UMK Electronic Journal (Universitas Muhammadiyah Kupang)
Not a member yet
1135 research outputs found
Sort by
Penerapan Model Pembelajaran Koperatif Picture and Picture dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Daur Hidup Hewan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif Picture and Picture dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada tema 6 materi Daur Hidup Hewan di kelas IV SDK Maria Bunda Karmel, dengan jumlah siswa sebanyak 20 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa di kelas IV SDK Maria Bunda Karmel. Teknik pengumpulan data melibatkan soal pilihan ganda, observasi, pretest, dan posttest. Data yang diperoleh dari observasi dan tes dianalisis menggunakan teknik deskriptif dengan perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, persentase hasil belajar siswa mencapai 68%, dengan kategori cukup baik. Pada siklus II, terjadi peningkatan signifikan dengan hasil belajar mencapai 83%, yang dikategorikan sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Picture and Picture secara efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada tema 6 materi Daur Hidup Hewan di kelas IV SDK Maria Bunda Karmel tahun ajaran 2023/2024
Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Melalui Metode Mind mapping Tema Kewajiban dan Hakku di Kelas III MI Al Fitrah Oesapa
Penelitian tindakan kelas bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia tema 5 kewajiban dan hakku di kelas III MI Al Fitrah Oesapa Tahun Ajaran 2023/2024 melalui metode pembeajaran mind mapping.Subjek penelitian ini adalah 33 orang peserta didik kelas III mi al fitrah Oesapa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru siklus I dengan presntase 63% dan aktivitas peserta didik siklus I 60%.Pada siklus II meningkat aktivitas guru dengan presentase 94,44% dan peserta didik siklus II dengan presentase 90,86%.selain itu hasil kemampuan membaca siklus I ke siklus II mengalami peningkatan dengan presentase postetes yang tuntas pada siklus I yaitu 25% dengan rata-rata 70 % dan pada siklus II dengan presentase 36%dengan rata-rata 95% yang tuntas dengan kategori sangat baik
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPA BERBASIS KEARIFAN LOKAL (HAMIS BATAR) UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA (STUDI LITERATUR)
The urgency of this study is that the learning model is in accordance with the 2013 curriculum consisting of several learning models namely guided inquiry,problem based learning, etc. Each learning model provides a learning effect and a driving effect. The learning effect is related to learning outcomes while the driving effect is related to the character values that emerge after the learning process. Local cultural wisdom is very appropriate for building student character values which are an accompanying effect in a learning process at school. Therefore, this study aims to examine scientific articles that discuss learning based on local wisdom so as to answer the intended learning and herding effects. Another expected result of developing this learning model is that it can improve scientific literacy skills
EFEKTIFITAS GERAKAN AGROLITERASI MELALUI KEGIATAN OUTING CLASS UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS MENULIS PESERTA DIDIK KELAS V SEKOLAH DASAR
Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan gerakan agroliterasi melalui kegiatan outing class untuk meningkatkan kreativitas menulis peserta didik kelas 5 SDK St. Carolus Boromeus Magekoba. Fokus kajian adalah peningkatan literasi dengan target sasaran siswa kelas 5 yang berjumlah 9 orang dari 2 laki-laki dan 7 perempuan. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi dan dokumentasi, instrument yang digunakan adalah lembar observasi. Hasil penelitian kreativitas menulis dengan beberapa kriteria penulisan sebagai berikut: kriteria keaktifan yakni peserta didik aktif untuk mencari informasi mengenai menulis kreatif mengalami peningkatan dengan jumlah 11. Kriteria penulisan kedisiplinan diniliai saat peserta didik tepat waktu untuk mengumpulkan karya tulis mengalami peningkatan dengan jumlah 8. Kriteria kerapihan dalam penulisan dinilai ketika peserta didik mengumpulkan karya tulis mengalami peningkatan berjumlah 12. Sedangkan, kriteria kreatif dalam penulisan dinilai ketika melihat isi dari karya sastra mengalami peningkatan yang berjumlah 12 dari 9 peserta didik. Berdasarkan data penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan kreativitas menulis peserta didik SDK St. Carolus Boromeus Magekoba melalui kegiatan outing class sebagai implementasi program Kampus Mengajar Angkatan 6 dapat membantu meningkatkan kemampuan literasi menulis pada peserta didik di SDK St. Carolus Boromeus Magekoba
Peningkatan Hasil Belajar Sosiologi Dengan Model Pembelajaran Round Club
This research aims to improve sᴏsiᴏlᴏgi learning outcomes and improve sᴏsiᴏlᴏgi learning outcomes. The type of research used is classroom action research (PTK), which is intended to enhance classroom learning. The subjects in this research were 25 class XC students. The research was conducted in two cycles. Where in each cycle, there are 2 meetings, and at the end of the meeting, an evaluation or final test is held. The data collection techniques used were observation sheets, interviews, and tests. The data analysis techniques used are qualitative and quantitative data analysis. In the class action thesis from cycle I to cycle II, it was found that there was an increase in the learning outcomes of students in senior subjects after the Rund Club learning model was implemented in students’ classes. There was an increase in the percentage of students' learning outcomes, which was calculated from the average value of students in cycle I and cycle II, that in cycle I, the value obtained was 1,687 with an average of 67.48, categorized as sufficient, while in cycle II the value obtained was 1980 with an average of 79.2. In cycle II, students' classical learning mastery was achieved, and they experienced very good improvement. This result has reached the KKM determined in this research, namely 72
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEBSITE PADA MATERI ENERGI KELAS IV SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosedur pengembangan, validitas, dan kepraktisan multimedia pembelajaran berbasis website pada materi energi kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 14/I Sungai Baung pada tanggal 3 Januari sampai 3 Februari 2024. Penelitian ini menggunakan desain penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan Lee & Owens, dengan subjek penelitiannya adalah peserta didik kelas IV A SD Negeri 14/I Sungai Baung. Data penelitian dan pengembangan ini diperoleh dari beberapa sumber yaitu: hasil wawancara kebutuhan terkait pengembangan produk didapatkan dari wawancara kepala sekolah, pendidik, dan peserta didik kelas IV, validitas produk didapatkan dari validasi ahli media, validasi ahli materi, dan validasi ahli bahasa. Kepraktisan produk didapatkan dari angket respon guru serta peserta didik uji kelompok kecil dan besar.
