Madrasah Jurnal - IDIA Prenduan
Not a member yet
1008 research outputs found
Sort by
Back Cover Maharot Vol. 6, No. 1, Januari – Juni (2022)
Back Cover Maharot Vol. 6, No. 1, Januari – Juni (2022
KARAKTERISTIK WANITA ṢÃLIHAH DALAM AL-QUR’AN (Studi Komparatif Tafsîr Al-Sha’râwî Karya Syaikh Mutawallî Al-Sha’râwî Dan Tafsîr Firdaus Al-Na’îm Karya Kyai Thaifur Alî Wafâ)
Di zaman sekarang banyak kaum hawa atau para wanita yang mengingkari hak-hak asasinya dengan mengatas namakan Islam, para wanita juga mengikuti gaya barat secara membabi buta tanpa memikirkan sebab dan akibatnya, dengan mengingkari serua-seruan Al-Qur’an. Juga didapati para wanita hari ini yang penuh kontradiksi, melampaui batas, dan berlebih-lebihan dalam sesuatu dan kehidupan sehari-harinya. Seharusnya sebagai wanita. Dalam permasalahan ini terdapat perbedaan wanita shalihah atau karakter wanita shalihah yang dapat dijadikan teladan para kaum wanita. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Penafsiran Syekh Mutawalli Al-Sha’rawi tentang ayat-ayat karakteristik wanita Ṣalihah dalam al-Qur’an, serta bagaimana Penafsiran Kyai Thoifur Alî Wafâ tentang ayat-ayat karakteristik wanita  Ṣalihah dalam al-Qur’an. Dan bagaiamana perbedaan penafsiran Syekh Mutawalli Al-Sha’râwî dalam Tafsîr Al-Sha’râwî dengan Penafsiran Kyai Thoifur Alî  Wafâ dalam Tafsîr Firdaus Al-Na’îm tentang karakteristik wanita Ṣalihah. Penelitian ini di tulis dengan pendekatan kualitatif denganjenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang menitik beratkan pada data-data kepustakaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Dalam penafsiran Syekh Al-Sha’râwî dan Kyai Thaifur, Salah satu wanita yang dapat dijadikan teladan para kaum wanita yang diabadikan dalam al-Qur’an ialah Asiyah bint Muzahim yang mana keimanan dan ketaqwaaannya kepada Allah SWT sangat tinggi. Yang mana dalam ketaqwaannya terhalang oleh sikap suaminya. Yaitu dengan selalu menghasutnya, menghukumnya dengan sangat kejam agar Asiyah tidak lagi menetap dalam agamanya yakni Islam
PROBLEMATIKA SAWER AL-QUR’AN (Study Tafsir Tematik Perspektif Tafsir Al-Qur’an Al-Madjid An-Nur)
AbstrakArtikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang keagungan al-Qur’an, yang tidak selayaknya dijual murah dengan cara apapun. mengubah pemikiran sebagian orang awam bahwa al-Qur’an sepatutnyalah kalam-kalam-Nya dibaca, direnungi, lalu diamalkan sebagai pedoman hidup menuju jalan yang benar dan lurus. Problematika yang terjadi, akan dikupas tuntas dalam kajian tafsi>r al-Qur’a>nul Madji>d an-Nu>r, merupakan karya yang ditulis oleh Prof. Dr. Tengku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, seorang ulama pembaharu pemikir Islam dan mujtahid di bidang hukum Islam dan Fiqh. Penelitian ini menggunakan metode tematik yaitu dengan mengumpulkan ayat-ayat tentang sawer al-Qur’an, lalu mendeskripsikannya dengan menggunakan penafsiran Hasbi Ash-Shiddiqy dalam kitab tafsir nya.Â
ANALISIS PERBANDINGAN AKTIVA TETAP BERDASARKAN PSAK TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PT. MARINAL INDOPRIMA
Perusahaan dalam menghadapi perkembangan usaha yang semakin maju, sebuah perusahaan yang didirikan harus mermiliki suatu tujuan agar dapat membuat perusahaan hidup dalaSalah satu bentuk investasi tersebut adalah aktiva tetap yang digunakan dalam kegiatan normal perusahaan, peneliti melakukan penelitian bertujuan untuk membandingkan metode penyusutan aktiva tetap berdasarkan PSAK terhadap laporan keuangan pada PT. Marinal Indoprima.m jangka panjang, artinya perusahaan harus mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam pencapaian tujuan. