Portal Jurnal Fakultas Agama Islam UMI
Not a member yet
    291 research outputs found

    Penerapan Modul Pembelajaran Tahsin Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Peserta Didik ROHIS.

    No full text
    Skripsi ini membahas mengenai bagaimana penerapan modul pembelajaran tahsin untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada kegiatan ekstrakurikuler ROHIS peserta didik SMA Negeri 13 Makassar serta bagaimana hasil dari penggunaan modul setelah penerapan modul pembelajaran tahsin Al-Qur’an pada kegiatan ekstrakurikuler ROHIS SMA Negeri 13 Makassar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik pada kegiatan tahsin dengan menerapkan modul pembelajaran pada kegiatan ekstrakurikuler ROHIS peserta didik SMA Negeri 13 Makassar.  Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksakan sebanyak dua siklus, masing-masing siklus melalui empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini yaitu seluruh pengurus akhwat ROHIS SMA Negeri 13 Makassar sebanyak 30 peserta didik. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan hasil tes belajar peserta didik pada prasiklus memperoleh nilai rata-rata 64,66% dan pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 74,33% dan pada siklus II mengalami peningkatan dengan rata-rata 90,33%. demikian pula dengan ketuntasan belajarnya sebesar 23% pada prasiklus, dan meningkat menjadi 53% pada siklus I dan 97% pada siklus II. Berdasarkan hasil observasi peserta didik pada siklus I yaitu sebesar 68,88% dan pada siklus II sebesar 91,11%

    Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SD Negeri Bontomaero II Gowa

    No full text
                  Skripsi ini membahas mengenai Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas V dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Negeri Bontomaero II Gowa. Adapun masalah Pokok yang diteliti yaitu kelas V dan apakah model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas V di SD Negeri Bontomaero II Gowa.                Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Fokus Penelitian kelas V berjumlah 34 orang peserta didik, prosedur penelitian, instrument penelitian, teknik analisis data. Waktu dalam penelitian ini 2 bulan yakni dimulai pada tanggal 31 Maret 2023- 31 Mei 2023 yang terdiri dari 2 siklus dan setiap siklus 3 kali pertemuan serta pada pra siklus 1 kali pertemuan. Serta nilai KKM yang diterapkan di sekolah yaitu 75.                Hasil penelitian dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing dikelas V mengalami peningkatan dapat dilihat dari pra siklus sampai dengan siklus II. Adapun nilai KKM 75 dan hasil mean yang berhasil pada pra siklus ialah 66,50 dari 34 peserta didik atau 38,23% , pada siklus I ialah 74,73 dari 34 peserta didik atau 64,70%  kemudian pada siklus II mencapai 85,70 dari 34 peserta didik atau 85,70% . Hal ini menunjukkan peningkatan hasil belajar peserta didik karena tetap fokus belajar sambil bermain.                Kesimpulannya adalah penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas V dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Negeri Bontomaero II Gowa

    Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Bagi Guru Berbasis ICT dan VSDC Di MIS Al Abrar Kota Makassar

    Get PDF
    This study used the lecture method and questions and answers were given to convey the material to be given to partner MI teachers. 1) The lecture method aims to convey a series of theories and procedures for making literary teaching materials, and how the learning process can be carried out properly and effectively through Microteaching, 2) The discussion and question and answer method is used to make it easier for instructors or executors to determine strategies to be applied in mentoring. While the debriefing is conducted to check whether the participants have understood the ICT-based learning material provided by the instructor, besides that the question and answer session helps participants adapt the media to the subject to be taught. The assignment method is used to train teachers to make ICT-based learning media using VSDC and PPT and implement these media to students. 3) Practice and assignment methods are used to provide training to workshop participants to prepare and compile ICT-based learning media using VSDC and PPT. 4) The process of making ICT-based learning media is preparing a laptop or PC complete with an Internet network, then preparing a guidebook that can be used by teachers in running applications for making ICT-based media using VSDC and PPT. The first problem encountered in learning literature is 1) the teacher's inability to master literature, 2) the lack of teaching skills for teachers, 3) the lack of understanding of literature. Furthermore, the second problem in the field of technology is 1) not being able to package media properly, 2) have never attended training in making teaching media, 3) lack of motivation in improving IT skills. Given the problems mentioned above, the solutions offered are 1) training in making teaching materials for literature, 2) training for making learning media 3) training and mentoring for packaging literary learning media, 4) training and strengthening strategies in using media that have been made by the teacher , 5) Training on promoting works through websites/youtube. Through this media the teacher will be helped to explain how to read poetry properly according to what is shown by the audio-visual media. School is a place for seeking knowledge, but if the school is not able to make children excited, it is necessary to re- evaluate what is lacking in the learning process. While those who are assessed are still at the level of memorization ability. Therefore, this service is carried out to help solve problems that occur in learning in Madrasas

