e-Journal Institut Injil Indonesia
Not a member yet
188 research outputs found
Sort by
Pemuridan Dari Perspektif Dietrich Bonhoeffer dan integrasinya terhadap Pembinaan Iman Remaja di GMIM Musafir Kleak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya kesinambungan pembinaan iman remaja di Jemaat GMIM Musafir Kleak, yang mengakibatkan lemahnya karakter rohani dan kurangnya keteguhan dalam menghadapi tantangan zaman. Pertanyaan utama yang diangkat ialah bagaimana pemuridan dalam perspektif Dietrich Bonhoeffer dapat menjadi strategi pembinaan iman remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara dan pengamatan terhadap pendeta, komisi remaja, pembina, dan remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep “anugerah mahal” Bonhoeffer sangat relevan dalam menegaskan pentingnya pemuridan yang menuntut komitmen, relasi pribadi dengan Kristus, serta keterlibatan aktif komunitas gereja. Pemuridan bukan hanya proses pengajaran, tetapi transformasi hidup yang nyata. Oleh karena itu, diperlukan sistem pemuridan yang kontekstual, berkelanjutan, dan berorientasi pada pertumbuhan iman serta pembentukan karakter remaja.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya kesinambungan pembinaan iman remaja di Jemaat GMIM Musafir Kleak, yang mengakibatkan lemahnya karakter rohani dan kurangnya keteguhan dalam menghadapi tantangan zaman. Pertanyaan utama yang diangkat ialah bagaimana pemuridan dalam perspektif Dietrich Bonhoeffer dapat menjadi strategi pembinaan iman remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara dan pengamatan terhadap pendeta, komisi remaja, pembina, dan remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep “anugerah mahal” Bonhoeffer sangat relevan dalam menegaskan pentingnya pemuridan yang menuntut komitmen, relasi pribadi dengan Kristus, serta keterlibatan aktif komunitas gereja. Pemuridan bukan hanya proses pengajaran, tetapi transformasi hidup yang nyata. Oleh karena itu, diperlukan sistem pemuridan yang kontekstual, berkelanjutan, dan berorientasi pada pertumbuhan iman serta pembentukan karakter remaja
Perbandingan Manfaat Membaca Alkitab Digital dan Alkitab Cetak: Analisis Bibliometrik terhadap Keunggulan dan Kekurangan dalam Era Teknologi
Artikel ini bertujuan menyelidiki budaya membaca Alkitab dalam bentuk digital dan maupun cetak di tengah perkembangan teknologi yang makin pesat. Hal ini dilatarbelakangi oleh diskusi terkait manfaat dari kedua bentuk Alkitab tersebut yang pada satu sisi mengandung keunggulan, tetapi pada sisi lain mengandung kekurangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif berbasis studi literatur (library research) dan penelitian bibliometrik sebagai metode pelengkap untuk mengkaji literatur yang relevan secara sistematis. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Alkitab cetak maupun alkitab digital bermanfaat bagi para pembaca. Meskipun demikian terdapat juga keunggulan maupun kekurangan. Keunggulan Alkitab digital yaitu, kemudahan akses kapan saja, fitur pencarian praktis, serta keberagaman versi dan bahasa dalam satu perangkat. Di sisi lain, keunggulan Alkitab cetak meliputi pengalaman membaca yang lebih fokus, keterhubungan emosional yang lebih kuat, serta kebebasan dari ketergantungan teknologi. Selai itu, kekurangan dan tantangan dari kedua bentuk Alkitab tersebut, antara lain keterbatasan baterai pada digital dan risiko kerusakan fisik pada cetak, serta pengaruh preferensi personal dalam kenyamanan membaca. Kesimpulannya dari penelitian ini adalah bahwa, pemilihan antara Alkitab digital dan cetak sangat bergantung pada kebutuhan dan