Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
Not a member yet
    385 research outputs found

    Pengembangan Media Pembelajaran Bangun Ruang Menggunakan Adobe Animate di Sekolah Dasar

    Full text link
    This research is aimed to develop three-dimensional using Adobe Animate and then evaluate it on Class VI Elementary School students from the population. The specific objectives of this research are to reveal: relevance of the Adobe Animate program for spatial learning, students' opinions regarding the learning media used, observers' opinions regarding computer-assisted spatial learning products. This research is R&D (Reasearch and Development). The development procedure are: 1) Research and Information Collection, 2) Planning, 3) Develop Preliminary form of Product, 4) Priminary Field Testing, 5) Main Product Revision, 6) Main Field Testing, 7) Operational Product Revision, 8) Operational Field Testing, 9) Final Product Revision, 10) Dissemination and Implementation. The subjects research of 21 respondents of: 1 Teacher and 6 Students small group, 1 Teacher and 12 Students large group, 1 Teacher and 18 Students field trial. Data collection uses questionnaires and three-dimensional Mathematics tests (Pre-test and Post-test). Evaluation materials aspects and media. Criticism and suggestions to improve program. The results of research from learning and media aspects, the Adobe Animate program three-dimensional stated to interesting, learning motivation (rated A/very high) by respondents, the average score of the Post-test compared to the Pre-test by 5,6%.Tujuan penelitian ini adalah membuat media pembelajaran bangun ruang menggunakan Adobe Animate kemudian mengevaluasinya pada sampel Siswa Kelas VI SD dari target populasi. Tujuan khusus penelitian ini adalah mengungkapkan: relevansi program Adobe Animate untuk pembelajaran bangun ruang, pendapat Siswa terhadap media pembelajaran yang digunakan, pendapat observer tentang produk pembelajaran bangun ruang berbantuan komputer. Penelitian merupakan penelitian pengembangan R&D (Reasearch and Development). Prosedur pengembangan terdiri: 1) Penelitian dan Pengumpulan Informasi, 2) Perencanaan, 3) Mengembangkan Awal Produk, 4) Uji Coba Terbatas, 5) Revisi Produk Awal, 6) Uji Coba Lapangan, 7) Revisi Produk Operasional, 8) Uji Lapangan Operasional, 9) Revisi Produk Akhir, 10) Diseminasi dan Implementasi. Subjek penelitian ini berjumlah 21 responden, terdiri: 1 Guru dan 6 Siswa uji coba kelompok kecil, 1 Guru dan 12 Siswa uji coba kelompok besar, 1 Guru dan 18 Siswa uji coba lapangan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan tes Matematika bangun ruang (Pre-test dan Post-test). Evaluasi program ditinjau dari aspek materi dan media. Kritik dan saran untuk memperbaiki program. Hasil penelitian ditinjau dari aspek pembelajaran dan media menunjukkan program Adobe Animate untuk pembelajaran bangun ruang secara keseluruhan dinyatakan menarik, mampu meningkatkan motivasi belajar (dinilai A/sangat tinggi) oleh responden, meningkatkan skor rerata Post-test terhadap Pre-test sebesar 5,6%

    Optimalisasi Pemanfaatan Google Dokumen dalam Melatih Keterampilan Menulis Surat Resmi Peserta Didik

