Journals Politeknik Negeri Sambas (Journal Poltesa)
Not a member yet
387 research outputs found
Sort by
ANALISIS POTENSI MINAPOLITAN SEKTOR PERIKANAN DI KAWASAN KEPULAUAN KANGEAN KABUPATEN SUMENEP
Kepulauan dan wilayah pesisir merupakan daerah yang memiliki produksi perikanan laut terbesar di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa sektor perikanan merupakan salah satu kegiatan ekonomi terutama di pulau-pulau dan wilayah pesisir. Karena merupakan daerah kepulauan dan pesisir biasanya menjadi tempat penyimpanan ikan nasional. Penelitian ini bertujuan menerapkan konsep minapolitan dengan berfungsinya pulau-pulau kecil seperti: pusat produksi atau pengolahan komoditas berbasis kelautan khususnya perikanan, serta pusat kegiatan pendukung perikanan dan hasil laut. Penelitian ini akan menganalisis potensi perikanan dan kelautan masing-masing pulau kecil di kawasan gugusan Pulau Kangean. Hasil analisis potensi komoditas perikanan dan kelautan, menunjukkan bahwa wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep memiliki komoditas unggulan ikan air tawar, udang Vaname, Udang Harimau, Ikan Kerapu, Ikan Lele. Sementara itu, daerah yang paling banyak memiliki komoditas perikanan dan kelautan unggulan adalah wilayah kabupaten Arjasa
BIOBRIKET SEKAM PADI DENGAN VARIASI PARTIKEL DAN KOSENTRASI PEREKAT MOLASE
Biobriket merupakan salah satu energi terbarbarukan untuk menggantikan bahan baku energi batu bara. Penelitian ini bertujuan untuk mencari biobriket yang memiliki nilai kalor yang tinggi dari bahan baku yang melimpah berupa biomassa limbah sekam padi. Pembuatan biobriket sekam padi diawali dengan proses karbonisasi limbah sekam padi pada suhu 300 oC selama 1 jam. Arang yang terbentuk kemudian dihaluskan dengan hingga ukuran 100 mesh dan 150 mesh. Serbuk arang selanjutnya diberikan perekat dengan menggunakan perekat molase dengan variasi perekat molase 6%, 8%, 10%, 12% dan 14%. Biobriket kemudian dicetak dan dianalisis kadar air, kadar abu dan nilai kalornya yang mengacu pada SNI 4931:2010. Hasil nilai kalor yang terbaik didapatkan pada biobriket dengan ukuran partikel 150 mesh dan kosentrasi perekat 12%
Pengembangan Repositori Institusi di Politeknik Negeri Sambas
Repositori merupakan media penyimpanan digital institusi untuk mengumpulkan, menyediakan, dan membagikan karya ilmiah karya sivitas akademika. Keberadaan perangkat lunak repositori institusi dapat dirasakan manfaatnya oleh institusi perguruan tinggi sebagai penggunanya, mulai dari aspek kemudahan pengaksesan hingga peningkatan nilai akreditasi dan pemeringkatan perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangaan repositori institusi di Politeknik Negeri Sambas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan eksperimental dimana penulis melakukan percobaan beberapa platform yang banyak digunakan oleh Perguruan Tinggi di Indonesia yang meliputi SLiMS, Eprints dan Dspace, mulai dari proses instalasi, konfigurasi, upload data, IP config, hingga melakukan perbandingan modul-modul yang tersedia. Berdasarkan penelitian dan pengembangan sistem, dapat disimpulkan bahwa platform Eprints telah memenuhi standar dan kriteria sebagai perangkat lunak repositori institusi di Politeknik Negeri Sambas.
