e-Journal Institut Injil Indonesia
Not a member yet
    188 research outputs found

    PENDERITAAN MENURUT ROMA 8:18-25 DAN IMPLIKASINYA BAGI GEREJA TUHAN MASA KINI

    Get PDF
    Penderitaan adalah kata yang sering dihindari oleh manusia termasuk orang percaya. Selain itu situasi zaman sekarang yang semakin menekan umat manusia, seperti yang dikatakan Tuhan Yesus bahwa zaman akhir dunia ini ditandai bukan oleh perdamaian, melainkan oleh peperangan yang bertambah-tambah  (Mat. 24:6). Banyak martir di negara-negara komunis yang menjadi korban kekerasan dan penindasan, yang mengakibatkan penderitaan. Mengenai Indonesia, meskipun bukan negara komunis atau negara terlarang untuk Injil, namun ratusan gereja telah dirusak dan dibakar, yang mengakibatkan korban yang cukup banyak. Ada cukup banyak kesaksian tentang penderitaan orang percaya karena iman mereka kepada Kristus, namun tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak orang percaya yang belum memahami arti penderitaan itu. Hal ini nampak pada seringnya jemaat disuguhkan Firman Tuhan yang menawarkan kesenangan hidup belaka, tanpa harus mengalami penderitaan. Karena itu mereka lebih banyak melarikan diri, putus asa dan kecewa ketika mengalami penderitaan, padahal sesungguhnya penderitaan tidak dapat dihindari, namun yang dimaksudkan penulis adalah cara menanggapi penderitaan itu harus sesuai dengan apa yang Tuhan ajarkan, yaitu bahwa penderitaan yang dialami manusia itu tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan dinyatakan (Rm. 8:18). Paulus menegaskan bahwa bahwa orang percaya akan mengalami penderitaan, namun penderitaan itu hanya sedikit atau sebagian kecil dari kemuliaan yang akan dinyatakan. Penderitaan dan hawa nafsu terjadi karena dunia ini memang berdosa. Penderitaan yang diderita umat manusia terjadi setelah kejatuhan manusia ke dalam dosa. Masa sekarang ini semuanya jahat, diwarnai oleh dosa, kematian dan kebinasaan. Suatu ketika akan datang hari Tuhan, yaitu hari penghakiman, ketika dunia akan digoncangkan sampai ke dasarnya; tetapi sesudah itu akan datang suatu dunia baru. Ketika Paulus menggambarkan ini, ia memakai pengertian yang setiap orang Yahudi sudah mengenal dan mengerti. Ia berbicara tentang masa sekarang dan tentang kemuliaan yang akan dinyatakan. Dengan demikian, yang dimaksud Paulus dalam bagian ini adalah keyakinan kita bahwa penderitaan sekarang tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan datang yang akan dinyatakan kepada kita orang yang percaya kepada-Nya. Jadi penderitaan yang kita tanggung sebagai pengikut Kristus menunjukkan keikutsertaan kita dalam penderitaan Kristus, dan dapat disebut juga “menggenapkan apa yang belum tercakup dalam penderitaan Kristus”, supaya kita dapat bersekutu dengan Kristus dalam penderitaan-Nya. Dengan demikian pengharapan di sini berarti harapan adanya suatu keyakinan dan kepastian bahwa orang percaya akan dibebaskan atau dimerdekakan dari kesia-siaan. Tuhan telah mengaruniakan Roh Kudus sebagai jaminan pemberian lebih besar yang akan diterima di masa depan. Inilah pengharapan orang percaya, yaitu penantian penuh keyakinan akan berkat-berkat yang dijanjikan yang sekarang belum ada atau belum tampak. Tidak ada ketekunan yang tidak diawali dengan penderitaan. Ketekunan disediakan bagi kita sebagai hasil penderitaan. Orang yang menolak penderitaan dengan mengeluh dan mencari jalan keluar sendiri tidak akan memperoleh ketekunan