    Implementasi Model Pembelajaran Kaligrafi Arab (Al-Khaá¹­tu Al-Naskhi) dalam Meningkatkan MahÄrah Al-KitÄbah pada Siswa Kelas IX di SMP Pesantren Putri Yatama Mandiri Gowa

    Get PDF
    It is known that students' scores for Arabic subjects are still very far below the KKM based on observations in class IX of the Putri Yatama Mandiri Gowa Islamic Boarding School (SKBM). The percentage of complete learning Arabic subjects required is 75. Overall 21 students excel under the SKBM during the pre-cycle. Since only 55% of class students have completed 85% of the required materials, the traditional definition of comprehensive learning has not been met. From the observation data, it is also known that some learning activities are still dominated by teachers, while students choose to do non-learning activities. Al-Khaá¹­tu Al-Naskhi, a paradigm for learning Arabic calligraphy, was used in a study to address this problem. This research is a classroom action research with two cycles and three meetings per cycle. Planning, executing, observing, and reflecting on tasks are included in each cycle. A total of 26 students of class IX of SMP Pesantren Putri Yatama Mandiri Gowa participated in the learning. Student learning outcomes are determined by pre-cycle evaluation exams, tests given after cycles I and II, and tests given at the end of each traditional learning cycle. The collected data was then examined subjectively and statistically. Learning outcomes data are studied numerically by using descriptive statistics, such as the average value, percentage, and minimum standard of value that must be achieved by students. As can be observed from the findings of hijaiyyah khaá¹­ naskhi writing skills, there are improvements in four areas as a consequence of the application of the Arabic calligraphy learning model (al-khaá¹­tu al-naskhi), which creates a pleasant learning environment and improves student learning outcomes. (1) There was an increase in teacher activity by 7.09 between cycles I and II. (2) The level of student activity in cycles I and II also increased by 7.64. (3) The class average increased by 21.15% from cycle I to cycle II, and (4) the presentation of learning completeness increased by 63.39% from cycle I to cycle II. As a result, the Al-Khaá¹­tu Al-Arab Naskhi Calligraphy Learning Model was successfully implemented

    Penerapan Pendekatan Saintifik Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Peserta Didik

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang peningkatan prestasi belajar  peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dengan menggunakan pendekatan saintifik. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan kelas dengan dua siklus pada 32 siswa kelas VIII A SMP Negeri 11 Makassar, terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan yang menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, tes, dokumentasi, melalui pendekatan saintifik. Teknik analisis data penelitian ini digunakan rumus menghitung nilai rata-rata dan persentase data lembar kegiatan siswa dan data peningkatan prestasi belajar siswa kelas VIII A SMP Negeri 11 Makassar. Hasil Skor rata-rata siswa pada tes pra-siklus yang diberikan oleh peneliti kepada mereka adalah 59, dengan tingkat ketuntasan 12%; Dengan persentase 59%, rata-rata nilai siswa pada Siklus I adalah 75; Selain itu, pada siklus II persentase siswa dengan nilai rata-rata 92 meningkat. Kesimpulan yang dapat ditarik dari temuan tersebut adalah prestasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dan akhlak mengalami peningkatan terhadap penerapan metodologi keilmuan