    Full text link
    Optimizing the use of technology in learning, for example, the use of Google documents, is one effort to create liberating learning because this learning is more contextual and contemporary. This research aims to examine and describe the optimization of the use of Google documents in training official letter writing skills for students in class VII.1 UPTD SMP Negeri 1 Parepare. This research uses a descriptive method, namely describing the process and results of learning to write official letters by optimizing the use of Google documents. The subjects in this research were 30 students in class VII.1 UPTD of SMP Negeri 1 Parepare, 13 men and 17 women. The results of the research show that the use of Google Documents features makes students in class VII.1 UPTD SMP Negeri 1 Parepare more actively involved in learning and skilled at writing official letters, with an average score of 78.67, which is in the good category. Judging from the assessment aspect of official letter writing skills, students' ability to present the content and structure of an official letter is in the very good category; their ability to choose words and present visualizations of an official letter digitally is in the good category; and their ability to use spelling (capital letters and punctuation) is in the very poor category or needs intervention.Optimalisasi penggunaan teknologi dalam pembelajaran, misalnya pemanfaatan Google dokumen, merupakan salah satu upaya mewujudkan pembelajaran yang memerdekakan karena pembelajaran ini lebih kontekstual dan kekinian. Penelitian ini bertujuan mengkaji dan mendeskripsikan optimalisasi pemanfaatan Google dokumen dalam melatih keterampilan menulis surat resmi peserta didik kelas VII.1 UPTD SMP Negeri 1 Parepare. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yaitu mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran menulis surat resmi dengan mengoptimalkan pemanfaatan Google dokumen. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII.1 UPTD SMP Negeri 1 Parepare yang berjumlah 30 orang, 13 laki-laki dan 17 perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan fitur-fitur Google dokumen menjadikan peserta didik kelas VII.1 UPTD SMP Negeri 1 Parepare lebih aktif terlibat dalam pembelajaran dan terampil menulis surat resmi dengan rerata nilai 78,67 yang berada pada kategori baik. Ditinjau dari aspek penilaian keterampilan menulis surat resmi, kemampuan peserta didik menyajikan isi dan struktur surat resmi masing-masing berada pada kategori sangat baik, kemampuan memilih kata dan menyajikan visualisasi surat resmi secara digital masing-masing berada pada kategori baik, dan kemampuan dalam menggunakan ejaan (huruf kapital dan tanda baca) berada pada kategori sangat kurang atau perlu diintervensi

    Penggunaan Papan Magnet untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Volumedi Sekolah Dasar

    Full text link
    The magnet ic board is a modified teaching aid to clarify the concept of converting volume units from km3 to liters or vice versa. The purpose of using magnet ic board Media is to improve student learning outcomes in volume material in grade VI of SDN Sepanjang 2. The use of media in learning uses Classroom Action Research (CAR) with 2 cycles. The learning outcomes of grade VI students in each cycle are: Pre-cycle, 1 child completed (3%), 28 children did not complete (97%). Cycle-1, 8 children completed (28%), 21 children did not complete (72%). Cycle-2, 21 children completed (72%), while 8 children did not complete (28%). It can be concluded that the use of magnet ic board media can improve participant learning outcomes in volume material. The results of the teacher response questionnaire in the use of magnet ic board Media showed that 80% were very good for use in the learning process and could be used with slight revisions (practicality value).Papan magnet  merupakan alat peraga modifikasi untuk memperjelas konsep mengubah satuan volume km3 ke satuan volume liter atau sebaliknya. Tujuan penggunaan Media Papan magnet untuk meningkatkan hasil belajar siswa materi volume di kelas VI SDN Sepanjang 2. Penggunaan media dalam pembelajaran menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 siklus. Hasil belajar peserta didik kelas VI pada setiap siklus adalah: Prasiklus, yang tuntas 1 anak (3%), tidak tuntas sebanyak 28 anak (97%). Siklus-1, tuntas 8 anak (28%), tidak tuntas 21 anak (72%). Siklus-2, tuntas 21 anak (72%), sedangkan yang tidak tuntas 8 anak (28%). Dapat disimpulkan bahwa , penggunaan media Papan magnet  dapat meningkatkan hasil belajar peserta dalam materi volume. Hasil angket respon guru dalam penggunaan Media Papan magnet menunjukkan bahwa 80% sangat baik digunakan dalam proses pembelajaran dan dapat digunakan dengan sedikit revisi (nilai kepraktisan)

    Analisis Program Pojok Literasi Dalam Era Digital di SD Mujahidin Pontianak

    Full text link
    In today’s digital era, literacy is a critical competency learners must possess. One way to improve learners’ literacy is to implement a literacy corner program in schools. The literacy corner program is an activity that provides a classroom corner for students to read and learn. This research aims to explain how the literacy corner program in the digital era at SD Mujahidin Pontianak. This research used a qualitative case study approach with teachers and students as research subjects. Research data were obtained through observation and interviews. The results showed that the literacy corner program at SD Mujahidin Pontianak is still running but needs improvement. The literacy corner program is considered not very effective at increasing students’ interest in reading due to the influence of technology, specifically gadgets. Gadgets have a bad influence on students’ interest in reading. Overall, the literacy corner program is considered effective in improving learners’ literacy in the digital era.Pada era digital saat ini, literasi menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh peserta didik. Salah satu upaya untuk meningkatkan literasi peserta didik adalah dengan menerapkan program pojok literasi di sekolah. Program pojok literasi merupakan kegiatan yang menyediakan pojok kelas untuk peserta didik membaca dan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana program pojok literasi dalam era digital di SD Mujahidin Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan guru dan peserta didik sebagai subyek penelitian. Data penelitian diperoleh melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan program pojok literasi di SD Mujahidin Pontianak masih berjalan, tetapi masih perlu ditingkatkan lagi. Program pojok literasi ini dinilai tidak terlalu signifikan dalam meningkatkan minat baca peserta didik karena adanya pengaruh teknologi, yakni gadget. Gadget membawa pengaruh yang buruk terhadap minat baca peserta didik. Secara keseluruhan, program pojok literasi ini dinilai efektif untuk meningkatkan literasi peserta didik dalam era digital

