Rumah Jurnal ISNJ Bengkalis - Institut Syariah Negeri Junjungan Bengkalis
Not a member yet
519 research outputs found
Sort by
Manajemen Likuiditas Bank Syariah
Likuiditas pada lembaga keuangan merupakan kemampuan lembaga keuangan perbankan dalam mencairkan dana dalam jangka pendek. Secara garis besar manajemen likuiditas terdiri dari dua bagian yaitu: memperkirakan kebutuhan dana yang berasal dari penghimpunan danan (deposidalt inflow) dan untuk penyaluran dana (fund outflow) dan berbagai komitmen pembiayaan (finance commitments). Secara garis besar kondisi likuiditas bank dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal adalah uncontrollable factor sedangkan faktor internal pada umumnya adalah yang bisa dikendalikan oleh bank. Faktor eksternal antara lain kondisi ekonomi dan moneter. Karakteristik deposan, kondisi pasar uang, peraturan dan lain-lain. Sedangkan faktor internal sangat tergantung kepada kemampuan manajemen mengatur setiap instrumen likuiditas bank. Contohnya adalah pemilihan strategi penerapan asset-liabilities manajemen
Analisa Dampak Penentuan Metode Penyusutan Aktiva Tetap Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Studi Kasus Pada STIE Syari’ah Bengkalis
Setiap perusahaan wajib menerbitkan laporan keuangan, yang memberikan informasi mengenai hasil usaha, perubahan posisi keungan kepada pihak yang memerlukan. Dalam menyusun laporan keuangan, perusahaan memiliki keleluasaan untuk memilih metode dan teknik sepanjang metode yang dipilih tersebut ada dalam SAK (Standar Akuntansi Keuangan). Aktiva tetap adalah kekayaan perusahaan yang memiliki wujud, mempunyai manfaat ekonomis lebih dari satu tahun dan diperoleh dari perusahaan untuk melaksanakan kegiatan perusahaan dan bukan untuk dijual. Penyusutan atau depresiasi aktiva tetap adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan merupakan proses alokasi dari harga perolehan aktiva tetap berwujud selama periode yang menerima manfaat atas penggunaannya. Penyusutan digunakan untuk penyusutan aktiva tetap berwujud yang dapat diganti. Oleh karena itu penulis ingin membahas mengenai metode penyusutan dan membandingkan antara metode garis lurus dan metode saldo menurun serta menentukan metode mana yang lebih efektif dalam menghitung penyusutan dan menghasilkan pendapatan yang lebih baik bagi perusahaan Pemilihan metode akuntansi memiliki dampak yang sangat besar terhadap laporan keuangan yang dihasilkan. Dengan demikian dimungkinkan perusahaan yang sebenarnya memiliki kinerja yang sama dapat melaporkan hasil yang berbeda. Tulisan ini mencoba untuk mengetengahkan dampak pemilihan metode penyusutan terhadap perhitungan beban penyusutan aktiva tetap berdasarkan standar akuntansi keuangan
Perbandingan Mekanisme Asuransi Syariah Dan Asuransi Konvensional Serta Prospeknya
Kajian tentang asuransi sangat menarik sekali diantara prinsip ekonomi syariah lainya. Kajian mengenai asuransi syari’ah terlahir satu paket dengan kajian perbankan syari’ah, yaitu sama-sama muncul kepermukaan tatkala dunia islam tertarik untuk mengkaji secara mendalam apa dan bagaimana cara mengaktualisasikan konsep ekonomi syari’ah. Penulis akan memaparkan beberapa poin berkenaan asuransi syari’ah dan asuransi konvensional sebagai suatu perbandingan, terutama yang berkaitan keunggulan asuransi syariah bila dibandingkan dengan asuransi konvensional yang selama ini menjadi acuan hidup dalam hukum perasuransian di Indonesia. Demikian pula penulis akan mambahas konsep, sumber hukum, akad perjanjian, pengelolaan dana, dan keuntungan. Tujuan asuransi sangatlah mulia, karena bertujuan untuk tolong-menolong dalam kebaikan. Namun persoalan yang dipertikaikan lebih lanjut oleh para Ulama adalah bagaimana instrumen yang akan mewujudkan niat baik dari asuransi tersebut; baik itu bentuk akad yang melandasinya, sistem pengelolaan dana, bentuk manajemen dan lain sebagainya
Mengenal Sistem Bagi Hasil Dan Bunga Dalam Bermuamalah