Prosedur pengembangan dalam penelitian ini menggunakan model Lee & Owens yang terdiri dari tahapan assessment and analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat validitas produk yang diperoleh dari validator media memperoleh rata-rata nilai 4,8 termasuk kategori “sangat valid” dengan persentase sebesar 96 %, validator materi memperoleh rata-rata nilai 4,91 termasuk kategori “sangat valid” dengan persentase sebesar 98,18 %, dan validator bahasa memperoleh nilai rata-rata 4,91 termasuk kategori “sangat valid” dengan persentase sebesar 98 %. Adapun kepraktisan produk yang diperoleh dari peserta didik memperoleh rata-rata nilai 4,92 termasuk kategori “sangat praktis” dengan persentase 98,43 %, dan respon guru memperoleh rata-rata nilai 4,91 dengan kategori “sangat praktis” dengan persentase 98 %. Kesimpulan yang didapatkan dari hasil penelitian ini adalah multimedia pembelajaran berbasis website pada materi energi kelas IV sekolah dasar dinyatakan valid, praktis dan layak digunakan
PENGEMBANGAN E-MODUL INTERAKTIF DENGAN APLIKASI BOOK CREATOR UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI KELAS IV SD
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul interaktif dengan aplikasi book creator untuk mendukung pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar khususnya pada mata pelajaran IPAS kelas IV materi tumbuhan sumber kehidupan di bumi. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian dan pengembangan (R&D). Model pengembangan dalam penelitian ini adalah model ADDIE yang meliputi lima langkah pengembangan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Penelitian ini memanfaatkan aplikasi book creator untuk mengembangkan e-modul interaktif. Tingkat validitas e-modul interaktif memperoleh skor rata-rata 4,8 untuk tingkat validitas materi, 4,8 untuk tingkat validitas media, dan 4,5 untuk tingkat validitas bahasa. Skor rata-rata tingkat validitas keseluruhan adalah 4,7. Mengacu pada tabel interval skor validitas, skor validitas tergolong dalam kategori "sangat valid". Tingkat kepraktisan e-modul interaktif memperoleh skor rata-rata 5 dari pendidik, skor rata-rata 4,75 dari siswa pada uji coba kelompok kecil, dan skor rata-rata 4,77 dari siswa pada uji coba kelompok besar. Skor rata-rata keseluruhan untuk kepraktisan adalah 4,84. Mengacu pada tabel interval skor kepraktisan, skor tersebut tergolong dalam kategori "sangat praktis"
IMPLEMENTASI METODE ROLE PLAYING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR NEGERI NO. 48/VII PELAWAN II KECAMATAN PELAWAN
Dalam pembelajaran dikelas setiap guru memiliki strategi dan metode pengajaran yang berbeda, yang digunakan untuk menyampaikan materi kepada siswa dengan lebih efektif. Metode pembelajaran dipilih dengan cermat oleh guru agar memfasilitasi pemahaman materi oleh siswa, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif jenis deskriptif. Dalam penelitian ini terdapat dua data yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi metode role playing dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Negeri No. 48/VII Pelawan II Kecamatan Pelawan telah membawa dampak positif yang signifikan. Metode ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi, menjaga keaktifan dan antusiasme di kelas, serta mengubah persepsi siswa yang awalnya kurang tertarik menjadi lebih bersemangat, terutama dalam membaca. Meskipun terdapat beberapa kelemahan seperti membutuhkan waktu yang relatif lama dan adanya kendala dalam menghayati peran yang dimainkan oleh beberapa siswa, namun kelebihan yang diperoleh jauh lebih berarti. Dengan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang matang, metode role playing dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar
IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SEKOLAH PENGGERAK SDN 198/I PASAR BARU
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan implementasi Gerakan Literasi Sekolah dalam dimensi literasi baca-tulis di sekolah tersebut. Penelitian dilakukan di SD Negeri No. 198/I Pasar Baru mulai tanggal 8 Januari 2024 hingga 5 Februari 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Gerakan Literasi Sekolah dimulai dengan beberapa tahapan, meliputi: (1) Persiapan, yang mencakup persiapan Sumber Daya Manusia, sarana-prasarana, termasuk beragam sumber bacaan, perpustakaan, dan teknologi pendukung pembelajaran, serta dukungan pemerintah; (2) Pelaksanaan, yang mencakup kegiatan literasi baca-tulis dengan tiga tahapan, yaitu pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran; (3) Evaluasi, yang melibatkan faktor pendukung seperti sarana dan prasarana yang disediakan oleh sekolah, dan faktor penghambat seperti keterbatasan waktu untuk pertemuan Tim Literasi Sekolah dalam perencanaan kegiatan literasi yang lebih baik, serta kesiapan peserta didik dalam mengikuti kegiatan literasi