e-Journal Institut Injil Indonesia
Not a member yet
188 research outputs found
Sort by
Manfaat dan Tantangan Moral Penggunaan Internet dalam Budaya Digital di Dunia Pendidikan, serta Tanggapan Etis Kristen
Penelitian ini bertujuan menyelidiki manfaat dan tantangan moral yang umumnya terjadi dikalangan pengguna internet dalam konteks dunia pendidikan. Internet pada satu sisi memberikan manfaat yang baik, tetapi juga dapat menjerumuskan para penggunanya, khususnya para pelajar kepada penyimpangan moral. Beberapa penyimpangan moral yang sering terjadi di dunia pendidikan seperti plagiarisme, akses situs porno, cyber bullying, penyebaran berita bohong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan, dan sumber pustaka yang digunakan adalah artikel jurnal online. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa penyalahgunaan internet yang tidak sesuai dengan manfaatnya menurut nilai-nilai etis Kristen merupakan penyimpangan moral dan terlebih lagi merupakan dosa. Untuk menyikapinya, diperlukan sikap etis Kristen dengan cara menanamkan nilai-nilai Kristen agar para pelajar sebagai pengguna internet dapat menggunakannya sesuai dengan kebenaran Allah.Penelitian ini bertujuan menyelidiki manfaat dan tantangan moral yang umumnya terjadi dikalangan pengguna internet dalam konteks dunia pendidikan. Internet pada satu sisi memberikan manfaat yang baik, tetapi juga dapat menjerumuskan para penggunanya, khususnya para pelajar kepada penyimpangan moral. Beberapa penyimpangan moral yang sering terjadi di dunia pendidikan seperti plagiarisme, akses situs porno, cyber bullying, penyebaran berita bohong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan, dan sumber pustaka yang digunakan adalah artikel jurnal online. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa penyalahgunaan internet yang tidak sesuai dengan manfaatnya menurut nilai-nilai etis Kristen merupakan penyimpangan moral dan terlebih lagi merupakan dosa. Untuk menyikapinya, diperlukan sikap etis Kristen dengan cara menanamkan nilai-nilai Kristen agar para pelajar sebagai pengguna internet dapat menggunakannya sesuai dengan kebenaran Allah
Pengaruh Kualitas Pengajaran, Kualitas Pelayanan akademik dan Lingkungan Belajar Virtual pada Kepuasan Mahasiswa Pascasarjana dalam Perkuliahan Daring
Penting bagi perguruan tinggi untuk memperhatikan kepuasan pengguna jasa pendidikan karena hal ini berkontribusi besar pada kemajuan perguruan tinggi. Kepuasan mahasiswa terhadap pembelajaran daring dipengaruhi oleh kualitas pengajaran, kualitas pelayanan akademik, dan lingkungan belajar. Mahasiswa yang merasa puas dengan ketiga faktor antara lain kualitas pengajaran, kualitas pelayanan akademik, dan lingkungan belajar cenderung memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Namun, masih terdapat kesenjangan penelitian yang perlu diisi, terutama dalam hal mengukur pengaruh masing-masing faktor secara lebih spesifik dan menyeluruh, serta mempertimbangkan faktor lain yang dapat mempengaruhi kepuasan mahasiswa. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas pengajaran terhadap kepuasan mahasiswa, (2) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan akademik terhadap kepuasan mahasiswa, (3) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh lingkungan belajar terhadap kepuasan mahasiswa, (4) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas pengajaran, kualitas pelayanan akademik dan lingkungan belajar secara bersamaan terhadap kepuasan mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kausalitas dengan pendekatan penelitian metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 119 mahasiswa pasca sarjana dengan sampel yang digunakan adalah 30 mahasiswa pasca sarjana. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji instrumen, uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kualitas pengajaran berpengaruh secara parsial terhadap kepuasan mahasiswa, (2) Kualitas pelayanan akademik secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa, (3) Lingkungan belajar secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa, dan (4) Kualitas pengajaran, kualitas pelayanan akademik dan lingkungan belajar secara bersama-sama berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa.Penting bagi perguruan tinggi untuk memperhatikan kepuasan pengguna jasa pendidikan karena hal ini berkontribusi besar pada kemajuan perguruan tinggi. Kepuasan mahasiswa terhadap pembelajaran daring dipengaruhi oleh kualitas pengajaran, kualitas pelayanan akademik, dan lingkungan belajar. Mahasiswa yang merasa puas dengan ketiga faktor antara lain kualitas pengajaran, kualitas pelayanan akademik, dan lingkungan belajar cenderung memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Namun, masih terdapat kesenjangan penelitian yang perlu diisi, terutama dalam hal mengukur pengaruh masing-masing faktor secara lebih spesifik dan menyeluruh, serta mempertimbangkan faktor lain yang dapat mempengaruhi kepuasan mahasiswa. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas pengajaran terhadap kepuasan mahasiswa, (2) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan akademik terhadap kepuasan mahasiswa, (3) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh lingkungan belajar terhadap kepuasan mahasiswa, (4) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas pengajaran, kualitas pelayanan akademik dan lingkungan belajar secara bersamaan terhadap kepuasan mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kausalitas dengan pendekatan penelitian metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 119 mahasiswa pasca sarjana dengan sampel yang digunakan adalah 30 mahasiswa pasca sarjana. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji instrumen, uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kualitas pengajaran berpengaruh secara parsial terhadap kepuasan mahasiswa, (2) Kualitas pelayanan akademik secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa, (3) Lingkungan belajar secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa, dan (4) Kualitas pengajaran, kualitas pelayanan akademik dan lingkungan belajar secara bersama-sama berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa
Homiletika Fenomenologis: Pewartaan Firman Tuhan Dalam Keseharian Umat
Pewartaan Firman Tuhan melalui keseharian umat merupakan ranah dari kegiatan teologi praktis. Dalam ilmu homiletika, bahwa keberadaan teks-teks kitab suci, selalu membutuhkan kesadaran teologis melalui dialog dengan pengalaman hidup. Melalui pendekatan fenomenologis ini, bahwa dalam pewartaan Firman Tuhan lebih dekat dengan pengalaman keseharian hidup umat. Masalah yang muncul dalam artikel ini adalah bagaimana memperlakukan homili yang mampu menjaga nilai-nilai utama teks-teks kitab suci yang memuat pengalaman pribadi bersama Tuhan di keseharian umat, dan bagaimana pewartaan Firman dengan prinsip-prinsip dan nilai-nilai utama bagi keseharian umat. Pendekatan Homiletika Fenomenologis tentu dapat menjadikan pewartaan Firman Tuhan ini nyata di tengah-tengah realita hidup umat, sebagai intervensi Tuhan, dan kesatuan iman, serta tanggungjawab dengan evangelisasi baru. Metode penulisan dalam artikel ini adalah melalui kajian pustaka.Pewartaan Firman Tuhan melalui keseharian umat merupakan ranah dari kegiatan teologi praktis. Dalam ilmu homiletika, bahwa keberadaan teks-teks kitab suci, selalu membutuhkan kesadaran teologis melalui dialog dengan pengalaman hidup. Melalui pendekatan fenomenologis ini, bahwa dalam pewartaan Firman Tuhan lebih dekat dengan pengalaman keseharian hidup umat. Masalah yang muncul dalam artikel ini adalah bagaimana memperlakukan homili yang mampu menjaga nilai-nilai utama teks-teks kitab suci yang memuat pengalaman pribadi bersama Tuhan di keseharian umat, dan bagaimana pewartaan Firman dengan prinsip-prinsip dan nilai-nilai utama bagi keseharian umat. Pendekatan Homiletika Fenomenologis tentu dapat menjadikan pewartaan Firman Tuhan ini nyata di tengah-tengah realita hidup umat, sebagai intervensi Tuhan, dan kesatuan iman, serta tanggungjawab dengan evangelisasi baru. Metode penulisan dalam artikel ini adalah melalui kajian pustaka. Penulis berkeyakinan bahwa homiletika fenomenologis dapat menjadi pintu gerbang homili, di tengah minimnya pengetahuan teologi praktis bagi pengkhotbah tentang adanya realita kaum awam di tengah tuntutan panggilan dan identitas kekristenannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan ialah melalui pendekatan ‘Homiletika Fenomenologis’ ini
Analisis Dampak Perilaku Minum Tuak/Thockh Pada Remaja Usia 12-18 Tahun Di Desa Kaera Padangsul Alor-NTT
