UMK Electronic Journal (Universitas Muhammadiyah Kupang)
Not a member yet
1135 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF UNTUK PENDIDIKAN SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI DI ERA DIGITAL
This study aims to determine the development of a collaborative learning model for sociology and anthropology education in the digital era. The research method uses descriptive qualitative with literature study data collection techniques, in analyzing data researchers use reduction, presentation, and conclusion drawing techniques. The results showed that the collaborative learning approach in Sociology and Anthropology education in the digital era has significant implications and benefits. This model improves students' social interaction, strengthens social skills, and creates a dynamic classroom environment. In addition, students develop critical thinking skills through discussions, collaborative projects and skills-based evaluation. Technological literacy is a key focus, preparing students for the digital world and giving them flexibility in learning. The model also provides practical experience in applying sociological and anthropological concepts in real-world situations, and builds students who are ready to face complex future challenges. Despite challenges such as teacher training and access to technology, the development of this model responds to changes in education, providing a solid foundation for relevant learning and deep understanding
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SELF DIRECTED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN SOSIOLOGI SMA NEGERI 6 KUPANG
This research aims to determine the application of the Self-Directed Learning (SDL) Learning Model to improve student learning outcomes in sociology lessons at SMA Negeri 6 Kupang. The aim of this research is to determine whether the Self-Directed Learning learning model can improve student learning outcomes in sociology lessons at SMA Negeri 6 Kupang. This research is Classroom Action Research (PTK). The subjects in this research were students in class This research was conducted in two cycles. Where in each cycle 3 meetings are held and at the end of the meeting an evaluation or final test is held in implementing the action. The data analysis technique used in this research uses qualitative and quantitative data analysis. The data collection techniques used in this research used observation sheets, tests and documentation. The research results show that implementing learning by applying the Self-Directed Learning (SDL) learning model in sociology subjects can improve student learning outcomes. This is demonstrated by increasing student learning outcomes in each cycle. In the pre-cycle the total student score reached 2365 with an average of 67.57, increasing to 2685 in the first cycle with an average of 76.71, while in the second cycle it increased to 2870 with an average of 82.85
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS DI SMA SWASTA PGRI KUPANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apakah dengan penerapan model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar sosiologi siswa kelas XI SMA SwastaPGRI Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dimaksud kan untuk mengatasi permasalahan yang ada dikelas. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS semester ganjil tahun ajaran 2021/2022 yang berjumlah 10 orang siswa dengan perincian 4 orang siswa laki-laki dan 6 orang siswa perempuan. Penelitianini di lakukan dalam dua siklus dan setiap akhir siklus dilakukan refleksi terhadap tindakan yang diberikan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi, wawancara, dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: Penerapan model pemebelajaran discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Swasta PGRI Kupang, hal ini dapat diketahui pada Siklus I pertemuan I sebesar 50% dengan kategori Sedang, pada pertemuan ke 2 menjadi 60% dengan kategori Sedang, dan siklus II pertuman I sebesar 70% dengan kategori Cukup Baik, dan meningkat pada pertemuan 2 dengan presentase sebesar 90% dengan kategori Sangat Baik
ANALISIS NILAI MORAL DAN BUDAYA PADA ANAK YANG PUTUS SEKOLAH DI KELURAHAN OEBA KOTA KUPANG
