunakan beberapa uji statistik parametrik dan non parametrik, parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan berat segar menunjukan pengaruh yang signifikan. Konsentrasi ekstrak akar eceng gondok 50 % + AB Mix 50% merupakan konsentrasi yang paling optimal untuk pertumbuhan tanaman pakcoy dibandingkan dengan perlakuan lainnya

    Hubungan Penerapan Pendekatan Socio Scientific Issues (SSI) Dengan Kemampuan Literasi Kesehatan Reproduksi Siswa

    No full text
    Rendahnya kemampuan siswa dalam memahami dan menerapkan informasi terkait kesehatan reproduksi menjadi perhatian dalam pendidikan biologi. Literasi kesehatan reproduksi penting dimiliki remaja untuk membantu mereka mengambil keputusan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerapan pendekatan Socio-Scientific Issues (SSI) dengan kemampuan literasi kesehatan reproduksi siswa kelas XI di SMA. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Subjek penelitian yaitu 33 siswa kelas XI MIPA 5 yang mendapatkan pembelajaran dengan penerapan pendekatan SSI pada materi sistem reproduksi manusia. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda (25 soal) dan angket literasi kesehatan reproduksi (20 pernyataan). Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar siswa 77,91 dan skor literasi kesehatan reproduksi 82,18. Analisis korelasi Product Moment menghasilkan koefisien korelasi 0,991 (p = 0,000) yang menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara penerapan SSI dengan kemampuan literasi kesehatan reproduksi siswa. Secara praktis, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan SSI dapat dijadikan strategi pembelajaran Biologi yang efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi. Guru dapat memanfaatkannya untuk melatih keterampilan berpikir kritis dan pengambilan keputusan, sementara sekolah dapat mengintegrasikannya ke dalam kurikulum literasi kesehatan.

    APPLICATION OF DIGITAL COMICS TO IMPROVE STUDENT LEARNING OUTCOMES IN SOCIAL STUDIES LEARNING

    No full text
    Penelitian ini merupakan penerapan komik digital yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dengan desain penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental Design dengan bentuk desain One Group Pretest-Postest. Sumber data pada penelitian ini yaitu peserta didik kelas IX MTs Persis Lempong. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa komik digital efektif untuk meningkatkan hasil belajar dengan perolehan N-Gain sebesar 0,45 dengan kategori sedang. Adapun hasil hipotesis pada penelitian ini menunjukkan hasil nilai Sig. (2-tailed) 0,000  < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa sebelum penggunaan komik digital dan sesudah penggunaan komik digital pada pembelajaran IPS

    Integrated Non-Digital Media Innovation ‘Space Capsule’ to Train Spatial Visualization Skills in Solid Geometry for Students

    No full text
    Tujuan penelitian ini menghasilkan media pembelajaran non-digital terintegrasi bernama "Kapsul Ruang" untuk melatih kemampuan visualisasi spasial materi bangun ruang siswa SMP. Studi ini dirancang menggunakan pendekatan model 4D, yang mencakup fase Define, Design, Develop, dan Disseminate yang melibatkan validator ahli materi dan media, serta siswa SMP sebagai subjek uji coba melalui tahapan one-to-one, small group, dan field test. Informasi dikumpulkan serta dievaluasi berdasarkan standar validitas, kegunaan praktis, dan dampak efektif dari bahan ajar non-digital yang sedang dalam proses pembuatan. Media non digital terbukti memiliki tingkat kevalidan 85% dengan kategori sangat valid, kepraktisan tinggi dengan persentase 89,3%, dan efektif meningkatkan pemahaman konsep geometri tiga dimensi, terutama bagi sekolah dengan keterbatasan akses teknologi digital. Media non digital ini berimplikasi bagi pembelajaran matematika sebagai sepaket media pembelajaran dengan integrasi pendekatan visual, manipulatif, dan game-based learning sehingga yang memberikan alternatif solusi praktis yang responsif. The purpose of this study is to produce an integrated non-digital learning media called "Space Capsule" to train the spatial visualization ability of junior high school students\u27 spatial geometry material. The study was crafted using the 4D development framework, which includes the stages of Define, Design, Develop, and Disseminate used by involving expert validators of material and media, as well as junior high school students as trial subjects through one-to-one, small group, and field test stages. Information was gathered and evaluated based on the standards of validity, practicality, and effectiveness for the non-digital media currently in development. Non-digital media is proven to have a validity level of 85% with a very valid category, high practicality with a percentage of 89.3%, and is effective in increasing the understanding of three-dimensional geometry concepts, especially for schools with limited access to digital technology. This non-digital media has implications for mathematics learning as a package of learning media with an integration of visual, manipulative, and game-based learning approaches, thus providing alternative responsive practical solutions