Tuak/thockh is an alcoholic drink in the village of Kaera-Padangsul. Tuak is believed by the Padangsul people to be a heritage from their ancestors that must be preserved. The aim of this research is to determine the causes and impacts of consuming alcoholic drinks such as palm wine by teenagers aged 12-18 years. This research uses a qualitative-descriptive method which is carried out by researchers, through and within the method steps. One of them is that the researcher conducted field research in mid-September-October 2023. The researcher conducted in-depth observations and interviews with 5 (five) informants. Researchers found results that show that the main problem in teenagers aged 12-18 years consuming palm wine is caused by family/parental, cultural, economic, social, health, educational and spiritual factors. This has a significant impact on their education, namely they do not continue their education (drop out of school). Damages physical health such as coughing up blood, lung disease. Fights with friends, even with his biological parents, has no self-confidence, talks a lot, is lazy at work. Don\u27t pray, don\u27t go to places of worship, and don\u27t read the holy books. Starting from this basis, all elements within the Kaera Padangsul village community need to network and work together to assist in the development of teenagers aged 12-18 years, so that the future of teenagers at that age can be achieved in accordance with their dreams and their lives. will be better and more prosperous.Tuak/thockh merupakan salah satu minuman beralkohol di desa Kaera-Padangsul. Tuak diyakini oleh masyarakat Padangsul, sebagai warisan nenek moyang yang harus dilestarikan. Tujuan dari penelitian ini adalah, untuk mengetahui faktor-faktor penyebab dan dampak mengkonsumsi minuman beralkohol seperti tuak/thockh oleh remaja usia 12-18 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif yang olehnya dilakukan peneliti, melalui dan di dalam langkah-langkah metode. Salah satunya adalah Peneliti melakukan penelitian lapangan pada pertengahan bulan September-Oktober 2023. Peneliti melakukan pengamatan dan wawancara secara mendalam kepada 5 (lima) informan. Peneliti menemukan hasil yang menunjukkan bahwa problematik utama pada remaja usia 12-18 tahun mengkonsumsi minuman tuak/thockh, disebabkan oleh faktor keluarga/orangtua, budaya, ekonomi, sosial, kesehatan, pendidikan dan spiritual. Hal ini berdampak signifikan bagi pendidikan mereka, yakni tidak melanjutkan pendidikan (putus sekolah). Merusak kesehatan fisik seperti batuk berdarah, sakit paru-paru. Melakukan perkelahian dengan teman, bahkan dengan orangtua kandungnya, tidak percaya diri, banyak berbicara, malas bekerja. Tidak berdoa, tidak pergi ke tempat ibadah, dan tidak membaca kitab suci. Berangkat dari dasar ini, semua elemen dalam lingkup masyarakat desa Kaera Padangsul, perlu berjejaring dan bekerja sama untuk pendampingan pembinaan pada remaja usia 12-18 tahun, sehingga masa depan remaja pada usia tersebut, bisa tercapai sesuai dengan cita-cita mereka, dan hidup mereka akan lebih baik dan lebih sejahtera
Potensi Destruktif dari Kemalasan
Laziness is a lifestyle that no one wants, because it disrupts ethical discourse in the work culture. The aim of this research is to investigate the issue of laziness in relation to the Christian work ethic by referring to the biblical text, namely Proverbs 18:9 which shows a bad precedent for God\u27s decrees for His human creation. The research method used is hermeneutics or biblical interpretation in order to find the meaning of the text for the current context. Related to this, the author uses primary books for exegetical studies, as well as other supporting sources from books and journal articles. The results of this research are that laziness has the potential to be destructive and is contrary to the Christian work ethic which was originally established by God to be passed down from generation to generation in the history of human life. Laziness never brings benefits in any form because its nature is to damage figures that give the image of a lazy character.Kemalasan merupakan pola hidup yang tidak dikehendaki oleh siapa pun, sebab menganggu wacana etis di tengah budaya kerja. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki persoalan kemalasan dalam kaitan dengan etos kerja Kristen dengan merujuk pada teks Alkitab, yaitu Amsal 18:9 yang menunjukkan preseden buruk terhadap ketetapan Allah bagi manusia ciptaan-Nya. Metode penelitian yang digunakan adalah hermeneutik atau penafsiran Alkitab guna menemukan makna teks bagi konteks masa kini. Terkait itu, maka penulis menggunakan buku-buku primer untuk studi eksegetis, serta sumber-sumber penunjang lainnya dari buku-buku dan artikel jurnal. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa, kemalasan berpotensi destruktif dan bertolak belakang dengan etos kerja Kristen yang semula ditetapkan oleh Allah untuk diwariskan dari generasi ke generasi dalam Sejarah hidup manusia. Kemalasan tidak pernah membawa keuntungan dalam bentuk apa pun sebab sifatnya adalah merusak figur-figur yang mencitrakan watak pemalas
PERSEPSI GEMBALA MENGENAI GEMBALA JEMAAT