    INTEGRITAS HAMBA TUHAN MENURUT 1 TIMOTIUS 4:11-16

    Get PDF
    Integritas yaitu suatu keadaan dimana seorang hamba Tuhan dapat dipercaya karena antara perkataan yang dikeluarkan dan tindakan memiliki kesamaan. Integritas seorang hamba Tuhan harus terlihat nyata dalam kehidupan pelayanannya dan kehidupan pribadi karena keduanya itu akan memberikan dampak pada kekelalan yaitu keselamatan kekal. Sebagai seorang gembala yang masih sangat muda, rasul Paulus memberikan beberapa nasehat agar dapat menjadi hamba Tuhan yang memiliki integritas. Untuk menjadi hamba Tuhan yang berintegritas maka ada beberapa nasehat yang harus dilakukan berkenaan dengan kehidupan umum  dan kehidupan pribadi. Tiga hal yang  utama yang harus dilakukan oleh Timotius berkenaan dengan kehidupan umum yaitu memberikan pengajaran yang sehat, memelihara rasa hormat dan memiliki keseimbangan dalam pelayanan. Jemaat akan tetap memilki rasa hormat  apabila  Timotius senantiasa menjadi teladan kepada jemaat dalam perkataan, tingkah laku, kasih, iman dan kemurnian atau kesucian hidup. Selanjutnya yang dimaksudkan dengan keseimbangan dalam pelayanan yaitu Timotius tetap tekun dalam membaca Firman Tuhan, pemberian nasehat dan pengajaran Firman Tuhan. Dalam kaitannya dengan pribadinya, Timotius harus menggunakan karunia yang sudah diberikan Tuhan kepadanya. Selain itu, memiliki komitmen untuk taat melakukan segala sesuatu yang udah diajarkan oleh rasul Paulus. Akibat dari melakukan hal-hal tersebut yaitu, Timotius akan menyelamatkan dirinya sendiri dan setiap jemaat yang dilayani

    MAKNA DOA BAGI ORANG PERCAYA

    Get PDF
    Ada ungkapan bijak yang menyatakan, “if you only pray when you’re in trouble, then you are in trouble.” Doa bukan hanya dipanjatkan pada saa seseorang merasa perlu atau ada dalam masalah dan pergumulan saja. Doaitu bukan suatu hal yang remeh dan merupakan nomer dua atau sekedar ritual untuk memperkuat keyakinan atas motivasi seseorang. Orang percaya harus berdoa karena Firman Allah memerintahkan kepadanya untuk berdoa. Firman Tuhan mengatakan, "Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!" Yesaya 55:6. Tuhan Yesus juga mengatakan suatu perumpamaan supaya murid-murid-Nya tidak jemu- jemu berdoa. Lukas 18:1. 1 Tesalonika 5:17 berkata, "Tetaplah berdoa." Doa adalah perintah Allah dan disertai janji Allah. Allah yang memerintahkan untuk berdoa adalah Allah yang berjanji akan mengabulkan doa dan permohonan setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam doa. Seperti yang tertulis dalam Mazmur 50:15, "Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan,Aku akan meluputkan engkau,dan engkau akan memuliakan Aku" juga dalam Matius 7:7-8, "Mintalah,maka akan diberikan kepadamu; carilah maka kamu akan mendapat;ketoklah,maka pintu akan dibukakan kepadamu. Karena setiap orang yang meminta, menerima,dan setiap orang yang mencari, mendapat,dan setiap orang yang mengetok,baginya pintu dibukakan." Allah menginginkan agar setiap umat-Nya berdoa dan hal ini pun diajarkan oleh Tuhan Yesus telah mengajarkan kepada para murid-Nya agar mereka berbicara kepada Bapa di surga saat mereka berdoa. Berdoa ialah berbicara dengan Bapa yang di surga. Ini merupakan persekutuan dengan Allah. "Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu" Yakobus 4:8a. Tuhan sangat senang saat anak-Nya berbicara dengan Dia dalam doa. Inilah alasan utama mengapa orang percaya harus berdoa yaitu karena Allah menginginkan orang percaya untuk berdoa. Setiap orang percaya dituntut untuk berdoa untuk melewati perjalanan kehidupan rohaninya. Yesus berkata bahwa orang percaya dapat meminta kepada Bapa Surgawi segala sesuatu yang butuhkan, termasuk pada saat di mana iadicobai oleh Iblis dan jatuh ke dalam dosa, maka ia harus berdoa dan meminta Tuhan agar melepaskannya dari pencobaan tersebut. Jika orang percaya jatuh dalam dosa, maka iahanya bisa diampuni jika ia mau mengakui dosa kepada Tuhan lewat doa. "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." 1 Yohanes 1:9. Allah turut campur tangan dalam mengatasi persoalan atau mewujudkan impian atau keinginan orang percaya. Tanpa Allah tidak mungkin keinginan dan rencana manusia dapat tercapai. Amsal 19:21 mengatakan, “Banyaklah rencangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.” Ini menunjukan bawa manusia tidak berkuasa untuk mencapai apa yang diingini. Dalam Amsal 16:3 dikatakan, “Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu.” Jelas sekali hubungan kedua ayat ini. Rancangan manusia tanpa diserahkan kepada Tuhan tidak akan terlaksana. Apapun itu keinginan hati kita,dapat diuatarakan kepada Allah di dalam doa-doa dan pasrahkan semuanya dalam tangan kuasa Allah, maka Tuhan akan mengabulkannya