    ANALYSIS OF DIGITAL MARKETING STRATEGIES IN INCREASING BRAND AWARENESS FOR RETAIL COMPANIES IN BANTEN

    No full text
    Digital marketing is becoming a crucial strategy for retail companies in increasing brand awareness amidst increasingly fierce market competition. By optimizing the use of social media, SEO (Search Engine Optimization), content marketing, and other digital platforms, retail companies can reach a wider audience at a relatively cost-effective price. This digital marketing strategy allows companies to increase brand visibility, build consumer engagement, and strengthen their market position. This method utilizes literature data collection, including journals, articles, books, and other reliable sources that discuss digital marketing strategies and brand awareness. The data is analyzed systematically and critically to gain an in-depth understanding of how digital marketing strategies can enhance brand awareness, particularly in the retail sector. This research analyzes the implementation of various digital marketing strategies by retail companies in Banten and their impact on increasing brand awareness. The results show that the use of social media, targeted digital advertising, and search engine optimization significantly contributes to increasing brand awareness, while also addressing challenges such as the rapid changes in digital trends and limited resources. In conclusion, a planned and adaptive digital marketing strategy is essential for increasing brand awareness and the competitiveness of retail companies in the Banten regio

    Analisis Hasil Uji Organoleptik dan Rendamen Selulosa Nata de Leri dari Leri Putih dengan Leri Merah

    No full text
    Limbah cair rumah tangga, khususnya air cucian beras (leri), masih sering dianggap tidak berguna dan langsung dibuang, padahal mengandung karbohidrat, vitamin B kompleks, serta mineral seperti fosfor, mangan, dan zat besi yang berpotensi dimanfaatkan sebagai media fermentasi untuk menghasilkan nata yang bernilai gizi dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil uji organoleptik dan rendemen selulosa Nata de Leri yang berasal dari air cucian beras putih dan beras merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), menggunakan dua jenis leri yang berbeda (leri putih dan merah) masing-masing dengan 16 ulangan. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji t (Independent Samples Test) untuk menguji perbedaan berdasarkan jenis leri. Uji organoleptik dilakukan pada 35 panelis menggunakan skala hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nata dari leri merah lebih disukai dalam aspek warna karena kandungan antosianinnya, sedangkan nata dari leri putih lebih unggul dalam aspek rasa, tekstur, dan aroma karena kandungan karbohidrat yang lebih tinggi dan proses fermentasi yang lebih optimal. Nata dari leri putih juga menghasilkan rendemen selulosa sebesar 22,61%, lebih tinggi dibandingkan nata dari leri merah. Dapat disimpulkan bahwa jenis leri sebagai substrat fermentasi berpengaruh terhadap hasil uji organoleptik dan rendemen selulosa nata yang dihasilkan. Temuan ini menunjukkan potensi pemanfaatan air cucian beras sebagai media fermentasi yang bernilai gizi dan ekonomi

    Manajemen Manajemen Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan lokal di MTs NU Hasyim Asy’ari 03 Honggosoco Jekulo Kudus

