Madrasah Jurnal - IDIA Prenduan
Not a member yet
1008 research outputs found
Sort by
IMPLIKASI UPAH TERHADAP KINERJA PENGRAJIN BATIK TULIS MADURA DI KELURAHAN KOWEL PAMEKASAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pemberian upah, kinerja karyawan serta pengaruh upah terhadap kinerja karyawan pada usaha Batik Tulis Madura di Kelurahan KowelPamekasan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan analisis rentang skala dan regresi linier sederhana.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuisioner terhadap 60 responden yang merupakan pengrajin Batik Tulis Madura di Kelurahan KowelPamekasan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel upah memiliki nilai baik dengan jumlah rata-rata skor 236 melalui analisis rentang skala.Sedangkan variabel kinerja karyawan tergolong tinggi dengan jumlah rata-rata skor 211.Hasil regresi linier sederhana menunjukkan bahwa upah berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dengan nilai koefisien sebesar 1.409
Strategi Pengembangan Pendidikan Islam Yang Inklusif Dan Anti Radikalisme Perspektif KH. Abdurrahman Wahid
ABSTRAK: Fenomena kemanusian seperti pelanggaran HAM, aksi-aksi radikalisme, tindakan kekerasan (pembunuhan dan pengeboman), permusuhan antar sesama, maraknya penggunaan narkoba dan dinamika sosial lainnya telah merugikan kehidupan berbangsa dan bernegara yang menginginkan kehidupan yang sejuk dan damai. Oleh karena itu, pendidikan Islam dan pengembangannya dalam bentuk pendidikan Islam yang inklusif dan anti radikalisme perspektif KH. Abdurrahman Wahid dapat dijadikan solusi bersama di tengah-tengah maraknya “faham-faham radikalisme†yang dipertontonkan oleh beberapa oknum muslim dan organisasi Islam di Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan konsep, model dan implementasi pengembangan pendidikan Islam yang inklusif dan anti radikalisme perspektif KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam konteks pendidikan di Indonesia. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa: 1) konsep pengembangan pendidikan Islam yang inklusif dan anti radikalisme perspektif KH. Abdurrahman Wahid adalah pendidikan multikultural yang bertujuan untuk belajar hidup dalam perbedaan, membangun sikap saling percaya, memelihara saling pengertian, menjunjung sikap saling menghargai, mengajarkan berfikir secara terbuka, apresiasif, dan interdependensi dan sistem pendidikan Islam yang menghargai ragam budaya sesuai basis sosio-kultural masyarakat; 2) model pengembangannya dapat dilakukan melalui pribumisasi Islam, yakni proses integrasi Islam dengan budaya lokal atau pendidikan Islam dengan pendidikan lokal kedaerahan, sehingga terbentuk suatu sistem pendidikan yang mampu menerapkan pembaharuan Islam dan budaya secara kontekstual dan komprehensif; dan 3) Implementasi pengembangan pendidikan Islam yang inklusif dan anti radikalisme perspektif Gus Dur dalam konteks pendidikan di Indonesia yaitu menjadikan pendidikan Islam yang sebagai syiar Islam dengan beberapa strategi yang dapat digunakan, yaitu; strategi politik, strategi kultural dan strategi sosial.  Abstract: Human phenomena include abuses of human rights, radical acts of violence (murders and bombings), interpersonal animosity, the development of drug usage, and other social dynamics have hurt the nation's and state's desire for a calm and peaceful existence. In light of the rise in "radicalism notions" expressed by a number of Muslim people and Islamic organizations in Indonesia, it is possible to use Islamic education and its development in the form of Islamic education that is both inclusive and anti-radical. This is according to KH. Abdurrahman Wahid. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) in relation to Indonesian education. The findings of his study demonstrate that: 1) KH. Abdurrahman Wahid's concept of inclusive Islamic education and anti-radicalism is a multicultural education that aims to teach open thinking, appreciation, and interdependence as well as an Islamic education system that respects various cultures in accordance with the socio-cultural foundations of society; 2) The development model can be implemented through the indigenization of Islam, or the process of integrating Islamic education with local regional education, in order to create an educational system that is capable of applying Islamic and cultural renewal contextually and comprehensively; and 3) Making Islamic education a symbol of Islam through the use of various strategies, including political strategy, cultural strategy, and social strategy. This is done from Gus Dur's perspective on the implementation of the development of Islamic education that is inclusive and anti-radicalism in the context of education in Indonesia. Keywords: Inklusif, Radicalis
