Rumah Jurnal ISNJ Bengkalis - Institut Syariah Negeri Junjungan Bengkalis
Not a member yet
519 research outputs found
Sort by
Penilaian Konsep Qard dan Ijarah dalam Dana Talangan Haji Indonesia: Suatu Keterangan Konseptual
Perbankan syariah adalah institusi yang memberikan layanan kepada masyarakat baik melalui penghimpunan dana (pelaburan), penyaluran dana (pembiayaan) dan jasa layanan perbankan lainnya yang berdasarkan syariat Islam. Dalam menyalurkan dana, produk yang ditawarkan adalah akad dengan skim qard dan ijarah. Makalah ini bertumpu kepada akad qard dan ijarah yang dijalankan oleh institusi perbankan syariah di Indonesia dalam dana talangan haji. Dana talangan haji ini bersumber dari fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 29/DSN-MUI/VI/2002 yang didasarkan kepada al-Quran. Fatwa tersebut menuai perbedaan pendapat dari banyak ulama sekarang. Hasil kajian dijangka dapat menghasilkan kerangka konseptual berkaitan kesesuaian antara akad qardh dan ijarah yang difatwakan oleh DSN MUI dengan pendapat para ulama baik ulama klasik maupun ulama kontemporer
Analisis Perlakuan Akuntansi Tabungan Haji Pada Bank Mega Syariah Cabang Pekanbaru
This research aims to provide information about the management of savings hajj on Syariah banking and provides a description of the accounting treatments practice. Unit to be analyzed in this research is accounting treatment which includes the recognition, measurement, the presentation of, and disclosure over savings products with the principle mudharabah the on Megas Syariah banking. Data collection method are direct observation, documentation, and interview. Criteria used in this research have met recognition of mudharabah, measurement of mudharabah, and presentation of Mudharabah. Based on the analysis, it is found recognition recognized In accordance of the nominal value or the amount of money paid up capital of the company shall. The measurement of counted based on the amount of money paid up capital of the company shall and calculation the ratio in accordance with the provisions of PT. Bank Mega Syariah. Savings of the hajj served in the balance sheet and profit and loss statement. Savings of the hajj expressed into savings mudharabah
Etika Bisnis Lembaga Keuangan Syariah
As known that sharia financial institutions growth in this latest period, shown better works as well as performances. About asset, funding and financing indicated that sharia financial institution as positively subscribed by Moslems hopes. As well as sharia compliance based institution, it is an obligation to be good business. Because in the several theory mentioned those good ethics meant good business. Then meant also ethics was most important for many industries included to sharia financial institution. By the qualitative method, this study to try to point out and describe structures of business ethics in Islam and to implicate to sharia financial institution operation
Hiwalah Sebagai Solusi Dalam Mengatasi Kredit Macet Dalam Perbankan Syariah
This article talks about Hiwalah as the solution in overcoming credit insurance problem in banking syariah. Hiwalah is a transfer of debt from man is owing to others which to pay for it. This thing doesn't close the possibility that this exercise can be done in the banking world especially relates to bad debt. To overcome bad debt if the pawn was cooperative ownership possession happened bad debt in credit, hence can be transferred to capable to account it with the possession pawn makes a move to the underwriter. Even is side is other can also for others which wish to continue defrayal stucking the with possession which financed is pawn then happened usage sweetener to the underwriter