    Discovery Learning: Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi dan Komunikasi Matematis Siswa dalam Pembelajaran Matematika

    Full text link
    Collaboration and communication skills are part of the 21st century competencies needed to face technological developments and globalization. Discovery Learning model is one of the alternatives in improving students' collaboration and communication. This study was conducted to analyze the effect of Discovery Learning model on students' mathematical collaboration and communication skills in mathematics learning. This study used Systematic Literature Review (SLR) method with PRISMA protocol to evaluate relevant articles through Scopus and Google Scholar database. From the process of 112 articles that were netted, there were 6 articles that met the criteria for further review. The results showed that Discovery Learning effectively improved students' communication skills, including the ability to convey ideas orally, in writing, and using mathematical notation. In addition, this model also improves students' collaboration skills in terms of responsibility, flexibility, cooperation, and group interaction. With a structured approach through stages such as stimulus, data collection, and generalization, Discovery Learning promotes active, meaningful, and interactive learning. The findings recommend the implementation of Discovery Learning to support mathematics learning that is relevant to the challenges of the modern era.Keterampilan kolaborasi dan komunikasi merupakan bagian dari kompetensi abad 21 yang diperlukan untuk menghadapi perkembangan teknologi dan globalisasi. Model pembelajaran Discovery Learning menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan kolaborasi dan komunikasi siswa. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap kemampuan kolaborasi dan komunikasi matematis siswa dalam pembelajaran matematika. Studi ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA untuk mengevaluasi artikel yang relevan melalui database Scopus dan Google Scholar. Dari proses 112 artikel yang terjaring, terdapat 6 artikel yang memenuhi kriteria untuk dikaji lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Discovery Learning efektif meningkatkan keterampilan komunikasi siswa, termasuk kemampuan menyampaikan ide secara lisan, tertulis, dan menggunakan notasi matematis. Selain itu, model ini juga meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa dalam hal tanggung jawab, fleksibilitas, kerja sama, dan interaksi kelompok. Dengan pendekatan yang terstruktur melalui tahapan seperti stimulus, pengumpulan data, dan generalisasi, Discovery Learning mendorong pembelajaran aktif, bermakna, dan interaktif. Temuan ini merekomendasikan implementasi Discovery Learning untuk mendukung pembelajaran matematika yang relevan dengan tantangan era modern

    Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Pembelajaran Alat Peraga Berbahan Daur Ulang dan Digital untuk IPAS Kelas IV

    Full text link
    Learning media play an essential role in the teaching and learning process in the classroom. Without appropriate learning media, classroom learning can feel dull and monotonous, especially for children with a cognitive learning style. Students may find it challenging to grasp the information provided by the teacher. This study aims to identify the needs of teachers and students in the fourth grade at SD Negeri Sawit related to the subject of IPAS (Natural and Social Sciences) with the topic of Indonesia’s landforms. The researcher used the ASSURE model (analyze learners, state objectives, select media, materials, and methods, utilize media, materials, and methods, require learner participation, evaluate and revise). This study did not fully implement the ASSURE model and stopped at the third stage, which is Utilize media, materials, and methods. The results showed that teachers and students have not yet integrated concrete learning media, especially in the topic of Indonesia’s landforms. It can be concluded that learning requires media that are inexpensive and easily accessible. Processing used goods into learning media can be an option to create learning media that is simple, affordable, environmentally friendly, and inclusive, adjusted to the conditions of the targeted classroom.Media pembelajaran memiliki peran penting dalam proses belajar mengajar siswa di kelas. Tanpa media pembelajaran yang sesuai, pembelajaran dikelas akan terasa membosankan dan monoton terutama bagi anak dengan gaya belajar kognitif. Siswa akan merasa kesulitan untuk menangkap informasi pembelajaran yang diberikan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan guru dan siswa di kelas IV Sekolah Dasar (SD) Negeri Sawit berkaitan dengan mata pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) materi bentang alam Indonesia. Peneliti menggunakan model penelitian ASSURE (analyze learners, state objectives, select media, materials, and methods, utilize media, materials and methods, require learner participation, evaluate and revise). Penelitian ini tidak sepenuhnya menerapkan model ASSURE dan hanya berhenti pada tahap ketiga yaitu Utilize media, materials and methods. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dan siswa masih belum mengintegrasikan media pembelajaran konkret terutama dalam materi bentang alam Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran diperlukan media yang murah dan mudah didapat. Mengolah barang bekas menjadi media pembelajaran dapat dijadikan salah satu opsi untuk membuat media pembelajaran yang mudah, murah, ramah lingkungan serta inklusif menyesuaikan dengan kondisi kelas yang dituju

