UMK Electronic Journal (Universitas Muhammadiyah Kupang)
Not a member yet
1135 research outputs found
Sort by
Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Dalam Pembelajaran IPS
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses dan hasil pelaksanaan model pembelajaran group investigation (GI) dalam pembelajaran IPS, mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPS dan menguji pengaruh pelaksanaan model GI terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPS. Jenis penelitian ialah True Experiment Design dimana kelas eksperimen (Va) dan kelas kontrol (Vb). Penentuan subjek penelitian berdasarkan hasil nilai ujian tengah semester yang memiliki rata-rata nilai yang hampir sama. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu berpikir kritis dan variabel bebasnya adalah model GI. Peneliti menggunakan instrumen pengukuran hasil belajar dalam bentuk essay sebanyak 5 butir soal. Hasil belajar dianalisis dengan menggunakan rumus t-test melalui bantuan SPSS 21.0 for Windows. Hasil analisis deskriptif dan uji hopitesis diketahui adanya perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yang signifikan, hal tersebut ditunjukkan dengan hasil yang dilakukan dengan menggunakan Uji-t Tes pada kemampuan berpikir kritis diperoleh bahwa H0 ditolak. Gainscore rata-rata kelas eksperimen sebesar 6,08 sedangkan kelas kontrol 4,58. Nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji-t dan nilai rata-rata, maka H0 ditolak sebagai hasil penelitian. Hal itu menunjukkan bahwa model pembelajaran GI berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa
TEACHERS' AND STUDENTS' PERSPECTIVES ON USING DIGITAL EDUCATIONAL TOOLS DURING THE PROCESS OF LEARNING
This research aims to understand how the sociology learning process using digital learning media in high schools in Yogyakarta City. The article presents the proportion and variety of digital learning media used by teachers and students in sociology education. Data were collected using a quantitative approach. The data collection technique used was a questionnaire distributed to students, with data collected from 137 students in 3 high schools. The research results show that the sociology teaching process conducted by the teacher in the classroom combines the use of technology-based learning media. 94.9% of students stated that the teacher allowed the use of electronic devices in the learning process. As many as 98.5% of students stated that they use electronic devices to support the learning process. Various integrations of digital learning media in education, such as the use of laptops, smartphones, and the utilization of the internet to support and enrich learning materials. This is supported by 97.8% of students owning and using laptops, smartphones, and internet access, with a proportion of 0.7% bringing only laptops, 64.2% owning mobile phones, 0.7% bringing both mobile phones and tablets, and 31.4% bringing both laptops and mobile phones to school. Supporting materials are obtained from e-books, YouTube, and articles. The level of media usage by students is 76.6% using e-books, 69.3% accessing YouTube, 10.9% accessing articles, and 66.4% of students using media to understand the material through practice questions
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Tema Indahnya Menghargai Dalam Keragaman Di SD Muhammadiyah 1 Kupang
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI dan BP kelas IV di SD Muhammadiyah 1 Kupang dengan menerapkan model Problem Based Learning. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan kolaborasi peneliti dan wali kelas sebagai pengamat. Proses pembelajaran dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari dua pertemuan. Data aktivitas siswa selama pembelajaran diamati dan dicatat dalam lembar observasi, sementara peningkatan pemahaman siswa diukur melalui hasil tes pada siklus I dan II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar siswa pada siklus I adalah 69,00%, meningkat menjadi 82,25% pada siklus II. Peningkatan terjadi karena pada siklus I siswa masih dalam tahap penyesuaian terhadap materi dan model pembelajaran baru, sedangkan pada siklus II siswa sudah lebih terbiasa dengan model pembelajaran berbasis masalah, sehingga mencapai nilai di atas standar KKM 75. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Pada Tema 6 Panas Dan Perpindahannya Kelas V SD Negeri Nefosaka Kupang
