UMK Electronic Journal (Universitas Muhammadiyah Kupang)
Not a member yet
1135 research outputs found
Sort by
Pengembangan Alat Peraga Pencernaan Manusia Berbasis ADDIE Terintegrasi Tri N Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar masih menghadapi tantangan rendahnya hasil belajar siswa, khususnya pada materi sistem pencernaan manusia. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya variasi alat peraga pembelajaran dan minimnya pemanfaatan media yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengembangan alat peraga sistem pencernaan manusia dalam Upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas V(lima) SD Negeri 1 Dekso. Model pengembangan yang digunakan model ADDIE yang terintegrasi nilai-nilai Tri N (Niteni, Nirokke, Nambai) sesuai ajaran Ki Hajar Dewantara dengan tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari 1 ahli media, 1 ahli materi, 1 ahli Bahasa, 1 praktisi guru kelas V dan 24 siswa kelas V. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest, observasi, serta angket. Hasil dari Uji T menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan hasil belajar sebelum dan sesudah penggunaan produk yang dikembangkan. Hasil uji keefektifan penggunaan produk mendapat kriteria sedang dengan nilai NGain 0,65 pada skala kecil dan 0,683 pada siswa dengan skala luas. Alat peraga yang dikembangkan dinyatakan sangat layak berdasarkan validasi ahli dan respon positif dari siswa serta guru. Keterlibatan siswa dalam pembuatan alat peraga juga terbukti mampu mengembangkan kreativitas dan keterampilan berprakarya. Dengan demikian, pengembangan alat peraga berbasis ADDIE terintegrasi nilai Tri N cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA di sekolah dasar
Pendekatan Multikulturalisme dalam Menumbuhkan Budaya Toleransi di SMA Negeri 6 Kupang
This study aims to (a) analyze the implementation of a multicultural approach in fostering a culture of tolerance at SMA Negeri 6 Kupang, and (b) identify the values of tolerance developed in the school community. This research used a descriptive qualitative method, with participants consisting of the Vice Principal for Student Affairs, a Sociology teacher, and tenth-grade students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The findings reveal that six multicultural approaches are implemented in the school environment, including appreciation for diversity, equality, tolerance, intercultural dialogue, social inclusion, and recognition of cultural identity. These approaches are reflected in learning activities, student interactions, and school programs that promote intercultural communication. Values developed through these approaches include social values, diversity, respect for others' opinions, and interreligious harmony. The implementation has contributed to an inclusive and harmonious school atmosphere, promoting empathy and mutual respect. However, several challenges remain, such as stereotypes, discriminatory behavior, and students’ uneven awareness of diversity. Therefore, continuous collaboration among school stakeholders, families, and the community is required to strengthen sustainable tolerance values
Penanaman Karakter Peduli Lingkungan Pada Siswa Kelas 4 SD Melalui Kegiatan Penanaman Sukulen dalam Implementasi Pembelajaran P5
Permasalahan lingkungan seperti berkurangnya kepedulian terhadap lingkungan, polusi udara, penumpukan sampah plastik, dan berkurangnya ruang hijau mendorong pentingnya pendidikan lingkungan sejak dini pada siswa SD. Pengabdian ini bertujuan menganalisis efektivitas kegiatan penanaman sukulen sebagai media pembelajaran berbasis proyek untuk menanamkan karakter peduli lingkungan pada 25 siswa kelas 4 SDN 3 Sungailiat melalui implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Metode partisipatif mencakup edukasi jenis dan manfaat sukulen, persiapan alat-bahan, simulasi penanaman, pelatihan perawatan, serta observasi perilaku dan keterampilan siswa. Hasil menunjukkan 85% siswa antusias mengikuti seluruh tahapan dengan banyak pertanyaan yang mencerminkan rasa ingin tahu terhadap alam, 100% membawa tanaman pulang, dan 68% berkomitmen merawat secara mandiri, sementara 44% sangat terampil serta 56% terampil dalam teknik penanaman. Tantangan utama adalah konsistensi perawatan yang memerlukan kolaborasi pengabdi, guru, dan orang tua. Model hands-on dengan sukulen ini dapat direplikasi di sekolah lain untuk memperluas penghijauan rumah tangga dan membentuk kebiasaan peduli lingkungan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kurikulum P5 melalui program pengabdian rutin yang melibatkan komunitas
Implementasi Modul Ajar Berbasis Multiple Intelligences Pendekatan Collaborative Learning Dalam Kurikulum Merdeka
