UMK Electronic Journal (Universitas Muhammadiyah Kupang)
Not a member yet
1135 research outputs found
Sort by
Sosialisasi Potensi Geografis Desa Dalam Peningkatan Ketahanan Pangan Di Desa Papela, Kecamatan Rote Timur Kabupaten Rote Ndao
Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan berkelanjutan, khususnya di wilayah pedesaan yang memiliki potensi geografis beragam. Desa Papela Kecamatan Rote Timur Kabupaten Rote Ndao dengan karakteristik geografis yang unik , seperti kesuburan tanah, ketersediaan air, keanekaragaman hayati, dan iklim yang mendukung, memiliki peluang besar untuk mengembangkan sistem pangan mandiri. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengoptimalkan, dan memanfaatkan potensi geografis desa Papela guna meningkatkan ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari pemetaan potensi. Kegiatan ini dilakukan melalui diskusi kelompok terarah, observasi lapangan, Hasil pengabdian menunjukkan bahwa bahwa potensi geografis desa Papela Kecamtan Rote Timur Kabupaten Rote Ndao, baik berupa kondisi geologi, geomorfologi, oseanografi,ekonomi, demografi, sosial budaya dan pedosfer maupun kearifan lokal, memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan ketahanan pangan masyarakat. Pemanfaatan potensi tersebut secara optimal, melalui penerapan teknologi tepat guna, pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, dan penguatan kapasitas masyarakat, mampu meningkatkan produktivitas pertanian, diversifikasi pangan, dan kemandirian ekonomi desa. Kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak pendamping menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan program, sehingga desa tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri, tetapi juga berkontribusi pada pasokan pangan Desa Papela itu sendiri
Teknologi memegang peran sentral dalam pendidikan, meningkatkan aksesibilitas, fleksibilitas, dan kualitas pengalaman belajar. Namun, pembelajaran muatan lokal Bahasa Cirebon masih sering menggunakan metode konvensional. Pendekatan ini memiliki keterbatasan dalam memfasilitasi pembelajaran aktif dan kreativitas siswa, sehingga berdampak pada rendahnya minat serta motivasi siswa saat belajar Bahasa Cirebon. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi tingkat kegunaan Media Diajaran Basa Cerbon berdasarkan skor System Usability Scale (SUS) dari persepsi penggunanya. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan metode SUS. Sebanyak 10 kuesioner disebarkan kepada responden yang telah menggunakan Media Diajaran Basa Cerbon. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan Microsoft Excel, mengikuti rumus dan perhitungan SUS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Media Diajaran Basa Cerbon memperoleh skor rata-rata SUS sebesar 79. Angka ini mengindikasikan bahwa media tersebut memiliki nilai yang baik, dengan grade skala C dan adjective rating "Good". Media Diajaran Basa Cerbon juga termasuk dalam kategori Acceptable (Dapat Diterima), menunjukkan bahwa media ini dapat digunakan secara efektif dan mendapat penerimaan positif dari pengguna. Secara spesifik, pengguna menilai Media Diajaran Basa Cerbon mudah dipahami, mudah diakses, dan nyaman digunakan, serta merasa puas terhadap fitur-fitur yang ada di dalamnya. Implikasi dari temuan ini bahwa Media Diajaran Basa Cerbon sangat berpotensi untuk menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan minat dan motivasi belajar Muatan Lokal Bahasa Cirebon
Konsep Geometri Dalam Motif Tenun Tradisional Amanuban Dan Integrasinya Dalam Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar
PENGARUH SIMPANAN, PINJAMAN, DAN KREDIT LALAI TERHADAP PEROLEHAN SHU PADA KOPDIT SWASTI SARI KOTA KUPANG
Dalam koperasi, Sisa Hasil Usaha (SHU) merupakan tolok ukur keberhasilan pengelolaan dana anggota. Besarnya SHU berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan anggota karena akan dibagikan sebagai jasa modal atau jasa usaha. Kajian ini penting dilakukan untuk memahami faktor-faktor finansial yang memengaruhi SHU agar pengurus koperasi dapat mengoptimalkan pengelolaan usaha. Selama lima tahun jumlah simpanan anggota mengalami banyak perubahan, terutama mulai 2021 menurun drastis. Sedangkan data jumlah pinjaman menunjukkan peningkatan, data kredit lalai mengalami penurunan. Namun perolehan SHU anggota selama lima tahun justru mengalami peningkatan. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengaruh jumlah simpanan anggota (X1), pinjaman (X2), kredit lalai (X3) terhadap perolehan SHU (Y) Kopdit Swastisari Kupang. Pendekatan yang digunakan adalah studi kuantitatif dengan analisis statistik. Populasi penelitian adalah data laporan keuangan selama lima tahun (2019-2023) dengan sampel sebanyak 60 data keuangan. Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa nilai konstanta (a) memiliki nilai positif yaitu sebesar 3.157. Koefisien regresi X1 sebesar 0,002 bernilai positif. koefisien regresi X2 sebesar 0,001. Besarnya koefisien regresi X3 sebesar 0,022 bernilai positif. Sedangkan berdasarkan analisis inferensial menunjukkan bahwa secara parsial jumlah simpanan (X1), pinjaman (X2), kredit lalai (X3) berpengaruh signifikan terhadap perolehan SHU (Y) Kopdit Swastisari Kupang
Edukasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk Peningkatan Kesehatan Masyarakat Pedesaan di Kabupaten Kupang
Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan sebagai solusi alternatif dalam menjaga kesehatan masyarakat secara mandiri yang mudah diolah dan aman dikonsumsi. Di wilayah pedesaan seperti di Kabupaten Kupang, banyak tanaman obat yang tumbuh secara alami namun belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Tesbatan 1 Kabupaten Kupang. Metode meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan diskusi interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 25 Mei 2017 dan diikuti oleh 52 orang peserta. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat, dengan peningkatan pemahaman sebesar 49,6% dan ketertarikan untuk memanfaatkan TOGA secara mandiri. Selain itu, warga juga terdorong untuk menanam tanaman obat di pekarangan rumah sebagai langkah awal menuju kemandirian dalam menjaga kesehatan keluarga, menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya pengobatan tradisional berbasis kearifan lokal dan menjadi dasar bagi pengembangan TOGA secara berkelanjutan di masa depan. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan berbasis kearifan lokal
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SMA PLUS ST ALBERTUS AGUNG WELEUN MALAKA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) implementasi pendidikan karakter di SMA Plus St Albertus Agung Weleun Malaka (2) untuk mengetahui dampak implementasi pendidikan karakter di SMA Plus St Albertus Agung Weleun Malaka. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala Sekolah, guru sosiologi dan peserta didik. Adapun teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi redukasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan penelitian ini menunjukan bahwa, bahwa: Implementasi Pendidikan Karakter sebagai berikut: Pertama membentuk kreativitas siswa disekolah seperti kepramukaan, kegiatan seni, kegiatan olahraga dan kegiatan akademik guna membentuk karakter siswa agar menjadi lebih baik disekolah, kedua kegiatan kerohanian/religius memahami ajaran agama disekolah seperti doa angelus jam 12 siang, kegiatan kerohanian digereja, misa mingguan, berdoa sebelum dan sesudah pelajaran, ketiga membiasakan siswa hidup disiplin memakai seragam sekolah dan hadir tepat waktu disekolah, dan yang keempat membiasakn siswa membaca buku sebelum 15 menit setiap harinya. Sedangkan dampak positif implementasi pendidikan karakter adalah pertama, menjadikan peserta didik lebih maju, mandiri dan bertanggung jawab. Kedua, peserta didik mendapat nilai yang baik dan dapat dijadikan teladan oleh peserta didik lainnya/sesame teman sejawat
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Matematika di Kelas IV SDN 216/IV Kota Jambi
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran project based learning untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada pembelajaran matematika di kelas IV SDN 216/IV Kota Jambi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Data penelitian ini diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian mengenai penerapan model pembelajaran project based learning mampu meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada pembelajaran matematika. Hal ini karena peserta didik mengalami peningkatan keaktifan belajar dengan memperhatikan tiap indikator keaktifan belajar yang dapat terlihat pada setiap siklus. Hasil yang diperoleh keaktifan belajar peserta didik pada siklus I pertemuan I yaitu sebesar 40% dengan kategori kurang dan pertemuan II yaitu sebesar 53% dengan kategori kurang. Pada siklus II pertemuan I meningkat menjadi 63% dengan kategori cukup dan pertemuan II juga mengalami peningkatan menjadi 80% dengan kategori baik.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran project based learning dapat meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada pembelajaran matematika di kelas IV SDN 216/IV Kota Jambi. Hal tersebut dibuktikan dengan terjadinya peningkatan indikator keaktifan belajar pada setiap siklus dan pertemuannya