    Pengaruh Kompetensi Profesional Guru Terhadap Minat Belajar Peserta Didik

    No full text
    Penelitian ini membahas pengaruh kebutuhan guru profesional terhadap minat belajar siswa kelas VIII bidang studi Aqidah Akhlak di MTSN 1 Kota Makassar. Tujuan dari penelitian ini: (1) Pemenuhan minat belajar siswa pada bidang studi Aqidah Akhlak di MTSN 1 Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. 40 siswa kelas delapan dan 30 guru berpartisipasi dalam penelitian ini. Sampel terdiri dari 70 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh kompetensi guru terhadap minat belajar siswa kelas VIII bidang kajian akhlak di MTSN 1 Kota Makassar menunjukkan bahwa sebagian besar minat siswa terhadap pembelajaran di MTSN 1 Kota Makassar ada. termasuk dalam kategori sangat tinggi yaitu sebanyak 31 (77,5%) frekuensi dan 9 siswa (22,5%) termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata siswa di MTSN 1 Kota Makassar sangat berminat untuk belajar. Sebagian besar guru SMK termasuk kategori sangat tinggi (22 (55%)), 4 guru (10%) termasuk kategori tinggi, 1 guru (2,5%) termasuk kategori rendah dan 3 guru (7,5%) termasuk kategori tinggi. . dalam kategori sangat rendah. Nilai rata-rata guru profesional dalam penelitian ini adalah 54,20.Hasil tersebut menunjukkan bahwa rata-rata guru profesional di MTSN 1 Kota Makassar mencapai hasil yang sangat baik. Dari hasil analisis data atau pengujian hipotesis penelitian ini, terlihat bahwa keterampilan profesional guru berhubungan secara signifikan dengan minat belajar siswa. Hal ini terlihat dari hasil perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi product moment, dimana nilai r_hitung 0,46 > r_tabel 0,320. Jika koefisien kepastian (nilai pengaruh guru profesional terhadap minat belajar siswa) adalah 21,6. Terlihat bahwa harga r_hitung lebih tinggi dari harga r_tabel, sehingga hipotesis kerja penelitian ini adalah: “Kompetensi profesional guru berpengaruh signifikan terhadap minat belajar siswaâ€. diakui atau dibuktikan.terlihat bahwa keterampilan profesional guru berhubungan secara signifikan dengan minat belajar siswa. Hal ini terlihat dari hasil perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi product moment, dimana nilai r_hitung 0,46 > r_tabel 0,320. Jika koefisien kepastian (nilai pengaruh guru profesional terhadap minat belajar siswa) adalah 21,6. Terlihat bahwa harga r_hitung lebih tinggi dari harga r_tabel, sehingga hipotesis kerja penelitian ini adalah: “Kompetensi profesional guru berpengaruh signifikan terhadap minat belajar siswaâ€. diakui atau dibuktikan. terlihat bahwa keterampilan profesional guru berhubungan secara signifikan dengan minat belajar siswa.Hal ini terlihat dari hasil perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi product moment, dimana nilai r_hitung 0,46 > r_tabel 0,320. Jika koefisien kepastian (nilai pengaruh guru profesional terhadap minat belajar siswa) adalah 21,6. Terlihat bahwa harga r_hitung lebih tinggi dari harga r_tabel, sehingga hipotesis kerja penelitian ini adalah: “Kompetensi profesional guru berpengaruh signifikan terhadap minat belajar siswaâ€. diakui atau dibuktikan. Jika koefisien kepastian (nilai pengaruh guru profesional terhadap minat belajar siswa) adalah 21,6. Terlihat bahwa harga r_hitung lebih tinggi dari harga r_tabel, sehingga hipotesis kerja penelitian ini adalah: “Kompetensi profesional guru berpengaruh signifikan terhadap minat belajar siswaâ€.diakui atau dibuktikan. Jika koefisien kepastian (nilai pengaruh guru profesional terhadap minat belajar siswa) adalah 21,6. Terlihat bahwa harga r_hitung lebih tinggi dari harga r_tabel, sehingga hipotesis kerja penelitian ini adalah: “Kompetensi profesional guru berpengaruh signifikan terhadap minat belajar siswaâ€. diakui atau dibuktikan.Â

    Efektivitas Metode Pembelajaran Concept Mapping terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Fiqhi

    No full text
    Penelitian ini berjudul “Efektivitas Metode Pembelajaran Pemetaan Konsep Terhadap Motivasi Peserta Didik Kelas XI IPS 3 Pada Mata Pelajaran Fiqhi Di MAN 2 Kota Makassarâ€. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode pembelajaran Concept Mapping efektif terhadap motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Fiqhi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode Mixed Method, yaitu metode penggabuan dua metode penelitian, kualitatif dan metode kuantitatif dalam satu penelitian. penelitian campuran fokus pada pengumpulan (collecting), analisis (analyzing), dan campuran data kualitatif dan kuantitatif dalam satu studi tunggal.Metode yang dimana salah satu metode lebih dominan terhadap metode lainnya, metode yang kurang dominan hanya menyajikan sebagai pelengkap sebagai data tambahan. Adapun metode yang lebih dominan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan metode pelengkapnya adalah metode kuantitatif. Data yang diperoleh melalui penelitian kepustakaan (Library Research) dan penelitian lapangan (Field Research). Dalam menganalisis data penulis menggunakan rumus Mean (rata-rata) dan terakhir dirumuskan dengan menggunakan standar acuan efektivitas Litbang.Dari penelitian yang dilakukan di kelas XI IPS 3 di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Makassar memperoleh hasil penelitian keefektifan metode pembelajaran concept mapping terhadap motivasi belajar peserta didik kelas XI IPS 3 pada mata pelajaran fiqhi berdasarkan nilai rata-rata angket 72,52 berada dirasio antara 60 -79,99 dengan tingkat kemampuan yang cukup efektif.Â

