e-Journal Institut Injil Indonesia
Not a member yet
    188 research outputs found

    MENYEMBAH TUHAN: SUATU STUDI EXEGETIS MAZMUR 100

    Get PDF
    Mazmur 100 dikategorikan dalam jenis mazmur korban ucapan syukur yang terdiri dari dua bait yakni: bait pertama ayat 1-3, dan bait kedua ayat 4-5 masing-masing bait terdiri dari dua undangan dan alasan yang kuat mengapa harus menyembah TUHAN. Karena hubungan kedua bait sangat erat, maka mazmur ini sering dinyanyikan dengan berbalas-balasan dalam suatu jemaah atau sebagai nyanyian perarakan masuk ke dalam bait suci. Tetapi juga sebagai pengakuan iman kepada Allah sebagai Raja yang harus dilayani dan dimuliakan. Pesan utama dari Mazmur 100 adalah bahwa keselamatan tidak lagi dikhususkan kepada Israel saja melainkan keselamatan itu adalah bersifat universal, dimana tidak ada lagi diskriminasi dan pengurangan peran dari pihak lain untuk memuji dan menyembah TUHAN terhadap orang-orang dari segala bangsa di dunia yang telah ditebus TUHAN. Dengan demikian di dalam Mazmur 100 ini, Israel melihat hubungan TUHAN dengan bangsa-bangsa secara baru dan karena itu Israel juga harus memperbaharui pula. Karena hanya TUHAN-lah Allah dan tidak ada yang lain, maka hanya ada satu umat dan satu ibadah. &nbsp

    THEODICY : MENGGUGAT KEADILAN ALLAH?

    Get PDF
    Melihat kondisi-kondisi di atas, sangatlah penting bagi Gereja-gereja Tuhan dan hamba-hamba Tuhan di Indonesia memikirkan secara serius untuk memberikan pemahaman yang benar kepada setiap orang Kristen mengenai cara dan sikap yang benar ketika menghadapi  masalah. Martyn Lloyd dalam bukunya Ketika Iman Diadili, mengatakan bahwa untuk menjawab pertanyaan dan kebingungan sekitar theodicy, harus ada pendekatan yang benar karena sebagian besar masalah dan kebingungan dalam kehidupan orang Kristen adalah cara pendekatan yang tidak benar. Yang dimaksud dengan pendekatan yang benar adalah cara berpikir rohani bukan rasional. Cara berpikir yang sesuai dengan cara Tuhan melalui firmanNya dan bukan cara manusia yang dianggap logis yang sesuai dengan rasio atau otaknya. Misalnya: manusia sering ingin mendapatkan jawaban yang gamblang dan cepat terhadap masalah tertentu,namun Alkitab tidak selalu mengajarkan manusia tentang satu cara. Manusia juga sering panik dan cepat mengambil kesimpulan salah bila hal-hal yang tidak diharapkan terjadi atau jika menurutnya Allah memperlakukannya dengan cara yang ‘aneh.’ Dalam setiap keadaan, kita harus mengetahui cara bertindak yang tepat. Berpikir secara rohani juga artinya bahwa orang Kristen harus melihat keadilan Allah dari perspektif-Nya sendiri karena KedaulatanNya dan bukan dari perspektif manusiawinya yang bagaimanapun sangat terbatas. Jika orang Kristen mempunyai perspektif yang benar tentang keadilan Allah seperti yang dinyatakan dalam firman-Nya, mereka mampu menghadapi kesulitan apapun yang Allah izinkan tanpa meragukan keadilan dan kasih-Nya. Yang pasti adalah: Hati Allah sungguh-sungguh remuk ketika umat-Nya sedang mengalami penderitaan yang dalam karena kita sangat berharga bagi-Nya (Yes 43:4; Mzm 8:5). Dia mengasihi kita dengan kasih yang tak terbatas. Dia ada di sana, di tempat kita di siksa, dipenjara, di rumah kita yang terbakar atau hanyut atau yang tinggal puing-puing, atau di antara keluarga kita yang hilang. Bagaimana kita dapat memahami Allah dengan keadaan seperti ini? Tidak lain, harus berpegang dan percaya akan sifat-sifat-Nya yang tidak berubah bahkan ketika Dia tidak dapat dipahami. Sebagai orang beriman, kita perlu mempercayai ada waktunya Allah, bahkan ketika segala sesuatunya terlihat begitu terlambat. Masalah bisa datang silih berganti baik terhadap pribadi maupun kelompok, persekutuan atau gereja, anggota atau masyarakat dan lain-lain. Tetapi Allah tidak pernah mengingkari firman dan janji-Nya sendiri. Pada waktu dan cara-Nya-lah, Dia pasti menunjukkan keadilan-Nya bagi orang yang terus berharap kepada-Nya.  Oleh karena itu : Let’s God to be God ! Amin !  &nbsp

