Rumah Jurnal ISNJ Bengkalis - Institut Syariah Negeri Junjungan Bengkalis
Not a member yet
519 research outputs found
Sort by
Analisis Sistem Pengendalian Piutang Terhadap Piutang Tak Tertagih Pada Koperasi Swamitra Wahana Putra Bengkalis
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan pendekatan analisis dengan pendekatan induktif.Koperasi adalah salah satu lembaga keuangan yang melayani masyarakat dalam bidang simpan pinjam.Namun setiap pemberian pinjaman tentu mempunyai risiko, salah satu risiko yang terjadi adalah kredit macet atau piutang tak tertagih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penilaian Koperasi Swamitra Wahana Putra Bengkalis dalam menganalisis nasabah agar tidak terjadi kredit macet, untuk mengetahui kolektibilitas kredit yang sering terjadi di Koperasi Swamitra Wahana Putra Bengkalis, untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kredit macet pada Koperasi Swamitra Wahana Putra Bengkalis, untuk mengetahui sistem penanganan kredit macet atau piutang tak tertagih pada Koperasi Swamitra Wahana Putra Bengkalis, dan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi atau ditemui Koperasi Swamitra Wahana Putra Bengkalis dalam menangani kredit macet. Dan juga untuk mengatahui sistem pencatatan akuntasinya.Jenis penelitian adalah penilitian Deskriptif.Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi kemudian dianalisis kembali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Koperasi Swamitra Wahana Putra Bengkalis menganalisis nasabah agar tidak terjadi kredit macet adalah dengan cara menganalisis persyaratan permohonan pinjaman, menganalisis atau melakukan survey usaha nasabah, menganalisis atau mensurvey jaminan, menganalisis kondisi rumah nasabah, Bank Indonesia Checking, dan melakukan tahap pencairan dana. Kolektibilitas kredit di Koperasi Swamitra Wahana Putra Bengkalis adalah Coll 1, yaitu nasabah dikategorikan pada kualitas lancar, Coll 2 nasabah di ketegorikan kurang lancar, Coll 3 nasabah dikategorikan dalam perhatian khusus, Coll 4 nasabah dikategorikan dalam diragukan dan W/O nasabah di kategorikan macet
Pengaruh Sistem Retribusi Boarding Pass Pelabuhan Terhadap Sistem Pengendalian Intern Pada PT. Pelindo I Kabupaten Kepulauan Meranti
Era otonomi daerah yang secara resmi mulai diberlakukan di Indonesia sejak 1 Januari 2001 menghendaki daerah untuk berkreasi dalam mencari sumber penerimaan yang dapat membiayai pengeluaran pemerintah daerah dalam rangka menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan. Dari berbagai alternatif penerimaan daerah, Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah dan juga Undang-undang tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah menetapkan pajak dan retribusi daerah sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari dalam daerah itu sendiri. Sebagai landasan hukum yang merupakan dasar hukum pungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yaitu Undang-undang Nomor 18 tahun 1997 tentang pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 yang berlaku sejak 1 Januari 2010. Pemungutan retribusi Boarding pass agar bisa berjalan dengan maksimal tentu saja harus di dukung dengan sistem yang baik dan benar. Hanya saja sistem yang dirancang oleh manusia juga tidak terlepas dari kelemahan, sehingga seringkali terjadi kesalahan (Error) yang menghambat berjalannya pemungutan retribusi tersebut. Hal ini terjadi tidak saja dalam hal pemungutan bisa juga terjadi dalam hal pencatatan penerimaan retribusi. Penerapan sistem yang sedemikian sebenarnya sangat efektif untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hasil analisa statistik yang menggambarkan keadaan atau kondisi responden dengan nilai rata-rata yang cukup tinggi pada variabel sistem retribusi boarding pass pelabuhan atau pas masuk pelabuhan menunjukkan bahwa sistem ini cukup memudahkan para penumpang kapal untuk melakukan perjalanan. Sama halnya dengan nilai rata-rata dari sistem pengendalian intern yang juga menunjukkan cukup tinggi, itu menunjukkan bahwa sistem pengendalian intern yang ada di PT. Pelindo sudah berjalan cukup baik
Peranan Alokasi Dana Desa Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Desa
Wujud terkecil dari otonomi daerah adalah desa mampu melakukan Pemberdayaan Masyarakat dan Kelembagaan Desa, Menanggulangi kemiskinan dan mengurangi kesenjangan, Meningkatkan perencanaan dan penganggaran pembangunan ditingkat desa, Meningkatkan pembangunan infrastruktur perdesaan, Meningkatkan pengalaman nilai-nilai keagamaan, sosial budaya dalam rangka mewujudkan peningkatan sosial, Meningkatkan ketentraman dan ketertiban masyarakat, Meningkatkan pelayanan pada masyarakat desa dalam rangka pengembangan kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat, Mendorong peningkatan keswadayaan dan gotong royong masyarakat, Meningkatkan pendapatan desa dan masyarakat desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa)