    KONTEKSTUALISASI MISI MELALUI TRADISI PUKUL SAPU DI DESA MORELLA

    Get PDF
    Mengabarkan Injil ialah upaya orang percaya dalam menyampaikan kabar kasih karunia Allah kepada seseorang, sehingga ia berpaling dari dosa-dosanya dan percaya kepada Allah melalui Anak-Nya, Yesus Kristus dengan kuasa Roh Kudus. Melihat kondisi di Maluku, dan secara khusus di Desa Morela, maka berita Injil pun haruslah sampai dan mengubah hidup mereka. Saat ini hampir sebagian besar orang Maluku masih belum mendengar tentang Tuhan Yesus dan karya keselamatan-Nya. Karena tradisi Pukul Sapu telah menjadi salah satu tradisi yang sangat populer dan hampir sebagian besar orang Maluku mengetahui tradisi ini, maka upaya menyampaikan Injil melalui tradisi ini dapat dimanfaatkan, dengan harapan ada banyak orang yang mendengar dan menerima kabar keselamatan, secara khusus masyarakat di desa Morella. Keberhasilan pelayanan lintas budaya atau pelayanan khusus melalui suatu tradisi tidak hanya ditentukan pada pemahaman tentang tradisi tersebut, melainkan juga dibutuhkan pemahaman yang luas akan ilmu kontekstualisasi itu sendiri, sehingga antara tradisi dan strategi atau metode yang akan dipakai dapat rancang atau disiapkan dengan baik agar peluang untuk bisa masuk atau menceritakan Injil melalui tradisi tersebut dapat diterima dan juga dapat dipahami dengan baik

    TINJAUAN ETIS KRISTEN TERHADAP POLITISASI AGAMA DI INDONESIA

    Get PDF
    Prinsip kepercayaan yang dibuat bersifat politik sesungguhnya adalah tindakan yang dilakukan oleh para elit politik di Indonesia dikarenakan masalah kekuasaan,  keinginan untuk mendapatkan posisi penghormatan, penghargaan.   Penggunaan agama sebagai alat pencapai kekuasaan juga didukung oleh lemahnya integritas, identitas, dan kredibilitas para tokoh agama yang mau diperalat untuk memperoleh keuntungan pribadi dan keinginan untuk berkuasa. Politisasi Agama tidak pernah dapat menyelesaikan masalah, justru memperburuk kondisi bangsa, mencederai demokrasi bangsa, dan merugikan bangsa. Sehingga menggunakan agama yang transenden sebagai bagian dalam proses politik praktis tidaklah etis. Tugas orang percaya sebagai warga negara yang bertanggungjawab adalah melakukan politik agama bukan politisasi agama, sebagai garam dan terang gereja harus melakukan politik kenabian. Orang percaya yang bersikap anti politik berarti menganggap bahwa pengajaran Yesus pada masa lampau tidak dapat diaplikasikan bagi persoalan politik masa kini. Bersikap anti politik dengan alasan bahwa politik selalu menggunakan kekuasaan untuk memaksa, tidaklah mendasar. Orang-orang Kristen boleh menerima dan menjalankan jabatan pemerintahan bila mereka terpanggil untuk itu (Kis. 10:1-2). Namun harus mampu bersikap benar dalam menghadapi persoalan dan situasi bangsa Orang percaya harus melaksanakan fungsinya sebagai “garam” dan “terang” dunia. Keterlibatan dalam politik dapat dilakukan dengan berbagai  cara. Kegiatan politik tidak hanya melalui partai politik atau institusi politik lainnya yang dibentuk oleh pemerintah, tetapi juga dapat berbentuk kegiatan pada organisasi kemasyarakatan. Kehadiran orang Kristen dalam dunia perpolitikan haruslah digunakan untuk memuliakan Tuhan. Orang Kristen harus berhati-hati agar tidak terjebak dengan agamaisasi politik dan politisasi agama. Takut akan Tuhan adalah dasar politik moral orang percaya dalam bersentuhan dengan politik praktis