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai moral dan budaya anak putus sekolah di Kelurahan Oeba Kota Kupang. Untuk mengetahui faktor-faktor anak putus sekolah di Kelurahan Oeba Kota Kupang. Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian anak yang putus sekolah, orang tua, dan masyarakat. Keabsahan data menggunakan penggumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menujukan bahwa nilai moral dan budaya pada anak yang putus sekolah kuranglah baik, ditanda dengan perubahan pola pikir, tingka laku anak dalam kehidupan sehari-hari. Pergaulan bebas dimana anak tidak terkontrol akan pergaulan seperti merokok, minum-minuman beralkohol, berkeliaran malam dan menganggu warga sekitar. Anak yang putus sekolah dikarenakan permasalahan faktor kuragnya minat belajar anak, faktor ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan formal orang tua dan lingkungan pergaulan masyarakat. Minat anak untuk bersekolah sangat rendah dimana anak lebih memilih untuk bekerja mencari uang dari pada melanjutkan sekolah
PERAN PANDAI BESI DALAM MENDUKUNG PENDIDIKAN ANAK DI PERGURUAN TINGGI DI KABUPATEN SABU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peran pandai besi dalam mendukung pendidikan anak ke tingkat perguruan tinggi (2) faktor-faktor yang menghambat peran pandai besi dalam mendukung pendidikan anak ke tingkat perguruan tinggi di Desa Mehona Kecamatan Sabu Liae Kabupaten Sabu Raijua. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala desa, orang tua dan anak. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dan teknik analisis yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa temuan . Pertama Peran Pandai Besi Dalam menyekolahkan anaknya ke tingkat perguruan Tinggi Di Desa Mehona Kecamatan Sabu Liae Kabupaten Sabu Raijua adalah (1) Peran Orang Tua Sebagai Pendidik adalah orang tua mendidik anak dengan mengajak anak agar giat dalam belajar, selalu ingat berdoa (2) peran orang tua sebagai fasilitator adalah sebagai orang tua memeberikan fasilitas berupa uang SPB. ( 3) Peran orang tua sebagai pembimbing adalah membantu anak ketika mengalami kesulitan, dan mengajarkan anak untuk berperilaku yang baik. Kedua faktor- faktor yang menghambat peran orang tua dalam menyekolahkan anaknya ke tingkat keperguruan tinggi adalah (1) tingkat status sosial ekonomi orang tua menyebabkan anak-anak tidak melanjutkan pendidikan ke tingakat perguruan tinggi, (2) faktor lingkungan sosial (3) tidak adanya kemauan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA MUHAMMADIYAH KUPANG
Jenis penelitian merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dengan pra siklus, siklus1 dan siklus 2 dan setiap siklus dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai dari pra siklus dengan rata-rata 52,2 . dan hasil observasi siswa pada siklus 1 pertemuan pertama dengan rata-rata 50,75 dengan kategori kurang aktif dan pertemuan kedua dengan rata-rata 58,00 kategori kurang aktif, hasil belajar siswa siklus 1 dengan rata-rata 63,6 dengan kategori cukup baik. Sementara hasil observasi aktivitas siswa pada siklus 2 pertemuan pertama dengan rata-rata 87,00 dan pertemuan kedua siklus 2 dengan rata-rata 93,25 dengan kategori sangat aktif. Hasil belajar siswa siklus 2 dengan rata-rata 91,86 dengan kategori sangat baik. Hasil ini telah mencapai kriteria keberhasilan yang di tetapkan peneliti di atas KKM 75. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi kelas XI SMA Muhammadiyah Kupang melalui model pembelajaran Problem based learning terbilang telah mencapai kriteria keberhasilan yang di tetapkan penelitian itu 80% diatas KKM 75
IMPLIKASI TEORI EMPIRISME DALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR
Philosophy has a great influence on the progress of world education, especially education in Indonesia. The influence given is in the form of pious thoughts from philosophers to change the face of education. Philosophy is mother from all science. In other words the mother of all knowledge.Empiricism makes a real contribution to the world of education. Where are the thoughts from philosophy empiricism pioneered by John Locke, a philosopher from England with a very famous thought, namely the blank sheet of paper.The concept of the blank sheet of paper means that students are likened to white paper or tabula rasa. The impact of this concept is that students really need what is called education. Education is a conscious and planned effort carried out by adults in order to guide children towards developing their talents and interests as well as their potentials to become complete human beings in carrying out this life. Students are learning subjects who really need attention and affection in the educational process. That is, as an individual, students want to get the various knowledge needed to prepare themselves to start experiencing the process of being trained and guided towards maturity both from the cognitive, affective, and psychomotor aspects. These aspects become the essential foundation for the formation of students' self
Metode Asessment Guru PAI Pada Perkembangan Karakter Moral Keagamaan Peserta Didik Di SMP Muhammadiyah Kupang
