Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
Pembelajaran Temuan Terbimbing Berbantuan Manik Android: Motivasi dan Hasil Belajar Operasi Hitung Bilangan Bulat
An instructional media using Smartphone Android Beads smartphone was innovated to increase students’ motivation and learning outcomes on integer counting operations. Learning mathematics with Android beads has many advantages compared to ordinary beads for its durability, ease to carry, ease to use by students, and the unlimited number of beads to use. Employing the guided discovery learning, the media was used for 35 sixth graders. The effort was successful to increase the pupils’ motivation and learning outcomes. Ten steps were taken to produce Android bead learning media. ARCS questionnaires were used to measure the pupils’ motivation, and integer operating tests to measure students’ learning outcomes. It was found out that concerning motivation with a score range of 0-5, the students’ attention increased to 4.6; relevance to 4.1; confidence and satisfaction were respectively 4.6 and 80.0. The average value of pupils’ learning outcomes reached 80.0 with a total mastery learning of 88.57%.Karya inovasi pengembangan media pembelajaran manik dengan menggunakan ponsel cerdas android dikembangkan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika pada materi operasi hitung bilangan bulat. Pembelajaran dengan manik android ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan manik-manik biasa, yaitu lebih awet, mudah dibawa, mudah digunakan oleh siswa, dan dapat digunakan jumlah manik yang tidak terbatas. Pendekatan yang digunakan adalah pembelajaran temuan terbimbing atau guided discovery learning dengan media Manik Android. Pembelajaran ini diterapkan kepada 35 orang siswa kelas VI. Karya inovasi ini berhasil meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Sepuluh langkah dilaksanakan untuk menghasilkan produk media pembelajaran manik android. Angket ARCS digunakan untuk mengukur motivasi, dan tes operasi bilangan bulat untuk mengukur hasil belajar. Tentang motivasi, ditemukan bahwa dengan rentang skor 0-5, rata-rata perhatian siswa meningkat menjadi 4,6; relevansi menjadi 4,1, percaya diri memperoleh rata-rata skor 4,6, dan kepuasan memperoleh rata-rata skor 4,6. Rata-rata nilai hasil belajar siswa mencapai 80,0 dengan ketuntasan belajar kelas mencapai 88,57%
Penggunaan Media 'Bungnge Tallo' untuk Meningkatkan Pembelajaran Bilangan Kubik pada Siswa Sekolah Dasar
The research objectives were to improve the six-grade pupils’ achievement in cubic numbers by means of ‘bungnge tallo APATI’ media. Ninety percent six-grade pupils achieved the mathematical concept on cubic numbers below the minimum mastery level in public elementary school 90 in Singkawang. The pupils’ low achievement was related to two reasons, namely: learning activities on mathematical concepts were not attractive to pupils, and learning methods applied by the teacher were not procedurally systematic in explaining the cubic numbers. This classroom action research was conducted in two cycles with four phases, namely: planning, action, observation and reflection. Analysis results show the pupils’ mean score = 45.0 in pre-cycle; mean score = 64.0 in cycle 1 with minimum mastery level at 67%; and mean score = 89.0 in cycle 2 with minimum mastery level at . 100%. In conclusion, the implementation of ‘bungnge tallo APATI’ media in learning mathematical concept on cubic numbers could be improved for the six-grade pupils at elementary school 90 in Singkawang.Salah satu masalah yang dialami siswa kelas VI SD Negeri 90 Singkawang dalam pembelajaran matematika adalah kurangnya pemahaman terhadap konsep matematika, sehingga nilai siswa selalu rendah. Penyebabnya adalah pembelajaran yang dilakukan guru dalam menyampaikan konsep matematika tidak menyenangkan bagi siswa. Salah satu cara mengatasi masalah tersebut, guru menerapkan pembelajaran matematika dengan media pembelajaran Bungnge Tallo’ APATI. Dengan penggunaan media pembelajaran Bungnge Tallo’ APATI pada pembelajaran bilangan kubik, siswa dapat termotivasi dalam pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan hasil belajarnya. Penelitian dilakukan melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan dari prasiklus dengan nilai rata-rata 45 meningkat 64 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 89 pada siklus II, dengan ketuntasan minimal 100%
Pemanfaatan Forms sebagai Media Pembelajaran Remedial di SMPN 230 Jakarta