    MEMAKNAI NILAI DASAR DARI TINDAKAN ORANGTUA DALAM MENOLONG ANAK

    Get PDF
    Di era globalisasi dan perubahan lingkungan yang demikian cepat ini, maka dalam perjalanan gereja selanjutnya telah menimbulkan berbagai tantangan baru dan menuntut gereja untuk peka terhadap berbagai persoalan berkaitan dengan keberadaan jemaat di masa kini dan yang akan datang. Dalam mengantisipasi perubahan zaman ini, gereja menghadapi tantangan yang cukup berat sebagai dampak atau akibat negatif dari kemajuan umat manusia dan hal yang nyata, salah satu di antaranya adalah terabaikannya hak anak dalam hal pendidikan. Bentuk-bentuk kegiatan mulai dari perencanaan, proses pelaksanaan pembelajaran, sampai dengan penilaian hasil belajar merupakan unsur-unsur penting dalam pendidikan. Sedangkan, upaya menolong anak, semuanya bermuara pada kegiatan pendidikan. Tanggungjawab keluarga menjadi sangat penting terutama bagi dan untuk masa depan anak di kemudian hari. Salah satu implementasi akademisnya adalah bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran serta pengembangan pribadi dengan tingkat kecerdasan sesuai dengan minat dan bakat anak. Sekalipun, tugas dan tanggungjawab terhadap pembinaan serta pendidikan anak secara teologis masih terkait dengan fungsi gereja; namun dalam praktik pelaksanaannya bahwa tugas pokok ini sangat tergantung sepenuhnya pada keterlibatan semua orangtua agar berperan nyata di tengah keluarga berdasarkan kemurahan hati