Kata kunci: Repositori, Open Source, Eprints, Perangkat Lunak
PENGEMBANGAN KONSEP AREA INDUSTRI KOPI BERBASIS TEACHING FACTORY MELALUI VISUALISASI 3D ENVIRONMENT MODELING
Politeknik Negeri Sambas has initiated the development of teaching factory directed to the plantation agribusiness sector with a focus on the downstream phase of coffee agribusiness. To support this initiation, infrastructure on production and research laboratories are needed in the processing of industrial products and be able to increase research based on the output of innovative products. Several things that need to be prepared to support the development of a teaching factory-based coffee industry area in Sambas Regency include preparing a coffee industry center with supporting infrastructure in the form of a research laboratory and coffee processing machines which are visualized in the form of 3D Environment Modeling to provide a digital brief of the coffee industry area that can be used to check the feasibility of developing an area, the 3D Environment Modeling concept can be applied in both interior and exterior contexts. The results of the design are visualized in the form of a 3D Environment Modeling Animation Video of the coffee industry area in MP4 format and archived in DVD. Through this concept, it can provide an insight to stakeholders and the Politeknik Negeri Sambas community about the feasibility of developing a teaching factory-based coffee industry area in Sambas Regency.Politeknik Negeri Sambas telah memulai inisiasi pengembangan teaching factory yang diarahkan pada bidang agribisnis perkebunan dengan fokus pada fase hilir agribisnis kopi. Guna mendukung hal tersebut diperlukan infrastruktur pengolahan dan laboratorium untuk penelitian yang mendukung pengolahan produk industri serta diharapkan mampu meningkatkan penelitian berbasis output produk inovasi. Beberapa hal yang perlu disiapkan dalam mendukung pengembangan area industri kopi berbasis teaching factory di Kabupaten Sambas tersebut diantaranya menyiapkan sentra industri kopi dengan infrastruktur pendukung berupa laboratorium riset dan mesin pengolahan kopi yang divisualisasikan dalam bentuk 3D Environment Modeling guna memberikan gambaran digital dari area industri kopi yang dapat digunakan untuk mengecek kelayakan dari pembangunan suatu area, Konsep 3D Environment Modeling dapat diterapkan dalam konteks interior maupun eksterior.Hasil dari perancangan tersebut divisualisasikan dalam bentuk Video Animasi 3D Environment Modeling dari area industri kopi dalam bentuk MP4 serta didokumentasikan dalam bentuk DVD. Melalui konsep tersebut diharapkan dapat memberi gambaran kepada pemangku kepentingan dan civitas Politeknik Negeri Sambas tentang kelayakan pengembangan area industri kopi berbasis teaching factory di Kabupaten Sambas
Conditions of community socio-economic activities in the Lappa Fisihing Landing Base Area, Sinjai District
The Lappa Fish Landing Base located in Sinjai Regency is a type D fishing port that operates daily. The fishing port not only performs fish landing activities but the existence of PPI Lappa Sinjai is known for its various socio-economic activities and is one of the centers of economic circulation in Sinjai. The research aims to find out the socio-economic activities of the community in the PPI Lappa Sinjai Area, to find out how much PPI Lappa contributes to fishermen and the community around the PPI Lappa fishing port, and to find out how the community's socio-economic activities have changed with the existence of the PPI Lappa. A qualitative research method using a descriptive-analytical approach was used. Data collection was conducted using interviews, observations, and documentation. Data analysis techniques included data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. This research provides an overview of the socio-economic activities of the community in the PPI Lappa area, Sinjai, which is dominated by production, processing, and marketing activities. PPI Lappa contributes to increasing employment and marketing activities by processing businesses, the UMKM, and tourism. The community makes efforts to use responsible fishing ports to support the socio-economic sustainability of fishing ports
UJI ORGANOLEPTIK KERIPIK PEPAYA PADA PRODUK INOVASI PANGAN YANG BERGIZI