    KONSEP GEMBALA MENURUT YEHEZKIEL 34:1-16 SERTA IMPLIKASINYA BAGI GEMBALA JEMAAT

    Get PDF
    Kemajuan suatu gereja baik secara kwalitas maupun secara kwantitas tidak bisa dilepaskan dari sikap gembala atau pemimpinnya terhadap domba-domba-Nya atau jemaat-Nya. Seorang pemimpin mau tidak mau dituntut untuk hidup menjadi panutan bagi yang dipimpin (jemaat). Dan seorang pemimpin bukanlah seorang penguasa. Seringkali dapat dilihat bagaimana jikalau seorang pemimpin atau gembala itu sangat memperhatikan jemaatnya, memberi makanan rohani sesuai dengan Firman Tuhan, mengarahkan, melindungi, dan mengasihi jemaatnya, maka secara otomatis jemaatnya pun mengasihi pemimpinya. Akan tetapi jikalau seorang pemimpin atau gembala yang memiliki sifat yang kasar, tamak, kejam dan bengis serta tidak bertanggung jawab, maka dapat dibayangkan bagaimana reaksi dari jemaatnya atau orang yang dipimpin (“domba-dombanya”)

    KAJIAN TENTANG PERATURAN DAERAH (PERDA) BERNUANSA AGAMA DAN MASA DEPAN HARMONISASI UMAT BERAGAMA DI INDONESIA

    Get PDF
    Kehadiran Perda syariat, pada satu sisi merefleksikan kegagalan pemerintah dalam mengimplementasi hukum di Indonesia. Kegagalan ini berdampak pada sisi lain, di mana kemudian banyak orang merasa berhak untuk membuat atau mencari aturan alternatif karena menunjuk ketidakmampuan hukum dalam mengatasi berbagai persoalan. Untuk itu saat ini perlu dikaji ulang konsep kerukunan antar umat beragama tidak hanya sebagai bungkus formal semata, tetapi menjadi pemicu dan pemacu terbentuknya kesadaran beragama dan berteologi di Indonesia. Tujuannya  agar umat beragama memperoleh pemahaman dan wawasan yang luas dan cerah tentang kerukunan hidup umat beragama sehingga tumbuh dan berkembang penghayatan dan penyikapan yang positif untuk hidup rukun sesama umat beragama

    TEOLOGI PAULUS TENTANG KARUNIA-KARUNIA ROH DAN IMPLIKASINYA BAGI PROBLEMATIKA PNEUMATOLOGIS GEREJA MASA KINI

    Get PDF
    Di sepanjang sejarah perkembangan Gereja yang merupakan sejarah perkembangan teologi hingga pada era postmodern ini, para teolog telah banyak melakukan aktivitas atau upaya menafsirkan, merumuskan, mengajarkan dan memberitakan firman Allah (berteologi). Meskipun aktivitas atau upaya tersebut belum menghasilkan rumusan doktrin teologi yang signifikan dan berlaku bagi semua kalangan Gereja. Salah satunya adalah doktrin Pneumatologi yang kembali hangat dibicarakan dan dimonopoli oleh sekelompok Gereja tertentu, sehingga menjadi topik utama  yang dibahas oleh hampir seluruh Gereja di dunia ini, termasuk Gereja-gereja di Indonesia. Misalnya, di kalangan Gereja-gereja Injili, terdapat banyak pandangan yang bukan hanya berbeda dan bertentangan dengan bermuara pada dua kubu polarisasi, yakni kubu neo-Pentakosta dan non-Pentakosta. Inilah isu Pneumatologis yang sangat menonjol baik yang pro dan kontra yaitu isu doktrin karunia-karunia Roh yang mengarah kepada perpecahan jemaat.   &nbsp