    BERSAKSI TENTANG KRISTUS SEBAGAI GAYA HIDUP PEMUDA GEREJA MASA KINI

    Get PDF
    Pada umumnya pemuda memiliki gaya hidup yang cenderung instant, mudah dipengaruhi oleh hal-hal yang ada di sekitarnya. Demikian juga dengan pemuda gereja. Keluarga maupun komunitas di mana dia berada turut mempengaruhi gaya hidupnya. Secara khusus perihal kerohanian seseorang sangat mempengaruhi gaya hidupnya. Karena itu seorang pemuda gereja atau pemuda Kristus harus memiliki gaya hidup yang berbeda dari dunia ini yaitu gaya hidup yang sesuai dengan standar Alkitab yaitu Firman Allah. Salah satunya adalah gaya hidup yang bersaksi tentang Kristus. Berkenaan dengan hal ini pemahaman seseorang mengenai bersaksi sangat berpengaruh pada penerapan hal tersebut dalam kehidupannya. Apakah pemahamannya mengenai bersaksi bersifat sempit atau secara luas. Pada umumnya pemuda gereja memahami bersaksi dalam arti sempit yaitu menyaksikan kebaikan Tuhan, pertolongan Tuhan dalam study, keluarga, keberhasilan yang diperoleh. Lebih dari itu pemahaman mengenai bersaksi harus dimengerti dalam arti yang luas yakni dalam arah bersaksi tentang Kristus. Pengalaman seseorang dengan Tuhan dalam arti perjumpaan seseorang secara pribadi dengan Tuhan memulihkan kehiduapannya bahkan mendorong dia untuk menyaksikan itu bagi orang lain dengan tujuan orang lain mengalami hal yang sama. Tujuan bersaksi tentang Kristus supaya orang boleh mengenal Tuhan, percaya kepada Tuhan bahkan dapat juga menjadi saksi Kristus. Ada tantangan ataupun hambatan yang dihadapi pada saat bersaksi tentang Kristus. Adapun hambatan yang dialami berasal dari dalam  pribadi yang bersaksi maupun dari luar. Tantangan dari luar berkaitan dengan konteks masyarakat setempat, perbedaan suku, budaya dan agama yang mengarah pada perbedaan pemahaman atau konsep tentang keselamatan. Sedangkan tantangan dari dari pribadi yang bersaksi adalah adanya rasa takut, malu, tidak berani berkata-kata bahkan tidak siap untuk menghadapi resiko atau konsekuensi yang akan dialami termasuk menghadapi penganiayaan. Berkaitan dengan hal ini diperlukan hikmat Tuhan dan pertolongan Roh Kudus dalam menyampaikan berita kesaksian tentang Kristus dan karyaNya. Secara khusus pemuda gereja yang hidup dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk. Bersaksi tentang Kristus dapat dilakukan bukan hanya secara verbal tetapi juga non-verbal. Melalui perkataan dan perbuatan pemuda gereja yang berbeda dari gaya hidup dunia ini, bahkan menjadi berkat bagi banyak orang.Pengalaman hidup bersama Tuhan dan anugerah keselamatan yang dianugerahkan kepada setiap orang yang percaya kepada Kristus tidak dapat digantikan atau ditukar dengan apapun. Hal itu merupakan suatu kesukaan dan berita yang harus disampaikan kepada orang lain secara khusus orang yang belum percaya. Perbuatan Tuhan yang ajaib yang dialami orang percaya dapat diceritakan kepada orang lain sehingga orang tersebut dikuatkan iman percayanya. Tetapi dalam arti yang lebih luas berita tentang Kristus harus disampaikan kepada semua orang. Setiap orang percaya dipanggil untuk menjadi saksi Kristus. Seorang saksi adalah seorang yang mengalami sendiri suatu peristiwa sehingga dapat menceritakan hal tersebut kepada orang lain. Demikian juga dengan seorang saksi Kristus harus memberitakan Injil tentang Yesus Kristus; memberitakan tentang kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, dan barangsiapa yang percaya kepada-Nya mendapat pengampunan dosa dan memperoleh hidup yang kekal. Demikian juga dengan para pemuda dipanggil untuk menjadi saksi Kristus yaitu bersaksi tentang Kristus melalui kehidupan para pemuda dan menjadikan itu sebagai gaya hidup setiap hari. Gaya hidup berarti pola perilaku yang sudah menjadi kebiasaan dalam kehidupan seseorang, dan hal ini sudah menjadi bagian dalam hidupnya. Para rasul dalam kitab Kisah Para Rasul menjadikan bersaksi tentang Kristus sebagai gaya hidup mereka. Walaupun mengalami tantangan ataupun penganiayaan, para rasul tetap mentaati perintah Tuhan Yesus untuk bersaksi (Kis. 1: 8).Bersaksi bukan hanya sekedar berkata-kata tentang pertolongan Tuhan, tetapi menyampaikan tentang berita kesaksian yaitu Injil Yesus Kristus, bahkan hidup sesuai dengan teladan Kristus. Pentingnya bagi orang percaya untuk menyatakan kesaksiannya melalui perkataan dan perbuatan sehingga orang yang belum percaya dapat mengenal Kristus melalui kehidupan orang percaya. Gereja perlu terus mendorong para pemuda untuk menggunakan dan memaksimalkan semua potensi yang ada pada mereka dalam arah yang benar yaitu terus dipakai untuk melayani Tuhan.  Bahkan  gereja perlu juga mendorong semua pemuda untuk terlibat dalam pelayanan gereja melalui program-program pelayanan yang dibuat oleh gereja. Tentunya masing-masing pemuda dilibatkan dalam bidangnya sesuai dengan apa yang dapat dikerjakannya. Bagi pemuda gereja, perlunya dibuat kelompok-kelompok kecil atau kelompok tumbuh bersama bagi para pemuda, sehingga dari situ para pemuda semakin bertumbuh di dalam Tuhan. Tentunya hal berdampak pada kerohanian yang semakin dewasa bukan hanya pada satu pribadi tetapi kepada semua pemuda. Selain itu pokok-pokok pengajaran tentang bersaksi dapat diajarkan kepada para pemuda. Mulai dari sikap pribadi yang bersaksi, landasan dari bersaksi tentang Kristus, bagaimana cara bersaksi, tujuan dari bersaksi dan gaya hidup seorang yang menjadi saksi Kristus. Dengan demikian hal ini dapat mendorong pemuda gereja untuk semakin giat bersaksi tentang Kristus dan menjadikannya sebagai gaya hidup