PRINSIP EKONOMI KEBERSAMAAN DALAM AL-QUR'AN
Manusia sebagai makhluk yang disebut sebagai makhluk sosial, tentu tidak dapat hidup dalam kesendirian diberbagai sektor kehidupan, temasuk juga dalam bidang perekonomian. Dalam kajian ini, penulis tertarik untuk meninjau secara lebih jauh terkait bagaimana konsep perekonomian kebersamaan dalam islam. Adapun hasil dari kajian yang ditemukan oleh penulis adalah: Pertama, prinsip kebersamaan dalam al-quran terdapat dalam surat al-Hujurat ayat ke 13 dan surat al-Ma’idah ayat 2. Kedua, Prinsip kebersamaan sebagai salah satu pilar penting dalam ekonomi umat yang dapat mendatangkan kemaslahatan dalam perekonomian seluruh elemen masyarakat. Ketiga, Koperasi, BUMR serta penyertaan Modal merupakan sebagai salah satu wadah dalam perealisasian dari Prinsip ekonomi kebersamaan.Â
Pendidikan Madrasah di Indonesia dalam Potret Waktu: Studi atas Sejarah Perkembangan Madrasah di Indonesia
Previously, madrasas were only in the form of assemblies of the Prophet centered in the city of Mecca, either in mosques or at the homes of several friends. Called madrasas because madrasas are schools or colleges based on Islam. Madrasas that entered Indonesia during the Dutch East Indies colonial period were madrasas in the form of pesantren, because Islamic boarding schools in Indonesia were educational institutions that taught Islam, which was the incarnation of the Prophet's assembly in Mecca. Over time, madrasas (in Indonesia, which were pesantren at that time) were required to be formalized in the unit curriculum system by the state government. Therefore, now gradually, after being repeatedly demanded to move in a formal direction, madrasas are known from the RA, MI, MTs., MA and MAK levels. Most of them are still under the auspices of pesantren because the original meaning of pesantren is a reflection of the forerunner of madrasas, the two of which are still difficult to separate from one another to this day
MENJUNJUNG TINGGI ISLAM AGAMA KASIH SAYANG DAN CINTA KASIH DALAM DIMENSI SUFISME
This paper seeks to explore in detail about Islam as a religion of compassion and love in the wrap of Sufism. This research is a literature that takes its main source from various literature related to the above theme. The results of the analysis state that Islam is not in the least ordered to be anarchic and intolerant, but instead Islam teaches and educates people to be gentle, appreciative, kind, compassionate to all creatures of Allah as Allah Himself is kind to His creation. This is in accordance with the teachings of Sufism (Sufistic Islam), which confirms noble morality, moral hygiene, soul and mind that are very far from negative elements and all bad deeds, for that the idea of Islam as a religion of mercy and love is very important especially strengthened by the Sufistic dimension
PERAN WANITA DALAM AMAR MAKRUF NAHI MUNGKAR: KAJIAN TAFSIR AL-AZHÃR DAN AL-MISBÃH
Sebagian orang memandang dalam menegakkan Amar makruf nahi mungkar hanya sebatas pada lingkup kaum laki-laki saja. Diantara mereka beranggapan bahwa laki-laki lah yang pantas dan berhak dalam peranan ini. Para wanita tidak bisa dibatasi hanya bisa dalam urusan dapur, masak, rumah. Karena wanita sebenarnya mampu dan berhak menegakkan kebaikan dan mencegah keburukan dalam keluarga sebagai istri, ibu, hingga ranah masyarakat. Hakikatnya, peran wanita sama rata jika dibandingkan dengan pria. Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa tidak ada perbedaan peran antara keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran wanita dalam Amar makruf nahi mungkar kajian tafsir Al-Azhar dan Al-Mishbah. Peneletian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian pustaka, dan untuk metode analisis datanya menggunakan metode deskriptif-analitik
PENGARUH BRAND IMAGE DAN PRICE TERHADAP PURCHASE INTENTION HP OPPO DI TOKO PUSPITA CELL PAMEKASAN
The purpose of this study was to determine the effect of Brand Image and Price Simultaneously and Partially on Purchase Intention Oppo cellphones at the Puspita Cell Pamekasan Shop. The object of this research is consumers who buy Oppo Hp products at the Puspita Cell Pamekasan Shop. The sample of this study used a sample of 100 respondents using random sampling techniques. Data collection is based on distributing questionnaires. The research model used is by using multiple linear regression. The results of the study was Brand Image and Price simultaneously have a positive and significant effect on Purchase Intention and Brand Image and Price partially have a positive and significant effect on Purchase Intention