    Implementasi Pembelajaran Diferensiasi, Sosial dan Emosional dengan Media Pembelajaran Interaktif Si Peri Cantik

    Full text link
    This study aims to implement social and emotional-based differentiated learning using the interactive learning media SI PERI CANTIK for teaching plant parts and photosynthesis in fourth-grade elementary school students. The research employed a qualitative descriptive approach through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that differentiated learning supported by SI PERI CANTIK significantly enhances student participation and teacher engagement. Both teacher and student activities were categorized as excellent, and student assessment results reflected improved conceptual understanding and numeracy literacy. Moreover, the approach contributed to the development of students’ social skills and digital literacy. The interactive media proved effective in delivering complex content visually and communicatively. This study contributes to the advancement of adaptive and contextual learning models in elementary education. Future research is recommended to examine the sustainability of this learning approach across various subjects and educational levels.Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi berbasis sosial dan emosional dengan menggunakan media pembelajaran interaktif SI PERI CANTIK pada materi bagian-bagian tumbuhan dan proses fotosintesis di kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dengan media SI PERI CANTIK mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa dan keterlibatan guru secara signifikan. Aktivitas guru dan siswa termasuk dalam kategori sangat baik, serta hasil asesmen siswa menunjukkan peningkatan pemahaman konseptual dan literasi numerasi. Selain itu, pendekatan ini juga mendukung pengembangan keterampilan sosial dan literasi digital siswa. Penggunaan media interaktif terbukti efektif dalam menyampaikan materi yang kompleks secara visual dan komunikatif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pembelajaran yang adaptif dan kontekstual pada pendidikan dasar. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengevaluasi keberlanjutan dampak pembelajaran ini dalam konteks mata pelajaran dan jenjang yang berbeda

    Peningkatan Keterampilan Menulis Surat Resmi Siswa Melalui Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) di Sekolah Dasar

    Full text link
    The purpose of this study was to improve the writing skills of grade V students on official letter material. This study used Kemmis and Mc. Taggart model. Each cycle was carried out in one learning activity with a duration of 2x35 minutes. The research was conducted in class V.C, totaling 31 students with details of 13 male students and 18 female students. Based on the results of observations made at State Elementary School 11 Indralaya, Ogan Ilir Regency, data obtained that grade V students still often make mistakes in writing official letters. An alternative solution to the problem is the application of the Think Pair Share type Cooperative Learning model. The results showed an increase in student learning outcomes with an average student score in cycle I of 73.8 and increased to 91.08 in cycle II.  Writing skills can be seen from the final score in cycle I, the percentage of learning completeness exceeded the Minimum Completion Criteria of 74.07% with good qualifications and cycle II increased to 100% with very good qualifications. Therefore, the application of the Cooperative Learning type Think Pair Share learning model can improve the ability to write official letters of grade V students.Penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan ini bertujuan meningkatkan keterampilan menulis siswa kelas V SD pada materi surat resmi. Penelitian kali ini menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc. Taggart. Tiap siklus dilaksanakan dalam satu kali kegiatan pembelajaran dengan durasi 2x35 menit. Penelitian dilaksanakan di kelas V.C yang berjumlah 31 siswa dengan rincian siswa laki-laki 13 dan 18 siswa perempuan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 11 Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, diperoleh data bahwa siswa kelas V masih kerap kali melakukan kesalahan dalam menulis surat resmi. Alternatif penyelesaian masalah tersebut yaitu penerapan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Think Pair Share. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa dengan skor rata-rata siswa pada siklus I yaitu 73,8 dan meningkat menjadi 91,08 pada siklus II.  Keterampilan menulis dapat dilihat dari nilai akhir  pada siklus I persentase ketuntasan belajar melampaui KKM 74,07% berkualifikasi baik dan siklus II meningkat menjadi 100% dengan kualifikasi sangat baik. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Think Pair Share dapat meningkatkan kemampuan menulis surat resmi siswa kelas V SD