The use of forms as media was aimed at assisting teachers with limited face-to-face interaction in remedial learning, especially whose minimum performance indicators were not achieved. The current research implemented an experimental design using two forms, they are, forms-without-comment and forms-with-comments. The students chose the remedial media themselves. They were also asked to complete a survey sheet to know their ideas about the remedial learning. Data analysis indicate that the forms-with-comments resulted in better achievement than the forms-without-comment. The pupils’ performance indicator was achieved as much as 88%. The pupils’ satisfaction level achieved was as much as 88% on the remedial learning program. The pupils’ comprehension in writing texts improved to 96%. In conclusion, the use of forms-with-comments could assist teachers with limited face-to-face interaction in remedial learning and improving the pupils’ achievement of the minimum performance indicator.Penelitian ini bertujuan untuk memudahkan guru, yang memiliki waktu terbatas untuk tatap muka, dalam melaksanakan pembelajaran remedial menggunakan media FORMS. Penelitian ini merupakan penelitian experimen dengan dua jenis forms, yaitu forms tanpa komentar dan forms dengan komentar. Peserta didik diberi kebebasan memilih media remedial yang digunakan. Selain itu peserta didik juga diminta mengisi angket untuk mengetahui pendapat tentang pembelajaran remedial tersebut. Berdasarkan hasil analisis data, pemanfaatan forms dengan komentar memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan dengan forms tanpa komentar. Tingkat ketuntasan belajar peserta didik mencapai 88%. Tingkat kepuasan peserta didik dalam pembelajaran remedial tersebut mencapai 80%, dan tingkat keberhasilan peserta didik dalam menjawab sebesar 96%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengunaan forms sebagai media pembelajaran remedial dapat membantu peserta didik untuk mencapai ketuntasan belajar dan guru yang memiliki keterbatasan waktu tatap muka dalam memenuhi ketuntasan belajar
Permainan Gawang Ajaib untuk Meningkatkan Hasil Belajar Gerak Dasar Lempar Tangkap Siswa Sekolah Dasar
The research objective was to improve children’s movement, catching and throwing through wicket game during physical education. The subjects included twenty three six graders at the Public Elementary School 1 Losari in the academic year of 2016/2017. Data collection technique applied observation checklist. Data were analyzed descriptively and quantitatively. Research results show an improvement in the children’s basic movement, catching and throwing through magic wicket. The children’s improvement was evidenced in their learning outcomes. Prior learning, only five children (22%) achieved the minimum mastery level = 70. However, there are twenty one children (91%) achieved the minimum mastery level after learning.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi persamaan kuadrat yang ramah ligkungan. Pendekatan yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan model ADDIE. Pengumpulan data diawali dengan menganalisis materi persamaan kuadrat beserta langkah pembelajarannya dan pengembangan media pembelajaran berbasis TIK. Hasil analisis dibuat desain awal dari media pembelajaran, kemudian dikembangkan, diimplementasikan, dan dievaluasi. Hasil validasi prototipe media ini terdiri atas: 1) aspek materi validasi I dan II dengan nilai 112,7 dan 120,62 dari maksimal 140 (sangat baik); 2) aspek media nilai 46,39 dan 53,16 dari maksimal 65; 3) aspek teknis nilai 30,2 dan 30 dari maksimal 45 dengan rekomendasi layak untuk dikembangkan. Setelah uji coba 10 responden menyatakan media tersebut sangat baik, 14 responden menyatakan baik, dan 7 responden menyatakan cukup. Hasil tes formatif menunjukkan bahwa kompetensi siswa tergolong sangat baik dengan rata-rata skor 76,17 atau meningkat 20 poin
Penerapan Kelas Digital Edmodo untuk Meningkatkan Minat Belajar dan Hasil Belajar Siswa
The research objectives were to improve the children’s interest and outcomes in natural science through Edmodo digital learning. A classroom action research with two cycles was implemented to twenty sixth grade children at Public Elementary School 86 Kota Tengah, Gorontalo Province. Data were collected in each phase, namely, planning, action, observation and evaluation, reflection. Data were analysed descriptively and quantitatively. Results show that the children’s interest was improved 50% and their learning outcomes 72 despite below the minimum mastery level in cycle 1. Whereas, their interest was improved to 78.5% and their learning outcomes to 88.0 in cycle 2.Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA melalui penerapan kelas digital edmodo. Penelitian Tindakan kelas dengan dua siklus dilakukan pada duapuluh satu siswa kelas VIA SDN 86 Kota Gorontalo. Data dikumpulkan dalam setiap fase persiapan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan evluasi serta refeleksi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan minat belajar siswa mencapai 50% dan hasil belajar mencapai 72 pada siklus 1 atau belum memenuhi standar ketuntasan KKM pelajaran IPA sebesar 75. Pada siklus 2 terjadi peningkatan minat belajar menjadi 78,5% dan hasil belajar menjadi 88