The term "pastor" is popular in Christianity in general and the church in particular. In general, this term refers to someone who has the status of a priest. There are also differences in the understanding of this term among priests. Some agree more with the mention of pastors and there are also congregational pastors. The researcher wants to take the perception of pastors in the Pentecostal Church in Indonesia, the Kesamben congregation regarding "the pastor of the congregation". The aim is to gain knowledge about the perceptions of the priests on the subject. The research method used in this study is a descriptive method with a qualitative approach. The descriptive method is a research method that is used to describe problems that occur in the present or are ongoing, aiming to describe what should have happened when the research was carried out (Nana Sudjana and Ibrahim, 1989:64). From the results of the research it was found that the congregational pastor is someone who is chosen by God and is called to lead God\u27s people through assignments to local church organizations. A pastor has great duties and responsibilities, namely always being close to the congregation, providing spiritual food, and helping them. The pastor must also always pray for the congregation, forbid the word of God and set an example at all times. Pastors also have to look for lost congregations or leave worship hours. Directing those who are lost on the right path, counseling troubled congregations, and also being able to be a good friend to get to know the congregation more closely. The pastor of the church also faces big challenges because of the requirements of the congregation with its multiple problems. Researchers also found ways to carry out shepherding duties, starting from establishing a vision and mission, creating a work program, recruiting support staff, and visiting and praying at any time.Istilah “gembala jemaat” merupakan sebuah istilah yang populer dalam kekristenan pada umumnya dan gereja pada khususnya. Secara umum istilah ini ditujukan kepada seseorang yang memiliki status sebagai pendeta. Pemahaman mengenai istilah ini di antara para pendeta pun terdapat perbedaan. Ada yang lebih setuju dengan penyebutan pendeta dan ada pula gembala jemaat. Peneliti ingin memotret persepsi para pendeta di Gereja Pantekosta di Indonesia jemaat Kesamben mengenai “gembala jemaat”. Tujuannya adalah memperoleh pengetahun mengenai persepsi para pendeta mengenai hal dimaksud. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode Deskriptif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menggambarkan masalah yang terjadi pada masa sekarang atau yang sedang berlangsung, bertujuan untuk mendeskripsikan apa-apa yang terjadi sebagaimana mestinya pada saat penelitian dilakukan (Nana Sudjana dan Ibrahim, 1989:64). Dari hasil penelitian ditemukan bahwa gembala jemaat adalah seseorang yang dipilih oleh Tuhan dan dipanggil untuk memimpin umat Tuhan melalui penugasan pada organisasi gereja lokal. Seorang gembala memiliki tugas dan tanggungjawab yang besar yaitu selalu dekat dengan jemaat, memberikan makanan secara rohani, menolong mereka. Gembala juga harus selalu mendoakan jemaat, mengajarkan firman Tuhan dan memberi teladan setiap saat. Gembala juga harus mencari jemaat yang terhilang atau meninggalkan jam-jam ibadah. Mengarahkan yang tersesat ke jalan yang benar, mengkonseling jemaat yang bermasalah dan juga harus bisa menjadi teman yang baik untuk bisa mengenal jemaat lebih dekat. Gembala jemaat pun menghadapi tantangan yang besar karena kondisi jemaat dengan multi problematikanya. Peneliti pun menemukan cara melakukan tugas penggembalaan yakni dimulai dari menetapkan visi dan misi, membuat program kerja, merekrut tenaga pendukung, visitasi dan doa setiap saat
Menilik Gerakan Misioner dalam Kepemimpinan Petrus Octavianus, serta Kontribusinya Terhadap Gereja dan Bangsa
