e-Journal Institut Injil Indonesia
Not a member yet
    188 research outputs found

    PENATALAYANAN GEREJA DI BIDANG MISI SEBAGAI KONTRIBUSI BAGI PELAKSANAAN MISI GEREJA

    Get PDF
    Di dalam seluruh isi Alkitab disaksikan bahwa Allah mengutus banyak orang “menjalankan misi dari Allah”. Misi itu muncul dari hati Allah sendiri, lalu dikomunikasikan kepada hati umat-Nya, dan karena Allah ingin menjangkau umat manusia secara global, maka Allah memanggil dan mengutus gereja-Nya untuk melaksanakan misi-Nya. Pelaksanaan misi Allah itu bukan hanya berupa misi penginjilan secara lintas budaya saja, tetapi segala sesuatu yang menjadi jatidiri, baik yang dikatakan maupun yang dilakukan seorang Kristen dan sebuah Jemaat Kristen, semestinya bersifat missioner. Karena misi gereja itu mengalir dari misi Allah, dan misi Allah ada demi seluruh dunia milik-Nya, maka gereja harus mulai dengan melihat bahwa dirinya berada dalam aliran besar misi Allah, gereja mesti memastikan bahwa sasaran-sasaran missionernya, baik yang jangka panjang maupun pendek, bersesuaian dengan sasaran Allah. Itulah sebabnya sangatlah penting bagi gereja untuk melaksanakan misi, karena apabila gereja tidak melakukan misi maka gereja akan sulit bertumbuh dan berkembang, yang pada akhirnya gereja mengalami kemunduran. Tujuan gereja adalah melakukan misi Allah, menghadirkan damai sejahtera Allah di tengah-tengah dunia. Misi tersebut terkandung dalam tri tugas panggilan gereja, yakni: bersekutu (koinonia), bersaksi (marturia), dan melayani (diakonia). Agar gereja dapat melakukan pelayanan misi di tengah-tengah dunia ini, maka gereja harus melakukan penatalayanan bagi pelayanan gereja itu sendiri, karena penatalayanan merupakan tanggung jawab gereja.  Karena penatalayanan berhubungan dengan tugas dan tanggung jawab, maka dalam melakukan penatalayanannya, gereja melaksanakan pekerjaan Allah yang telah dimandatkan kepadanya dan sepenuhnya melayani atas nama Allah serta bertanggung jawab kepada Allah atas pelaksanaan semua pekerjaan yang ditanggung atasnya. Tanggung jawab dalam melakukan penatalayanan ini merupakan bagian penting dalam gereja. Penatalayanan juga adalah pokok yang penting dalam pelayanan gereja, karena penatalayanan berkenaan dengan pengelolaan semua sumber daya yang telah dipercayakan Allah kepada  gereja. Segala sesuatu adalah milik-Nya, tetapi Dia telah menunjuk gereja sebagai penjaga milik-Nya, Maka gereja bebas mengatur semua sumber daya itu, tetapi pada akhirnya nanti harus dipertanggungjawabkan kepada-Nya sesuai dengan garis-garis pedoman yang terdapat dalam Alkitab

    PASTORAL KONSELING KEPADA REMAJA KRISTEN INDONESIA DALAM MENGHADAPI PERGAULAN BEBAS

    Get PDF
    Berdasarkan acuan pada kajian teoritik, hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian sesuai dengan fokus dan sub fokus, maka peneliti memberikan kesimpulan sebagai berikut: Pertama, ditemukannya kelemahan model pelayanan pastoral konseling terhadap remaja Kristen Indonesia. Hamba Tuhan / pendeta sebagai gembala yang bertanggung jawab atas jemaatnya, tidak konsen terhadap pelayanan pastoral konseling, ini ditandai kurang dipersiapkannya pemimpin komsel yang ditugaskannya untuk memimpin dan membimbing remaja dengan ilmu-ilmu konseling sedangkan remaja sangat membutuhkan bimbingan atau pendampingan agar mereka tidak terpengaruh oleh pergaulan bebas. Oleh karena itu pemimpin komsel kurang memahami tentang pengertian konseling, khususnya konseling Kristen sehingga pemimpin komsel tidak memberikan pemahaman yang benar dan membimbing dengan maksimal remaja Kristen. Kedua, keterbatasan waktu yang dimiliki oleh pemimpin komsel atau konselor dalam memberikan pembimbingan dan perhatian kepada remaja, mengakibatkan remaja terpengaruh oleh ajakan teman dan lingkungan sekitar sehingga mereka pergi dan menikmati pergaulan bebas. Ketiga, konselor atau pemimpin komsel belum mempersiapkan model pastoral konseling dan bahan-bahan pembimbingan yang cocok dan sesuai untuk digunakan dalam pembimbingan agar dapat dipahami dan diterima oleh remaja sehingga mereka mampu dalam  menghadapi pergaulan bebas