    INTEGRASI TEOLOGI DAN PSIKOLOGI DALAM PELAYANAN PASTORAL KONSELING KRISTEN

    Get PDF
    Teologi dan psikologi merupakan dua ilmu yang sangat berbeda sehingga tindakan untuk mengintegrasikan teologi dan psikologi bukan masalah yang mudah. Meskipun memiliki tujuan yang terbaik untuk tetap alkitabiah, namun sangatlah tidak mudah untuk mengakui konsep-konsep psikologi atau pemikiran yang berkompromi dengan isi Alkitab. Akibat yang biasa dilakukan namun berbahaya adalah kecenderungan melihat kepada ajaran Alkitab melalui kacamata psikologi sementara kebutuhan kritis adalah melihat kepada psikologi melalui pandangan atau ajaran Alkitab. Teologi (dalam hal ini teologi Kristen) atau kekristenan dan psikologi dapat diintegrasikan, asalkan psikologi berada di bawah otoritas Alkitab. Dengan berotoritaskan Alkitab, maka apabila ajaran Alkitab mengalami konflik dengan konsep atau ajaran apapun, ajaran Alkitab akan tetap diterima sebagai kebenaran karena Alkitab adalah penyataan Allah yang tidak dapat salah. Sedangkan jika konsep lain, sekalipun didukung oleh penelitian ilmiah tetapi jika tidak sesuai dengan kebenaran Alkitab, maka tidak dapat diterima sebagai kebenaran. Dengan berlandaskan kepada Allah dan penyataan-Nya kepada manusia baik itu penyataan khusus maupun penyataan umum, integrasi teologi dan psikologi sesuai dengan perspektif Alkitab yaitu melayani dan memandang manusia ciptaan Allah sebagai satu keutuhan. Dengan demikian konselor Kristen dapat menerima psikologi hanya jika aspek-aspeknya selaras dengan kebenaran Alkitab dan juga sebaliknya. Maka di dalam memformulasikan proses integrasi antara teologi dan psikologi harus diperhatikan bahwa, sangat tidak beralasan bagi orang Kristen untuk menolak semua hal tentang psikologi yang dibangun di atas dasar ilmu pengetahuan, sebaliknya tidak ada alasan untuk menolak kekristenan hanya karena berlandaskan pada Alkitab. Masalah dalam integrasi, khususnya dalam bidang theologia dan psikologi adalah bagaimana membawa kebenaran Allah, dari segala bidang yang diciptakan-Nya, untuk menunjang karya-Nya atas umat manusia secara utuh

    HERMENEUTIKA FENOMENOLOGIS PAUL RICOEUR

    Get PDF
    Dari analisa teori interpretasi, Paul Ricoeur membawa kita untuk dapat mengantisipasi beberapa implikasi, yakni yang berkisar pada penggunaan dan pengkaburan konsep peristiwa pembicaraan dalam tradisi hermenutika romantic yang telah dibangun oleh Schleirmarcher dan Dilthey, bahwa interpretasi harus mengindentifikasi kategori pemahaman sebagai maksud mula-mula dari sudut pandang penulis teks atau si pembicara. Dalam hal ini Ricoeur mengajak untuk mempertanyakan asumsi hermeneutika ini dari sudut pandang anatomi bahasa, bahwa tanpa adanya suatu penyelidikan khusus terhadap tulisan (teks), suatu teori analisa bahasa belum dapat menjadi suatu teori teks. Namun bila suatu teks dapat diakomodir oleh teori analisa bahasa, maka kondisi inskripsi bahasa berada dalam persyaratan yang memungkinkan terjadinya suatu wacana dalam pengaruh teks. Dalam artian bahwa apa yang terjadi dengan teks adalah manifestasi sepenuhnya pembicaraan yang hidup, yakni pemilahan makna dari peristiwa, yakni otonomi teks tetap muncul dalam aturan dialektika peristiwa dan makna teks. Di sinilah Ricoeur menawarkan sebuah proyek yang menarik dalam rangkuman ilmu teologi dan filsafat sebagai suatu pendekatan bagi kajian-kajian hermeneutika yang berguna bagi suatu analisis kritis dalam dunia interpretasi

