UMK Electronic Journal (Universitas Muhammadiyah Kupang)
Not a member yet
    1135 research outputs found

    Pengaruh Model Make A Match Berbantuan Media Puzzle terhadap Hasil Belajar Matematika Kelas V SD Negeri 25 Singkawang

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui tercapainya hasil belajar siswa dilihat dari Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) pada mata pelajaran matematika setelah diterapkan model pembelajaran Make A Match berbantuan media Puzzle; 2) mengetahui peningkatan hasil belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match berbantuan media Puzzle; 3) mengetahui besar pengaruh model pembelajaran Make A Match berbantuan media Puzzle terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Negeri 25 Singkawang. Metode penelitian adalah Quasi-Experimental dengan desain One-Group-Pretest-Posttest-Design. Populasi dalam penelitian adalah semua siswa kelas V SD Negeri 25 Singkawang. Sampel penelitian diambil secara non probability sampling dengan sampel jenuh berjumlah 28 siswa kelas V. Uji prasyarat yang dilakukan adalah uji normalitas menggunakan excel. Pengujian hipotesis yang pertama menggunakan uji t satu sampel, hipotesis yang kedua uji N-Gain dan hipotesis yang ketiga uji Effect Size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Rata-rata nilai siswa sebesar 84,71 mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) pada mata pelajaran matematika setelah diterapkan model pembelajaran Make A Match berbantuan media Puzzle dengan nilai t satu sampel yaitu t_hitung= 6,09 > t_tabel= 2,05, maka H_0 ditolak dan H_1 diterima; 2) Terdapat peningkatan hasil belajar matematika dengan menggunakan model Make A Match berbantuan media Puzzle dengan uji N-Gain sebesar 0,80 diklasifikasikan pada kategori tinggi; 3) Model pembelajaran Make A Match berbantuan media Puzzle berpengaruh besar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD dengan uji Effect Size diperoleh nilai Es = 3,69 dan kriterianya tinggi

    Pengaruh Model Pembelajaran Quantum Learning Tipe TANDUR terhadap Keterampilan Berpikir Kritis pada Pembelajaran IPA di SD

    Full text link
    The changes in the 21st century now require existing knowledge to be re-tested in this era for its relevance, such as the Quantum Learning model. This model has been widely tested on several variables. However, research discussing this model on critical thinking skills is still limited. In addition, critical thinking is a skill that must be possessed today. This study aims to determine the effect of the TANDUR type Quantum Learning model on critical thinking skills in science learning. This study uses a quantitative approach of the experimental type with a one-group pretest-posttest design. Data were collected using questions. Analysis of critical thinking skills data using a paired sample t-test. The results of the study showed a significance value of 0.000 <0.05. This means that there is an effect of the TANDUR type Quantum Learning model on critical thinking skills in science learning

    Pengaruh Model Think Pair Share Terhadap Efikasi Diri Dan Keterampilan Berpikir Kritis Materi Panca Indra Siswa Kelas IV Sekolah Dasar

    Full text link
    Tujuan adanya penelitian guna mengetahui ada tidaknya pengaruh model Think Pair Share terhadap efikasi diri dan keterampilan berpikir kritis materi panca indra di kelas IV. Penelitian ini memiliki latar belakang yaitu kenyataan di lapangan bahwa pembelajaran IPA di kelas masih terfokus pada hafalan materi tanpa mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari, yang menghambat efikasi diri dan keterampilan berpikir kritis siswa. Metode yang diterapkan pada penelitian yaitu kuantitatif menggunakan desain quasi eksperimen non ekuivalen. Subjek yang diterapkan dalam penelitian melibatkan siswa kelas IVA dan IVC di SDN Bendogerit 1 berjumlah 44 siswa dalam dua kelompok meliputi eksperimen menerapkan model Think Pair Share dan kontrol menerapkan model konvensional. Pengumpulan data melalui angket dan tes kemudian dianalisis menggunakan uji MANOVA untuk meninjau pengaruh dari model belajar Think Pair Share terhadap efikasi diri dan keterampilan berpikir kritis. Hasil penelitian membuktikan bahwasanya signifikansi sebesar 0,007 < 0,05, akibatnya Ha diterima dan H0 ditolak. Sesuai hasil tersebut, maka diberikan kesimpulan adanya pengaruh model belajar Think Pair Share terhadap efikasi diri dan keterampilan berpikir kritis materi panca indra bagi siswa kelas IV SDN Bendogerit 1. Temuan ini mengindikasikan bahwasanya model pengajaran Think Pair Share dapat digunakan untuk memengaruhi efikasi diri dan keterampilan berpikir kritis secara berkesinambungan. Oleh karena itu, hendaknya semua pihak meliputi siswa, guru, maupun sekolah dapat ikut serta secara aktif dalam menerapkan model belajar kooperatif guna meningkatkan kualitas pembelajaran