    Pengembangan Media Pembelajaran Monopoli untuk Meningkatkan Keterampilan 7c di SILN Kota Kinabalu

    Full text link
    One of the learning problems that occurs at the elementary school level is the lack of student activity in learning. Students also do not practice the 21st century skills written in the 7Cs, namely computational thinking, Compassion, Citizenship, Critical Thinking, Creativity, Collaboration, and Communication. Appropriate learning media are needed to train students' 21st century skills in learning. This type of research is development research (research and development) with 4D development steps. The aim of this research is to produce valid, practical and effective learning media to train the 7C skills of elementary school level students in the science and science subject Phase C Class 5. The place and object of this research is the Indonesian Overseas School in Kota Kinabalu, Sabah Malaysia with students Class V consists of 30 students registered at Dapodik for the 2023/2024 academic year. The conclusion of this research is that the IKN Monopoly learning media is very valid, effective and practical in learning Natural and Social Sciences.Salah satu permasalahan pembelajaran yang terjadi pada tingkat sekolah dasar adalah kurang aktifnya peserta didik dalam pembelajaran. Mereka juga tidak terlatih kecakapan abad 21 yang tertulis di dalam 7C yakni computational thingking, compassion, citizenship, critical thinking, creativity, collaboration, dan communication. Oleh sebab itu, dibutuhkan media pembelajaran yang tepat untuk melatih keterampilan abad ke-21 peserta didik dalam belajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development) dengan langkah pengembangan 4D. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran yang valid, praktis, dan efektif untuk melatih keterampilan 7C peserta didik  jenjang Sekolah Dasar pada mata pelajaran IPAS Fase C Kelas 5. Tempat dan objek penelitian ini adalah di Sekolah Indonesia Luar Negeri Kota Kinabalu, Sabah Malaysia dengan siswa Kelas V yang berjumlah 30 orang pada tahun ajaran 2023/2024. Kesimpulan penelitian ini adalah media pembelajaran Monopoli IKN sangat valid, efektif, dan praktis dalam meningkatkan keterampilan 7 C pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial

    Construct Validation Of Special Education Teacher Competencies For Inclusive Education: A Confirmatory Analysis Approach

    Full text link
    This study aims to validate the construct of special education teacher competencies, which include pedagogical, social, and professional competencies. Data analysis was conducted using exploratory factor analysis (EFA) and confirmatory factor analysis (CFA) on 71 special education teachers in East Java. The CFA results showed that the three competency dimensions had good model fit based on the Comparative Fit Index (CFI) and Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA) values. Among the three dimensions, professional competency had the highest level of fit, thus best representing the core competencies of special education teachers. In addition, teachers with more than ten years of work experience and special education backgrounds (PLB) demonstrated higher levels of adaptive professional competency. These findings provide empirical evidence regarding the essential competencies of special education teachers and can serve as a basis for developing competency improvement programs that support inclusive education practices.Penelitian ini bertujuan memvalidasi konstruk kompetensi guru pendidikan khusus yang meliputi kompetensi pedagogik, sosial, dan profesional. Analisis data dilakukan menggunakan exploratory factor analysis (EFA) dan confirmatory factor analysis (CFA) terhadap 71 guru pendidikan khusus di Jawa Timur. Hasil CFA menunjukkan bahwa ketiga dimensi kompetensi memiliki kesesuaian model yang baik berdasarkan nilai Comparative Fit Index (CFI) dan Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA). Di antara ketiga dimensi tersebut, kompetensi profesional memiliki tingkat kesesuaian tertinggi sehingga paling merepresentasikan kompetensi utama guru pendidikan khusus. Selain itu, guru dengan pengalaman kerja lebih dari sepuluh tahun serta berlatar belakang pendidikan luar biasa (PLB) menunjukkan tingkat kompetensi profesional adaptif yang lebih tinggi. Temuan ini memberikan bukti empiris mengenai kompetensi esensial guru pendidikan khusus dan dapat menjadi dasar pengembangan program peningkatan kompetensi yang mendukung praktik pendidikan inklusif

    372

    full texts

    385

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