Jaminan Sosial Dalam Perspektif Ilmu Ekonomi Islam
Social insurance and social assurance are other names of social security. This course focuses and describes how social security concept in Islam. By exploration history of Prophet Muhammad period and his friend (shahabah) wisdom, this study yet could answer this concept, social security in Islam. Finally, this study will compare the concept of social security in Islam and the capitalist system
Sistem Akuntansi Zakat Pada Badan Amil Zakat Kecamatan Bantan Bengkalis
Badan Amil Zakat (BAZ) merupakan lembaga yang berfungsi mengumpul, menyalurkan dan meberdayakan harta zakat. BAZ dalam mengumpul, menyalurkan serta mendayagunakan zakat tidak luput dari pencatatan sebagaimana diatur dalam ketentuan sistim Akuntansi. BAZ Bantan telah menerapkan system tersebut tetapi masi ada kelemahan seperti BAZ Bantan belum sepenuhnya melaksanakan sistem akuntansi penerimaan dan pengeluaran zakat sebagaimana sistem akuntansi yang berlaku, BAZ Bantan masih mempunyai fungsi tugas ganda pada bagian bendahara dan akuntansi, bagian bendahara dan akuntansi masih dipegang oleh satu orang, Pencatatan akuntansi yang digunakan BAZ Bantan masih belum lengkap, Pengesahan (otorisasi) dokumen penarikan uang di bank tidak menyertakan tanda tangan pimpinan BAZ
State Capitalism dan Maqashid Syariah (Reinkarnasi Gagal Kapitalisme Jilid Baru)
Perkembangan kapitalisme negara saat ini yang menurut banyak ahli ekonomi disebut sebagai kapiutalisme jilid IV. Istilah state capitalism sendiri muncul pada dasarnya sebagai reaksi dari negara yang menganut kapitalism dalam merespon kritikan para sosialis yang pada dasarnya menginginkan peran negara yang besar dalam sistem ekonomi. Kegagalan kapitalisme oleh negara kapitalisme disembunyikan dengan ide kemampuan kapitalisme untuk bermetamorfosis dengan kendala dan permasalahan ekonomi yang terus berubah seiring dengan dinamika masyarakat. Kapitalisme negara yang berasal dari kapitalisme korporasi tersebut yang justru berupah menjadi kapitalisme negara yang merupakan reinkarnasi gagal dari sistem kapitalisme. Kegagalan state kapitalisme yang didominasi oleh sektor moneter yang rapuh serta fiskal yang tidak adil menyebabkan kapitalisme harus berkhianat dari makna hakikinya. Dengan demikian reinkarnasi kapitalisme menjadi kapitalisme negara adalah bukti betapa kapitalis telah bermetamorfosa mendekati kejadian lawannya (sosialism). Di sisi lain hal ini membuktikan bahwa ajaran Islam itu berada pada titik tengah antara paradigma agama dan paradigma negara. Sebagai bagian dari paradigma agama Islam, penerapan hukum Islam menjadi misi agama, dan ini menuntut operasionalisasi hukum Islam dalam realitas-empiris. Namun, pada saat yang sama hukum Islam pun menjadi bagian dari paradigma negara yang mempunyai sistemnya sendiri yang nota bene diselimuti oleh konteks pluralitas yang menuntut adanya netralitas (tidak berpihak pada salah satu agama) sehingga mau tak mau negara mereduksi hukum Islam demi komitmen atas pluralitas itu sehingga penganut agama lain merasa tidak terancam. Konsekuensinya, masalah penerapan hukum Islam menjadi rumit karena hukum Islam itu berada di domain agama dan domain negara sekaligus, dalam lingkar tarik-menarik antara prinsip agama dan prinsip negara
Penerapan Konsep Syariah Dalam Operasional Koperasi di Kabupaten Bengkalis