    Upaya Pengenalan Coding Sejak Dini: Integrasi Logika Berpikir Komputasi Dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar

    Full text link
    Kemampuan berpikir komputasional merupakan salah satu bentuk literasi esensial abad ke-21 yang perlu dikenalkan sejak dini, dan pembelajaran matematika di sekolah dasar menjadi ranah strategis untuk mengintegrasikannya. Salah satu pendekatan yang relevan adalah melalui aktivitas coding. Namun, kebutuhan akan perangkat digital membuat implementasi coding tidak merata, terutama di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur teknologi. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini bertujuan mengembangkan activity book dengan pendekatan unplugged coding yaitu aktivitas coding tanpa perangkat digital yang terintegrasi logika berpikir komputasi dalam pembelajaran matematika kelas II SD. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE dengan melibatkan 42 siswa kelas II SD Bertingkat Naikoten Kupang, guru kelas, serta validator ahli. Produk dikembangkan dalam bentuk 30 aktivitas yang dirancang untuk melatih empat pilar utama berpikir komputasional: dekomposisi, abstraksi, pengenalan pola, dan berpikir algoritmik. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan sangat tinggi, sementara uji coba terbatas menunjukkan bahwa perangkat mampu mendorong partisipasi aktif, meningkatkan pemahaman konsep matematika, serta membangun antusiasme siswa terhadap logika dan pemecahan masalah. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan activity book dengan pendekatan unplugged coding pembelajaran matematika di kelas II SD secara efektif mampu memfasilitasi penguatan keterampilan berpikir komputasional dan matematis siswa. unplugged coding tidak hanya merupakan solusi teknis atas keterbatasan akses digital, tetapi juga pendekatan pedagogis yang kuat dalam upaya pengenalan aktivitas coding pada jenjang awal pendidikan

    CHATGPT DAN PENELITIAN AKADEMIK: TINJAUAN DAN REKOMENDASI BERDASARKAN CONTOH PRAKTIS

    Full text link

    Studi Literatur: Self-Harm di Kalangan Remaja

    Full text link

    Pengembangan Media Video Animasi Berbantuan Games Wordwall untuk Meningkatkan Literasi dan Numerasi Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa

    No full text
    Pembelajaran matematika di sekolah dasar menjadi kajian penting dalam membekali siswa agar memiliki kemampuan menghitung dan mengolah data.  Tujuan penelitian ini untuk menguraikan desain pengembangan, kevalidan, kepraktisan dan keefektifan media video animasi berbasis games wordwall untuk meningkatkan literasi dan numerasi itinjau dari gaya belajar siswa. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian Research and Development model ADDIE melalui tahapan analysis, design, development, implementation dan evaluation. Subjek penelitian ini adalah 40 siswa kelas VI MI Nurul Huda Surabaya. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, tes dan angket. Analisis data menggunakan ANCOVA. Hasil penelitian menunjukkan desain video animasi berbantu games wordwall dikembangkan berdasarkan kebutuhan, kurikulum dan karakteristik siswa. Kevalidasn media pembelajaran oleh ahli memperoleh rata-rata diatas 80% sehingga dinyatakan sangat valid. Kepraktisan media secara teori oleh ahli menyatakan praktis dengan sedikit revisi, sedangkan secara praktik oleh respon siswa memperoleh rata-rata 4,40 sehingga sangat praktis. Keefektifan media dengan mengontrol kemampuan awal melalui uji ancova memperoleh nilai signifikasi 0,005 lebih kecil 0,05 artinya Ho ditolak sehingga literasi numerasi siswa yang menerapkan media video animasi berbantu games wordwall lebih baik daripada siswa yang tidak menerapkan media video animasi berbantu games wordwall. Sementara itu, literasi numerasi siswa dengan gaya belajar visual lebih baik dibandingkan gaya belajar auditorial dan kinestetik, dengan rata-rata skor 78,00 yang lebih tinggi dibandingkan 73,71 untuk auditorial dan 58,67 untuk kinestetik