This study aims to find out 1) How is the assessment method carried out by PAI teachers at SMP Muhammadiyah Kupang whether it is in accordance with the assessment objectives set or not. 2.) How can the formation of religious moral character that should be a teacher but handed over to parents be able to develop optimally or not. This research uses a type of descriptive qualitative research with observation data collection techniques, interviews and documentation while the data analysis technique that the author uses is data reduction, data presentation or display and data conclusions. The results of this study indicate that the assessment method used by Islamic Religious Education teachers at SMP Muhammadiyah Kupang is dominantly carried out according to formative principles that are integrated with students in ongoing learning activities. And the development of the religious moral character of students at Kupang Muhammadiyah Middle School by instilling and strengthening the values of the moral character of the Islamic religion by getting used to Duhah prayers and midday prayers and increasing religious activities and programs such as Islamic boarding schools and thafiz Qur'an
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) MELALUI PEMBUATAN KINCIR ANGIN PADA TEMA 2 SUB TEMA 1 TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV SD MUHAMMADIYAH 2 KOTA KUPANG
Masalah pokok dalam penelitian ini adalah sejaumana Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Melalui pembuatan Kincir Angin pada tema 2 sub tema 1 terhadap hasil belajar peserta didik kelas IV SD Muhammadiyah 2 Kota kupang. Ada pun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran project based learning berbantuan media kincir angin dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada sub tema sumber energi kelas IV SD Muhammadiyah 2 kupang. Manfaat dalam penelitian ini adalah: (1). Bagi peserta didik, (2). Bagi Guru, (3). Penelitian lanjut penelitian ini merupakan penelitian tindak kelas ( PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan setiap siklus terdiri dari empat tahapan yakni, tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV Muhammadiyah 2 kupang. Data penilitian ini di peroleh melalui obsevasi dan tes tertulis. Teknik analisis data menggunakan teknik nalisis deskripsi kualitatif. Peneliti bertujuan untuk menjawab rumusan masalah penerapan model pembelajaran project based learning berbantuan kincir angin untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada sub tema sumber energi di SD Muhammadiyah 2 kupang. berdasarkan perbandingan presentase aktivitas peserta didik pada siklus I dan II diketahui bahwa tingkat aktivitas peserta didik saat proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran project based learning berbantuan kincir angin pada materi sumber energi angin mengelami peningkatan dari nilai aktivitas peserta didik 47% pada siklus I, Dan meningkat menjadi 85% pada siklus II. Sedangkan pada aktivitas guru 62,22% pada siklus I meningkat menjadi 83,33%. rata-rata dan presentase ketuntasan belajar klasikal peserta didik juga mengelami peningkatan dari, siklus I dan siklus II. Nilai rata-rata hasil belajar pada siklus I 67,5% dengan presentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 40% pada tindak siklus II nilai rata-rata peserta didik meningkat menjadi 90,5% dengan presentase ketuntasan 90%. maka dapat di simpulkan bahwa penerapan model pembelajaran project based learning berbantuan kincir angin secara benar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERU DRAMA KELAS V SDN BAKATEU KABUPATEN MALAKA
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa dengan menerapkan metode pembelajaran Bermain Peran pada kelas V SDN Bakateu Kabupaten Malaka. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik analisis data yang digunakan melalui dua tahap yaitu teknik pengumpulan data dan teknik analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berbicara siswa kelas V SDN Bakateu Kabupaten Malaka setelah menerapkan metode pembelajaran Bermain Peran mengalami peningkatan. Jika sebelum menerapkan metode pembelajan bermain peran pada proses pembelajaran, peserta didik akan duduk diam tanpa berbicara dan memberikan pendapatnya maka setelah menerapkan model pembelajaran bermain peran lebih aktif lagi dalam kegiatan pembelajaran tanpa merasa takut atau malu lagi dalam memberikan pendapatnya. Hal ini juga dapat dilihat pada tes kemampuan berbicara siswa yang mengalami peningkatan dari siklus I dengan ketuntasan 35% dan pada siklus II dengan kentuntasan 90%. Hal ini membuktikan bahwa penerapan metode pembelajaran Bermain Peran dapat meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa kelas V SDN Bakateu Kabupaten Malaka