    KEBANGKITAN ORANG MATI MENURUT I KORINTUS 15:12-34 DAN IMPLIKASI ETISNYA BAGI ORANG PERCAYA

    Get PDF
    Doktrin kebangkitan merupakan dasar atau sentral pemberitaan dari iman kristen, karena itu, doktrin kebangkitan merupakan keunikan Kristen yang tiada tandingnya. Memang, doktrin kebangkitan orang mati bukanlah monopoli agama Kristen, karena agama-agama dan aliran lain, misalnya: agama Islam, Hindu, Budha dan aliran kebatinan, serta agama Suku memiliki konsep masing-masing.1 Yang jelas, bahwa doktrin Kristen mengenai kebangkitan berbeda sama sekali dengan doktrin kebangkitan agama-agama lain, aliran-aliran kepercayaan bahkan pandangan filsafat. Kesamaan yang ada hanyalah kesamaan istilah, sedangkan sumber dan konsepnya berbeda. Tetapi karena tulisan ini bukanlah studi perbandingan agama, maka perbedaan konsep ini tidak akan dibahas lebih lanjut. Doktrin kebangkitan menurut ajaran kristiani adalah doktrin yang unik, karena Alkitab yang adalah sumber dogma menyatakan bahwa kebangkitan orang percaya (Gereja) adalah kebangkitan tubuh. Tidak ditemukan di dalam ajaran lain mana pun juga. Kebangkitan Kristus yang menjadi dasar kebangkitan orang percaya adalah unik. Kendatipun demikian di kalangan Kristen sendiri masih menjadi pokok perdebatan yang seru, antara dongeng dan fakta, antara spiritual dan jasmaniah, antara bohong dan benar. Perdebatan ini sesungguhnya sudah dimulai sejak zaman Tuhan Yesus.2 Hal ini disebabkan oleh karena perbedaan pandangan atau konsep di antara orang Kristen sendiri. Perbedaan-perbedaan yang ada ini disebabkan oleh perbedaan hermeneutika yang dipakai, dan perbedaan latar belakang yang mempengaruhi masing-masing pandangan tersebut, bahkan perbedaan konteks zaman dan tempat dimana doktrin itu dibicarakan atau diajarkan. Karena itu, penulis sengaja membahas lagi topik kebangkitan orang mati ini dalam 1Korintus 15:12-58 untuk menggali kebenaran alkitabiah mengenai doktrin ini, sekaligus menemukan implikasinya etisnya bagi kehidupan orang percaya (Gereja).&nbsp