    Deep Learning Melalui Platform Lumi Interaktif pada Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji media pembelajaran deep learning berbasis Lumi Interaktif pada mata pelajaran IPAS di SD. Latar belakang penelitian ini didasarkan dari data empiris  yang menunjukkan bahwa sebagian siswa masih mengalami kebingungan dan kesulitan dalam memahami materi IPAS meskipun guru telah memanfaatkan media digital. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya partisipasi siswa, terutama yang membutuhkan penjelasan ulang dan pendampingan intensif dari guru. Subjek penelitian adalah 21 siswa kelas VA SDN 096 Sarijadi Selatan, Kota Bandung. Metode penelitian menggunakan model Research and Development (R&D) dengan pendekatan ADDIE, namun dibatasi sampai tahap implementasi. Tahap Analysis  melalui identifikasi kebutuhan, tahap Design melibatkan perancangan alur pembelajaran berbasis Lumi Interaktif, tahap Development menghasilkan media yang mengintegrasikan teks, gambar, audio, video percobaan, dan kuis interaktif, tahap Implementation melalui uji coba terbatas. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, angket validasi, serta tes hasil belajar, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa Lumi Interaktif mampu menyajikan materi bunyi dan sifatnya dengan memadukan teks, gambar, audio, video percobaan, dan kuis interaktif. Validasi praktisi memberikan skor 91,7% dengan kategori sangat layak, validasi ahli materi memperoleh skor 80% (layak), dan validasi ahli media berada pada rentang 97% (sangat layak). Uji efektivitas melalui perbandingan nilai pretest dan posttest menghasilkan peningkatan rata-rata dari 4,1 menjadi 5,9 dari skor maksimal 10 dengan N-Gain sebesar 0,31 (kategori sedang). Dengan demikian, Lumi Interaktif, platform yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran melalui konten yang menarik dan interaktif,  layak digunakan sebagai media pembelajaran inovatif pada mata pelajaran IPAS di SD

    Parenting Daily Activities (Aktivitas Harian Pengasuhan) dan Self-Esteem (Harga Diri) untuk Mengatasi Demotivasi Siswa Serta Fenomena Bullying di Sekolah Dasar

    No full text
    Latar belakang penelitian ini yaitu meningkatnya fenomena demotivasi belajar dan perilaku bullying pada siswa sekolah dasar yang diduga dipengaruhi oleh rendahnya self-esteem siswa dan pola asuh orang tua. Self-esteem diukur melalui lima aspek, yaitu feeling of security, feeling of identity, feeling of belonging, feeling of worth, dan feeling of competence. Kelima aspek ini berkaitan dengan Parenting Daily Activities (PDA) yang mencakup empat indikator utama, yakni parental efficacy, parental warmth, parental monitoring, dan parental control. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis hubungan antara PDA dan self-esteem siswa, serta (2) mengetahui pengaruh keduanya terhadap demotivasi belajar dan fenomena bullying di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian dilakssiswaan di SDN Lirboyo 1 Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri dengan melibatkan 169 responden yang terdiri atas 83 siswa, 83 orang tua, dan 3 guru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan kuesioner daring (Google Form), kemudian dianalisis secara deskriptif dengan teknik reduksi dan kategorisasi tematik. Hasil penelitian menunjukkan implementasi PDA memperoleh kategori tinggi (98,5%), sedangkan self-esteem siswa memperoleh kategori tinggi (96,4%). Sementara kasus demotivasi belajar kategori sedang (40,75%) dan fenomena bullying kategori (48%). Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa tingginya pelaksanaan PDA dan tingkatan self-esteem siswa yang tinggi dapat dijadikan antisipasi positif terhadap demotivasi belajar dan fenomena bullying di lingkungan sekolah dasar

    968

    full texts

    1,135

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UMK Electronic Journal (Universitas Muhammadiyah Kupang)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