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains (KPS) pada tema 6 panas dan perpindahannya kelas V SD Negeri Nefosaka, Kota Kupang Tahun Ajaran 2022/2023 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization. Jenis penelitian ini adalah PTK. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Nefosaka yang berjumlah 13 siswa. Desain penelitian ini mengacu pada desain penelitian tindakan kelas menurut Kemis Me Tanggart yang meliputi (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes keterampilan proses Sains dan angket. Indikator ketercapaian KKM 70 %. Teknik Analisis data yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Dengan subjek penelitian terdiri dari 4 orang laki-laki dan 9 orang perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan keterampilan proses sains (KPS) siswa. Hasil keterampilan proses sains siswa dapat meningkat dilihat dari rata-rata. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan adanya peningkatan dari setiap aspek yang telah ditentukan.pada siklus pertama dengan nilai persentase ketuntasan 53,46% dengan kategori kurang baik dan pada siklus kedua dengan nilai persentase 88,84%. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa peningkatan keterampilan proses sains (KPS) siswa melalui model pembelajaran Team Assisted Individualization pada tema 6 panas dan perpindahnnya kelas V SD Negeri Nefosaka Kota Kupang Tahun Ajaran 2022/2023 meningka
PENGARUH MODAL SENDIIRI DAN MODAL PINJAMAN TERHADAP PEROLEHAN SISA HASIL USAHA DENGAN PEMBERIAN KREDIT SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI PADA KOPDIT PEREMPUAN ALFA OMEGA KUPANG)
Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui 1) pengaruh Modal sendiri terhadap pemberian kredit, 2) Pengaruh Modal Pinjaman terhadap Pemberian kredit, 3) Pengaruh Pemberian Kredit terhadap Perolehan Sisa hasil Usaha, 4) Pengaruh Modal Sendiri Terhadap Perolehan Sisa Hasil Usaha, 5) Pengaruh Modal Pinjaman terhadap oerolehan Sisa hasil Usaha, 6) Hubungan Modal Sendiri Terhadap Perolehan Sisa Hasil Usaha dengan adanya Pemberian Kredit sebagai Variabel Intervening, 7) Hubungan Modal Pinjaman terhadap Perolehan Sisa Hasil Usaha dengan adanya Pemberian Kredit sebagai Variabel Intervening.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Modal Sendiri tidak berpengaruh terhadap pemberian kredit dibuktikan dengan nilai t hitung sbesar 1,253 < 12.70620); 2) Modal Pinjaman tidak berpengaruh terhadap pemberian kredit dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 0,318 < 12.70620; 3) Modal Sendiri tidak berpengaruh terhadap perolehan Sisa hasil Usaha dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 0,911< 12.70620; 4) Modal Pinjaman tidak berpengaruh tetapi Signifikan terhadap Perolehan Sisa Hasil usaha dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 4,436 < 12.70620; 5) pemberian kredit tidak berpengaruh terhadap Perolehan Sisa Hasil Usaha dibuktikan dengan nilai T hitung sebesar 0,762 < 12.70620; 6) Modal sendiri tidak berpengaruh signifikan terhadap perolehan sisa hasil usaha dengan adanya pemberian kredit dibuktikan dengan hasil Uji sobel sebesar 0,014 < 12.70620; 7) Modal Pinjaman berpengaruh signifikan terhadap perolehan sisa hasil usaha dengan adanya pemberian kredit dibuktikan dengan hasil Uji sobel sebesar 712,63 > 12.7062
INOVASI PEMBELAJARAN PAI MELALUI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)
This study explores the innovation of Islamic Religious Education (PAI) through the integration of Artificial Intelligence (AI) in the digital era. The rapid development of technology offers new opportunities to improve the effectiveness and engagement of PAI learning. Using a library research approach, the study analyzes various AI-based educational innovations, such as adaptive learning systems, interactive content, and AI-assisted teaching methods like chatbots and personalized learning recommendations. The results indicate that AI can significantly enhance student motivation, understanding, and efficiency in learning. However, challenges such as teacher readiness and ethical data concerns remain major obstacles. Therefore, continuous training and clear data policies are crucial for effective AI implementation in PAI
Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Media Alat Peraga Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar
Penelitian ini dilatar belakangi masih rendahnya hasil belajar peserta didik kelas V UPTD SD Negeri Oeba 3 pada mata pelajaran IPAS, dari hasil observasi pra siklus guru telah mengunakan model pembelajaran yang ada di sekolah tetapi nilai peserta didik belum mencapai KKM 75. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS, didik pada Topik A Bagaimana Bernapas Membantuku Melakukan Aktivitas Sehari-Hari di Kelas UPTD SD Negeri Oeba 3 melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Alat Peraga Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kelas yang diperoleh peserta didik sebelum penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Alat Peraga, pada tahap pratindakan berdasarkan hasil observasi hasil belajar peserta didik, masih dibawah standar KKM 75. Pada hasil tes siklus I rata-rata perolehan 61,25% Pada siklus II nilai rata-rata 83,5%. Hal ini kriterianya mencapai ketuntasan yang sangat baik yang sudah mencapai indikator keberhasilan nilai rata-rata diatas KKM 75 sebanyak > 84,1% dari jumlah peserta didik 20 orang. Hal ini membuktikan bahwa Penerapan model Problem Based Lerning berbantuan media alat peraga untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada Topik A Bagaimana Bernapas Membantuku Melakukan Aktivitas Sehari-Hari Kelas V UPTD SD Negeri Oeba 3