    PERAN MANUSIA ALLAH MENURUT I TIMOTIUS 6:11-21

    Get PDF
    Kendatipun Timotius  masih muda dalam memimpin jemaat di Efesus, namun Paulus tidak ragu akan hal itu. Bahkan Paulus menyebut Timotius dengan sebutan “manusia Allah.” Sebutan tersebut merupakan gelar yang paling terhormat yang menyatakan akan kepemilikan Allah atas dirinya. Gelar ini diberikan Paulus untuk membedakan Timotius dari pengajar-pengajar palsu. Sebagai pribadi yang dimiliki Allah tidak bisa dilepaskan dari pertobatan Timotius sebagai hasil pelayanan Paulus. Sebagai milik Allah, Paulus memberikan rambu-rambu mengenai apa yang tidak perlu dilakukan (dihindari) dan mana yang perlu dilakukan. Bersilat kata, dengki, fitnah, curiga, percekcokan dan cinta uang harus dijauhi karena akan menghancurkan reputasi Timotius dan pelayanannya. Sebaliknya yang harus dilakukan dengan sekuat tenaga yaitu hidup dalam keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Hal-hal tersebut tidak hanya mencerminkan karakter Paulus tetapi juga merupakan kehendak Allah sendiri. Dalam memenuhi semuanya itu, Paulus berkata bahwa hidup itu bagaikan pertandingan yang menuntut ketahanan, bukan hanya fisik tetapi juga spiritual. Dalam pertandingan tersebut Paulus berkata bahwa Timotius tidak berjuang sendiri. Tuhan yang adalah Sumber hidup akan menopang dan memberikan semangat kepada Timotius untuk dapat memenangkan pertandingan. Oleh karena itu, tidak perlu bimbang dan ragu untuk menyaksikan kebenaran kendatipun konsekuensi yang dihadapi tidaklah mudah. Paulus memberikan referensi mengenai bagaimana Kristus berani mengikrarkan ikrar yang benar di hadapan Pontius Pilatus yang adalah petinggi Romawi pada waktu itu. Paulus mengarahkan pandangan Timotius bukan kepada kesulitan pelayanan yang dialami tetapi kepada kemuliaan yang sudah disediakan Allah baginya. Lakukanlah tugas panggilanmu, jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang Tuhan berikan. Demikian juga dalam relasi dengan jemaat-jemaat yang kaya, jangan takut untuk berpesan kepada mereka supaya tidak sombong dan mengandalkan kekayaan mereka melainkan hidup dalam kebajikan/ kemurahan hati. Kekayaan yang dimiliki sekarang adalah bersifat sementara dimana ngengat dan karat dapat merusaknya dan pencuri dapat mencurinya. Ingatlah harta surgawi yang tidak fana. Kualitas kekayaan seseorang tidaklah bergantung pada seberapa banyak kekayaan yang dapat ditimbun (dimiliki) melainkan pada apa yang dapat dia berikan. Orang kaya yang hanya menimbun kekayaannya adalah orang kaya yang miskin. Tetapi orang kaya yang kaya adalah orang yang dengan kekayaannya dapat memperkaya orang lain (mendukung orang yang lemah dari segi finansial). Orang kaya yang demikian adalah orang kaya yang menyenangkan hati Tuhan. Pada akhirnya, Timotius dituntut untuk memelihara apa yang telah dia terima dari Paulus. Tidak perlu sibuk dengan perdebatan-perdebatan yang sia-sia (dalam hal ini pengajaran gnostik) atau omong kosong yang mengatasnamakan kebenaran sejati namun isinya penuh dengan racun

    DAMAI SEJAHTERA MENANTI KIAMAT Matius 25:14-30

    Get PDF
    Kiamat merupakan satu isu yang tidak ada habis-habisnya dibicarakan dari waktu ke waktu. Kiamat selalu digambarkan dengan keadaan yang sangat mengerikan, yang mana terjadi kehancuran bumi dan kebinasaan seluruh makhluk hidup. Sehingga ketika seseorang mendengar istilah kiamat, maka yang muncul dalam pikirannya adalah suatu gambaran peristiwa yang sangat menyeramkan dan menakutkan. Tapi saya yakin bahwa Saudara sudah pernah mendengar begitu banyak isu tentang datangnya kiamat. Dan respon setiap orang yang mendengar isu itu pun berbeda-beda. Prinsip-prinsip penting antara lain: Ucapan Syukur, Mari kita menjalani hidup ini dengan penuh ucapan syukur, karena Tuhan telah mengaruniakan talenta-Nya kepada kita masing-masing; Menemukan Talenta, Siapapun kita, terutama yang percaya dan mengenal Tuhan Yesus, pasti ada talenta tertentu yang Tuhan telah karuniakan kepada kita masing-masing. Maka langkah pertama yang dapat kita lakukan adalah menemukan talenta apa yang Tuhan berikan kepada kita masing-masing; Bekerja Keras, Kita harus meninggalkan kebiasaan santai, malas, hidup tanpa tujuan dan mari kita mengembangkan kebiasaan “berani bermimpi”, berani melangkah dan bekerja keras, maksimal bahkan berusaha sampai “sempurna”. Kita harus berani berinovasi melayani pekerjaan Tuhan, dan Senantiasa Siap Diaudit, Mulai dan akhiri setiap hari dengan ucapan syukur dan menyerahkan diri kepada Tuhan Yesus, jalani hidup sesuai dengan rencana dan kehendak Tuhan Yesus. Apabila Tuhan Yesus datang secara tiba-tiba, kita didapati berkenan di hadapan-Nya. Amin

    184

    full texts

    188

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Institut Injil Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