gaya hidup pembaca di era teknologi saat ini.Artikel ini bertujuan menyelidiki budaya membaca Alkitab dalam bentuk digital dan maupun cetak di tengah perkembangan teknologi yang makin pesat. Hal ini dilatarbelakangi oleh diskusi terkait manfaat dari kedua bentuk Alkitab tersebut yang pada satu sisi mengandung keunggulan, tetapi pada sisi lain mengandung kekurangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif berbasis studi literatur (library research) dan penelitian bibliometrik sebagai metode pelengkap untuk mengkaji literatur yang relevan secara sistematis. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Alkitab cetak maupun alkitab digital bermanfaat bagi para pembaca. Meskipun demikian terdapat juga keunggulan maupun kekurangan. Keunggulan Alkitab digital yaitu, kemudahan akses kapan saja, fitur pencarian praktis, serta keberagaman versi dan bahasa dalam satu perangkat. Di sisi lain, keunggulan Alkitab cetak meliputi pengalaman membaca yang lebih fokus, keterhubungan emosional yang lebih kuat, serta kebebasan dari ketergantungan teknologi. Selai itu, kekurangan dan tantangan dari kedua bentuk Alkitab tersebut, antara lain keterbatasan baterai pada digital dan risiko kerusakan fisik pada cetak, serta pengaruh preferensi personal dalam kenyamanan membaca. Kesimpulannya dari penelitian ini adalah bahwa, pemilihan antara Alkitab digital dan cetak sangat bergantung pada kebutuhan dan gaya hidup pembaca di era teknologi saat ini
Digital Homiletics: Teologi dan Praktik Khotbah Online di Era Pasca-Pandemi
Pandemi COVID-19 telah mempercepat transformasi gereja ke ruang digital, sehingga khotbah hadir tidak hanya dalam pertemuan fisik tetapi juga melalui media online. Perubahan ini membuka peluang untuk memperluas jangkauan Injil sekaligus menghadirkan tantangan dalam menjaga otentisitas teologis dan spiritualitas khotbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep homiletika digital sebagai kerangka teoretis dan praktis dalam memahami serta mengarahkan khotbah di era pasca-pandemi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis teologis-praktis melalui integrasi tradisi homiletika klasik dan dinamika komunikasi digital. Hasil penelitian menegaskan bahwa khotbah digital bukan sekadar adaptasi teknis, melainkan pewartaan yang berakar pada prinsip teologi Kristen: kesetiaan pada Injil, transformasi hidup, dan partisipasi komunitas. Temuan ini menyoroti pentingnya model khotbah online yang interaktif, kontekstual, dan sensitif terhadap budaya digital, tetapi tetap menjaga identitas liturgis. Kesimpulannya, homiletika digital dapat menjadi sarana vital bagi gereja dalam mewartakan Injil secara kreatif, otentik, dan relevan.Pandemi COVID-19 telah mempercepat transformasi gereja ke ruang digital, sehingga khotbah hadir tidak hanya dalam pertemuan fisik tetapi juga melalui media online. Perubahan ini membuka peluang untuk memperluas jangkauan Injil sekaligus menghadirkan tantangan dalam menjaga otentisitas teologis dan spiritualitas khotbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep homiletika digital sebagai kerangka teoretis dan praktis dalam memahami serta mengarahkan khotbah di era pasca-pandemi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis teologis-praktis melalui integrasi tradisi homiletika klasik dan dinamika komunikasi digital. Hasil penelitian menegaskan bahwa khotbah digital bukan sekadar adaptasi teknis, melainkan pewartaan yang berakar pada prinsip teologi Kristen: kesetiaan pada Injil, transformasi hidup, dan partisipasi komunitas. Temuan ini menyoroti pentingnya model khotbah online yang interaktif, kontekstual, dan sensitif terhadap budaya digital, tetapi tetap menjaga identitas liturgis. Kesimpulannya, homiletika digital dapat menjadi sarana vital bagi gereja dalam mewartakan Injil secara kreatif, otentik, dan relevan
