UMK Electronic Journal (Universitas Muhammadiyah Kupang)
Not a member yet
1135 research outputs found
Sort by
PENGAYAAN BAHASA WOLIO DENGAN METODE ROLE PLAY DI KALANGAN USIA SEKOLAH DASAR DALAM LINGKUNGAN BENTENG KERATON BUTON
Penelitian ini berfokus merevitalisasi dan meningkatkan kemampuan penggunaan serta penguasaan Bahasa Wolio melalui cerita rakyat dengan metode Role Play. Metode penelitian ini adalah mix method yakni kuantitatif dan kualitatif, dimana metode kuantitatif menggunakan pendekatan eksperimen (one-shot case study), dan metode kualitatif menggunakan model Miles and Huberman yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan awal penguasaan bahasa Wolio siswa diperoleh nilai rata-rata 66,88 dengan persentase 62,5%. Setelah menerapkan pengayaan bahasa melalui cerita rakyat dengan metode Role Play diperoleh nilai rata-rata 81,25 dengan persentase 84,4%. Dapat disimpulkan tingkat kemampuan penguasaan bahasa Wolio siswa kelas V SD Negeri 1 Baadia 84,4%-62,5%=21,9%. Proses pengayaan bahasa Wolio melalui cerita rakyat menggunakan metode Role Play diterapkan di kelas V SD Negeri 1 Baadia mendapatkan respon positif dari siswa, diantaranya siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran bahasa Wolio, tercipta pembelajaran yang menyenangkan sehingga menarik minat siswa dalam belajar serta meningkatkan keterampilan siswa dalam penggunaan serta penguasaan bahasa Wolio
PENGARUH MEDIA FLASHCARD TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI DI SDN 3 KARANGAJI
Kemampuan literasi numerasi merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai oleh setiap manusia saat ini. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat dari penggunaan media pembelajaran flashcard terhadap kemampuan literasi numerasi siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan jenis eksperimen One Group Pretest and Posttest Design. subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 3 Karangaji. Penelitian ini menunjukkan hasil yaitu nilai yang diperoleh siswa dalam pretest dan posttest menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan rata-rata pretest mendapatkan nilai sebesar 27 dan pada posttest mendapatkan rata-rata nilai sebesar 62. Selain siswa sudah memiliki kemampuan literasi dan numerasi yang baik, siswa juga terlihat menjadi lebih semangat dalam mengikuti proses pembelajaran. guru juga dapat menghemat waktu ketika menyampaikan materi pelajaran karena siswa menjadi lebih mudah paham. Hal ini dapat disimpulkan bahwa media flashcard memiliki pengaruh terhadap kemampuan literasi numerasi siswa
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS SOFTWARE PADA MATERI PERUBAHAN WUJUD ZAT DAN ENERGI UNTUK KELAS IV SEKOLAH DASAR
Penelitian yang dilaksanakan ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif berbasis software pada materi perubahan wujud zat dan energi untuk kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui prosedur, tingkat validitas, dan juga tingkat kepraktisan dari multimedia pembelajaran interaktif berbasis software pada materi perubahan wujud zat dan energi untuk kelas IV sekolah dasar. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model Lee dan Owens yang terdiri dari tahap penilaian dan analisis, desain, pengembangan dan implementasi, serta evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasannya validasi dari ahli media mendapatkan skor rata-rata sebesar 4,9 dengan persentase 98% dan berada pada tingkat sangat valid. Validasi dari ahli materi mendapatkan skor rata-rata sebesar 4,7 dengan persentase 94% dan berada pada tingkat sangat valid. Validasi dari ahli bahasa mendapatkan skor rata-rata sebesar 4,9 dengan persentase 98% dan berada pada tingkat sangat valid. Penilaian Kepraktisan dari respon guru mendapatkan skor rata-rata sebesar 4,8 dengan persentase 96% dan berada pada tingkat sangat praktis. Serta penilaian kepraktisan dri respon peserta didik mendapatkan skor rata-rata sebesar 4,9 dengan persentase 98% dan berada pada tingkat sangat valid
Adaptasi Guru Terhadap Kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar di SMA Negeri 5 Kupang
This study aims to determine teacher adaptation to the independent learning curriculum policy and the obstacles to the independent learning curriculum policy for teachers at SMA Negeri 5 Kupang. This research used a descriptive-qualitative approach. The subjects of this study were school principals, curriculum representatives, and teachers. Data collection techniques in this study were carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques use data reduction, data display, and verification. The results of the study found obstacles to the independent learning curriculum policy for teachers, namely: (1) the quality of the teacher's human resources, who do not fully have competence in minimal learning; (2) the facilities and learning resources are minimal, or the infrastructure is not yet adequate, and teachers are technology stuttering; and (3) the selection of subjects the students are not given the freedom to choose according to their interests, talents, and abilities
Peran Kepala Sekolah dalam Pembinaan Karakter Siswa di SMAK Gabriel Wanibesak
The purpose of this study was to find out the role of the school principal in building student character at Gabriel Wanibesak High School, Lorotolus Village, Malaka District, Wewiku District, and the factors that support and hinder the role of school principals in building student character. This study used a qualitative method. Data collection techniques were carried out using observation, interviews, and documentation. The results of this study are as follows: First, the role of the principal at Gabriel Wanibesak High School as a leader and example for subordinates and all students of Gabriel Wanibesak High School. As a simple example shows, the two principals set a good example for all teachers, staff, and students. Always arriving on time to school, fostering, managing, and supervising school programs so they can run well, as evidenced by a teaching and learning process at school. The three school principals can perform additional roles as education managers, leaders, supervisors, and administrators. This proves that the principal's role in developing student character at SMAK Gabriel Wanibesak plays a good role