    PASTORAL KONSELING BAGI PASANGAN SUAMI ISTRI YANG TIDAK SEIMAN BERDASARKAN 1 KORINTUS 7:12-16

    Get PDF
    Dari bentuk-bentuk Pastoral Konseling yang sudah diuraikan di atas, maka dari 1 Korintus 7:12-16, ada 4 nasehat Pastoral Konseling yang dilakukan Paulus kepada jemaat Korintus bagi pasangan yang tidak seiman, nasehat tersebut diberikan untuk memberikan solusi atas pertanyaan dan persoalan yang dihadapi, dialami jemaat Korintus. Nasehat tersebut adalah model pastoral konseling bagi pasangan yang tidak seiman yaitu; Model Pastoral Konseling Edukatif, Supportif, Model Spiritual, dan Model konfrontatif.&nbsp

    KUALIFIKASI PEMIMPIN MENURUT RASUL PAULUS (STUDI EKSEGETIS SURAT TITUS 1:5-9)

    Get PDF
    Dari hasil analisa eksegetis Titus 1:5-9, penulis menyimpulkan bahwa: Titus bukan orang Yahudi, namun menjadi satu tim dalam pelayanan Rasul Paulus, dan ditugaskan di Pulau Kreta untuk memelihara jemaat di sana. Rasul Paulus dalam suratnya kepada Titus, bermaksud mendorong dan menghimbau Titus, tentang betapa pentingnya mengatur kembali agar lebih baik lagi apa yang masih perlu/kurang/seharusnya diatur, yaitu menetapkan para pemimpin rohani yaitu para penatua yang ditempatkan atau ditugaskan sebagai ketua gereja atau pemimpin bagi jemaat. yang terdapat di tiap-tiap kota. 1) Pemimpin yang sedang dan terus-menerus tidak tercela” di antara para jemaat dan suami dari seorang/satu istri saja; 2) Pemimpin yang mempunyai anak-anak yang beriman, yang memiliki pola hidup anak-anak seorang pemimpin rohani, tidak hidup dalam tuduhan/tidak hidup dalam kekacauan/hidup tidak liar, tidak punya malu, bukan tidak bermoral, atau anak-anak yang bukan tak mau patuh, tidak durhaka dan bukan pemberontak. Sebaliknya anak-anak seorang pemimpin rohani adalah anak-anak yang hidup tertib, tahu malu, bermoral, patuh, menjaga nama baik keluarga dan menghormati orang tua; 3) Seorang pemimpin rohani adalah pengawas jemaat yang sedang dan terus-menerus hidup suci dan tidak bercela, tetapi dia juga menjadi sedang dan terus-menerus menjadi (must be above reproach as God\u27s steward), artinya “harus sempurna seperti pelayan Tuhan” atau is entrusted with God\u27s work artinya “dipercayakan pekerjaan Tuhan; 4) Seorang pemimpin rohani adalah “bukan seorang yang memuaskan diri sendiri, bukan seorang yang keras kepala dan bukan seorang yang angkuh.” Hal ini identik terlihat jelas dengan karakter atau temperamen seseorang dalam memimpin demi kepentingan orang banyak, yang bersedia menerima kritik atau teguran dan yang rendah hati atau tidak sombong; 5) Pemimpin rohani adalah bukan seorang pemimpin yang dikuasai kemarahan/pemarah, berdarah panas dan cepat marah, tetapi pemimpin yang mampu menundukkan kemarahan, panjang sabar, dan lemah-lembut; 6) Seorang pemimpin rohani hidupnya tidak mengkomsumsi minuman keras seperti anggur yang membuat dia mabuk, karena akan kecanduan, sehingga hidupnya dikuasai oleh kemabukan. Tetapi sebaliknya seorang pemimpin rohani memiliki hidup yang senantiasa menjaga tubuhnya dalam  kesucian dan kekudusan; 7) Seorang pemimpin rohani adalah seorang yang tidak suka berkelahi, tidak pemarah dan seorang yang tidak kejam, melainkan seorang yang suka damai, pembawa damai, lemah-lembut atau baik; 8) Seorang pemimpin rohani adalah seorang yang jujur atau tidak tamak akan uang dan tidak berlaku curang atau serakah; 9) Pemimpin rohani ialah seorang yang ramah, penuh kasih dan kebaikan dan yang mencintai kebaikan serta suka akan hal-hal yang baik dalam masa kepemimpinannya; dan10) Seorang pemimpin rohani ialah seorang yang bijaksana, tertata, masuk akal, seorang yang taat terhadap hukum, tegak lurus, benar, adil dan seorang yang tulus, memuaskan ke Tuhan, taat, bermoral dan yang kudus