Makalah tentang Penerapan Konsep Syariah Dalam Oprasional Koprasi Dikabupaten Bengkalis adalah hasil dari pengapatan penulis terhadap Konsep Syariah yang sewajarnya diterapkan pada kopersi yang ada di Kabupaten Bengkalis penulisan makalah ini untuk menjawab persoalan bagaimana Penerapan Konsep Syariah Dalam Oprasional Koprasi Dikabupaten Bengkalis Data penulisan ini dihimpun melalui pembacaan buku literatur, dan artikel pendukung dari internet. hasil selanjutnya dianalisis dengan pola pikir diskriptif untuk kemudian ditarik kesimpulan yang bersifat khusus dalam kaitannya dengan Konsep Syariah Dalam Oprasional Koprasi. Memang terdapat perbedaan yang mendasar pada praktek koperasi dengan system konvensional dan syariah terutama pada akaadnya. Dari kesimpulan yang telah diuraikan di atas, maka diharapkan kepada Koperasi di Kabupaten Bangkalis bisa menjalankan operasional koperasi dengan prinsip dan konsep Syariah sehingga koperasi seyogyanya lebih waspada dalam memantau jalannya usaha yang dikelola oleh nasabahnya agar dijalankan sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati dan juga lebih menghargai jasa-jasa nasabah dalam pengelolaan usahanya dengan bagi hasil yang lebih adil dan proporsional sehingga kerja sama diantara pihak dapat terjalin dengan baik pula
Manajemen Resiko Syariah Menurut Fatwa MUI
Kajian manajemen risiko memang tengah naik daun. Lembaga keuangan termasuk bank Syariah, setidaknya telah mengakui bahwa mereka harus memperhatikan cara-cara untuk memitigasi risiko agar bisa tetap mempertahankan daya saing, proftabilitas, dan loyalitas nasabah. Oleh karena itu bank-bank tengah berselancar pada penerapan manajemen risiko yang merupakan proses berkesinambungan serta memakan banyak pikiran, tenaga, dan uang. Risiko di dalam konteks bisnis bank dan lembaga keuangan lainnya, tidaklah selalu mewakili sesuatu hal yang buruk. Kenyataannya risiko bisa mengandung di dalamnya suatu peluang yang sangat besar bagi mereka yang mampu mengelolanya dengan baik. Risiko dalam konteks perbankan merupakan suatu kejadian potensial baik yang dapat diperkirakan maupun yang tidak diperkirakan yang berdampak negative terhadap terhadap pendapatan dan permodalan bank. Dalam implementasi proses manajemen risiko, pada tahap awal bank harus secara tepat mengidenti_kasi risiko dengan cara mengenal dan memahami seluruh risiko yang sudah ada (inherent risks) maupun yang mungkin timbul dari suatu bisnis baru bank, termasuk risiko yang bersumber dari perusahaan terkait dan afliasi lainnya. Aspek terpenting dalam penerapan manajemen risiko adalah kecukupan prosedur dan metodologi pengelolaan risiko, sehingga kegiatan usaha bank tetap dapat terkendali (manageable) pada batas yang dapat diterima serta menguntungkan bank. Namun demikian mengingat perbedaan kondisi pasar struktur, ukuran serta kompleksitas usaha bank, tidak ada satu sistem manajemen risiko yang universal untuk seluruh bank, sehingga setiap bank harus membangun sistem manajemen risiko sesuai dengan fungsi dan organisasi manajemen risiko pada bank
Zakat Dalam Sistem Ekonomi Islam Sebuah Alternatif Dalam Peningkatan Kesejahteraan
Penelitian ini berangkat dari pemikiran banyaknya problem ekonomi yang dialami masyarakat khususnya Umat Islam yang sering dipandang dengan sebelah mata karena. kemampuannya yang dianggap tidak representatif dalam membangun kekuatan ekonomi Dengan melihat Islam muncul sebagai sistem nilai yang mewarnai perilaku ekonomi masyarakat Muslim kita. Dalam hal ini, zakat memiliki potensi strategis yang layak dikembangkan menjadi salah satu instrumen pemerataan pendapatan di Indonesia. Zakat sangat urgen untuk dikaji kembali sebagai salah satu potensi dana umat yang sangat guna memecahkan berbagai masalah sosial yang terjadi salama ini, terutama menyangkut kemiskinan dan kesenjangan sosial di masyarakat. Dalam meningkatkan kecemerlangan ekonomi Umat peranan lembaga Zakat sebagai pesan Agama apabila dapat ditadbir dengan sungguh–sungguh dan dikembangkan sesuai dengan syariat Islam akan merupakan sumber dana yang sangat potensi bagi kejayaan pembangunan ekonomi Uma