Pepaya merupakan salah satu tanaman hortikultura yang sangat penting untuk dikonsumsi karena bergizi, sebagai sumber vitamin C, provitamin A dan sebagai macamnya mineral seperti kalsium, fosfor dan zat besi. Buah pepaya mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi produk olahan karena tingginya jumlah produksi. Keripik pepaya merupakan keripik yang diolah dari buah pepaya yang sudah matang maupun pepaya muda, masih keras namun mempunyai rasa yang manis dan tidak mngeluarkan banyak getah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui inovasi pangan keripik pepaya dan uji organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan pada uji organoleptik keripik pepaya berdasarkan kesukaan panelis terhadap warna, aroma, tekstur, dan rasa. Implikasi potensial dari penelitian ini termasuk inovasi produk keripik pepaya dan pemanfaatan bahan lokal buah pepaya dalam pembuatan keripi
Identification and level of ectoparasite intensity in goldfish (Carassius auratus) at fishery product inspection and certification center fish seed center
Diseases and parasites that attack the fish body are often encountered in ornamental fish cultivation, so they can reduce the quality of the fish and cause fish death. Ectoparasites are parasites found outside the fish body. This study aimed to determine the type and intensity level of ectoparasite distribution in goldfish (Carassius auratus) cultivated at the Fishery Product Inspection and Certification Production Center (PPISHP) Fish Seed Center (BBI) Ciganjur, South Jakarta. A location survey and random sampling from three different rearing ponds were used. The goldfish samples obtained were 60 fish from three ponds in BBI Ciganjur. The results showed that the highest level of intensity of the Argulus sp. parasite was found in pond 2, the highest level of intensity of the Trichodina sp. parasite was found in pool 1, and the highest level of Lernea sp. parasite intensity was found in pools 1 and 3. The average infection level of each parasite showed that the intensity was relatively low.Diseases and parasites that attack the fish body are often encountered in ornamental fish cultivation, so they can reduce the quality of the fish and cause fish death. Ectoparasites are parasites found outside the fish body. This study aimed to determine the type and intensity level of ectoparasite distribution in goldfish (Carassius auratus) cultivated at the Fishery Product Inspection and Certification Production Center (PPISHP) Fish Seed Center (BBI) Ciganjur, South Jakarta. A location survey and random sampling from three different rearing ponds were used. The goldfish samples obtained were 60 fish from three ponds in BBI Ciganjur. The results showed that the highest level of intensity of the Argulus sp. parasite was found in pond 2, the highest level of intensity of the Trichodina sp. parasite was found in pool 1, and the highest level of Lernea sp. parasite intensity was found in pools 1 and 3. The average infection level of each parasite showed that the intensity was relatively low
PENGEMBANGAN PRODUK BAKSO MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)
Bakso adalah produk olahan daging giling yang dicampur dengan tepung dan bumbu-bumbu serta bahan lain yang dihaluskan, kemudian dibentuk bulatan bulatan dan kemudian direbus hingga matang. Konsep Quality Function Deployment (QFD) merupakan metode terstruktur yang dapat digunakan dalam perencanaan dan pengembangan produk untuk menentukan spesifikasi keinginan dan kebutuhan konsumen dan mengevaluasi produk atau jasa secara sistematis dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen. Pengumpulan data primer diperoleh dengan cara melakukan wawancara dan observasi secara langsung pada objek penelitian yang berkaitan dengan proses kerja produksi bakso. Pengumpulan data sekunder melalui pengumpulan referensi yang berasal dari studi literatur dan dokumen-dokumen yang berasal dari pihak-pihak terkait serta penelitian terdahulu yang relevan berhubungan dengan penelitian. Strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja kualitas produk bakso Senyawan dalam upaya kepuasan konsumen berdasarkan House of Quality (HOQ) adalah dengan memberikan solusi berupa respon teknis yang sesuai dan memungkinkan untuk diterapkan dengan melihat urutan prioritas. Urutan prioritas respon teknis ini selanjutnya dikembangkan menjadi strategi peningkatan kualitas yang memungkinkan menurut UMKM Bakso Senyawan adalah mempertahankan komposisi bumbu yang khas dan kuat (78), sistem pemasakan (71), mutu daging (45), material kemasan (24) dan sistem pembelian (21).