    SIKAP KRISTEN DALAM ARENA POLITIK

    Get PDF
    Manusia diberi kuasa atas ciptaan. Allah berfirman kepada manusia pertama: "Penuhilah bumi dan taklukanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi" (Kej.1:28). Kuasa menjadi sebagian struktur ciptaan. Allah melihatnya, "sungguh amat baik" (Kej.1:31). Manusia, seperti seluruh ciptaan, hidup di bawah kuasa Allah.Tetapi manusia, berbeda dengan ciptaan lain, juga diberi kuasa sebagai subyek.Ia berkuasa atas makhluk yang lain. Pelaksanaan kuasa manusia atas manusia yang lain juga merupakan sebagian aturan kehidupan yang ditentukan Allah. "Tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Allah" (Roma 13:1). Orang Kristen boleh berpolitik;ia boleh berkuasa.  Orang Kristen berpolitik bukan untuk menghapuskan kuasa, tetapi untuk berusaha supaya kuasa dapat dipakai untuk tujuan yang benar dan adil. Orang Kristen perlu belajar bagaimana menghubungkan moralitas dengan kuasa supaya ia berhasil memperbaiki masyarakat. Sikap politik Yesus itu menjadi dasar bagi keterlibatan gereja dalam politik.Jelas, gereja bukanlah lembaga politik. Gereja tidak menyamakan diri dengan sebuah partai politik. Gereja tidak menganjurkan umatnya memilih partai tertentu. Akan tetapi, gereja melakukan pendidikan politik. Salah satu bidang Pendidikan Agama Kristen (PAK) Orang Dewasa adalah pendidikan politik melalui khotbah, buku, pemahaman Alkitab, dan yang lainnya. Itu bukan berarti bahwa kita menjadi anggota suatu partai, melainkan bahwa kita mempunyai kesadaran politik. Kita bukan bersikap masa bodoh, melainkan mengkritisi keadaan dengan cara setiap hari membaca fakta dan opini di surat kabar. Kristus adalah Tuhan atas diri kita sebagai individu dan juga atas diri kitasebagai bangsa dan Negara. Oleh sebab itu, kita turut berpartisipasi dalam menentukan warna keyakinan dan kebijakan mengatur Negara. Salah satu cara partisipasi itu adalah ikut pemilu dan pilkada. Dengan ikut politik, orang percaya ikut menentukan nasib hari depan masyarakat sebab suara setiap orang percaya yang berhak ikut dalam demokrasi politk akan ikut dihitung. Di situlah orang percaya bisa memilih pemimpin yang bersih, gesit, cakap, kreatif, produktif, berintegritas dan dapat dipercaya, serta adil terhadap semua golongan etnik atau agama. Dengan partisipasi itu orang percaya sedang bersikap politis yang alkitabiah. Politik yang alkitabiah adalah suatu upaya dan proses sadar untuk memahami dan memaknai realitas politik dari cara pandang dan pola pikir Alkitab. Sebagai orang percaya yang mau atau sudah terjun dalam dunia politik agar hidup sesuai kebenaran firman Tuhan. Lakukanlah yang baik dan berkenan kepada Tuhan, bersikaplah jujur dan miliki integritas sebagai orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, berani menanggung resiko dari prinsip kebenaran yang dipegang teguh, dan menolak dosa dan tawaran duniawi. Berpolitik bukan berarti boleh kompromi dengan dosa atau hal-hal yang tidak berkenan kepada Allah. Dalam berpolitik semua orang percaya harus mengedepankan prinsip firman Tuhan supaya tidak terjadi hasil keputusan yang bertentangan dengan isi firman Tuhan. Mazmur 37:27 berkata: “Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya.” Kalau engkau setia dan taat kepada firman-Nya dan melakukan dengan sungguh-sungguh apa yang dikehendaki Tuhan dalam hidupmu, maka engkau akan diangkat Tuhan kepada posisi yang terbaik sehingga nama Tuhan dipermuliakan melalui kehidupanmu. Politik itu bersih di tangan orang yang bersih hati dan sikapnya, tetapi kotor di tangan orang yang jahat. Ingatlah akan penderitaan sesamamu dan lakukanlah yang terbaik untuk kebaikan semua tanpa mengabaikan kebenaran iman Kristiani