Kehadiran sistem ekonomi syariah di Indonesia pada gilirannya menuntut adanya perubahan di berbagai bidang, terutama berkenaan dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur ihwal ekonomi dan keuangan. Adanya tututan perkembangan maka UU perlembaga keuangan nomor 7 tahun 1992 direvisi menjadi undang-undang nomor 10 1998, yang merupakan aturan secara leluasa menggunakan istilah syariah, prinsip bagi hasil (profit sharing) merupakan karakteristik umum dan landasan bagi operasional lembaga keuangan Islam secara keseluruhan. Secara syariah, prinsipnya berdasarkan kaidah atau sistem bagi hasil yang diterapkan oleh lembaga keuangan tersebut. Salah satu ukuran keberhasilan penerapan sistem bagi hasil adalah apabila masyarakat sudah sepenuhnya menerima sistem tersebut dengan senang hati, tidak merasa dirugikan, adil dalam pembagian bagi hasil dan tentunya tidak bertentangan dengan al-Quran dan al-Hadits. Sistem ini berbeda dengan lembaga keuangan konvensional yang pada intinya meminjam dana dengan membayar bunga pada satu sisi neraca dan memberikan pinjaman dana dengan menarik bunga pada sisi lainnya. Kompleksitas perlembaga keuangan Islam tampak dari keragaman dan penamaan instrumen-instrumen yang digunakan serta pemahaman alasan dalil-dalil hukum Islamnya
Kontribusi Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Guna Mendukung Pelaksanaan Otonomi Daerah
Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan sumber penerimaan yang signifikan bagi pembiayaan rutin dan pembangunan di suatu daerah otonom. Jumlah penerimaan komponen pajak daerah dan retribusi daerah sangat dipengaruhi oleh banyaknya jenis pajak daerah dan retribusi daerah yang diterapkan serta disesuaikan dengan peraturan yang berlaku yang terkait dengan penerimaan kedua komponen tersebut. Kontribusi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah terhadap perolehan PAD Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam kurun waktu Tahun Anggaran (TA) 2006-2012 cukup signifikan dengan rata-rata kontribusi sebesar 27,78% pertahun. Kontribusi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah terhadap total perolehan penerimaan Pemda Kabupaten Bengkalis tercermin dalam APBDnya, dikaitkan dengan kemampuannya untuk melaksanakannya otonomi daerah terlihat cukup baik. Komponen pajak daerah dalam kurun waktu TA. 2006-2012 rata-rata pertahunnya memberikan kontribusi sebesar 7,81% pertahun dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 22,89% pertahunnya. Sedangkan pendapatan yang bersasal dari komponen retribusi daerah, pada kurun waktu yang sama memberikan kontribusi rata-rata pertahunnya sebesar 5,08% pertahun. Untuk meningkatkan kontribusi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah terhadap total penerimaan PAD dan sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap APBD Pemda Kabupaten Bengkalis perlu dilakukan beberapa langkah di antaranya perlu dilakukan peningkatan intensifikasi dengan jalan memberlakukan jenis pajak dan retribusi baru sesuai dengan kondisi dan potensi yang ada
Digitalisasi Dan Sistem Otomasi Perpustakaan STIE Syari’ah Bengkalis
Perpustakaan merupakan gudang ilmu, sebab disanalah terdapat berbagai macam sumber keilmuan yang diabstraksikan dalam baik dalam bentuk gambar maupun tulisan. Perpustakaan sendiri diawali dengan adanya perpustakaan tradisional dimana terdiri dari kumpulan buku-buku tanpa katalog, kemudian berkembang menjadi perpustakaan semi modern yang sudah menggunakan katalog (index). Tetapi perpustakaan semi modern ini jika diterapkan untuk perpustakaan kampus sangat tidak relevan lagi, karena pengelola dan pengguna perpustakaan akan mengalami kesulitan sebab koleksi buku sudah sangat banyak. Kesulitannya dapat digambarkan seperti dalam melakukan pencarian buku menggunakan katalog manual dan sirkulasi dicatat secara manual. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan dunia teknologi informasi maka perpustakaan dituntut untuk menerapkan sistem otomasi perpustakaan supaya dalam pengoperasian perpustakaan dapat dibantu dengan menggunakan teknologi komputer sehingga dapat membantu manajemen operasi, akses dan sirkulasi perpustakaan yang lebih cepat. Tetapi setelah adanya sistem otomasi perpustakaan maka otomatis perpustakaan juga mulai dituntut untuk menerapkan sistem digitalisasi koleksi yang ada sehingga koleksi-koleksi yang ada dapat diakses secara digital dan itu sangat membantu sekali bagi pengguna perpustakaan di era digitalisasi ini. Oleh karena itu penulis perlu membahas mengenai Digitalisasi dan Sistem Otomasi Perpustakaan yang diimplementasikan di STIE Syariah Bengkalis
