UMK Electronic Journal (Universitas Muhammadiyah Kupang)
Not a member yet
1135 research outputs found
Sort by
ACADEMIC AND SOCIAL SANCTIONS AS EFFECTIVE STRATEGIES FOR PREVENTING SEXUAL VIOLENCE BY FACULTY MEMBERS IN HIGHER EDUCATION INSTITUTIONS
PENGARUH KEMAMPUAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR DENGAN KOMITMEN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING: indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kemampuan dan motivasi terhadap kinerja pegawai pada kantor Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Privinsi Nusa Tenggara Timur dengan komitmen sebagai variabel intervening. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Hasil penelitian dari pengaruh kemampuan terhadap komitmen, menunjukan bahwa diperoleh t hitung lebih besar dari t tabel (1,857>2,021) dan tingkat signifikan 0,000 lebih< dari tingkat alpa yang digunakan yaitu 0,05(5%) .Hasil penelitian dari pengaruh motivasi terhadap komitmen, menunjukan bahwa diperoleh t hitung lebih besar dari tabel sebesar (1,857 > 2,021) dan tingkat signifikan 0,004 lebih < dari tingkat alpa yang digunakan yaitu 0,05 (5%).Hasil penelitian dari pengaruh kemampuan terhadap kinerja pegawai,menunjukan bahwa diperoleh t hitung lebih besar dari t tabel (6,456>2,022) dan tingkat signifikan 0,000 lebih < dari tingkat alpa yang digunakan yaitu 0,05 (5%).Hasil penelitian dari pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai menunjukan bahwa ,variabel diperoleh t hitung lebih besar dari t tabel (0,767 > 2,022) dan tingkat signifikan 0,004 lebih < dari tingkat alpa yang digunakan yaitu 0,05 (5%). Hasil penelitian dari pengaruh komitmen terhadap kinerja pegawai menunjukan bahwa diperoleh t hitung lebih besar dari tabel sebesar (0,2,170>2,022) dan tngkat signifikan 0,036 lebih < dari tingkat alpa yang digunakan yaitu 0,05 (5%). Hasil penelitian dari pengaruh kemapuan terhadap kinerja pegawai melalui komitmen dari hasil sobel tes didapatkan hasil dari sab = 1,54891294. Jadi nilai dari kemampuan terhadap kinerja pegawai melalui komitmen sebesar 1.54891294.signifikan karena nilainya lebih kecil dari 0,05. Hail penelitian dari pengaruh motivasi terhadap inerja pegawai melalui komitmen dari analisis sobel tes didaptkan hasil dari sab=1.41107557 jadi nilai dari kemampuan terhadap kinerja pegawai melalui komitmen sebesar 1.41107557. signifikan karena nilainya lebih kecil dari 0,05
ANALISIS PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI SEBAGAI DASAR PENETAPAN HARGA JUAL PADA CV. KARTIKA KUPANG: indonesia
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penentuan harga pokok produksi batako pada CV. Kartika Kupang , bagaimana penentuan harga jual batako peruni yang ditentukan pada CV. Kartika Kupang . Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Penentuan Harga Pokok Produksi batako pada CV. Kartika Kupang , mengetahui harga jual per unit produk yang ditentukan oleh CV. Kartika . Ruang lingkup penelitian ini difokuskan pada perhitungan Harga Pokok produksi yang terdiri dari Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Biaya Overhead Pabrik, metode pengumpulan data adalah wawancara dan studi dokumen, teknik analisis data yang digunakan adalah rumus harga pokok produksi dan harga pokok perunit produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga pokok perunit menurut penulis sebesar Rp. 965,19 lebih besar dari harga pokok perunit menurut perusahaan yang hanya sebesar Rp. 811,67. Selanjutnya hasil perhitungan tentang penentuan harga jual perunit yang mengandung laba maksimal adalah terdapat pada perhitungan harga pokok produksi versi penulis sebesar Rp. 1.302,00, dan perhitungan versi perusahaan sebesar Rp. 1.095,75, dengan demikian maka terdapat selisih laba bagi perhitungan menurut penulis sebesar Rp. 207,25. Disarankan agar CV. Kartika dalam melakukan perhitungan bahan baku air, mengalokasikan penggunaan air sesuai dengan fungsinya sehingga tidak mengelompokkan biaya pemakaian air untuk kepentingan konsumtif atau kepentingan rumah tangga sebagai kelompok biaya produksi sebesar 20%, sehingga biaya bahan aku air tidak terlalu tinggi. Disarankan agar CV. Kartika tidak membebankan bahan baku semen yang rusak sebagai komponen biaya produksi, dan perlakukan biaya bahan yang rusak sebagai pengurang laba bukan dikelompokkan sebagai biaya produks
Penerapan Model Peer Teaching untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sosiologi Peserta Didik SMA
This study aims to improve learning outcomes in Sociology by implementing the peer teaching model among tenth-grade students at SMA Muhammadiyah Kupang. The main problems identified were low student participation and learning outcomes that did not meet the minimum competency criteria. The peer teaching model was selected because it encourages collaborative interaction through the role of peer tutors who assist classmates in understanding learning materials. This research employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. Data collection techniques included observation and achievement tests, which were analyzed qualitatively and quantitatively. The findings indicate an improvement in students' learning outcomes and learning engagement across the two cycles. In the first cycle, most students had not achieved satisfactory performance, while in the second cycle, 100% of students achieved learning mastery. These results demonstrate that the peer teaching model is effective in enhancing students’ understanding and performance in Sociology. Therefore, peer teaching can be recommended as an alternative participatory and student-centered learning strategy