Kristologi Berdasarkan Injil Yohanes
Kristologi adalah doktrin Kristus mengenai Pribadi dan Karya-Nya. Kristologi merupakan ajaran yang fundamental dalam Kekristenan. Pusat penyembahan kekristenan adalah Kristus. Alkitab merupakan sumber utama dalam memahami kebenaran yang mutlak tentang Kristologi. Dalam Alkitab dijelaskan bahwa Yesus Kristus memiliki dua natur dalam satu Pribadi yaitu ilahi dan insani. Yesus adalah Allah dan manusia sejati. Sejarah Gereja mencatat tentang persoalan mengenai Dwi natur Kristus yang bertentangan dengan Alkitab yaitu ada yang menekankan Keilahian saja dan pihak yang lain hanya menekankan kemanusiaan-Nya saja. Dan sampai saat ini pun perdebatan tentang Kristologi masih terus menerus dikumandangkan. Penulis menggunakan metode deskriptif dengan mengumpulkan literatur untuk dapat mengetahui konsep Kristologi yang benar berdasarkan Injil Yohanes dan juga mengumpulkan data-data literatur agar mengetahui fakta-fakta tentang konsep kristologi yang berkembang. Selain itu juga penulis menggunakan metode hermeneutika dengan menggunakan pendekatan kajian gramatikal, konteks, dan sejarah dalam menafsirkan ayat-ayat yang ada di Injil Yohanes terkait dwi natur Kristus. Adapun tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengajaran Kristologi berdasarkan Injil Yohanes, supaya orang percaya memiliki konsep yang benar mengenai Kristologi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah berkenaan dengan Pra-eksistensi Yesus menyatakan: Keberadaan Yesus telah ada sejak pada mulanya, Yesus Kristus bersama-sama dengan Allah dan Dia adalah Allah, Yesus Kristus menjadikan atau menciptakan segala sesuatu dan eksistensi Yesus sudah ada sebelum Abraham ada. Yesus Kristus adalah Allah. Yesus Kristus Allah yang berinkarnasi menjadi manusia. Hak Prerogatif Ilahi Yesus Kristus menyatakan bahwa Yesus adalah Allah yang memberi kehidupan dan memiliki otoritas. Kesatuan Allah Bapa dan Yesus Kristus. sil penelitian karya ilmiah ini guna membentengi iman orang percaya terhadap pengajaran-pengajaran saksi Yehova, Gnostik dan polemikus-polemikus islam yang tidak meyakini akan dwi natur Kristus.Kristologi adalah doktrin Kristus mengenai Pribadi dan Karya-Nya. Kristologi merupakan ajaran yang fundamental dalam Kekristenan. Pusat penyembahan kekristenan adalah Kristus. Alkitab merupakan sumber utama dalam memahami kebenaran yang mutlak tentang Kristologi. Dalam Alkitab dijelaskan bahwa Yesus Kristus memiliki dua natur dalam satu Pribadi yaitu ilahi dan insani. Yesus adalah Allah dan manusia sejati. Sejarah Gereja mencatat tentang persoalan mengenai Dwi natur Kristus yang bertentangan dengan Alkitab yaitu ada yang menekankan Keilahian saja dan pihak yang lain hanya menekankan kemanusiaan-Nya saja. Dan sampai saat ini pun perdebatan tentang Kristologi masih terus menerus dikumandangkan. Penulis menggunakan metode deskriptif dengan mengumpulkan literatur untuk dapat mengetahui konsep Kristologi yang benar berdasarkan Injil Yohanes dan juga mengumpulkan data-data literatur agar mengetahui fakta-fakta tentang konsep kristologi yang berkembang. Selain itu juga penulis menggunakan metode hermeneutika dengan menggunakan pendekatan kajian gramatikal, konteks, dan sejarah dalam menafsirkan ayat-ayat yang ada di Injil Yohanes terkait dwi natur Kristus. Adapun tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengajaran Kristologi berdasarkan Injil Yohanes, supaya orang percaya memiliki konsep yang benar mengenai Kristologi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah berkenaan dengan Pra-eksistensi Yesus menyatakan: Keberadaan Yesus telah ada sejak pada mulanya, Yesus Kristus bersama-sama dengan Allah dan Dia adalah Allah, Yesus Kristus menjadikan atau menciptakan segala sesuatu dan eksistensi Yesus sudah ada sebelum Abraham ada. Yesus Kristus adalah Allah. Yesus Kristus Allah yang berinkarnasi menjadi manusia. Hak Prerogatif Ilahi Yesus Kristus menyatakan bahwa Yesus adalah Allah yang memberi kehidupan dan memiliki otoritas. Kesatuan Allah Bapa dan Yesus Kristus. sil penelitian karya ilmiah ini guna membentengi iman orang percaya terhadap pengajaran-pengajaran saksi Yehova, Gnostik dan polemikus-polemikus islam yang tidak meyakini akan dwi natur Kristus
Keselarasan Misi Allah Dengan Prinsip Deep Ecology Arne Naess Dalam Pengelolaan Perkebunan
Artikel ini membahas keselarasan antara Misi Allah Dengan Prinsip Deep Ecology Arne Naess dalam konteks pengelolaan perkebunan, khususnya di wilayah Modoinding. Realitas penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan telah menyebabkan degradasi tanah, pencemaran air, serta ketergantungan ekosistem terhadap bahan kimia, sehingga menimbulkan krisis lingkungan yang serius. Prinsip Deep Ecology menegaskan bahwa seluruh ciptaan memiliki nilai intrinsik, dan manusia tidak berhak mengeksploitasi alam hanya demi kepentingan pribadi. Perspektif ini sejalan dengan mandat teologis yakni, mengusahakan dan memelihara Bumi (Kejadian 2:15) hal tersebut diyakini sebagai bagian dari Misi Allah yang pertama bagi manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka untuk melihat dampak penggunaan pupuk anorganik serta alternatif yang lebih berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan perlunya integrasi antara iman, ilmu, dan praktik ekologis agar pengelolaan perkebunan tidak hanya berorientasi pada hasil ekonomi jangka pendek, tetapi juga pada keberlanjutan pemeliharaan ekosistem. Gereja, pemerintah, dan semua orang perlu berkolaborasi dalam memberikan pendidikan ekologis, menyediakan dukungan bagi praktik ramah lingkungan, dan membangun kesadaran bahwa merawat Bumi adalah bagian dari Misi Allah bagi semua ciptaan-Nya.Artikel ini membahas keselarasan antara Misi Allah Dengan Prinsip Deep Ecology Arne Naess dalam konteks pengelolaan perkebunan, khususnya di wilayah Modoinding. Realitas penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan telah menyebabkan degradasi tanah, pencemaran air, serta ketergantungan ekosistem terhadap bahan kimia, sehingga menimbulkan krisis lingkungan yang serius. Prinsip Deep Ecology menegaskan bahwa seluruh ciptaan memiliki nilai intrinsik, dan manusia tidak berhak mengeksploitasi alam hanya demi kepentingan pribadi. Perspektif ini sejalan dengan mandat teologis yakni, mengusahakan dan memelihara Bumi (Kejadian 2:15) hal tersebut diyakini sebagai bagian dari Misi Allah yang pertama bagi manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka untuk melihat dampak penggunaan pupuk anorganik serta alternatif yang lebih berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan perlunya integrasi antara iman, ilmu, dan praktik ekologis agar pengelolaan perkebunan tidak hanya berorientasi pada hasil ekonomi jangka pendek, tetapi juga pada keberlanjutan pemeliharaan ekosistem. Gereja, pemerintah, dan semua orang perlu berkolaborasi dalam memberikan pendidikan ekologis, menyediakan dukungan bagi praktik ramah lingkungan, dan membangun kesadaran bahwa merawat Bumi adalah bagian dari Misi Allah bagi semua ciptaan-Nya
