Journals Politeknik Negeri Sambas (Journal Poltesa)
Not a member yet
    387 research outputs found

    PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KOPI ARABIKA (COFFEA ARABIKA L.) MENJADI BIOBRIKET

    Get PDF
    The amount of plantation waste materials, one of which is coffee husk waste by 35% which has the potential to be used as biobriquettes as an alternative fuel is coffee skins. The cellulose content of coffee skin is quite high. This study aims to determine the quality of biobriquettes from tapioca flour adhesive in the process of making Arabica Coffee Skin Waste Biobriquettes and to determine the most appropriate tapioca starch adhesive for Arabica coffee skin waste biobriquettes. The tapioca starch adhesive composition used is 5%, 10%, 15%, 20% and 25%. Analysis of this coffee husk waste Biobriquette with reference to the Indonesian National Standard (SNI). The analysis was carried out on the calorific value analysis test, the moisture content test analysis, the ash content analysis test, and the combustion rate. The values that meet the Indonesian National Standard are the Analysis of Moisture Content of 5.69% and the Analysis of Ash Content with a value of 7.86%, while the Analysis of Calorific Value of 3224 cal/g, and the Burning Rate of 0.351 g/minute do not meet the Indonesian National Standard. &nbsp

    PEMANFAATAN MULTIMEDIA UNTUK EDUKASI STIMULASI, DETEKSI, DAN INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK (SDIDTKA) PADA KADER POSYANDU DESA TANJUNG MEKAR

    Get PDF
    Pembinaan tumbuh kembang anak diperlukan untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal. Pembinaan ini meliputi kegiatan Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini Penyimpangan Tumbuh Kembang Anak (SDIDTKA) di masyarakat, yang dapat dilaksanakan oleh Kader Posyandu yang bekerja sama dengan petugas Puskesmas. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam penerapan SDIDTKA di wilayah Puskesmas salah satunya adalah inventarisasi sarana dan prasarana berupa kader terlatih/terorientasi. Berdasarkan diskusi yang dilakukan dengan mitra, didapatkan kesimpulan bahwa para Kader Posyandu di Desa Tanjung Mekar perlu mendapatkan edukasi terkait SDIDTKA dengan memanfaatkan multimedia berupa penganimasian materi SDIDTKA dan desain untuk Kuisioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) agar memudahkan pemahaman para kader dan pelaksanaan kegiatan KPSP di jadwal posyandu rutin. Kegiatan edukasi SDIDTKA dilaksanakan dengan melibatkan pihak penanggung jawab SDIDTKA di Puskesmas Sambas dan kader-kader posyandu di Desa Tanjung Mekar dari 3 Posyandu yaitu Posyandu Mentawa, Posyandu Keranji, dan Posyandu Rengas. Secara umum, melalui kegiatan ini para peserta mendapat pengetahuan lebih dalam mengenai SDIDTKA dan dapat menerapkannya saat kegiatan posyandu setiap bulannya. Kegiatan edukasi SDIDTKA dengan memanfaatkan multimedia ini terlaksana dengan lancar di setiap tahapan dan bagiannya. Kegiatan pengabdian ini juga mendapatkan apresiasi yang baik dari semua stakeholder yang terlibat

    KARAKTERISTIK GULA SEMUT NIRA TEBU DENGAN PENAMBAHAN PENGAWET ALAMI

    Get PDF
    Gula semut merupakan gula bubuk/kristal yang biasanya terbuat dari nira palma. Proses pengambilan nira palma memerlukan waktu yang cukup lama karena melalui proses penyadapan sehingga diperlukan adanya alternatif bahan baku lain yaitu nira tebu. Untuk mempertahankan pH nira pada saat proses pengolahan dan menjaga kualitas gula semut yang dihasilkan maka diperlukan pengawet alami. Pengawet alami yang digunakan yaitu kayu resak karena memiliki kandungan yang berfungsi sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gula semut nira tebu dengan penambahan pengawet alami dan pengaruh konsentrasi yang akan menghasilkan gula dengan kualitas terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAK). Perlakuannya yaitu perbedaan konsentrasi kayu resak yaitu kontrol, 0,3%, 0,6%, dan 1%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan resak memberikan pengaruh pada karakteristik kimia dan karakteristik fisik gula semut. Kadar air pada awal penyimpanan yang terendah pada perlakuan 0,3% yaitu 2,4462%, sedangkan pada akhir penyimpanan yang terendah pada perlakuan 0,3% yaitu 2,9111%. Kadar abu pada awal penyimpanan yang terendah adalah 0,3% yaitu 0,4988%, sedangkan pada akhir penyimpanan yang terendah pada perlakuan 0,3% yaitu 0,5606%. Berdasarkan dengan SNI 01-3743-1995, gula semut nira tebu yang memiliki karakteristik kimia kadar air dan kadar abu terbaik adalah perlakuan 0,3%. Sedangkan pada karakteristik fisik semua perlakuan memiliki warna, aroma dan tekstur yang sesuai dengan SNI 01-3743-1995 kecuali pada rasa terdapat perbedaan pada perlakuan 1% yaitu memiliki after taste pahit