    Penerapan Model Pembelajaran Scramble Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran scramble pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas VIII Tahfidz Qur’an 2 di MTs Negeri 1 Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII Tahfidz Qur’an 2 MTs Negeri 1 Kota Makassar dengan jumlah 40 peserta didik yang terdiri dari 20 laki-laki dan 20 perempuan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut dapat dilihat melalui siklus yang telah dilakukan. Nilai rata-rata pretest peserta didik sebesar 77,9, nilai rata-rata post-test pada siklus I meningkat 84,25, dan meningkat lagi di nilai rata-rata post-test pada siklus II yaitu 92,63. Data tersebut membuktikan bahwa hasil belajar peserta didik dapat meningkatkan setelah diterapkan model pembelajaran scramble dalam proses pembelajaran

    Pengaruh Pemberian Reward Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan AgamaIslam Kelas V Di Sdn Pampang Kota Makassar

    No full text
    Reward adalah pemberian atau imbalan yang diberikan kepada seseorang sebagai pengakuan atas suatu perbuatan atau perilaku yang baik agar orang tersebut dapat mengulanginya kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pemberian reward kepada peserta didik kelas V pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Pampang Kota Makassar; 2) Motivasi belajar peserta didik kelas V pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Pampang Kota Makassar; 3) Pengaruh pemberian reward terhadap motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas V di SDN Pampang Kota Makassar.Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas V yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas VA yang berjumlah 34 orang dan VB yang berjumlah 28 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas V dengan jumlah total 62 orang. Karena seluruh jumlah populasi dijadikan sebagai sampel, maka penelitian ini dapat juga dikatakan penelitian populasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi, observasi, angket (kuesioner) dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teknik analisis regresi berganda yang dilakukan dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 29.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel hadiah dan variabel senyuman/tepukan berpengaruh terhadap motivasi belajar peserta didik kelas V di SDN Pampang Kota Makassar, sedangkan variabel pujian tidak berpengaruh terhadap motivasi belajar peserta didik kelas V di SDN Pampang Kota Makassar. Koefisien determinan dalam penelitian ini sebesar 0,191 yang berarti bahwa variabel pemberian reward memberikan sumbangan pengaruh sebesar 19,1% terhadap motivasi belajar peserta didik

    Pengaruh Kecerdasan Emosion al Terhadap Minat Belajar Peserta Didik Kelas VII Di MTsN 1 Kota Makassar

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang pengaruh kecerdasan emosional terhadap minat belajar peserta didik kelas VII di MTsN 1 Kota Makassar. Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali emosi diri, mengolola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain dan mampu membina hubungan/kerja sama dengan orang lain. Sedangkan minat belajar adalah dorongan yang dimiliki seseorang untuk belajar secara maksimal dan bersemangat untuk mengikuti semua proses pembelajaran yang mencakup perasaan senang, ketertaikan, perhatian, dan keterlibatan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui gambaran kecerdasan emosional peserta didik kelas VII di MTsN 1 Kota Makassar. (2) untuk mengetahui gambaran minat belajar peserta didik kelas VII di MTsN 1 Kota Makassar. (3) untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap minat belajar peserta didik kelas VII di MTsN 1 Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu selutuh peserta didik kelas VII yang berjumlah 480 peserta didik dan sampel yang berjumlah 41 peserta didik dengan teknik random sampling. Teknik  pengumpulan data menggunakan angket, observasi dan dokumentasi dalam melengkapi data penelitian. Adapun analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial berupa analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan: (1) Persentase kecerdasan emosional peserta didik berada pada kategori sedang dengan jumlah 76%. (2) Persentase minat belajar peserta didik berada pada kategori sedang dengan jumlah 68%. (3) Hasil analisis statistik inferensial dengan menggunakan uji signifikan koefisien korelasi yang diperoleh dari tabel model summary, terlihat bahwa koefisien determinasi yaitu R square = 0,311, yang berarti bahwa 31,1% minat belajar dipengaruhi oleh kecerdasan emosional. Artinya kecerdasan emosional berkontribusi terhadap minat belajar peserta didik kelas VII di MTsN 1 Kota Makassar sebesar 31,1% dan 68,9% dipengaruhi oleh faktor lainnya. Â

    154

    full texts

    291

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Fakultas Agama Islam UMI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