Mengatasi Krisis Identitas Remaja Kristen: Faktor Penyebab dan Upaya Penanganannya
Remaja adalah masa yang sangat membutuhkan pendampingan secara intens dan pemahaman tentang identitas mereka yang sesungguhnya, apalagi sebagai komunitas Kristiani. Jika tidak demikian maka remaja akan mengalami krisis identitas yang dapat merusak kepribadian mereka dan berdampak pada seluruh hidup mereka. Masalah tersebut telah banyak terjadi dan menjadi perhatian dari berbagai pihak. Krisis jati diri dapat disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal melalui berbagai cara. Penelitian ini memiliki tujuan menyelidiki jati diri remaja Kristen dan krisis yang mengancam identitas mereka, serta upaya untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa upaya yang efektif dalam mengatasi krisis identitas remaja Kristen yaitu: pertama, membimbing remaja memahami diri sebagai gambar dan rupa Allah, sebab hanya melalui Allah sajalah remaja menemukan diri mereka yang sesungguhnya. Kedua, memberi dukungan moril maupun spiritual dalam keluarga. Ketiga, mengolah keseimbangan diri remaja untuk mengatasi kondisi mereka yang cenderung labil. Keempat, melakukan konseling untuk memulihkan gambar diri remaja.Remaja adalah masa yang sangat membutuhkan pendampingan secara intens dan pemahaman tentang identitas mereka yang sesungguhnya, apalagi sebagai komunitas Kristiani. Jika tidak demikian maka remaja akan mengalami krisis identitas yang dapat merusak kepribadian mereka dan berdampak pada seluruh hidup mereka. Masalah tersebut telah banyak terjadi dan menjadi perhatian dari berbagai pihak. Krisis jati diri dapat disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal melalui berbagai cara. Penelitian ini memiliki tujuan menyelidiki jati diri remaja Kristen dan krisis yang mengancam identitas mereka, serta upaya untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa upaya yang efektif dalam mengatasi krisis identitas remaja Kristen yaitu: pertama, membimbing remaja memahami diri sebagai gambar dan rupa Allah, sebab hanya melalui Allah sajalah remaja menemukan diri mereka yang sesungguhnya. Kedua, memberi dukungan moril maupun spiritual dalam keluarga. Ketiga, mengolah keseimbangan diri remaja untuk mengatasi kondisi mereka yang cenderung labil. Keempat, melakukan konseling untuk memulihkan gambar diri remaja
Okultisme Perdukunan: Kajian Praktek Okultisme Penggunaan Jeruk Purut di Batak Toba
Dalam kalangan orang Batak Toba bahwa dalam praktek okultisme perdukunan dengan penggunaan jeruk purut sebagai alat/media yang disebut dengan istilah “Marpangir atau Unte pangir”. Dalam prakteknya penggunaan jeruk purut dapat dipercayai memberikan kekuatan, membersihkan diri, dapat menyembuhkan orang sakit maupun dapat mengusir roh jahat dari manisfestasi. Praktek okultisme perdukunan dengan penggunaan jeruk purut adalah praktek yang bertentangan dengan Alkitab. Alkitab menolak dengan tegas praktek perdukunan, karena praktek tersebut merupakan tipu daya, kejahatan dan segala musuh dari kebenaran firman Tuhan dan bertentangan dengan kehendak Allah (Kisah 13:10). Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif melalui teknik observasi dan wawancara untuk pengumpulan data. Hasil dari penelitian berdasarkan temuan adalah bahwa, okultisme perdukunan dengan penggunaan jeruk purut adalah praktek yang dipercayai sebagai media dapat menyembuhkan orang sakit, membersihkan diri dari roh jahat. Praktek demikian adalah praktek yang salah dengan konsep berpikir yang keliru dan tidak dikehendaki oleh Allah. Praktek ini sangat bertentangan dengan Alkitab yang adalah kebenaran, maka dengan demikian praktek okultisme perdukunan tidak dapat terima sebagai suatu kebenaran, yang diterima hanya Alkitab sebagai kebenaran yang berbicara bahwa Allah satu-satu sumber kesembuhan ilahi.Dalam kalangan orang Batak Toba bahwa dalam praktek okultisme perdukunan dengan penggunaan jeruk purut sebagai alat/media yang disebut dengan istilah “Marpangir atau Unte pangir”. Dalam prakteknya penggunaan jeruk purut dapat dipercayai memberikan kekuatan, membersihkan diri, dapat menyembuhkan orang sakit maupun dapat mengusir roh jahat dari manisfestasi. Praktek okultisme perdukunan dengan penggunaan jeruk purut adalah praktek yang bertentangan dengan Alkitab. Alkitab menolak dengan tegas praktek perdukunan, karena praktek tersebut merupakan tipu daya, kejahatan dan segala musuh dari kebenaran firman Tuhan dan bertentangan dengan kehendak Allah (Kisah 13:10). Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif melalui teknik observasi dan wawancara untuk pengumpulan data. Hasil dari penelitian berdasarkan temuan adalah bahwa, okultisme perdukunan dengan penggunaan jeruk purut adalah praktek yang dipercayai sebagai media dapat menyembuhkan orang sakit, membersihkan diri dari roh jahat. Praktek demikian adalah praktek yang salah dengan konsep berpikir yang keliru dan tidak dikehendaki oleh Allah. Praktek ini sangat bertentangan dengan Alkitab yang adalah kebenaran, maka dengan demikian praktek okultisme perdukunan tidak dapat terima sebagai suatu kebenaran, yang diterima hanya Alkitab sebagai kebenaran yang berbicara bahwa Allah satu-satu sumber kesembuhan ilahi
Menginjili Anak Secara Kreatif: Analisis Dampak Program Unit Pembinaan Pelayanan Anak (UPPA) STT ATI di Kalangan Mahasiswa
Anak adalah ciptaan Allah yang serupa dan segambar dan Allah, namun disamping itu mereka pun orang berdosa yang memerlukan keselamatan. Oleh karena itu, pemberitaan Injil merupakan hal yang penting bagi mereka. Meskipun demikian, tugas tersebut tidak mudah karena itu diperlukan kreativitas untuk menyampaikan Injil sesuai dengan minat dan pemahaman mereka. Hal inilah yang menjadi fokus pelayanan UPPA STT ATI dalam rangka memperlengkapi mahasiswa dan pelayan gereja untuk menghasilkan para pelayan anak yang kreatif dan inovatif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak program UPPA STT ATI di kalangan mahasiswa STT ATI melalui berbagai pembinaan yang telah dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan beberapa temuan pada para informan yaitu: pertama, mahasiswa memahami tentang penginjilan. Kedua, mahasiswa memahami bahwa penginjilan terhadap anak sangat penting. Ketiga, mahasiswa terlibat dalam program UPPA STT ATI dan memperoleh pembekalan yang memadai untuk melayani anak. Keempat, program UPPA STT ATI efektif bagi mahasiswa dalam melayani anak. Kelima, mahasiswa memiliki kemampuan dan terlibat secara efektif dalam mengijili anak secara kreatif. Keenam, program UPPA berdampak secara signifikan bagi mahasiswa, baik dalam hal membangun kemampuan mereka secara internal, maupun dampak eksternal bagi anak-anak yang diinjili.Anak adalah ciptaan Allah yang serupa dan segambar dan Allah, namun disamping itu mereka pun orang berdosa yang memerlukan keselamatan. Oleh karena itu, pemberitaan Injil merupakan hal yang penting bagi mereka. Meskipun demikian, tugas tersebut tidak mudah karena itu diperlukan kreativitas untuk menyampaikan Injil sesuai dengan minat dan pemahaman mereka. Hal inilah yang menjadi fokus pelayanan UPPA STT ATI dalam rangka memperlengkapi mahasiswa dan pelayan