    TRADISI PEMAKAMAN DALAM MASYARAKAT SUMBA TIMUR SEBAGAI PENDEKATAN KONTEKSTUAL

    Get PDF
    Tuhan menciptakan manusia dengan kemampuan berbudaya, termasuk masyarakat Sumba Timur. Namun di kecenderungan manusia, meekspresikan budaya mereka, tidak bisa dipisahkan dengan ekspresi spiritual mereka, karena manusia memang adalah makhluk spiritual, yang selalu berkerinduan untuk memiliki relasi dengan Sang Pencipta. Berbagai usaha dilakukan manusia, yang biasanya sarat dengan penyembahan berhala. Masyarakat Sumba Timur, juga sarat dengan penyembahan berhala, sejak seorang bayi berada di kandungan ibunya, hingga dia harus meninggalkan dunia ini. Namun bagi  Masyarakat Sumba Timur yang sudah bertobat dan menjadi orang Kristen sebaliknya harus merefleksikan imannya yang relevan dan bermakna bagi masyarakat dan budaya Sumba Timur. Adapun rekomendasi-rekomendasi yang penulis berikan kepada Masyarakat Sumba Timur adalah sebagai berikut: 1) Harus menghindari ritus-ritus yang tidak sesuai dengan Firman Allah. Orang Kristen harus bersikap kritis terhadap budaya-budaya setempat yang merusak iman Kristen. Firman Tuhan harus menjadi tolak ukur etika; 2) Orang Kristen juga harus menjadi saksi yang hidup bagi masyarakat yang masih terlibat dalam upacara pemakaman. Misalnya dalam upacara pemakaman ini, pemukulan gong dengan irama duka bisa dilaksanakan oleh orang Kristen sebagai pertanda bahwa di tempat tersebut terjadi kematian. Tetapi pemukulan gong dengan irama pata lamba yang bertujuan untuk memanggil arwah leluhur (marapu) tidak boleh dilakukan oleh orang Kristen. Pemotongan hewan untuk menjamu makan para keluarga dan kerabat yang datang melayat untuk dimakan, orang Kristen dapat melakukannya. Tetapi pemotongan hewan yang tidak untuk dimakan, namun hanya sebagai simbol mendampingi arwah si mati, atau sebagai bekal si mati menuju alam baka tidak perlu dilakukan oleh orang Kristen, dan gereja harus melarang hal ini karena dari segi ekonomi hal tersebut sangat merugikan, dan dari segi teologis hanyalah menyia-nyiakan berkat Tuhan. Penyimpanan mayat yang terlalu lama dari segi kesehatan tidak menguntungkan, demikian juga dari segi ekonomi sangat merugikan karena membutuhkan biaya yang sangat besar. Sebaliknya seluruh keluarga berembuk dan menyelesaikan pertikaian, yang mungkin ada, dalam waktu yang tidak terlalu lama, agar si mati dapat dikubur cepat. Upacara padita waimata dapat dilakukan oleh orang Kristen dalam bentuk ibadah pengucapan syukur tutup duka. Upacara paludungu (menyampaikan arwah si mati) tidak perlu dilakukan oleh orang Kristen. Karena bagi orang Kristen setelah mati ia kembali berada dalam tangan Tuhan Sang Pencipta bukan menjadi marapu