    No full text
    Abstrak Keberadaan kearifan lokal sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat memiliki urgensi penting untuk dilestarikan melalui proses pendidikan, terutama dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang berkaitan langsung dengan kehidupan sosial, nilai, dan tradisi masyarakat. Di tengah arus modernisasi, integrasi nilai-nilai lokal dalam pembelajaran menjadi strategi yang relevan untuk memperkuat karakter peserta didik agar tetap berakar pada budaya daerah. Berdasarkan urgensi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal di MTs NU Hasyim Asy’ari 03 Honggosoco Jekulo Kudus yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian lapangan (field study research) dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru IPS, kepala madrasah, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perencanaan pembelajaran dilakukan secara sistematis dengan menyesuaikan karakteristik siswa dan lingkungan sosial-budaya setempat, di mana nilai-nilai lokal seperti tahlilan, ziarah wali, rebo wekasan, dan santunan anak yatim diintegrasikan dalam RPP dan materi ajar; (2) Pelaksanaan pembelajaran menerapkan metode ceramah interaktif, diskusi, Contextual Teaching and Learning (CTL), dan Project Based Learning (PBL) yang menumbuhkan partisipasi aktif siswa dan sikap sosial-religius; (3) Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui tes tertulis, pengamatan sikap, dan proyek berbasis kearifan lokal untuk menilai aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pembelajaran berbasis kearifan lokal terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kritis, empati sosial, serta karakter religius siswa. Kata Kunci: Manajemen Pembelajaran; Kearifan Lokal; Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS); Contextual Teaching and Learning (CTL); Project Based Learning (PBL) Abstract The preservation of local wisdom as a fundamental element of cultural identity has become increasingly urgent to integrate into the educational process, particularly in Social Studies (IPS), which is closely related to social life, values, and community traditions. Amid rapid modernization, embedding local cultural values into learning serves as a strategic effort to strengthen students’ character while maintaining their cultural roots. Based on this urgency, this study aims to describe the management of Social Studies learning based on local wisdom at MTs NU Hasyim Asy’ari 03 Honggosoco Jekulo Kudus, covering the stages of planning, implementation, and evaluation. This research employed a qualitative field study research approach with data collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of social studies teachers, the principal, and students. The results showed that (1) Learning planning was carried out systematically by adapting to students’ characteristics and the socio-cultural environment, where local traditions such as tahlilan, pilgrimage to wali graves, Rebo Wekasan, and charity for orphans were integrated into lesson plans and teaching materials; (2) Learning implementation applied interactive lectures, discussions, Contextual Teaching and Learning (CTL), and Project Based Learning (PBL) methods to enhance student participation and foster social-religious attitudes; (3) Learning evaluation used written tests, attitude observations, and local wisdom-based projects to assess cognitive, affective, and psychomotor aspects. The integration of local wisdom in IPS learning effectively improved students’ critical thinking, social empathy, and religious character Keyword: Learning Management; Local Wisdom; Social Studies (IPS); Contextual Teaching and Learning (CTL); Project Based Learning (PBL

    Development of Differentiated Learning Tools with Mathematics Problem Solving Based on ESD to Improve Critical Thinking Skills of Junior High School Students

    No full text
    Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa SMP dan keterbatasan perangkat pembelajaran berbasis Education for Sustainable Development (ESD) menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran matematika pada materi perbandingan (senilai, berbalik nilai, dan skala) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate), penelitian dilakukan terhadap 32 siswa kelas VII C SMP Negeri 12 Jember. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar validasi, observasi keterlaksanaan, tes hasil belajar, dan angket respons siswa. Hasil penelitian menunjukkan perangkat pembelajaran memenuhi kriteria: Valid, dengan rerata 3,92; Praktis, dengan persentase respons siswa 87% dan keterlaksanaan 100%; serta Efektif, dengan peningkatan hasil belajar melalui skor N-Gain sebesar 87%. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis ESD layak digunakan dan berpotensi menjadi alternatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. The low critical thinking skills among junior high school students and the lack of learning resources based on Education for Sustainable Development (ESD) underpin this research. This study aims to develop mathematics learning materials on the topic of ratios—covering direct proportions, inverse proportions, and scales—to enhance students\u27 critical thinking skills. Employing the 4D development model (Define, Design, Develop, Disseminate), the study involved 32 seventh-grade students at SMP Negeri 12 Jember. Data collection instruments included validation sheets, observation forms for instructional implementation, learning achievement tests, and student response questionnaires. The results indicate that the developed materials meet the following criteria: Valid, with an average score of 3.92; Practical, evidenced by an 87% student response rate and 100% instructional implementation; and Effective, demonstrated by an N-Gain score of 87% in learning outcomes. In conclusion, the ESD-based learning materials are feasible for classroom use and serve as a viable alternative to improve students\u27 critical thinking skills

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