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif, dan jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif yang bersumber dari data sekunder dan data primer serta prosedur pengumpulan data melalui dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan metode penyusutan aktiva tetap yang berdasarkan PSAK. Dalam penerapannya perusahaan telah membedakan aktiva tetap serta cara perolehannya dengan cara pembelian tunai maupun kredit dan dibangun sendiri. Dan cara penilainya perusahaan menganggap semua biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendapatkan aktiva tetap sampai siap pakai. Merupakan harga perolehan aktiva tetapnya, untukpenyusutan aktiva tetapnya perusahaan menggunakan metode garis lurus. Dan peneliti membandingkan dengan metode jumlah angka tahun dan metode saldo menurun ganda. Dengan metode jumlah angka tahun hasilnya beban penyusutannya dibandingkan dengan metode garis lurus. Lebih kecil jumlah angka tahun, sedangkan dengan metode saldo menurun ganda dibandingkandengan metode garis lurus. Untuk penghentian atau penghapusan aktiva tetap harus mendapatkan persetujuan dari dewan direksi serta pengungkapan dan pelaporan dilakukan pada akhir tahun
IMPLEMENTASI AKAD QARDHUL HASAN PADA BANK WAKAF MIKRO ALPEN BAROKAH MANDIRI PRENDUAN
Bank Wakaf Mikro merupakan lembaga keuangan yang pendiriannya difasilitasi langsung oleh Oteritas Jasa Keuangan, Bank Wakaf Mikro merupakan bentuk dari Lembaga Keuangan Mikro Syariah dalam program pemberdayaan masyarakat melalui pendirian LKM Syariah di sekitar pesantren. Tidak dikatakan bank Karena pembiayaan yang dipakai baru qardhul hasan, qardhul hasan merupakan akad yang pokok pembiayaannya bisa dikembalikan atau tidak karna sifat dari qardhul hasan ialah tolong menolong. Artikel ini akan menelaah data secara mendalam agar bisa mengetahui penerapan qardhul hasan pada Bank Wakaf Mikro menggunakan jenis penelitian Kualitatif, dalam teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian di Bank Wakaf Mikro Alpen Barokah Mandiri menunjukkan bahwa pengelolaan akad qardhul hasan telah terlaksana, dibuktikan dengan masyarakat sekitar pondok pesantren terbantu akan adanya pembiayaan qardhul hasan ini.Kata Kunci : implementasi, BWM, Qardhul Hasa
POLEMIK TENTANG Iá¹¢MAH DALAM TAFSIR MODERN: KASUS HADIS TERSIHIRNYA NABI MUHAMMAD SAW
Para ulama berpendapat bahwa konsep ‘Iá¹£mah bagi Nabi Muhammad SAW meliputi dua hal sekaligus, pertama yaitu perlindungan Allah dari dosa dan kesalahan, kedua perlindungan Allah dari keburukan manusia. Kisah tentang tersihirnya Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh al-Bukhari mengandung problem yang berhubungan dengan dua pengertian ‘Iá¹£mah tersebut. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kritik atau respon para mufassir modern terhadap hadis tersihirnya Nabi Muhammmad SAW. Data penelitian ini diperoleh melalui literatur primer yaitu Tafsi>r Al-Qur’ãn Al-Karîm karya Muh}ammad ‘Abduh, Tafsîr Fî Ẓilãlil Qur’ãnkarya Sayd Quá¹}b,Tafsîr al-Munîr karya Wahbah Zuhailî. Ayat yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah Surat al-Falaq ayat 4. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa Para Mufasir Modern tidak satu kata dalam menyikapi kisah tersihirnya Nabi Muhammad SAW. Sebagian dari mereka, seperti Wahbah Zuhailî> menerima kebenaran kisah tersebut atas dasar status keshahihan hadis yang diriwayatkan oleh Shahîh Buhãrî dan menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak bertentangan dengan prinsip ‘Iá¹£mah Nabi. Sementara sebagian yang lain, seperti Muh}ammad ‘Abduh dan Sayd Quá¹}b menolak kisah tersebut dan menganggapnya sebagai sesuatu yang bertentangan dengan konsep ‘Iá¹£mah bagi para Nabi.   ‘Iá¹£ma