Peningkatan Berpikir Kritis Siswa Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning
The purpose of this study was (1) to find out the application of the problem-based Learning Learning model to improve critical thinking skills and (2) to find out the improvement of student critical thinking skills through the application of the problem-based learning model to improve students thinking skills critical of class X IPS SMA PGRI Swasthika Lewolebe. This type of research was classroom action research (PTK), intended to improve classroom learning. The subjects of this study were students of grade X IPS SMA PGRI Swasthika Lewoleba, with 24 students. The method used in this study was a test. The research data were analyzed using quantitative analysis data. The study results can conclude that problem-based learning models can increase students' critical thinking skills at SMA PGRI Swasthika Lewoleba. Think can be proven by improving student learning outcomes in each cycle; it was very good, with a percentage of 29.16 % in the category good; in the first cycle, the rate increased to 37.5% in the good category, and in the second cycle it was very good with a percentage of 95.8% in the very good category. These results have achieved the success criteria set by the researcher, namely 80% above KKM 75
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK MATEMATIKA BERBASIS BUDAYA (KOMATISA) SEBAGAI PENGUATAN DIMENSI BERNALAR KRITIS SISWA KELAS IV
This research is motivated by the lack of innovative learning media at SD 2 Gamong which results in the lack of critical reasoning abilities of class IV students, so research is needed that can strengthen students' critical reasoning abilities through innovative learning media. This research aims to measure the validity and effectiveness of culture-based mathematics comic media in strengthening the Pancasila Student Profile, the dimensions of students' critical reasoning. This research uses the Research and development (R&D) research model according to Borg and Gall which has been adapted by Sugiyono. The subjects of this research were 17 grade IV students at SD 2 Gamong. Data collection techniques in this research are questionnaires and tests. Data analysis in this research is product validation, normality test and T-test. The product validation results show that the material expert validator results are 92.65% and the media expert validator results are 98.5% in the very feasible category. The product effectiveness results show a normal data distribution with a sig value > 0.05, a T-test result of 0.000 is obtained which shows there is a significant difference. This shows that the development of culture-based mathematical comic media is very feasible and effective for use in learning
Manajemen Risiko Dalam mengoptimalkan kesetaraan gender di SMk Muhammadiyah 3 Bandung
Gender equality in the educational environment is the main focus in efforts to create a just and sustainable society. This journal discusses the role of risk management in optimizing gender equality in schools. The risk management approach not only addresses potential risks that may arise in the implementation of gender equality policies, but also highlights opportunities that can be found through appropriate management measures. By integrating risk management into gender equality efforts in schools, this article contributes to a better understanding of how to overcome barriers and seize opportunities to create an inclusive and equitable educational environment for all students, regardless of gender.
 
Kesiapan Guru Sosiologi Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka
Kurikulum merupakan suatu yang dinamis, oleh karenanya guru dituntut untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan sistem pembelajaran. Banyak keluhan dari para penyelenggara pendidikan utamanya guru bahwa perubahan kurikulum menuntut mereka lebih banyak belajar, namun terdapat sebagian guru yang tidak mampu melakukan hal tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui kesiapan guru sosiologi dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka di MAN Kota Kupang; dan mendeskripsikan mengatahui faktor penghambat guru sosiologi dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka di MAN Kota Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yaitu menjelaskan suatu gejala, kondisi, atau keadaan. Sehingga peneliti dapat memperoleh gambaran yang luas dan mendalam tentang fenomena-fenomena dan kenyataan-kenyataan yang ada pada subjek. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipan, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Sumber data data utama adalah guru sosiologi, kepala madrasah, dan wakil kepala madrasah bidang kurikulum. Penilitian dianalisis menggunakan analisis interaktif menurut Miles dan Huberman.
Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa temuan. Pertama, guru sosiologi MAN kota kupang telah siap dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka yang dilihat dari 4 indikator kesiapan yakni 1) kesiapan kognitif, guru telah memahami kurikulum merdeka, mampu menyusun modul ajar dan penilaian serta menjalankan pembelajaran sesuai dengan karakteristik kurikulum merdeka, 2) kesiapan fisik, guru sosiologi memiliki riwayat kesehatan yang baik sehingga tidak menganggu kinerja guru, 3) kesiapan psikologis, guru sosiologi memiliki minat dan motivasi dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka, 4) kesiapan finansial, madrasah telah memiliki sarana dan prasarana yang lengkap dalam pengimplementasian kurikulum merdeka. Kedua terdapat beberapa faktor penghambat dalam pengimplementasian kurikulum merdeka diantaranya yakni 1) guru sosiologi merasa sedikit kesulitan dalam modul ajar karena awal pembelajaran harus ada tes diagnostik, kriteria ketuntasan minimal ditiadakan sehingga guru merasa kesulitan terhadap patokan keberhasilan siswa, 2) dalam penilaian pembelajaran terdapat dua raport yaitu penilaian akademik dan raport penilaian projek, hal ini membuat guru harus menambah waktu yang panjang, dan 3) terdapat guru-guru yang masih sedikit bingung dan khawatir dalam menyusun kegiatan projek yang sesuai dengan karakteristik peserta didik