UMK Electronic Journal (Universitas Muhammadiyah Kupang)
Not a member yet
1135 research outputs found
Sort by
Penerapan Model Pembelajaran Rotating Trio Exchange (RTE) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Tema Sumber Energi Di Kelas 3 UPTD SDN Siuf
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Rotating Trio Exchange (RTE) dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas III UPTD SD Negeri Siuf Tahun Ajaran 2023/2024. Berdasarkan hasil observasi di SDI Basadebu pada kelas III menunjukkan adanya permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran. Masalah yang muncul dalam kegiatan pembelajaran tersebut diantaranya bahwa dalam pembelajaran didominasi oleh guru (teacher centered), sedangkan peserta didik lebih banyak diam atau bersifat pasif. Bagaimanakah penerapan model pembelajaran Rotating Trio Exchange (RTE) untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas III SDI Basadebu. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan kelas (PTK).. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Instrumen penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah observasi dan angket. Analisis data menggunakan data observasi untuk menghitung lembar observasi aktivitas guru dan siswa, data tes dianalisi menggunakan rata-rata nilai dan ketuntasan belajar. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata peserta didik yang tuntas dalam pembelajaran siklus I mencapai 23,29 dan meningkat pada siklus II menjadi 82,35. Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Rotating Trio Exchange (RTE) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik sesuai dengan KKM yaini 70 pada pembelajaran IPA materi sumber energi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Rotating Trio Exchange (RTE) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas III UPTD SD Negeri Siuf pada mata pelajaran IPA materi sumber energi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model Rotating Trio Exchange (RTE) dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi sumber energi di kelas III UPTD SD Negeri Siuf TahunAjaran 2023/2024
Implementasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Pembelajaran IPS: Studi Kasus Guru SDN Inpres Wora Dalam
Minimnya integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran IPS di SDN berdampak pada rendahnya pemahaman siswa terhadap budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru dalam implementasi nilai-nilai kearifan lokal pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres Wora Dalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan lima guru sebagai informan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai kearifan lokal, seperti gotong royong, tanggung jawab, sopan santun, toleransi, dan cinta lingkungan, dalam pembelajaran IPS menciptakan proses belajar yang kontekstual, relevan, dan bermakna bagi siswa. Strategi yang diterapkan oleh guru dalam mengimplementasikan nilai-nilai kearifan lokal, yaitu: penggunaan cerita rakyat, proyek berbasis budaya, dan media visual. Dampak positif dari penerapan ini, siswa jadi lebih antusias dalam belajar, pembentukan karakter positif bagi siswa, dan meningkatkan rasa bangga pada budaya lokal mereka sendiri. Selain itu, pendekatan ini juga memperkuat hubungan antara sekolah dan komunitas lokal dalam melestarikan tradisi budaya. Penelitian ini menekankan pentingnya peran guru sebagai fasilitator pembelajaran berbasis kearifan lokal serta perlunya dukungan kebijakan pembelajaran untuk keberlanjutan program ini. Pembelajaran berbasis kearifan lokal memberikan berkontribusi pada upaya untuk menjaga dan merawat budaya lokal, serta mempersiapkan siswa sekolah dasar menjadi pribadi berkarakter sehingga mampu menghadapi hambatan dunia tanpa kehilangan identitas budaya mereka.  
ANALISIS PERAN PONDOK PESANTREN SEBAGAI SUMBER OTORITATIF DERADIKALISASI AGAMA (STUDI PADA PONDOK PESANTREN DI NUSA TENGGARA TIMUR): UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUPANG
Dewasa ini fenomena radikalisme acapkali dihubungkan dengan golongan Islam, terlebih kepada kalangan pondok pesantren. Beberapa kalangan masyarakat memandang radikalisme banyak muncul dari Pondok Pesantren. Persepsi ini biasanya didasari dari berita dan informasi tentang pelaku radikalisme yang merupakan alumni pesantren. Sebagai lembaga pendidikan yang mengajarkan tentang Islam Rahmatan Lil Alamin, Sebenarnya Pesantren bisa menangkal isu-isu tersebut dengan cara memainkan peran sebagai sumber autoritatif Deradikalisasi agama, untuk menggambarkan kesejukan dan keterbukaan (eksklusive) bagi seluruh kalangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Pondok Pesantren yang ada di NTT sebagai sumber otoritatif Deradikalisasi. Penelitian ini dilaksanakan di 5 (Lima) Pondok Pesantren di Nusa Tenggara Timur. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses yang diambil dari fenomena-fenomena di balik realita yang ada, kemudian ditarik kesimpulannya dengan serangkaian kata atau kalimat. Hasil penelitian mengambarkan bahwa semua pesantren yang di teliti memiliki peran sebagai sumber otoritatif dengan model pendekatan yang berbeda. Sebagai Kelompok Minoritas Pondok Pesantren di NTT dapat diterima dengan baik oleh masyarakat
Dampak Kelas Sosial pada Kelanjutan Pendidikan Anak di Desa Nunmafo
The study aims to determine (1) the impact of social class structure on sustained children's education of Nunmafo Village, and (2) the supporting factors of social class structure on sustained children's education of Nunmafo Village. This is qualitative research where parents and children in Nunmafo Village became subject of the study. The data were collected through observations, interviews, and documentations. The data were validated using triangulation of source, technical, and time. The results showed that social class structure has an impact on children's sustainability education in Nunmafo Village. Children in the upper class receive quality education and teachers, but they are more concerned with business than education. Middle-class families can satisfy their children's educational demands, but they do not receive high-quality education and teachers. Children in society have high expectations but are limited by financial constraints. While supportive variables include: (1) restricted access to educational resources, (2) economic demands, (3) a lack of family support, and (4) a lack of motivation among children. So it can be concluded that differences in social class structure have an important message in determining children`s educational success