Respon Masyarakat Di Desa Selatbaru Terhadap Kinerja Manajemen Untuk Laba Real Transaksi, Dan Pendapatan Terhadap Kebijakan Strategis Produk-Produk Yang Berbasiskan Syariah Pada Bank-Bank Konvensional Di Pulau Bengkalis
Studi ini menyelidiki respon pasar ke labayang ada sebagai alat transaksi manajemen dan pendapatan terhadap kebijakan strategis yaitu, berbasis akrual manajemen laba, aktivitas transaksi nyata, danpendapatan terhadap kebijakan strategis yang merupakan proses pengambilan keputusan berdasarkan kepada akuntasi manajemen . Kami mengukur respon pasar terhadap isi informasilaba dengan koefisien respon laba . kami menemukan beberapa bukti hubungan negatif antara respon laba koefisien dan isi informasi laba yang terkandung manajemen laba yang mempunyai dampak yang tidak signifikan pada kinerja manajeman dalam pengambilan kebijakan yang diambil terhadap produk bank yang berbasiskan syariah dalam halnya ini yang menjadi basis data adalah akuntansi manajemennya
Pelaksanaan Perjanjian Kredit Kontruksi PT. Permata Andalana Sejati Dengan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cab. Pekanbaru
Permata Andalan Sejati merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang kredit perumahan di Kota Pekanbaru. Untuk melaksanakan kegiatan usaha dalam bidang perumahan, PT. Permata Andalan Sejati melakukan Kredit Kontruksi dengan PT. Bank Negara Indonesia (persero) Tbk. Cabang Pekanbaru. Didalam pelaksanaannya terhadap Perjanjian Kredit Kontruksi terdapat beberapa permasalah dan hambatan dalam melaksanakan Perjanjian Kredit Kontruksi tersebut misalnya ada gugatan yang dilakukan, kredit macet terjadi wanprestasi dan lain-lain. Adapun hasil dari penelitian ini adalah ada beberapa faktor penghambat dalam melaksanakan pelaksanaan perjanjian kredit kontruksi antara PT. Permata Andalan Sejati dengan PT. Bank Negara Indonesia (persero) Tbk, Cabang Pekanbaru yaitu: Pertama, Permasalahan hak tanggungan yang digugat padahal PT. Permata Andalan Sejati telah memiliki izin setelah proyek kontrusi berjalan ada gugatan dan hal ini memakan waktu lama sehingga PT. Permata Andalan sejati harus membeli kembali tanah yang telah di beli dan memiliki izin, kedua bunga Bank yang terlalu tinggi dan tidak stabil, bunga bank melebihi 10% hal ini menjadi kesulitan untuk membayar, bungga yang terlalu besar, terkadang akan naik jika BI telah menaikan suku bunga, ketiga waktu perjanjian yang terlalu singkat saat terjadi banjir pekerjaan kontruksi tidak bisa berjalan dengan maksimal sehingga target yang direncanakan tidak tercapai, keempat pencairan dana kredit kontrusi yang bertahap membuat pekerjaan tidak bisa cepat karena harus bekerja dengan modal yang terbatas. Meski banyak hambatan PT. Permata Andalan Sejati tetap melaksanakan perjanjian Kredit Kontruksi tersebut dengan baik walau harus mengalami kerugian
Prinsip Manajemen Pembiayaan Syariah
Tugas pokok lembaga pembiayaan adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kepada masyarakat yang memerlukannya sehingga peranan pembiayaan menjadi sangat penting. Sebagian besar lembaga pembiayaan masih mengandalkan sumber pendapatan utamanya dari operasi pembiayaan sehingga untuk mendapatakan margin yang baik diperlukan pengelolaan pembiayaan secara efektif dan efesien. Lembaga keuangan adalah bisnis yang bergerak dalam pembiayaan dan jasa keuanganlainnya. Jadi bisnis utama nya adalah kepercayaan, sehingga dikatakan pula bahwa bank adalah lembaga kepercayaan. Selama ini usaha lembaga keuangan yang terbesar dalam memberikan kontribusi sebagai sumber penghasilan bank berasal dari penyaluran pembiayaan. Istilah pembiayaan pada intinya berarti I Believe, I Trust, “saya percaya” atau “saya menaruh kepercayaan”. Perkataan pembiayaan yang artinya kepercayaan (trust), berarti lembaga pembiayaan selaku shahibul mal menaruh kepercayaan kepada seseorang untuk melaksanakan amanah yang diberikan. Dana terebut harus digunakan dengan benar, adil, dan harus disertai dengan ikatan dan syarat-syarat yang jelas dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak baik bank syariah maupun bagi nasabah
Penetapan Harga Ditinjau Dalam Persepektif Islam