Meningkatkan Hasil Belajar Sosiologi Melalui Model Pembelajaran Berdiferensiasi
Differentiated learning is a teaching strategy designed to meet the diverse learning needs of students. This study aims to improve the sociology learning outcomes of Grade X Social Science students at SMA Negeri Sambet through the implementation of a differentiated learning model. The research method used was Classroom Action Research (CAR), carried out in two cycles, with each cycle consisting of two sessions followed by an evaluation. The research subjects consisted of 30 students. Data were collected through observation, interviews, learning outcome tests, and documentation, and analyzed using qualitative and quantitative descriptive techniques. The results showed an increase in students’ learning outcomes from the pre-cycle to Cycle II. The average pre-cycle score was 65.33, increasing to 80.75 in Cycle I and reaching 91 in Cycle II. The percentage of learning mastery also increased from 47% in the pre-cycle to 56% in Cycle I, and 87% in Cycle II. These findings indicate that the implementation of the differentiated learning model is effective in improving students’ sociology learning outcomes. Therefore, this model can be considered a relevant and applicable learning strategy for diverse classroom conditions
Analisis Penerapan Kurikulum Merdeka Mata Pelajaran IPAS pada Siswa Kelas IV di Sekolah Dasar
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui respon dan pemahaman siswa dalam melaksanakan kurikulum merdeka khususnya pada mata Pelajaran IPAS. Selain itu respon dan kendala yang dialami guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka di kelas, serta mengetahui perbedaan penggunaan kurikulum merdeka dengan kurikulum. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum yang digunakan saat ini adalah kurikulum merdeka. Diharapkan kurikulum Merdeka ini dapat mencetak siswa dengan hasil belajar baik yang berlandaskan profil pelajar Pancasila. Metode yang digunakan yaitu kualitatif diskriptif. Teknik yang digunakan yaitu wawancara dan kuisioner. Subjek pada penelitian ini yaitu siswa kelas IV di salah satu SD Kepanewon Tempel. Hasil dari penelitian ini yaitu penerapan kurikulum Merdeka sudah dilakukan, sesuai dengan anjuran dari pemerintah dan bisa dikatakan sudah cukup berhasil. Meskipun dalam kenyataan di lapangan masih ada beberapa siswa yang belum bisa mengikuti pembelajaran dengan sempurna. Namun banyak siswa merasa antusias dalam belajar, sebab guru sering menggunakan berbagai model dan media pembelajaran, untuk mendukung proses pembelajaran dan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Software pada Materi Gejala Kemagnetan dan Gaya di Kelas IV SD
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan produk media pembelajaran yang dirancang khusus untuk peserta didik kelas IV Sekolah Dasar (SD) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), dengan fokus pada materi gejala kemagnetan dan gaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian pengembangan dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Langkah-langkah dalam penelitian ini mencakup analisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik, desain media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan karakteristik peserta didik, pengembangan media pembelajaran yang mudah dipahami, implementasi dalam lingkungan pembelajaran di kelas IV SD dan kepraktisan media pembelajaran yang telah dikembangkan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan peserta didik kelas IV SD dalam memahami materi tentang gejala kemagnetan dan gaya. Media pembelajaran yang dikembangkan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, minat, dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran IPAS serta mendorong penggunaan teknologi dalam pendidikan dasar. Penelitian ini memberikan pandangan yang bermanfaat terhadap perkembangan dan peningkatan metode pembelajaran berbasis teknologi khususnya software bagi peserta didik yang dimana dapat meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat dasar
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Pada Mata Pelajaran IPAS di Kelas V SDN 14/1 Sungai Baung