gereja untuk menghasilkan para pelayan anak yang kreatif dan inovatif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak program UPPA STT ATI di kalangan mahasiswa STT ATI melalui berbagai pembinaan yang telah dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan beberapa temuan pada para informan yaitu: pertama, mahasiswa memahami tentang penginjilan. Kedua, mahasiswa memahami bahwa penginjilan terhadap anak sangat penting. Ketiga, mahasiswa terlibat dalam program UPPA STT ATI dan memperoleh pembekalan yang memadai untuk melayani anak. Keempat, program UPPA STT ATI efektif bagi mahasiswa dalam melayani anak. Kelima, mahasiswa memiliki kemampuan dan terlibat secara efektif dalam mengijili anak secara kreatif. Keenam, program UPPA berdampak secara signifikan bagi mahasiswa, baik dalam hal membangun kemampuan mereka secara internal, maupun dampak eksternal bagi anak-anak yang diinjili
Desain Modul Pembentukan Karakter Bagi Mahasiswa STT Ebenhaezer Tanjung Enim, Sumatera Selatan
Pembentukan karakter mahasiswa di STT Ebenhaezer Tanjung Enim merupakan salah satu hal penting untuk kesiapan mahasiswa melayani setelah menyelesaikan pendidikan. Untuk itu perlu adanya upaya serius membentuk mahasiswa. Belum tersedianya panduan lengkap berupa modul pembentukan, mengakibatkan dalam menjalankan tugas sebagai pembina belum ada keseragaman model pemberlakuan pembentukan tersebut bagi mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rancangan modul pembentukan karakter mahasiswa di STT Ebenhaezer Tanjung Enim. Adapun metode penelitian kombinasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Sequential Exploratory, di mana peneliti lebih dulu mengumpulkan dan menganalisis data kualitatif kemudian barulah mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah research and development level 1, yaitu metode yang digunakan untuk membuat rancangan produk. Berdasarkan analisis data kualitatif dan kuantitatif, maka diperoleh hasil yaitu: Rancangan isi modul tentang konsep karakter Kristen, Rancangan isi modul mengenai pembentukan karakter mahasiswa di perguruan tinggi, dan Rancangan isi modul tentang fase identifikasi, pembelajaran dan penerapan nilai saat pembentukan di perguruan tinggi.Pembentukan karakter mahasiswa di STT Ebenhaezer Tanjung Enim merupakan salah satu hal penting untuk kesiapan mahasiswa melayani setelah menyelesaikan pendidikan. Untuk itu perlu adanya upaya serius membentuk mahasiswa. Belum tersedianya panduan lengkap berupa modul pembentukan, mengakibatkan dalam menjalankan tugas sebagai pembina belum ada keseragaman model pemberlakuan pembentukan tersebut bagi mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rancangan modul pembentukan karakter mahasiswa di STT Ebenhaezer Tanjung Enim. Adapun metode penelitian kombinasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Sequential Exploratory, di mana peneliti lebih dulu mengumpulkan dan menganalisis data kualitatif kemudian barulah mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah research and development level 1, yaitu metode yang digunakan untuk membuat rancangan produk. Berdasarkan analisis data kualitatif dan kuantitatif, maka diperoleh hasil yaitu: Rancangan isi modul tentang konsep karakter Kristen, Rancangan isi modul mengenai pembentukan karakter mahasiswa di perguruan tinggi, dan Rancangan isi modul tentang fase identifikasi, pembelajaran dan penerapan nilai saat pembentukan di perguruan tinggi
Efektivitas Konseling Pastoral dalam Mengatasi Krisis Peran Suami di Era Modern