Islam sebagai agama samawi terakhir memiliki sumber yang potensial dalam mengembangkan khazanah ekonomi baik mikro maupun makro, maupun skala domestik, regional bahkan internasional.Adalah Rasulullah SAW yang suatu ketika ditanya oleh komunitas masyarakatnya tentang fluktuasi harga yang cenderung memberatkan masyarakat pada saat itu dengan memberikan jawaban seolah-oleh lepas dari tanggungjawab, telah menimbulkan multi tafsir di kalangan cendekia Islam sejak awal perkembangannya hingga kini.Di kalangan sahabat yang di ataranya adalah Umar ibn al-Khattab merespon prilaku.Rasulullah adalah kasuistis dan tidak universal sehingga intervensi pemerintah dalam hal ini adalah dibolehkan bila didasarkan pada kemaslahatan umat. Sedangkan di kalangan ulama madzhab sunni secar garis besar terbagi menjadi dua pendapat: Kelompok pertama, memahami matan hadis Rasul itu dengan tekstual sehingga dalam kondisi apapun dan bagaimanapun, pemerintah tidak dibenarkan intervensi mengenai harga. Kelompok kedua, membolehkan adanya intervensi pemerintah terhadap harga komoditas perdagangan, bila terjadi indikasi adanya distorsi pasar.Hal ini dilakukan untuk menjadikan pasar sebagai instrument ekonomi yang akuntabel
Akuntansi Aktiva Tetap Berwujud
Aktiva tetap berwujud merupakan salah satu faktor penting yang menentukan lancar tidaknya operasional perusahaan khususnya perusahaan industri.Tanpa aktiva tetap berwujud, industri tidak dapat melakukan aktivitas utamanya.Berbicara aktiva tetap berwujud tidak akan terlepas dari harga perolehan, penyusutan, dan akumulasi penyusutan. Aktiva tetap dari waktu ke waktu mengalami keausan yang disebabkan karena pemakaian normal.Keausan secara normal ini mesti dialokasikan atau dibiayakan secra menyebar kepada periode-periode penggunaan aktiva tersebut.Ada kalanya suatu aktiva tetap dinilai tidak ekonomis lagi sehingga harus dijual dan diganti dengan yang baru.Tidak jarang juga terjadi kerusakan aktiva tetap berwujud secara mendadak karena bencana alam seperti banjir dan kebakaran. Apapun penyebab hilangnya masa manfaat aktiva tetap berwujud, baik itu aus secara normal, dijual karena dinilai tidak efisien lagi, maupun rusak karena bencana, semuanya diperlukan pencatatanakuntansi yang benar. Dengan pencatatan akuntansi yang benar akan dapat diketahui informasi yang tepat berkaitan dengan aktiva tetap berwujud
Pengertian, Kegunaan, Tujuan Dan Langkah-Langkah Penyusunan Laporan Arus Kas
Tulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pengertian, kegunaan, tujuan dan langkah-langkah dalammenyusun laporan arus kas.Mengingat pentingnya arus kas bagi para pengambil keputusan, maka informasi ini menjadi penting, karena masyarakat lebih memahami hal-hal berkaitan dengan arus kas.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka (Library Research). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka, yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan cara meninjau buku-buku referensi yang ada di perpustakaan. Jenis data yang digunakan merupakan data skunder yang berupa buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan. Analisa data menggunakan metode deskriptif, yaitu mendeskripsikan hasil penelitian dan kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian dalam tulisan ini adalah: Laporan arus kas merupakan laporan memberikan informasi keluar dan masuknya kas dalam suatu perusahaan, yang disebabkan oleh adanya aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Laporan arus kas digunakan dalam kaitannya dengan laporan keuangan yang lain, laporan arus kas dapat memberikan informasi yang memungkinkan para pemakai untuk mengevaluasi perubahan dalam aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan untuk mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangka adaptasi dengan perubahan keadaan dan peluang.Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. Ada beberapa tahapan dalam menyusun laporan arus kas di mana memerlukan laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi. Sedangkan metode yang dapat digunakan ada dua yaitu metode langsung dan tidak langsung
Urgensi Fiqih Muamalah dalam Mata Kuliah Akuntansi Syariah
Penelitian ini bertujuan untuk menawarkan secara praktek pengajaran akuntansi syariah untuk memasukan fiqih muamalah dan akuntansi secara seimbang. Metode penelitian ini menggunakan pardigma kritis untuk mengkritisi pembajaran akuntasi syariah berdasarkan sumber hukum utama islam. Penelitian ini menunjukan bahwa mahasiswa dan lulusan memiliki resiko jika juruan akuntansi tidak mengajarkan fiqih muamlah dan jurusan akuntansi juga memiliki manfaat yaitu akan mencapai capaian pembelajaran jika fiqih muamalah dimasukan sebgi bagian dalam pembelajaran akuntansi syariah. Peneliti menawarkan beberapa metode untuk menerapkan fiqih muamalah tersebut yaitu (1) fiqih dan akuntansi diterapkan secara seimbang, (2) membuat dua mata kuliah seperti akutansi intermediate 1 dan 2, begitu juga dnegan akuntansi syariah 1 dan 2. (3) menghapus bahasan yang sama yang terdapat dalam mata kuliah akuntansi syariah dengan akuntansi keuangan dan (4) dosen membuat literatur mengenai fiqih mumalah bagi mahasiswa untuk diperalajari secara mandiri