KONSEP TOLERANSI BERAGAMA DALAM AL-QURAN PERSPEKTIF BUYA HAMKA DAN THOIFUR ALI WAFA
Dalam kehidupan bermasyarakat terdapat berbagai perbedaan seperti latar belakang budaya dan juga agama. Dalam menghadapi perbedaan tersebut kita harus memiliki sikap toleransi agar kehidupan bermasyarakat tetap bersatu dan tidak terpecah-belah. Menurut Buya Hamka dan Thoifur Ali Wafa, Toleransi merupakan sikap mengulurkan perdamaian terhadap agama lain serta memberi kebebasan terhadap orang lain dalam memilih suatu agama sesuai dengan keyakinannya masing-masing tanpa adanya paksaan.           Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisis bentuk-bentuk dan batasan-batasan toleransi beragama dalam Al-Quran menurut Buya Hamka dan Thoifur Ali Wafa. Metode yang dipakai adalah metode pendekatan kualitatif dengan melakukan penelitian Kepustakaan (library reserch). Adapun sumber data primernya adalah Tafsir Al-Azhar dan Firdaus al-Na‘im. Ayat-ayat yang diteliti meliput surat Al-Baqoroh ayat 256. Surat Al-An’am ayat 108, surat Al-Kafirun ayat 1-6 dan surat Al-Mumtahanah ayat 8-9. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa  konsep toleransi beragama menurut Hamka dan Thoifur Ali Wafa hanya terbatas pada hal yang bersangkutan dengan muamalah duniawi saja dan tidak pada hal yang menyangkut pada ranah aqidah atau keyakinan
PERAN INTELLIGENCE QUOTIENTS (IQ) DAN EMOTIONAL QUOTIENTS (EQ) TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING. (Survey pada karyawan PT. Mas Agung Sejahtera di Madura)
This study aims to determine the effect of Intelligence Quotients (IQ) and Emotional Quotients (EQ) on Employee Performance mediated by Organizational Culture. This research uses a quantitative approach and the type of research is explanatory research. The research sample amounted to 90 employees of PT. Mas Agung Sejahtera in Madura, with the method used is saturated sampling. The type of data used in the form of primary data obtained from the distribution of questionnaires. Analysis of the data used is Path Analysis with SPSS tools. The results showed that Intelligence Quotients (IQ) had no direct effect on employee performance. Intelligence Quotients (IQ) have an indirect effect on Employee Performance through Organizational Culture. Emotional Quotients (EQ) have a direct effect on employee performance. Emotional Quotients (EQ) have an indirect effect on Employee Performance through Organizational Culture. Organizational Culture is able to mediate Intelligence Quotients (IQ) and Emotional Quotients (EQ) on Employee Performance
URGENSI ASBABUL WURUD DALAM HADITS (Upaya Reinterpretasi Hadits Misoginis Berdasarkan Pendekatan Historis, Sosiologis dan Antropologis)
Hadits merupakan salah satu sumber ajaran Islam. Secara struktural ia menduduki posisi kedua setelah al-Qur’an, sedangkan secara fungsional ia merupakan bayan (penjelas) terhadap al-Qur’an. Tak dapat dipungkiri bahwa ketepatan pemaknaan dan pemahaman hadits adalah sesuatu yang vital. Namun demikian, untuk menggali kandungan makna dari suatu hadits tidak semudah membalikkan telapak tangan. Adakalanya hadits hanya dimaknai secara tekstual tanpa memperhatikan aspek historisitas dan keadaan sosio-kultural masyarakat kala hadits diturunkan. Akibatnya terjadi konflik dalam masyarakat semisal ketimpangan dalam tataran relasi laki-laki dan perempuan akibat pemahaman hadits yang parsial hingga dinilai misoginis dan mendiskriminasikan posisi perempuan. Oleh karena itu dibutuhkan pemahaman terhadap  asbabul wurud dan melakukan reinterpretasi hadits berdasarkan pendekatan historis, sosiologis dan antropologis