Era modern menyebabkan terjadinya perubahan sosial, ekonomi, dan budaya, dimana pergeseran peran gender sangat terlihat sangat mempengaruhi tatanan dalam rumah tangga. Banyak perempuan atau istri memiliki peluang berkarir dan menghasilkan uang cenderung menggeser peran suami dalam menafkahi keluarga. Pergeseran peran ini mempengaruhi peran lainya, seperti peran kepemimpinan suami, istri yang mampu menafkahi keluarga memiliki peluang berperan sebagai pemimpin keluarga, memiliki andil besar dalam pengambilan keputusan. Bagi sejumlah orang kini sudah tidak tabu lagi memandang laki-laki yang melakukan urusan-urusan rumah tangga seperti mengasuh anak dan urusan domestik lainya. Pergeseran-pergeseran ini menunjukkan telah terjadinnya krisis peran, khusunya bagi suami. Keadaan ini menyalahi hierarki rumah tangga khususnya dalam keluarga Kristen, dimana peran kepemimpinan, menafkahi, pengambilan keputusan yang semestinya dijalankan oleh suami kini bergeser. Krisis peran suami dalam keluarga di era modern menjadi masalah signifikan yang mempengaruhi kesejahteraan keluarga secara keseluruhan yang berpotensi pada perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas peran konseling pastoral dalam mengatasi krisis peran suami, dengan fokus pada peningkatan pemahaman dan pelaksanaan peran mereka sebagai pemimpin keluarga, penyedia, dan pemimpin rohani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu studi literatur dengan mengumpulkan berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dokumen resmi, dan sumber digital terkait. Hasil penemuan ini menunjukkan bahwa efektivitas konseling pastoral dapat berperan dalam mengatasi krisis peran suami dalam beberapa hal, yaitu: Pertama, menjalin persahabatan/relasi; kedua, bimbingan spiritual; ketiga, membangun konsep diri; keempat, menyediakan dukungan dan pengarahan.Era modern menyebabkan terjadinya perubahan sosial, ekonomi, dan budaya, dimana pergeseran peran gender sangat terlihat sangat mempengaruhi tatanan dalam rumah tangga. Banyak perempuan atau istri memiliki peluang berkarir dan menghasilkan uang cenderung menggeser peran suami dalam menafkahi keluarga. Pergeseran peran ini mempengaruhi peran lainya, seperti peran kepemimpinan suami, istri yang mampu menafkahi keluarga memiliki peluang berperan sebagai pemimpin keluarga, memiliki andil besar dalam pengambilan keputusan. Bagi sejumlah orang kini sudah tidak tabu lagi memandang laki-laki yang melakukan urusan-urusan rumah tangga seperti mengasuh anak dan urusan domestik lainya. Pergeseran-pergeseran ini menunjukkan telah terjadinnya krisis peran, khusunya bagi suami. Keadaan ini menyalahi hierarki rumah tangga khususnya dalam keluarga Kristen, dimana peran kepemimpinan, menafkahi, pengambilan keputusan yang semestinya dijalankan oleh suami kini bergeser. Krisis peran suami dalam keluarga di era modern menjadi masalah signifikan yang mempengaruhi kesejahteraan keluarga secara keseluruhan yang berpotensi pada perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas peran konseling pastoral dalam mengatasi krisis peran suami, dengan fokus pada peningkatan pemahaman dan pelaksanaan peran mereka sebagai pemimpin keluarga, penyedia, dan pemimpin rohani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu studi literatur dengan mengumpulkan berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dokumen resmi, dan sumber digital terkait. Hasil penemuan ini menunjukkan bahwa efektivitas konseling pastoral dapat berperan dalam mengatasi krisis peran suami dalam beberapa hal, yaitu: Pertama, menjalin persahabatan/relasi; kedua, bimbingan spiritual; ketiga, membangun konsep diri; keempat, menyediakan dukungan dan pengarahan