    Pemanfaatan Botol Bekas Sebagai Wadah Akuaskap Ikan Hias Di Tk Aisyiyah Bustan Athfal Jampue Kabupaten Pinrang

    Get PDF
    Plastic bottle waste is the result of waste in the form of bottles made of plastic or glass resulting from a production process both industrial and domestic. The existence of this waste is considered to have no economic value and selling value, but to reduce the abundance of plastic waste, especially plastic bottles, there must be innovation that has the purpose of utilization. The concept of using plastic bottle waste as a medium for maintaining ornamental fish is called Aquascape. This activity was carried out in November 2022. One of the methods carried out was by introducing students to recycling plastic bottles and types of ornamental fish. It is hoped that this dedication will reduce the capacity of plastic waste which can reduce the quality of health and the beauty of the environment. The results of collecting used bottles will later be created into an aquascape

    Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan Jaring Insang Dasar di Desa Lawulo, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka

    Get PDF
    Kolaka Regency is one of the fisheries producers in Southeast Sulawesi Province. The economic value of capture fisheries in Kolaka Regency also continues to increase from year to year. Unfortunately, this increase is not followed by an improvement in the economy of small-scale fishermen. Many factors influence this. One of them is the still high practice of using simple fishing gear and the management of fisheries businesses that are not yet qualified. Lawulo Village has people whose main livelihood is fishing. In general, they use gill nets in their capture fisheries business. This study uses multiple linear regression analysis intending to know the factors that influence the income level of gillnet fishermen. The data used is primary data obtained from interviews with fishermen. The results showed that four factors significantly influenced the income level of basic gillnet fishermen, namely age and education level. The variable number of family dependents and business experience did not significantly affect the income received by fishermen.Kabupaten Kolaka maerupakan salah satu penghasil perikanan di Provinsi Sulawesi Tenggara. Nilai ekonomi dari hasil perikanan tangkap di Kabupaten Kolaka juga terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Namun sayangnya, peningkatan ini tidak diikuti dengan peningkatan perekonomian para nelayan kecil. Banyak faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya adalah masih tingginya praktek penggunaan peralatan tangkap yang sederhana dan manajemen usaha perikanan yang belum mumpuni. Desa Lawulo memiliki masyarakat yang bermatapencaharian utama sebagai nelayan. Pada umumnya mereka menggunakan jarring insang dalam usaha perikanan tangkap yang dijalankannya. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan tujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap tingkat pendapatan nelayan jarring insang. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil wawancara kepada para nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat faktor yang berpengaruh nyata terhadap tingkat pendapatan nelayan jarring insang dasar, yakni umur dan  tingkat pendidikan. Variabel jumlah tanggungan keluarga dan pengalaman berusaha ternyata tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan yang diterima oleh nelayan. &nbsp

    Pengaruh Padat Tebar Bervariasi Terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio) dan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Pada Pemeliharaan Sistem Polikultur Dalam Media Bioflok

    Get PDF
    Pembudidayaan ikan yang cukup besar maka dibutuhkan sebuah teknologi budidaya. Ikan yang tumbuh dalam jumlah yang tinggi dapat dikontrol dengan menggunakan teknologi pembudidayaan. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh padat tebar bervariasi terhadap kualitas air benih ikan mas dan ikan nila pada pemeliharaan sistem polikultur dalam media bioflok. Variable yang diamati pada penelitan ini adalah berat ikan, protein efisiensi pakan, efisiensi pemanfaatan pakan, kualitas air (suhu, pH, DO, amonia dan fosfat), kelangsungan hidup, pertumbuhan berat mutlak, dan laju pertumbuhan spesifik Data diolah dengan menggunakan program SPSS Versi 22 dengan Analisis (ANOVA) jika terdapat perbedaan dilanjutkan dengan Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan padat tebar bervariasi berpengaruh terhadap pertumbuhan. Perlakuan yang terbaik pada penelitian ini adalah perlakuan A: 2 ekor per liter, dengan perbandingan ikan mas dan ikan nila 7:1 (123 ekor ikan mas, 17 ekor ikan nila, dengan 15 ml bioflok/L). Kualitas air, suhu kisaran 26, 44 oC sampai dengan 27,68 oC, pH kisaran 7,4 sampai 7,9, Oksigen Terlarut kisaran 5,6 sampai dengan 7,6, amonia kisaran 0,11 sampai dengan 0,51 dan fosfat kisaran 0,15 sampai dengan 0,42 dan masih berada pada kondisi yang baik dalam budidaya ikan