BHESAH ALOS : ETIKA KOMUNIKASI REMAJA DALAM PERGAULAN SOSIAL DI KABUPATEN SAMPANG MADURA
Etika merupakan salah satu unsur yang menentukan sukses atau tidaknya komunikasi yang dilakukan seseorang. Komunikasi yang dilakukan dengan etika yang kurang tepat akan mengakibatkan bias pada seseorang dalam menginterpretasikan pesan yang ingin disampaikan. salah satu bentuk etika yang paling diperhitungkan dalam proses komunikasi adalah etika berbahasa. Bahasa yang digunakan dalam komunikasi dan bagaimana bahasa tersebut disampaikan merupakan salah satu kriteria etika komunikasi yang baik. Hal tersebut melingkupi bahasa secara universal, tidak terkecuali bahasa madura sebagai salah satu bahasa daerah dengan pengguna terbesar ketiga di Indonesia. Artikel ini akan membahas bagaimana karakter penggunaan bahasa halus oleh remaja di kabupaten sampang sebagai salah satu kabupaten di madura dan bagaimana peran bahasa Madura halus dalam meneguhkan etika komunikasi.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga karakter etika komunikasi sosial remaja madura Pertama, etika komunikasi yang baik dan utama dalam perspektif orang Madura adalah menggunakan bahasa halus, kedua, penggunaan titi nada dan sikap yang tepat, ketiga, penggunaan bahasa sesuai konteks berbicara. Adapun peran bahasa halus Madura dalam meneguhkan etika komunikasi terumuskan dalam dua hal; Pertama, Bhesah Alos mengedepankan pertimbangan lawan bicara, terutama kepada orang yang lebih tua dan dihormati. Kedua, bahasa halus merupakan manifestasi dari pribadi yang beretika dan bertatakram
Model Pembelajaran PAI Sekolah Dasar di Masa Pandemi Covid-19
The disruption era has become clearer after Indonesia experienced the Covid 19 emergency, especially in the education and learning process. The purpose of this research is to find out how the Islamic education learning model for elementary schools is during the Covid-19 pandemic. The second is to find out the obstacles faced by schools in the implementation of learning during the Covid-19 pandemic. This research is a qualitative case study approach. The data were obtained from the principal, teachers, parents and students using non-participant observation techniques, interviews and documentation. Meanwhile, to analyze the data used data presentation data reduction and drawing conclusions. The results of this study indicate that the learning process for elementary school PAI during the Covid pandemic was not optimal, one of the factors was due to the fact that the pattern had not prepared concrete regulations or policies for the implementation of learning during the Covid pandemic. The obstacles faced were related to general conditions that had not ready to learn during the pandemic
CONTINUITY AND CHANGE INTEGRASI SISTEM PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI PESANTREN
The discourse of integration is a necessity in the educational process. Several Islamic boarding schools have carried out this integration process, with the Al-Amien Prenduan Sumenep Islamic Dirosat Institute as a university in the Al-Amien Prenduan Islamic boarding school environment. This study aims to describe (1) the pattern of educational integration in IDIA Prenduan. (2) continuity and changes in the integration of the higher education system and Islamic boarding school education at IDIA Prenduan. This research approach is qualitative with a case study type. Data collection is carried out through interviews, observations, and documentation. The existing data are then interactively analyzed by Miles & Huberman models. Test the validity of the data through source triangulation and technique triangulation. This research resulted in two conclusions (1) integration patterns in IDIA Prenduan Sumenep, including educational curriculum, student activities, and institutional management. Then, the integration gives birth to consequences of continuity and change. (2) Continuity and change; systems that experience continuity are leadership values, the application of boarding education formats, and the merging of the TMI curriculum and the college curriculum. Meanwhile, changes occurred in intensive institutional positions, changes in the status of universities and the increase of study programs, the increase in lecture programs in universities, and changes in the functions of rectors in the structure