Salah satu tantangan yang harus dihadapi dalam pelaksanaan kurikulum adalah bagaimana memastikan bahwa setiap peserta didik dapat belajar secara optimal sesuai dengan potensi unik yang dimiliki masing-masing individu. Modul ajar berbasis multiple intelligences dapat menjadi solusi rancangan pembelajaran yang dapat mengakomodasi potensi peserta didik yang beragam. Selain itu, pendekatan collaborative learning yang menekankan kerja sama antar peserta didik dalam memecahkan permasalahan, sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka itu sendiri dan dapat memfasilitasi beberapa aspek dalam multiple intelligences itu sendiri, sehingga akan dapat memaksimalkan kurikulum merdeka yang tengah diterapkan di Indonesia saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi modul ajar berbasis multiple intelligences dengan pendekatan collaborative learning dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, serta melihat respon peserta didik terhadap implementasi modul ajar tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, implementasi modul ajar berbasis multiple intelligences dengan pendekatan collaborative learning yang dilakukan di MI Nurul Yaqin Surabaya ini dinilai cukup baik dan efektif sebagai bentuk inovasi pembelajaran. Meski ada beberapa kendala seperti kesiapan peserta didik dalam hal pemahaman tugas serta sarana dan prasarana yang kurang maksimal, namun bisa diatasi karena pembelajaran menitikberatkan pada aktivitas luar ruangan dan kreativitas peserta didik. Kesimpulanya, implementasi modul ajar berbasis multiple intelligences dengan pendekatan collaborative learning ini sejalan dengan tujuan Kurikulum Merdeka dan dapat memaksimalkan potensi masing-masing peserta didik
Penerapan Model Project Based Learning (PJBL) Berbasis TPACK untuk Meningkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Siswa SD
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa sekolah dasar melalui penerapan model pembelajaran inovatif. Project Based Learning (PjBL) berbasis Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) dipandang mampu memfasilitasi keterampilan berpikir kreatif serta pemahaman konsep siswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian melibatkan 9 siswa kelas IV SD Negeri Sayidan. Data penelitian berupa hasil observasi kreativitas (menggunakan rubrik kreativitas), nilai pretest dan posttest (hasil belajar siswa melalui Quizizz), dokumentasi, serta wawancara dengan siswa. Analisis data dilakukan dengan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang mencakup pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kreativitas siswa dari kategori sedang (rerata 2,22) menjadi kategori tinggi (rerata 3,49), serta peningkatan hasil belajar dari rata-rata 61,11 pada pretest menjadi 86,67 pada posttest. Wawancara mengungkapkan bahwa penggunaan PjBL berbasis TPACK membuat pembelajaran lebih menyenangkan, menantang, dan memotivasi. Temuan ini membuktikan bahwa integrasi PjBL dengan TPACK efektif meningkatkan kreativitas dan hasil belajar, sekaligus mendukung keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan inovasi
Pengaruh Model Pembelajaran RADEC Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif dan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar dalam Pembelajaran IPAS
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh model pembelajaran RADEC terhadap kemampuan berpikir kreatif dan motivasi belajar siswa sekolah dasar, dan (2) mengetahui model RADEC dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa sekolah dasar pada mata pelajaran IPAS. Metode yang digunakan dalam penelitian ialah metode eksperimen dengan pretest-posttest control group design. Dalam desain ini, siswa akan dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Kelompok pertama disebut kelompok eksperimen (kelompok yang diberikan treatment). Dan kelompok kedua disebut kelompok kontrol (kelompok yang tidak diberikan treatment). Sebelum diberikan treatment kedua kelas mengerjakan pretest, kemudian diberikan tindakan dengan menggunakan model pembelajaran yang berbeda. Setelah diberikan treatment, kedua kelas mengerjakan posttest. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh siswa yang berjumlah 314 orang, sedangkan sampelnya siswa kelas VA dan VB yang berjumlah 54 orang. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa ialah lembar tes tertulis dalam bentuk uraian. Sedangkan instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur motivasi belajar siswa ialah lembar kuesioner. Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis dan menghitung n gain. Uji hipotesis yang digunakan untuk data berdistribusi normal ialah uji t test, sedangkan uji hipotesis yang digunakan untuk data berdistribusi tidak normal ialah uji Mann Whitney. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan (1) terdapat pengaruh yang signifikan pada model pembelajaran RADEC terhadap kemampuan berpikir kreatif dan motivasi belajar siswa sekolah dasar, (2) penggunaan model RADEC dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa sekolah dasar pada mata pelajaran IPAS sebesar 33% dan tergolong kategori sedang
Efektivitas E-Book Konsep Dasar Fisika dan Kimia Berbasis Karakter Berbantuan Artificial Intelligence Untuk Meningkatkan Literasi Sains Mahasiswa Prodi PGSD FIP UNIMED