Kebijakan Pemerintah Islam Klasik Terhadap Masyarakat Miskin
This study will describe the Islamic classical government wisdom about poverty. The result pointed out explains that the Prophet Muhammad, his friends (Khulafa’ ar-Rasyidin) and Umayya empire never let poverty right
Pengaruh Sikap dan Motivasi Masyarakat Terhadap Partisipasi Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Bengkalis
Di dalam ketentuan perpajakan maka pajak merupakan pendapatan yang dibagi atas dua yaitu pajak yang merupakan pendapatan negara dan pajak yang merupakan pendapatan daerah. Pendapatan daerah dari sektor pajak salah satunya adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pemerintah daerah Kabupaten Bengkalis memiliki pendapatan daerah dengan dasar kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajibannya. Pemungutan PBB di dalam kerangka teori menyatakan bahwa pertama teori yang mendasar, kedua teori partisipasi, ketiga partisipasi masyarakat (Y), keempat sikap (X1), kelima Motivasi (X2), kesemuanya ini merupakan kerangka teori pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan. Metodologi yang dipakai adalah tipe penelitian, populasi sampel, tehnik pengambilan sampel, tehnik analisis data serta skala pengukuran. Dalam jurnal ini dinyatakan dengan kesimpulan bahwa variabel partisipasi (Y) dinyatakan baik, variabel sikap (X1) menyatakan bahwa sikap masyarakat kurang mendukung, variabel motivasi (X2) menyatakan motivasi kurang tinggi. Saran dalam jurnal ini menyatakan bahwa pemungutan PBB harus dapat disesuaikan dengan keadaan dilapangan, pemberitahuan dari petugas tentang sanksi, penyampaian informasi melalui ketua RT dan lurah serta kepala desa, sanksi bagi kerterlambatan pembayaran, adanya pelatihan bagi petugas pemungut PBB danpetugas turun langsung kepada masyarakat
Transformasi Zakat Dalam Membangun Sosioekonomi Umat Bebas Riba
BAZNAS Propinsi Riau dan LAZ Swadaya Ummah institusi zakat rasmi dan dikenal masyarakat di Pekanbaru Riau dalam pengurusan uang zakat umat. Uang zakat yang telah terkumpul disimpan di rekening bank sebelum disalurkan kepada asnaf dan pihak bank biasanya memanfaatkan dana tersebut sebagai modal jangka pendek. BAZNAS dan LAZ sebagai lembega yang kuasa dalam pemberdayaan zakat secara berterusan, ianya telah menyalurkan zakat untuk keperluan kosumtif dan produktif. BAZNAS Propinsi Riau dalam penyaluran zakat produktif untuk modal kerja kepada golongan asnaf secara cuma-cuma. Manakalah LAZ Swadaya Ummah menyalurkan zakat produktif pada pinjaman modal kerja secara bergulir berpandukan akad al-qard dalam transaksi ekonomi syariah kepada golongan asnaf dan non asnaf secara berkumpulan
Program Lembaga Amil Zakat (LAZ) Swadayah Ummah Pekanbaru Dalam Membangun Kesejahteraan Umat
Zakat merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang hamba atas hartanya untuk dibagihkan kepada orang yang berhak menerimanya. Amalan ini merupakan sebagai tanda kesempurnaan Islam seorang mukmin. Harta zakat tersebut agar lebih bermanfaat disalurkan melalui amil zakat atau lembaga Amil Zakat. Lembaga Amil Zakat yang diakui secara Hukum Positif berdasarkan UU No.23 Thn 2012 di Pekanbaru diantaranya adalah Lembaga Amil Zakat (LAZ) Swadayah Ummah. LAZ Swadayah Ummah Pekanbaru tetap akses operasinya tidak terlepas dengan kekuatan pendanaaan. Pendirian LAZ beropersi dalam bidang social keagamaan yang program utamanya seperti menghimpun, mendistribusikan dan memberdayakan harta zakat, wakaf, hibah, aqiqah, qurban dan dana social dari masyarakat lainnya. Harta yang telah terhimpun pada LAZ Swadayah Ummah didistribusikan kepada sasaran sesuai dengan tujuan penggunaan harta. Harta Zakat disalurkan dengan Model konsumtif dan produktif. Pendistribusian zakat konsumtif seperti untuk memenuhi keperluan hidup bagi pakir, miskin dan muallaf, ibnu sabil, kost dan peralat sekolah pelajar fakir dan miskin. Serta di distribusian pada model Produktif seperti, pemberian Modal kerja, Modal atau peralatan niaga, modal bibit pertanian, Modal Peternakan hewan bagi mustahik dan lainnya. Sedangkan Harta aqiqah, qurban, waqaf dan social lainnya disalurkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bantuan harta zakat yang diterima masyarakat berpotensi untuk memenuhi keperluan hidup dan meningkatkan sosioekonomi umat