    ANALISIS DAYA SAING DAN MODEL PEMASARAN SAYUR HIDROPONIK DI KABUPATEN SAMBAS

    Get PDF
    The purpose of this study was to analyze the competitiveness and market size and to formulate a marketing strategy for hydroponic vegetable business in Sambas Regency. Research conducted in Sambas Regency. The data used in this study are primary and secondary data. Data processing and analysis techniques used descriptive qualitative methods, Porter's Diamond Theory and SWOT. The results of the competitiveness analysis using Porter's Diamond Theory, it can be seen that the level of competitiveness of hydroponic vegetables is that they are sufficiently competitive among fellow vegetable business actors. and also resource factors with related and supporting industry components. The results of the SWOT analysis Marketing model development The suitable strategy to be applied is an intensive strategy  namely market penetration, market development and product development.   Keywords: Competitiveness, Hydroponic Vegetables, Marketing Strategy &nbsp

    DISEMINASI PEMANFAATAN ECENG GONDOK (EICHORNIA CRASSIPES) MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR SEBAGAI IMPLEMENTASI PERTANIAN DAN PERAIRAN BERKELANJUTAN

    Get PDF
    The purpose of this service program is to provide information and empower the community through dissemination in the form of environmentally friendly agricultural technology extension activities in the hope of increasing food crop production in a sustainable manner. Lampulung Village is one of the villages that has the potential for extensive agricultural land, but the community still dominantly uses chemical fertilizers which have a negative impact on the environment. Therefore, we took the initiative to carry out this counseling activity because Lampulung Village has a very abundant water hyacinth (Eichornia crassipes) population. The potential of water hyacinth as an environmentally friendly liquid fertilizer has a nutrient content that is more easily absorbed by plants, and the manufacturing process can be made in a relatively short time at a relatively low cost. The method used in this service is counseling.  Where this activity is carried out through 3 stages, namely the preparation stage, the extension implementation stage, and the evaluation stage. The results of this community service are that the community increasingly understands the importance of preserving the aquatic environment, one of which is through the use of water hyacinth as a liquid organic fertilizer to replace chemical fertilizers, so as to realize sustainable agriculture

    Análisis Penyebab Rendahnya Asupan Nutrisi Susu sebagai Pendukung Gaya Hidup Sehat Pada Generasi Z

    No full text
    Indonesia mempunyai keunggulan dalam mengembangkan industri pertanian, peternakan sapi merupakan salah satu bidang peternakan yang berkembang di Indonesia. Produk terbanyak dari hasil peternakan sapi adalah susu. Pada tahun 2020, menurut BPS (Badan Pusat Statistik) masyarakat Indonesia dalam mengonsumsi susu masih berkisar 16,27 liter per kapita per tahun. Produk susu yang dikeluarkan oleh industri peternakan dan masyarakat yang mengonsumsinya masih tergolong rendah. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis penyebab rendahnya nilai gizi susu sebagai pendukung gaya hidup sehat pada generasi Z. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner dan dianalisis dengan pendekatan kualitatif, serta penyebaran kuesioner secara online menggunakan Google Forms dan diperoleh 112responden Generasi Z. Pendidikan gizi mungkin merupakan faktor yang mempengaruhi konsumsi susu pada Generasi Z. Manfaat susu, harga jual susu dan alergi susu. Hasil analisis membuktikan bahwa edukasi tentang nilai gizi susu, harga susu dan alergi susu berpengaruh terhadap konsumsi susu Generasi Z.Sedangkan faktor yang tidak berpengaruh adalah varian susu. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa faktor dari dalam yang mempengaruhi yaitu  kebiasaan individu dalam mengonsumsi susu. Sedangkan faktordari luar yang mempengaruhi yaitu harga jual susu

    Komposisi dan Kerapatan Jenis Alga di Taman Wisata Perairan Laut Banda di Kabupaten Maluku Tengah

    Get PDF
    The purpose of this study was to identify the type of algae, calculate the composition, density, diversity index, similarity index, and dominance index, and measure water quality parameters in the waters of the Banda Sea marine tourism park in central Maluku Regency. The method used in this study is a line transect method and a quadrant frame measuring 1m x 1m. There are 3 stations used with 5 replications each. The results showed that there were three divisions of algae, namely Chlorophyta, Phaeophyta, and Rhodophyta, with details of the species obtained were Amphiroa fragilissima, Boodlea composita, Boergesenia forbesii, Cladophora, Chaetomorpha crassa., Dictyota dichotoma, Gracilaria edulispuntia, Halimeda macrophyopuntia. tuna, Padina australis, Ulva compressa, Ulva reticullata, and Valonia ventricosa. The Chorophyta division of 66% obtained the highest species composition value, the highest density was obtained by the Amphiroa fragilissima species of 0.205. In addition, the ecological index such as (1) the diversity index was in the medium category with a value range of 1.35-1.97, (2) the similarity index was included in the high category with a value range of 0.72-0.86 which indicates that the ecosystem is in a stable condition and the dominance index of the three stations shows a value close to one, namely 0.87-1 which indicates that there is a tendency for one species to dominate. The measurements of water quality parameters such as temperature, salinity, and currents show that they are optimal for algae growth

    362

    full texts

    387

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journals Politeknik Negeri Sambas (Journal Poltesa)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