    INDIKATOR PENANAMAN NILAI-NILAI PAK DALAM KELUARGA BAGI PERBINAAN IMAN ANAK REMAJA DI ZAMAN NOW

    Get PDF
    Menurut Undang-undang  no 10 Tahun 1992, tentang Perkembangan  Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera  Bab 1 Pasal 1 butir 10:  disebutkan bahwa keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami isteri  atau suami-isteri-anak, ayah-anak, atau ibu anak. Dimensi Kristen sangat penting sebagai kaidah, norma, referensi, model tolok ukur dari seluruh performance pendidikan Kristen, serta menjadi “Imitatio Christi” yang kemudian mengaktualisasikan nilai-nilai Kristen dalam perilaku etis. Secara khusus karena keluarga menjadi pilar utama tempat pemeliharaan dan pelatihan  iman. Tugas dan peran orangtua dalam menanamkan nilai-nilai keluarga bagi pembinaan iman anak remaja di zaman now ini menjadi sangat vital dan mendasar bagi kehadiran keluarga Kristen, oleh karena apabila dilihat dari makna dalam bahasa Indonesia  makna dari kata keluarga yang dapat diartikan sebagai suatu unit keluarga yang terdiri dari pasutri dan anak-anak, atau istilah keluarga dapat juga diartikan seisi rumah atau mereka yang hidup di bawah satu atap dan satu pemimpin. Peranan Pemimpin dalam keluarga adalah orangtua yang beriman kepada Yesus Kristus sebagai dasar berdirinya keluarga (I Kor. 3:11; 11:3). Jadi tugas dan peran orangtua dalam menanamkan nilai-nilai  keluarga  bagi pembinaan iman anak remaja sangat signifikan di zaman now ini. Menurut Solaeman bahwa pengertian keluarga dalam arti yang lebih luas adalah ikatan yang meliputi semua pihak yang ada hubungan darah, atau yang disebut dengan clan atau marga, dan dalam arti sempit adalah hubungan darah antar keluarga inti yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Sehingga, tugas orangtua dalam melibatkan anak remajanya dalam mewujudkan nilai-nilai kristiani menjadi sangat penting bagi penananam fondasi gereja selanjutnya. Kartini Kartono menyebutkan bahwa keluarga merupakan unit sosial terkecil yang memberikan fondasi primer bagi perkembangan anak.  Sehingga, tugas terpenting bagi gereja adalah menyiapkan fondasi yang kuat bagi lingkungan keluarga, sebagai lingkungan utama gereja (selain lingkungan sekitar dan lingkungan sekolah), agar para orangtua ikut berperan dan memberikan nuansa pada perkembangan anak remaja di zaman now; oleh karena baik buruknya struktur keluarga dan masyarakat  sekitar memberikan pengaruh baik atau buruknya pertumbuhan kepribadian anak

    MISI GEREJA MELALUI DUNIA POLITIK

    Get PDF
    Misi adalah tugas yang diberikan oleh Tuhan Yesus kepada orang percaya atau Gereja untuk pergi dan bersaksi melintasi tapal batas budaya untuk menyampaikan kabar sukacita (syalom) di tengah masyarakat, bangsa dan negara secara holistik tentang Tuhan Yesus Kristus Juruselamat dunia. Gereja adalah umat Allah yang dipanggil keluar dari kegelapan dan menjadi milik Allah untuk menjadi utusan dan saksi Allah di dalam dunia. Politik adalah ilmu untuk memerintah dan mengatur negara oleh pemerintah, untuk mencapai kebaikan bersama demi mencapai masyarakat yang sejahtera (syalom). Situasi dan kondisi politik di Indonesia belum stabil, hal itu ditandai dengan adanya pelaksanaan politik yang tidak sehat, seperti: politik uang, kampanye hitam, korupsi, kolusi dan nepotisme politik. Ruang lingkup politik terdiri dari: Masyarakat, negara, demokrasi, hak asasi manusia, partai politik dan penyelenggara negara (eksekutif, legislatif dan yudikatif). Tujuan misi Gereja berkaitan dengan politik ialah memuliakan Allah dan membawa syalom di tengah bangsa dan negara. Tugas Gereja berkaitan dengan misi dan politik ialah Gereja harus ikut berpartisipasi dengan memberikan ide, pikiran dan gagasan bagi negara, dan memberikan pemahaman kepada warga Gereja agar ikut berpartisipasi dalam mendukung terciptanya politik yang sehat dalam kehidupan bangsa, memilih pemimpin yang takut akan Tuhan dan berjiwa nasionalis, taat kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Gereja harus membangun strategi misi melalui Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai sarana untuk menyampaikan misi Allah, karena keduanya sejalan dengan maksud firman Allah, dan dengan tidak mengabaikan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara. Tujuan politik adalah semata-mata untuk kesejahteraan rakyat. Hal itu searah dengan tujuan Allah dalam misi-Nya untuk memuliakan Allah dan menghadirkan syalom bagi bangsa-bangsa, temasuk bangsa Indonesia. &nbsp