 
UJI KANDUNGAN PROTEIN PADA MIE SAGU
Protein is one of the most important ingredients in food. Protein is a source of amino acids containing the elements C, H, O and N which have no fat or carbohydrates. Protein also functions to increase muscle mass, in addition to increasing muscle mass protein also functions as a building and regulating substance. The purpose of protein protein testing is to determine the protein content contained in sago noodles. Protein testing through oxidation, which is often done by the Kjeldahl method, is an important analytical technique for determining protein content in a sample. This process begins with the deconstruction stage, where the sample is heated with concentrated sulfuric acid. The next stage is distillation, where ammonia formed during deconstruction is captured in boric acid solution. The final stage is titration, where the ammonia solution is titrated with hydrochloric acid (HCl) to determine nitrogen levels. The results obtained from 2 test samples, namely sample 1 as much as 0.131% protein content and sample 2 obtained as much as 0.168% protein content. The conclusion of the results of this test is to determine the protein content contained in sago noodles marketed to consumers. With the results of this protein test provides information about the protein content contained in sago noodles
ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) PADA UMKM ES NONA (STUDI PADA ES NONA FENDI DI TANJUNG BUGIS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis break even point pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) es nona fendi dengan menggunakan data primer yaitu wawancara dan observasi. Titik impas (break even point) adalah titik di mana suatu perusahaan tidak memperoleh keuntungan dan tidak mengalami kerugian. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis data menggunakan rumus break even point, margin kontribusi, margin of safety, serta perencanaan laba. Hasil penelitian diketahui penjualan dan produksi es nona telah mencapai BEP, hal tersebut dapat diketahui karena penjualan dan produksi es nona dalam unit lebih besar dari BEP, BEP unit bulan januari-mei sebesar 2.575 unit BEP unit bulan juni-desember sebesar 2.007 unit. Margin kontribusi diketahui dapat menutupi biaya tetap sehingga memperoleh laba bersih untuk bulan januari sebesar Rp6.179.813, laba bersih bulan februari Rp8.060.313, laba bersih bulan maret Rp3.799.313, laba bersih bulan mei Rp15.995.313, laba bersih bulan juni Rp18.788.813, laba bersih bulan juli Rp15.614.813, laba bersih bulan agustus Rp10.353.813, laba bersih bulan september Rp9.166.813, laba bersih bulan oktober Rp4.212.313, laba bersih bulan november Rp8.973.313, dan laba bersih bulan desember Rp8.973.313. Tingkat margin of safety diketahui usaha dapat mengalami penurunan yang masih wajar sehingga tidak menderita kerugian setinggi-tingginya untuk bulan januari sebesar 47,58%, bulan februari 54,21%, bulan maret 35,81%, bulan mei 70,14%, bulan juni 77,97%, bulan juli 74,62%, bulan agustus 66,10%, bulan september 63,32%, bulan oktober 44,24%, bulan november 62,83%, dan bulan desember 62,83%. Perencanaan laba untuk tahun berikutnya ditargetkan kenaikan penjualan sebesar 10% dari tahun 2023. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan pemilik usaha dalam rencananya untuk membuka cabang.ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis BEP pada UMKM es nona fendi dengan menggunakan data primer yaitu wawancara dan observasi. Titik impas (break even point) adalah titik di mana suatu perusahaan tidak memperoleh keuntungan dan tidak mengalami kerugian. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis data menggunakan rumus break even point, margin kontribusi, margin of safety, serta perencanaan laba. Hasil penelitian diketahui penjualan dan produksi es nona telah mencapai BEP, hal tersebut dapat diketahui karena penjualan dan produksi es nona dalam unit lebih besar dari BEP, BEP unit bulan januari-mei sebesar 2.575 unit BEP unit bulan juni-desember sebesar 2.007 unit. Margin kontribusi diketahui dapat menutupi biaya tetap sehingga memperoleh laba bersih untuk bulan januari sebesar Rp6.179.813, laba bersih bulan februari Rp8.060.313, laba bersih bulan maret Rp3.799.313, laba bersih bulan mei Rp15.995.313, laba bersih bulan juni Rp18.788.813, laba bersih bulan juli Rp15.614.813, laba bersih bulan agustus Rp10.353.813, laba bersih bulan september Rp9.166.813, laba bersih bulan oktober Rp4.212.313, laba bersih bulan november dan desember sama yaitu Rp8.973.313. Tingkat margin of safety diketahui usaha dapat mengalami penurunan yang masih wajar sehingga tidak menderita kerugian setinggi-tingginya untuk bulan januari sebesar 47,58%, bulan februari 54,21%, bulan maret 35,81%, bulan mei 70,14%, bulan juni 77,97%, bulan juli 74,62%, bulan agustus 66,10%, bulan september 63,32%, bulan oktober 44,24%, bulan november 62,83%, dan bulan desember 62,83%. Perencanaan laba untuk tahun berikutnya ditargetkan kenaikan penjualan sebesar 10% dari tahun 2023. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan pemilik usaha dalam rencananya untuk membuka cabang