Penerapan Model PBL Berbantuan Media Audio Visual untuk Meningkatan Hasil Belajar Siswa di Kelas IV UPTD SD Negeri 26 Teluk Panji I
Pembelajaran yang berkualitas merupakan kegiatan edukatif yang mampu mewujudkan target pendidikan yang dirumuskan oleh pengajar. Berdasarkan hasil observasi yang dilaksanakan di kelas IV UPTD. SD Negeri 26 Teluk Panji I ditemukan bahwa pencapaian hasil belajar para murid belum memenuhi standar yang ditargetkan. Berkaitan dengan kondisi ini, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model PBL dengan bantuan media audio visual. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian tindakan kelas yang mengikutsertakan subjek penelitian yaitu murid kelas IV UPTD. SD Negeri 26 Teluk Panji I yang berjumlah 25 orang. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini direalisasikan menggunakan observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Teknik analisis informasi diimplementasikan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dengan bantuan media audio visual berhasil meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, mengingat melalui model pembelajaran dan dukungan media tersebut, para siswa memperlihatkan minat yang lebih besar dalam mengikuti pembelajaran. Peningkatan hasil belajar tergambar melalui peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh peserta didik dimulai dari prasiklus yang menunjukkan angka 28%, selanjutnya pada siklus I mengalami kenaikan hingga 64%, dan akhirnya pada siklus II berkembang mencapai 88%. Mengacu pada data tersebut, dapat dirumuskan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah dengan dukungan media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia untuk peserta didik kelas IV UPTD. SD Negeri 26 Teluk Panji I
Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Melalui Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Dengan Dukungan Media Quizizz
Keinginan belajar memiliki pengaruh penting dalam pembelajaran untuk mengembangkan kompetensi anak. Penelitian tindakan kelas tersebut memiliki maksud untuk memperbaiki keinginan murid kelas 5 UPTD. SDN 10 Kotapinang untuk belajar matematika. Subjek pengkajian adalah murid kelas 5 berjumlah 39 murid. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi kuesioner, observasi, interview, dan dokumentasi.Metode ulasan data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Pengkajian dikerjakan dalam 2 fase, terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil pengkajian ini mengindikasikan bahwa perbaikan keinginan murid dalam pelajaran melalui implementasi proses belajar berdiferensiasi melalui dukungan media quizizz di UPTD. SD Negeri 10 Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan pada kegiatan pra fase dilaksanakan, tingkat capaian keinginan mempelajari matematika murid ada di posisi level dibawah ekspektasi dengan capaian sebesar 13%. Pada fase pertama, motivasi murid untuk belajar matematika meningkat sebesar 77%, tetapi tidak mencapai standar capaian yang diharapkan. Melalui fase kedua, motivasi murid untuk belajar matematika meningkat sebesar 85%. Berdasarkan hal tersebut, bisa dikatakan implementasi pembelajaran berdiferensiasi dengan dukungan quizizz mampu menambah keinginan murid untuk mempelajari matematika.
Desire to learn has an important influence in learning to develop children's competence. The purpose of the class action research was to improve the desire of students in grade 5 UPTD. SDN 10 Kotapinang to learn math. The subjects of the study were 5th grade students totaling 39 students. Data collection methods used included questionnaires, observations, interviews, and documentation. Data review methods were qualitative and quantitative. The assessment was conducted in 2 phases, consisting of planning, implementation, observation, and reflection. The results of this study indicate that the improvement of students' interest in learning through the implementation of a differentiated learning process through the support of quizizz media at UPTD. SD Negeri 10 Kotapinang, Labuhanbatu Selatan Regency in the pre-phase activities carried out, the level of achievement of students' desire to learn mathematics was at a level below expectations with an achievement of 13%. In the first phase, students' motivation to learn math increased by 77%, but did not reach the expected standard of achievement. Through the second phase, students' motivation to learn math increased by 85%. Based on this, it can be said that the implementation of differentiated learning with the support of quizizzes can increase students' desire to learn mathematics.