Media Wacantal dalam Meningkatkan Karakter dan Keterampilan Siswa dalam Pembelajaran Seni Budaya di Sekolah Dasar
Digital media as learning resource was rarely used in learning due to teachers’ illiteracy on technology. The research objective was to improve the third-grade children’s character in learning art and culture in Public Elementary School 2 in East Potianak District. This research was designed as a classroom research for improving the children’s character through digital pretty puppets with creative play. The media was developed as playstore application in comical forms. The learning materials contained local folk stories enriched with moral values. The obtained data were analyzed descriptively and qualitatively. Research results show that learning art and culture containing folk stories attract and engage children in learning. The teacher’s skill in exploring folk stories with local values is improved.Penggunaan media digital sebagai bahan ajar belum banyak digunakan di sekolah dasar dikarenakan guru kurang menguasai teknologi informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan karakter siswa kelas III sekolah dasar dalam pembelajaran seni budaya menggunakan media WACANTAL (digital pretty puppets) dengan metode pembelajaran bermain. Media wayang cantik digital dikembangkan menjadi aplikasi playstore berbentuk komik. Penelitian ini didesain sebagai penelitian kelas dalam pembelajaran seni budaya dengan mengangkat ceritera daerah bermuatan moralitas. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni budaya menjadi menarik. Keterampilan guru mengangkat ceritera daerah bermuatan moralitas semakin baik
Permainan Balistik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Gerak Dasar Manipulatif Siswa Sekolah Dasar
Learning acitivities through ballistic game was meant to improve the third grade children’s manipulative basic movements in the Public Elementary School 2 Tlogolele. This innovative learning with basic movements was implemented for physical education in the Public Elementary School 2 Tlogolele. There were nineteen pupils recruited for this study in the Academic Year 2016/2017. Data collection used an observation checklist. The obtained data were analyzed descriptively and quantitatively. Research results show there is an improvement in the pupils’ learning outcomes with the mean score = 21% prior observation and 84% after innovative learning. In conclusion, learning with ballistic game could improve children’s manipulative basic movements in the Elementary School 2 Tlogolele in the academic year of 2016/2017.Kegiatan pembelajaran permainan balistik bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar gerak dasar manipulatif dengan memukul pada siswa sekolah dasar kelas III. Inovasi pembelajaran ini dilaksanakan saat pembelajaran Pendidikan Jasmani dengan materi gerak dasar. Subyek yang dipakai pada karya inovasi pembelajaran ini adalah siswa kelas III SD Negeri 2 Tlogolele yang berjumlah 19 siswa pada Tahun Pelajaran 2016/2017. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil pembelajaran dari 21% saat awal observasi menjadi 84% setelah pembelajaran inovatif. Simpulannya, pembelajaran dengan alat bantu permainan Balistik dapat meningkatkan hasil belajar gerak dasar manipulatif pada siswa kelas III SDN 2 Tlogolele Tahun Pelajaran 2016/2017
Aplikasi Anybamba dengan Moperta untuk Meningkatkan Kemampuan Tolak Peluru pada Siswa Sekolah Menengah Pertama