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran IPAS untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa kelas V SD Negeri 14/1 Sungai Baung. Penelitian ini dilaksanakan di Sungai Baung kelas V SDN 14/1. Berikutnya subjek penelitian ini adalah murid yang berada di kelas V SDN 14/1 Sungai Baung, dengan total 28 siswa yang terbagi rata antara 13 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Pembelajaran yang menjadi sasaran yaitu mata pembelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini menggunakan data kualitatif dan data kuantitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Ada 4 tahap penting yang digunakan dalam penelitian tindakan ini terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Berdasarkan hasil analisis data penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan di kelas V SDN 14/1 Sungai Baung pada mata pelajaran IPAS dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan pembelajaran berdiferensiasi telah terbukti mampu meningkatkan kemampuan kognitif siswa. Tercermin dari hasil tes yang terus meningkat setiap siklusnya. Pada siklus I pertemuan pertama rata-rata nilai tes mencapai 71% dengan 16 siswa yang tuntas dari total jumlah siswa sebanyak 25, yang menghasilkan persentase klasikal sebesar 57,14% dengan kategori kurang. Pada pertemuan kedua siklus I, rata-rata nilai meningkat menjadi 78% jumlah siswa yang tuntas 20 dari 28 jumlah siswa keseluruhan dan menghasilkan persentase klasikal sebesar 71,42% dengan kategori cukup. Selanjutnya pada siklus II pertemuan pertama, rata-rata nilai tes mencapai 79%, dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 23 dari 28 jumlah siswa keseluruhan, menghasilkan persentase klasikal sebesar 82,14% dengan kategori baik. Pada pertemuan kedua siklus II rata-rata nilai meningkat lagi menjadi 86%, dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 24 siswa dari total siswa sebanyak 28 orang, menghasilkan persentase klasikal sebesar 85,71% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil yang sudah dijelaskan maka siklus II mencapai indikator kinerja yang diharapkan peneliti
ANALYSIS OF INDONESIAN NATIONAL IDENTITY: POST CHANGES IN MANDATORY SCOUT EXTRACURRICULAR POLICY
National identity is a characteristic of a country that must be taught to the next generation of the nation so that they understand it and are able to realize education that is oriented towards national education goals. Learning about national identity can be realized through extracurricular activities. One of the extracurricular activities in schools and colleges is scouting. This makes the role of extracurricular scouting education important. Initially, extracurricular scouting was a mandatory activity, but over time there was a government policy that changed extracurricular scouting to only be an option. So the purpose of this writing is to analyze changes in extracurricular scouting regulations for Indonesian national identity. The type of research is a qualitative approach with a literature review method that analyzes changes in extracurricular scouting regulations for Indonesian national identity education. The results of this study are that even though the regulations on extracurricular scouting activities have been changed, the material in scouting activities is still continuous with the material on the nation's national identity. There are still many differences of opinion regarding the changes to the scouting extracurricular activities, of course this is something that is worth discussing by the rule makers
Penerapan Model Pembelajaran Probing Promting Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Tema Sumber Daya Alam SDN Oesapa Kecil 2 Kupang
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada 20 Mei 2023 dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran IPA tema VI sumber daya alam karana kelas III SD Negeri Oesapa Kecil 2 Tahun Ajaran 2023/2024 melalui penerapan model pembelajaranprobing promting . Subjek penelitian ini adalah 21 orang peserta didik kelas III SD Negeri Oesapa Kecil 2. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru siklus I dengan presentase 70% dan aktivitas peserta didik siklus I 65%. Pada siklus II meningkat aktivitas guru dengan presentase 83% dan peserta didik siklus II dengan presentase 90%. Selain itu hasil kemampuan hasil belajar peserta didik siklus I ke siklus II mengalami peningkatan dengan presentase posttest yang tuntas pada siklus I yaitu 47,61% dengan rata-rata ,65% dan pada siklus II dengan presentase 87% dengan rata-rata 88% yang tuntas dengan kategori sangat baik. Hasil perhitungan terhadap hasil aktivitas guru siklus I dan II yang dicapai sebesar 80,75 % dengan kriteria penilaian baik dengan menggunakan model pembelajaran probing promting. Demikian halnya dengan hasil perhitungan terhadap hasil observasi peserta didik siklus I dan II menunjukkan hasil yang dicapai sebesar 78,1 % dengan kriteria penilaian cukup baik dengan model pembelajaran probing promting. Jawaban responden yang diperoleh melalui angket yang diberikan kepada 21 orang peserta didik sebanyak 21 menunjukkan hasil yang dicapai sebesar 63,76 % dengan kriteria penilaian cukup baik terhadap aktivitas guru dengan model pembelajaran probing promting. Sedangkan hasil perhitungan terhadap hasil aktivitas guru dengan model pembelajaran probing promting. sebesar 67,1% dengan kriteria penilaian cukup baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya respon yang baik dari peserta didik dalam proses pembelajaran dan hasil belajar peserta didik yang mengalami peningkatan. Selanjutnya pada siklus II hasil observasi aktivitas guru dan peserta didik mengalami peningkatan yaitu 88% dan 70% dengan kategori sangat baik