Not a few people hold leadership positions, but only a handful of people take part as leaders in missionary movements, even though the church has a missionary call that must be fulfilled. It was at this point that Petrus Octavianus appeared in his life and works to show himself as one of the few people whose figure reflects a missionary movement. With his missionary movement, Petrus Octavianus moved across borders to proclaim Christ. The research method used is a qualitative method with a narrative study approach. The results of this research show that a missionary leader can produce works that tend to be unexpected. This is reflected in the experience of Petrus Octavianus as a religious and national figure with a multitude of achievements that have received much appreciation as a manifestation of his theological life journey which was made possible by the grace of the Lord Jesus Christ.Tidak sedikit orang yang memegang tonggak kepemimpinan, namun hanya segelintir orang yang berkiprah sebagai seorang pemimpin dengan gerakan misioner, padahal gereja menyandang panggilan misioner yang harus ditunaikan. Pada titik inilah Petrus Octavianus tampak dalam hidup dan karya-karyanya yang menunjukkan dirinya sebagai salah satu dari segelintir orang dengan figur sebagai cerminan seorang penggerak yang misioner. Dengan gerakan misionernya, Petrus Octavianus begerak melintas batas untuk memproklamasikan Kristus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi naratif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa seorang pemimpin yang misioner dapat menghasilkan karya-karya yang cenderung tidak terduga. Hal tersebut tercermin melalui pengalaman Petrus Octavianus sebagai seorang tokoh agama dan tokoh bangsa dengan segudang prestasi yang menuai banyak apresiasi sebagai wujud dari perjalanan hidup teologisnya yang dimungkinkan oleh anugerah Tuhan Yesus Kristus
Pelayanan Gereja (Kingmi) Di Tanah Papua Terhadap Anak Jalanan Kota Sorong
Penelitian dilaakuan Pelayanan Gereja (Kingmi) di Tanah Papua terhadap Anak Jalanan di Kota Sorong. Studi kasus “Anak Jalanan Kota Sorong Papua Barat. adalah pelayanan gereja terhadap Anak Jalanan di Kota Sorong. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk memberikan kontribusi pikiran teologis-misiologis dengan mengkaji pengajaran Alkitab tentang anak Jalanan, bagaimana manajemen pelayanan gereja dilakukan kepentingan anak Jalan atau hanya focus Pelayanan seperti Khotba dimimbar saja. Dengan demikian, diharapkan terbentuk suatu pemahaman tentang manajemen pelayanan Gereja (Kingmi) di Tanah Papua terhadap Anak Jalanan di Kota Sorong yang obyektif, serta dapat dipertanggungjawabkan secara teologis maupun metodologis. Pendekatan riset yang diterapkan untuk menjawab isu inti masalah pada penelitian ini adalah pendekatan deskriptif dengan metodologi kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui riset pendahuluan (observasi partisipatoris; pada saat menjalani masa Penelitian anak jalanan di Lapangan Kota Sorong,serta wawancara yang dilakukan terhadap 7 (tujuh) orang pemimpin dan pelayan Gereja (Kingmi) di Tanah Papua di Kota Sorong, yang terdiri dari 5 (Lima) kategori, yaitu: pertama, pelayan sebagai Pemimpin Gereja (Kingmi) di Tanah Papua di Kota Sorong; kedua, pelayan anak Jalanan sebagai Gembala,Penginjil sidang Gereja (Kingmi) di Tanah Papua; ketiga, Anak Jalanan dikota sorong, Keempat, Anak Lahir Besar Kota Sorong (Labeso). Kelima, orang tua Anak jalanan dikota Sorong, dan Selain itu, data diperoleh melalui studi kepustakaan, dengan membaca, menganalisis, dan menemukan ide-ide dari buku-buku yang mendukung pembahasan pokok masalah yang dikaji. untuk menegaskan fakta tentang peran penting manajemen pelayanan gereja bagi anak Jalanan dikota Sorong, Dengan demikian, temuan ini menegaskan pemahaman yang telah temukan, tentang pentingnya penerapan manajemen teologis-misiologis pelayanan Gereja (Kingmi) di tanah Papua.Jemaat Bukit Zaitun Sorong terhadap Anak Jalanan
The research was conducted by the Church Service (Kingmi) in Tanah Papua on Street Children in Sorong City. Case study “Street Children in Sorong City, West Papua.” is the church\u27s ministry to street children in Sorong City. This research was conducted as an effort to contribute theological-misiological thoughts by studying Bible teaching about street children, how church service management is carried out for the benefit of street children or only focusing on services such as preaching in the pulpit. Thus, it is hoped that an understanding of the management of Church services (Kingmi) in Tanah Papua will be formed towards street children in Sorong City which is objective, and can be accounted for both theologically and methodologically. The research approach applied to answer the core issues of this research is a descriptive approach with a qualitative methodology. Data collection techniques were carried out through preliminary research (participatory observation; during the research period for street children in the Sorong City Square, as well as interviews with 7 (seven) Church leaders and servants (Kingmi) in Tanah Papua in Sorong City, which consisted of 5 (five) categories, namely: first, servants as Church Leaders (Kingmi) in the Land of Papua in Sorong City; second, street