The research objective was to improve the students’ weight throwing ability through bamboo weaving (anybamba) application with target game model (moperta). This research was designed as a classroom research included 32 eighth grade students in the Junior Secondary School 22 Surakarta. Data were collected through observation and analyzed descriptively and qualitatively. Data analysis results show that the students’ ability in weight throwing was improved through the application of bamboo weaving with target game model. The students’ ability increment was found as much as 89 %.Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan tolak peluru melalui aplikasi anybamba (anyaman bamboo di batik) dengan moperta (model permainan target). Desain penelitian menggunakan penelitian kelas menyertakan 32 siswa SMPN 22 Surakarta. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan tolak peluru siswa kelas VIII SMPN 22 Surakarta dapat ditingkatkan melalui penggunaan aplikasi anyaman bambu yang dibatik secara sederhana dikombinasi dengan model permainan target. Peningkatan kemampuan siswa mencapai 89 %
Implementasi Media Grafik Nada dengan Kendali Remote Control untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Notasi Angka pada Siswa Sekolah Dasar
The research objectives were to improve the pupils’ skill in note reading through graphic media with remote control and to identify the media’s strength at the elementary school. The media were designed with recycled remote control materials which would ease them in rolling note graphic paper in a distance. This research was designed using as a classroom research. The subjects were recruited from the fourth graders at the public elementary school 2 at Rejang Lebong. The results show the graphic media with remote control could improve the pupils’ understanding of low, medium and high tones. The media could also assist the pupils’ creativity, independence, and understanding of new songs. The pupils’ success exceeded the minimum mastery level after the implementation of note graphic media with recycled remote control.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa menggunakan Media Grafik Nada dengan kendali remote control dan mengidentifikasi keunggulannya dalam meningkatkan keterampilan membaca notasi angka pada siswa. Media pembelajaran dirancang menggunakan remote control yang memudahkan siswa memutar gulungan kertas Grafik Nada dari jarak jauh. Desain penelitian ini menggunakan penelitian kelas. Subyek penelitian meliputi siswa kelas IV SDN 2 Rejang Lebong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Media Grafik Nada meningkatkan keterampilan dalam memahami nada rendah, sedang dan tinggi. Media Grafik Nada juga meningkatkan kreatifitas siswa, kemandirian dan pemahaman siswa terhadap lagu-lagu baru. Keterampilan siswa dalam membaca notasi angka meningkat. Pada sesi sebelum penggunaan media Grafik Nada, rata-rata skor keterampilan siswa tergolong cukup, dan setelahnya, rata-rata skor keterampilan siswa tergolong sangat baik. Ketuntasan klasikal sebelum menggunakan media Grafik Nada tergolong rendah, Dan sesudahnya, ketuntasan minimal meningkat
Pengembangan Media Pembelajaran Persamaan Kuadrat melalui Android untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa
The research objective was to develop environmentally sensitive media through android for improving the students’ interest in learning quadratic equation. A Research and Development (R&D) with ADDIE model was designed to improve the students’ interest. Data were collected through content analysis of quadratic equation and implementation of technology-based learning procedures. The media was developed, implemented and evaluated. The media was validated by two experts on content with values of 112.7 and 120.62 respectively; validation on media with values 46.39 and 53.16 respectively; validation on technicality with values 30.2 and 30.0 respectively. The formative evaluation result shows that the students’ learning interest could be improved to a score of 76.17 with 20 point increment.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi persamaan kuadrat yang ramah ligkungan. Pendekatan yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan model ADDIE. Pengumpulan data diawali dengan menganalisis materi persamaan kuadrat beserta langkah pembelajarannya dan pengembangan media pembelajaran berbasis TIK. Hasil analisis dibuat desain awal dari media pembelajaran, kemudian dikembangkan, diimplementasikan, dan dievaluasi. Hasil validasi prototipe media ini terdiri atas: 1) aspek materi validasi I dan II dengan nilai 112,7 dan 120,62 dari maksimal 140 (sangat baik); 2) aspek media nilai 46,39 dan 53,16 dari maksimal 65; 3) aspek teknis nilai 30,2 dan 30 dari maksimal 45 dengan rekomendasi layak untuk dikembangkan. Setelah uji coba 10 responden menyatakan media tersebut sangat baik, 14 responden menyatakan baik, dan 7 responden menyatakan cukup. Hasil tes formatif menunjukkan bahwa kompetensi siswa tergolong sangat baik dengan rata-rata skor 76,17 atau meningkat 20 poin