    STUDI EKSEGETIS KEJADIAN 12:1-3 DAN RELEVANSI MISIOLOGISNYA BAGI GEREJA TUHAN MASA KINI

    Get PDF
    Kitab Kejadian adalah kitab Perjanjian Lama yang pertama dan sebagai pendahuluan dari seluruh Alkitab, yang mencatat tentang penciptaan, permulaan sejarah manusia, asal mula bangsa Ibrani dan perjanjian Allah dengan Abraham, nenek moyang mereka. Allah menciptakan manusia menurut peta dan teladanNya sendiri, dan diciptakan-Nya mereka laki-laki dan perepuan (Kej. 1:26-27). Kejatuhan manusia dalam dosa merusak segalanya. Manusia tidak lagi dapat membedakan yang jahat dan yang baik, dan kecenderungan manusia selalu berbuat  yang jahat. Dosa semakin berkembang, dosa manusia tidak pernah berkurang, mulai dari manusia pertama hingga saat ini. Dosa merupakan penyebab terputusnya hubungan antara manusia dan khalik-Nya. Akibatnya, manusia mengalami kesuraman dan hidup tanpa masa depan. Semua kejahatan lahir dari keadaan umat manusia yang berdosa, walaupun demikian banyak orang tidak mengetahui asal usul dosa dan akbitanya. Namun dari sisi lain Tuhan tidak membiarkan manusia ciptaan-Nya terus hidup dalam dosa, maka Dia melakukan aktivitas misi-Nya dengan cara mencari manusia dengan kasih-Nya (Kej. 3:8-9). Dengan adanya kenyataan ini, maka pemanggilan Abraham dalam teks Kejadian 12:1-3 adalah sebagai awal penggenapan janji keselamatan manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa (Kej. 3:15), atau sebagai awal babak baru dalam penyataan Perjanjian Lama mengenai maksud Allah untuk menebus dan menyelamatkan umat manusia dari dosa. Allah bermaksud memilih seseorang yang mengenal dan melayani-Nya, dan dengan iman yang tulus dapat mengenal, mengajarkan, dan memelihara jalan-jalan Tuhan dengan baik. Pemanggilan Abram mutlak atas inisiatif Allah. Itu berarti bahwa Allah yang memanggil Abram adalah Allah yang  dengan sendirinya ada, juga berkuasa atas alam semesta dan atas semua suku bangsa di dunia. Pemanggilan Abram bukan hanya menjadi berkat bagi keluarga dan keturunannya saja, melainkan bagi semua suku bangsa, seperti ditulis dalam Galatia 3:8,16  bahwa “berkat yang menunjuk pada Injil Kristus yang ditawarkan kepada semua bangsa.” Itu berarti bahwa janji berkat kepada Abraham bersifat universal. Jadi berkat tersebut menyangkut, baik berkat material (jasmani) maupun berkat rohani. Berkat jasmani ini mencakup harta benda yang banyak, yang dapat membahagiakan kehidupan Abram dan keturunannya. Sedangkan berkat rohani mencakup keselamatan jiwa manusia yang bersifat kekal, yaitu di dalam Yesus Kristus yang adalah keturunan Daud, menjadi berkat penebusan bagi semua suku bangsa tanpa memandang suku, ras, dan golongan. Gereja (orang percaya) harus menyadari bahwa berkat itu diberikan secara cuma-cuma melalui penebusan Yesus Kristus. Maka gereja (orang percaya) harus menyalurkan berkat tersebut kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan Yesus, dengan tujuan supaya mereka juga dapat percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan yang hidup yang dapat menyelamatkan umat manusia dari dosa. Misi harus menjadi tanggung jawab gereja dalam memberitakan Injil, karena gereja adalah pusat atau wadah yang dapat membina warga jemaat untuk dapat terlibat dalam pekerjaan Tuhan. Dalam hal ini gereja harus mampu melakukan tindakan nyata (memberitakan Injil) untuk menolong orang-orang yang belum percaya kepada Yesus Kristus. Gereja sebagai wakil Allah di dunia, harus mampu merealisasikan ketaatannya terh adap mandat misi Allah dalam menjangkau setiap orang yang belum percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Gereja dalam melakukan misi, harus menjangkau semua golongan, dalam hal ini gereja tidak membuat suatu patokan atau batasan dalam melaksanakan misi Allah. Karena misi Allah adalah misi yang universal yang harus dilakukan oleh semua gereja. Gereja harus memperluas pengetahuannya tentang misi, sehingga dapat menjalankan misi Allah. Gereja tidak lagi berputar-putar pada diri sendiri melainkan harus memikirkan dan menjangkau seluruh suku bangsa yang belum percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Gereja juga mempelajari firman Tuhan dengan tekun, sehingga semua pengajaran yang disampaikan kepada orang-orang yang belum percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dapat sungguh dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Mengacu pada pemaparan di atas, maka penulis memberikan beberapa rekomendasi yang berupa saran, yang ditunjukkan kepada gereja-gereja yang bertanggungjawab untuk dapat menjalankan misi Allah. Tugas gereja Tuhan masa kini adalah menjalankan misi Allah dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Dalam memberitakan firman Allah kepada jemaat, tidak hanya dalam pemberitaannya berisi tentang moral, memiliki karakter yang baik, rajin berdoa, rajin membaca Alkitab, mengikuti ibadah di gereja dan membawa persembahan. Tetapi juga tugas seorang Pendeta adalah sebagai mediator berkat, yang harus menjadi teladan dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pemimpin yang handal. Itu sebabnya gereja Tuhan perlu melaksanakan misi Allah secara serius, juga mampu merealisasikan misi tersebut kepada jemaat, agar jemaat juga dapat menyadari bahwa misi Allah adalah penting untuk dilakukan dengan sungguh-sungguh dan kelak akan dipertanggung jawabkan kepada Allah. Seorang pemimpin gereja harus memiliki hati untuk menolong orang-orang yang ada di luar Kristus. Hal ini tidak terbatas pada pelayanan Firman Tuhan tetapi juga dituntut lewat sikap hidup seorang pemimpin gereja. Tugas seorang pemimpin gereja adalah mempersiapkan dan membina jemaat untuk menjadi berkat, garam dan terang dalam keluarga, gereja, masyarakat, negara dan dunia melalui pemberitaan Injil

    PERANAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASI GEMBALA SIDANG BAGI PERTUMBUHAN GEREJA MASA KINI

    Get PDF
    Gereja yang sehat adalah gereja yang Gembala Sidangnya (pemimpinnya) sehat jasmani, rohani dan spiritualitasnya. Gembala sidang sebagai seorang pemimpin rohani yang dipanggil Tuhan memiliki kepemimpinan transformasi yang dijiwai semangat kristiani; yang menentukan visi yang dari Allah bagi jemaat dan pertumbuhan gerejanya, yang mengubah pola pikir, sikap, perilaku dan karakter seseorang supaya sesuai dengan karakter Kristus yang bertujuan untuk memiliki nilai lebih bagi dirinya, keluarganya, gerejanya, pelayanannya, organisasinya, pekerjaannya, masyarakatnya dan bangsanya dan yang menentukan pertumbuhan gereja dari segi kuantitas dan kualitas serta kompleksitas organisasi gereja. Peranan gembala sidang transformatif adalah sebagai pemimpin katalisator yang berjiwa hamba yang karismatik dan berintegritas penuh kreativitas dan inovasi yang akan membawa perubahan dan pertumbuhan bagi gerejanya. Peranan gembala sidang transformatif adalah sebagai pelayan bagi jemaat dan gerejanya, ia mempraktikkan kepemimpinan hamba (servant leadership) dari Yesus Kristus. Peranan gembala sidang transformatif adalah sebagai komunikator dan koordinator yang baik; sebagai pemimpin yang memberdayakan jemaat di gerejanya. Gembala sidang yang transformatif adalah seorang mentor dan organisator (manajer) yang baik. Ia  melatih, memberdayakan, mengkoordinir dan melibatkan jemaatnya dalam pelayanan dengan bijaksana. Peranan gembala sidang transformatif adalah sebagai pemimpin yang fleksibel, seorang komunikator dan katalisator yang handal. Kemampuan komunikasinya yang baik dan pribadinya yang karismatik, membuat orang lain mudah mengikutinya. Ia bisa bergaul, menjalin hubungan dan berkomunikasi dengan siapa saja. Seorang Gembala Sidang yang transformatif adalah seorang komunikator yang memiliki Identity, Integrity, Intimacy yang jelas tercermin di dalam Character, Competency, Conviction dan Commitment dalam kehidupan pelayanannya. Mengingat hasil kajian terhadap peranan kepemimpinan transformasi gembala sidang berpengaruh besar dan positif terhadap pertumbuhan gereja di masa kini, maka sebagai masukan, dapat disarankan kepada para gembala sidang untuk meningkatkan kepemimpinannya dengan mengimplementasikan prinsip kepemimpinan transformasi dalam perannya sebagai gembala sidang di gerejanya masing-masing. Kiranya kajian ini dapat memberikan wacana baru, membuka paradigma dan memberikan harapan baru terhadap para gembala sidang di dalam melaksanakan tugas penggembalaan yang telah dipercayakan Allah kepada mereka

    184

    full texts

    188

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Institut Injil Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