Studi Literatur: Faktor Penyebab, Data, dan Cara Pencegahan Bullying Pada Remaja
Adolescence is a transitional period from childhood to adulthood, characterized by significant changes, challenges, and self-discovery. One of the major social issues that frequently arises during this phase is bullying. Bullying is an aggressive behavior that is repeated with the intention of causing physical, emotional, or mental harm to the victim. This study aims to analyze the factors influencing bullying behavior, trends in reported cases, and effective prevention strategies. The findings indicate that peer influence, parenting styles, social environment, and exposure to electronic media significantly contribute to the development of bullying behavior. Based on data from various studies, bullying prevalence in Indonesia remains high, with most adolescents playing dual roles as both perpetrators and victims. This behavior is more common among male students than females and tends to increase with higher grade levels. Preventing bullying requires active involvement from various stakeholders, including families, schools, and communities. Effective strategies include strengthening character education, fostering a safe and supportive school environment, implementing strict and consistent disciplinary measures, and ensuring strong coordination between teachers and parents to guide children toward better self-control and empathy
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar Dengan Menerapkan Model Pembelajaran Discovery Learning Pada Tema 6 Panas Dan Perpindahannya
Kajian Literasi Finansial dalam Budaya Suku Serawai sebagai Sumber Materi Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan literasi finansial dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar dengan memanfaatkan nilai-nilai budaya lokal masyarakat Serawai di Bengkulu Selatan. Tradisi budaya seperti himat (hemat), neman (rajin), dan ngawuak (berbagi) diidentifikasi sebagai elemen literasi finansial yang relevan untuk pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka atau library research, dengan mengumpulkan data dari buku, jurnal, dokumen, dan sumber relevan lainnya. Analisis data dilakukan secara deduktif dan induktif berdasarkan relevansi nilai budaya lokal dengan konsep literasi finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran literasi finansial dapat diintegrasikan dengan materi IPS melalui pendekatan berbasis budaya, seperti teori konsumsi, produksi, dan tanggung jawab sosial. Selain itu, model Advance Organizer dapat digunakan untuk menyusun pembelajaran yang sistematis dan menarik. Kesimpulannya, pengembangan literasi finansial berbasis budaya lokal efektif untuk memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan meningkatkan keterampilan siswa dalam mengelola keuangan
Efektivitas Model Guided Discovery Learning Berbantuan PhET Simulations terhadap Pemahaman Konsep dan Minat Belajar Siswa SD pada Materi Perubahan Energi
Komplesksitas dari pembelajaran IPA membuat pembelajaran IPA ini memerlukan pemahaman konsep dan minat belajar siswa dengan baik, salah satunya yaitu perubahan energi pada kelas IV SD. Selain berguna dalam kehidupan sehari-hari, materi perubahan energi pada sekolah dasar juga menjadi landasan untuk memahami konsep yang lebih kompleks pada jenjang pendidikan kedepannya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan guna mengetahui seberapa efektif model Guided Discovery Learning berbantuan PhET Simulations terhadap pemahaman konsep dan minat belajar siswa SD pada materi perubahan energi. Metode kuantitatif dimanfaatkan penggunaannya pada penelitian ini dan dengan desain penelitian quasi experiment design serta bentuk pretest-posttest control design. Selain itu, terdapat instrumen lembar tes dan angket yang dikerjakan oleh siswa berjumlah 53 siswa. Berlandaskan hasil penelitian, diperoleh informasi bahwasanya didapati perbedaan antara model GDL berbatuan PhET Simulations dengan model Direct Instruction (DI) terhadap pemahaman konsep dan minat belajar siswa SD pada materi perubahan energi. Dengan demikian, diimplikasikan bahwasanya didapati efektivitas dari model Guided Discovery Learning berbantua PhET Simulations terhadap pemahaman konsep dan minat belajar siswa SD pada materi perubahan energi
Pengaruh Pergaulan dan Lingkungan Belajar Terhadap Motivasi Belajar Siswa SD GMIT Airnona 2 Kota Kupang
Motivasi belajar memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana pergaulan dan lingkungan belajar memengaruhi motivasi belajar siswa di SD GMIT Airnona 2 Kota Kupang. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain sensus, penelitian ini melibatkan 88 siswa kelas atas sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur kualitas pergaulan teman sebaya, kondisi lingkungan belajar, dan tingkat motivasi belajar siswa. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji regresi linear berganda, dan uji parsial (uji t). Temuan penelitian menunjukkan bahwa lingkungan belajar berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa (p < 0,05). Sebaliknya, pergaulan belajar tidak memberikan pengaruh signifikan ketika diuji secara parsial (p > 0,05). Meskipun demikian, ketika kedua faktor tersebut dianalisis secara simultan, kombinasi pergaulan dan lingkungan belajar terbukti berkontribusi positif dalam meningkatkan motivasi siswa. Hasil ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, baik dari aspek fisik maupun sosial, untuk mendukung semangat dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi sekolah, guru, dan orang tua dalam merancang lingkungan belajar yang lebih mendukung. Selain itu, hasil penelitian juga dapat digunakan untuk merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih kontekstual, khususnya di tingkat sekolah dasar, guna meningkatkan motivasi belajar siswa