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menguji efektivitas e-book Konsep Dasar Fisika dan Kimia yang dirancang dengan integrasi nilai-nilai karakter dan dukungan Artificial Intelligence (AI) dalam meningkatkan literasi sains mahasiswa Program Studi PGSD FIP UNIMED. Penelitian menggunakan metode pengembangan (Research and Development) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate), yang dibatasi hingga tahap Develop. Tahap Define mencakup analisis kebutuhan, karakteristik mahasiswa, dan kurikulum. Tahap Design difokuskan pada perancangan struktur materi, penyisipan nilai karakter, serta tampilan antarmuka e-book. Tahap Develop melibatkan validasi ahli dan uji coba terbatas terhadap 40 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda beralasan digunakan untuk mengukur peningkatan literasi sains dengan desain one group pretest–posttest. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 54,00 pada pre-test menjadi 82,25 pada post-test. Uji paired t-test menghasilkan nilai signifikansi p = 0,000, menandakan adanya perbedaan yang signifikan, dengan N-Gain sebesar 0,76 dalam kategori tinggi. Dengan demikian, e-book yang dikembangkan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi sains mahasiswa dan dapat dijadikan alternatif inovatif untuk pembelajaran bermakna di era pendidikan abad ke-21
Pengembangan Media Dalgona Tangram Challenge untuk Pembelajaran Sudut di Sekolah Dasar
Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih dihadapkan pada rendahnya pemahaman konsep sudut dan kurang berkembangnya keterampilan berpikir kreatif siswa. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang bersifat konvensional dan kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran Dalgona Tangram Challenge sebagai alternatif inovatif untuk mendukung pemahaman konsep sudut dan meningkatkan kreativitas. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian meliputi empat siswa kelas V sekolah dasar dan dua guru sebagai validator. Instrumen penelitian berupa angket validasi, angket kepraktisan, dan lembar observasi keterampilan berpikir kreatif. Hasil penelitian menunjukkan media berada dalam kategori sangat layak dan praktis, serta efektif mendukung pemahaman konsep sudut dan meningkatkan kreativitas. Media ini dinilai menarik, mudah digunakan, dan mampu mendorong siswa menghasilkan ide-ide orisinal dalam menyusun pola tangram. Berdasarkan temuan ini, Dalgona Tangram Challenge direkomendasikan sebagai alternatif media pembelajaran konsep sudut di sekolah dasar
GENDER BASED VIOLENCE IN KWARA STATE, NIGERIA: A QUALITATIVE ANALYSIS
This study investigates the causes, consequences, and preventive measures of gender-based violence (GBV) in Kwara State, guided by three research objectives addressed through a qualitative approach. The participants consisted of ten university lecturers from diverse fields in Ilorin, Kwara State, who were purposively selected. Semi-structured interviews were conducted, and the data were analyzed using thematic analysis. The study found that the causes of GBV are complex and deeply rooted in cultural, social, economic, and political factors. The consequences affect individuals, families, and the broader community on multiple levels. To combat this pervasive issue, the study proposes a comprehensive set of localized preventive measures. These include community engagement, strengthening legal frameworks, economically empowering women, creating support systems, integrating GBV responses into healthcare services, educational initiatives, cultural reform, and ensuring adequate resource allocation by local governments
TEACHING MATERIALS IN SOCIOLOGY LEARNING FROM VARIOUS VARIABLES IN HIGH SCHOOL
This study aims to determine the presentation of Sociology teaching materials during the Covid-19 pandemic seen from various variables (gender, class, age, school location, and school status) in high school. The research uses a survey type quantitative approach. The population in this study were all high school students in Central Lombok district. The sampling technique was accidental sampling with a sample of 450. The data on the presentation of learning materials was collected with the help of google forms which had met the research requirements. All data were analyzed quantitatively using comparative analysis, namely non-parametric statistics, did not meet the analysis requirements. The results showed that the presentation of teaching materials tended to be contextual as seen in the indicators of facts, concepts, principles, and procedures during the Covid-19 pandemic, and there were differences in perceptions regarding the presentation of teaching materials from the variables of school location and school status while the variables of gender, age, and There are no differences in the class presentation of teaching materials during the Covid-19 pandemic. Therefore, the presentation of teaching materials during the Covid-19 pandemic should consider geographical characteristics (gender, age, class, school location, school status) in instructional design interventions