    ESENSI KEPEMIMPINAN DALAM PERSPEKTIF PERJANJIAN LAMA

    Get PDF
    Penulis menyimpulkan bahwa memang kepemimpinan di abad postmodern ini telah mengalami krisis yang sangat signifikan yang merambat pada semua elemen dalam bidang kehidupan manusia, mengapa tidak? Karena para pemimpin lebih kepada kepentingan pribadi, keluarga, kelompok dan komunitas yang mendukungnya sebagai pemimpin. Yang lebih ironisnya adalah massa atau komunitas yang tadinya mendukung, namun ada hal-hal teknis yang kemudian berbeda pendapat antara massa atau komunitasnya dengan pemimpinnya. Sebagai reaksinya seorang pemimpin langsung mengambil keputusan dengan cara memecat. Maka dalam tulisan-tulisan sebelumnya dalam makalah ini secara gamblang telah menjelaskan bahwa krisis ini bukan hanya terjadi pada kepemimpinan yang sekuler saja, melainkan terjadi pada kepemimpinan gereja, yayasan bahkan lembaga Kristen lainnya juga telah mengalami krisis yang begitu berbahaya bagi kepemimpinan sekarang maupun pada kepemimpinan yang akan datang. Jika tidak segera dibuat standar pembaharuan-pembaharuan di dalamnya, tentu akan memunculkan permasalah-permasalahan yang baru lagi

    TUHAN MENGUBAH MARA MENJADI MATOV ( KITAB RUT)

    Get PDF
    Firman Tuhan dalam kitab Rut ini sangat istimewa. Pada bagian awal, kita melihat kepahitan hidup yang sangat menyedihkan hati Naomi, namun di bagian akhir, kepahitan hati Naomi diselesaikan Tuhan dengan rencana Tuhan yang spektakuler. Tentu Naomi tidak pernah berpikir dan merencanakan bahwa ia akan menjadi seorang nenek (band. Rut 1:11-13), tetapi Tuhan membuat lebih dari pada itu. Penghiburan dan pemulihan yang Tuhan kerjakan dalam kehidupan Naomi, harus dijalani oleh Naomi tahap demi tahap dan inilah yang disebut dengan proses. Proses itu sendiri membutuhkan waktu, ketekunan, kesetiaan, kebergantungan kepada Tuhan. Saya ingin katakan bahwa belajarlah, berusahalah mengerti kehendak Tuhan dari kepahitan hati yang terjadi. Bangkit dan arahkan langkah hidupmu ke dalam persekutuan yang intim dengan Tuhan. Nikmatilah setiap langkah-langkah yang Tuhan pimpin menuju kehidupan yang sangat/sungguh indah bersama dengan Tuhan

    SOROTAN ALKITABIAH TERHADAP KONSEP KESELAMATAN MENURUT JOHN HICK

    Get PDF
    Setelah disinggung sekilas-lintas tentang latar belakang Hick, yaitu dari segi biografinya dan revolusi Kopernikusnya yang merupakan titik balik dari paham Ptolomeus; serta setelah menyoroti secara alkitabiah terhadap konsep  “keselamatan”nya, maka penulis menyimpulkan sebagai berikut: 1) Hick telah membuang atau meninggalkan landasan yang terpenting dalam Firman Tuhan atau tradisi kekristenan, yaitu dengan menyangkal keabsolutan, keunikan, dan finalitas Kristus.  Dengan demikian dia tidak mengakui bahwa keselamatan hanya oleh penebusan Yesus Kristus; 2) Hick telah berusaha dengan kemampuan intelektualnya, melalui  revolusi Kopernikusnya, menciptakan suatu teori “keselamatan” yang menurutnya berlaku bagi semua agama; dan 3) Paham/teori keselamatannya Hick tentang transformasi dari self-centeredness kepada reality-centeredness, patut ditolak karena sangat kontradiksi dengan Firman Tuhan (Alkitab)

    184

    full texts

    188

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Institut Injil Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