children ministers as pastors, evangelists for church congregations (Kingmi) in Papua; third, street children in the city of Sorong, Fourth , Children Born Big in Sorong City (Labeso) Fifth, parents of street children in Sorong City, and In addition, data were obtained through literature study, by reading, analyzing, and finding ideas from books that support the discussion of the main problems studied. To confirm the facts about the important role of church service management for street children in the city of Sorong, this finding confirms the understanding that has been found, regarding the the importance of implementing the theological-misiological management of the Church\u27s ministry (Kingmi) in Papua. The Bukit Zaitun Sorong Congregation for Street Childre
TEOLOGI MINJUNG DI KOREA DAN IMPLIKASINYA BAGI MASYARAKAT PAPUA
Penindasan merupakan persoalan yang masih terus terjadi dimana-mana, teologi minjung merupakan ekspresi dari bentuk gerakan pembebasan bagi kaum yang tertindas untuk melepaskan diri dari penderitaan yang dialami. Yesus yang dipahami sebagai bagian dari Minjung hadir sebagai penyelamat dan pemberi harapan baru. Terkait dengan Minjung kehidupan masyarakat Papua yang masih kental akan penindasan dan keterpinggiran juga mempunyai cara dalam mengekspresikan kehidupan yang dialami masyarakat Papua lewat keterampilan seni yang menjadi ciri khas masyarakat Papua
PERAN PERAN PASTORAL KONSELING YANG BERDAMPAK BAGI PERTUMBUHAN ROHANI JEMAAT DEWASA MUDA
Masa dewasa muda adalah masa penuh dengan masalah, ketegangan emosional, isolasi sosial, komitmen dan masa ketergantungan, perubahan nilai-nilai, kreativitas. Dalam menghadapi berbagai permasalahan yang dialami, kurangnya pemahaman jemaat dewasa muda akan pastoral konseling. Sehingga saat jemaat dewasa muda menghadapi masalah cenderung menyimpan masalahnya sendiri daripada datang ke pastoral konseling. Hal inilah yang mempengaruhi pertumbuhan rohani jemaat dewasa muda. Metode yang digunakan dalam melaksanakan penelitian ini yaitu metode pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik penulisan penelitian yang digunakan yaitu studi pustaka. Teknik ini digunakan karena penelitian ini merupakan sebuah kajian teoritis, referensi serta literatur ilmiah yang berhubungan dengan peran konseling terhadap pertumbuhan rohani jemaat dewasa muda. Peran pastoral konseling terhadap pertumbuhan rohani jemaat dewasa muda sangat penting dan berharga bagi fase perkembangan seseorang, oleh sebab itu setiap individu diharapkan mampu melaksanakan tugas perkembang tersebut dengan baik. Ada pun beberapa strategi konseling pastoral dalam menumbuhkan rohani jemaat dewasa muda yaitu: konseling melalui kelompok sebaya dan melalui mentoring yang berkelanjutan. Jadi peran pastoral konseling terhadap pertumbuhan rohani jemaat dewasa muda adalah mampu mengarakan konseli terhadap perkembangan dan peningkatan kemampuan individu dalam mencapai tugas perkembangannya dengan baik. Ketika tercapai dengan baik perkembangannya tersebut maka diharapkan jemaat dewasa muda dapat menjadi mengerti dalam menangani permasalahan yang dihadapi selanjutnya.
Young adulthood is a time full of problems, emotional tension, social isolation, commitment and dependence, changing values, creativity. In dealing with the various problems experienced, the young adult congregation lacks understanding of pastoral counseling. So that when young adult congregations face problems they tend to keep their problems to themselves rather than coming to pastoral counseling. This is what affects the spiritual growth of the young adult congregation. The method used in carrying out this research is a qualitative approach method. While the research writing technique used is literature study. This technique is used because this research is a theoretical study, references and scientific literature related to the role of counseling on the spiritual growth of young adult congregations. expected to be able to carry out this development task well. There are also several pastoral counseling strategies in growing the young adult congregation spiritually, namely: counseling through peer groups and through ongoing mentoring. So the role of pastoral counseling on the spiritual growth of the young adult congregation is to be able to guide the counselee towards the development and improvement of individual abilities in achieving their developmental tasks properly. When these developments are achieved well, it is hoped that the young adult congregation will be able to understand in dealing with the problems that will be faced next