Portal Jurnal Fakultas Agama Islam UMI
Not a member yet
291 research outputs found
Sort by
PEMAHAMAN HAK KHIYAR BAGI PEDAGANG DALAM JUAL BELI DI PASAR BUTUNG MAKASSAR PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman pedagang terhadap hak khiyar masih kurang dalam jual beli di Pasar Butung Makassar. Beberapa dari pedagang tidak menyadari bahwa mereka melakukan hak khiyar dalam jual beli, atau tidak memahami secara lengkap tentang hak tersebut. Selain itu, pedagang juga tidak sepenuhnya memahami implikasi hukum dari penggunaan hak khiyar. Tinjauan hukum ekonomi terhadap khiyar jual beli pakaian di Pasar Butung Makassar, dilihat dari kasus penerapan khiyar secara tidak langsung di pasar butung makasar salah satunya yaitu khiyar syarat maka, dapat didasari dari salah satu syarat terjadinya khiyar syarat yaitu: Menurut jumhur, hak khiyar itu berlaku dengan disyaratkan dan disepakati dalam akad. Imam Malik memiliki pendapat yang lebih longgar, hak khiyar ini ada dengan disyaratkan atau karena kebiasan masyarakat (‘urf). Peneliti dapat menyimpulkan bahwa khiyar yang terjadi di Pasar Butung Makassar sah walaupun diantara mereka tidak memahami khiyar itu sendiri, karena pemberian syarat oleh penjual kepada si pembeli telah menjadi kebiasaan dalam kegiatan jual beli mereka dan kebiasaan di masyarakat setempat
Relevansi Hukum dengan Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Menggunakan Pendekatan Maslahat
The main problem in this research is to examine issues regarding the concept of Law Number 11 of 2020 concerning Job Creation Using the Maslahat Approach, regarding the view of Islamic Law regarding Law No. 11 of 2020 concerning Job Creation, the benefits of Law no. 11 of 2020 concerning Job Creation for workers and the existence of Law no. 11 of 2020 concerning Job Creation from the perspective of Sharia Economic Law. The type of research used in this research is library research (Library Research). The data sources used are primary data and secondary data. The results of this study are that the review of Islamic law in Law no. 11 of 2020 concerning Job Creation is a form of maintaining the soul (hifzh al-nafs) in principle maqashid syari'ah as a means of defending their economic right to survive. As for the benefits of Law no. 11 of 2020 concerning Job Creation that can be felt for now, namely: creating jobs, encouraging investment, permitting systems that are easier and faster, and investment requirements made easier. The value of Sharia Economic Law in terms of Law no. 11 of 2020 concerning Job Creation, providing Islamic economic growth, especially to the Islamic finance industry in Indonesia such as Islamic Banks, Non-Bank Islamic Financial Industry, Islamic Cooperatives and Islamic Capital Markets, in the future there will be great opportunities in running their business
Penerapan Media Audio-Visual dalam Meningkatkan MahÄrah Al-KalÄm pada Peserta Didik
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat dan mendukung pembelajaran media audio visual serta bagaimana media audio visual dapat meningkatkan mahrah al-kalm siswa kelas X A SMA Al-Ihsan Lekopancing Maros. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK).23 siswa kelas X A SMA Al-Ihsan Lekopancing Maros dijadikan sebagai subjek penelitian. Ada tiga metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu observasi, tes, dan dokumentasi. Selain itu, analisis teknis data kualitatif dan kuantitatif digunakan untuk tujuan ini. Dari pra tindakan ke siklus II, penelitian ini menunjukkan peningkatan. Kenaikan rata-rata pra tindakan, siklus I, dan siklus II menunjukkan kemahiran maharah al-kalam siswa. Nilai rata-rata kategori rendah sebelum pra tindakan adalah 46,17. Nilai rata-rata dalam kategori baik adalah 68,26 pada siklus I, dan nilai rata-rata dalam kategori tuntas adalah 89,95 pada siklus II. Kita dapat mengamati peningkatan penggunaan media audio visual selama proses pembelajaran dari hasil dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan temuan penelitian ini, kurangnya LCD proyektor—salah satu fasilitas yang diperlukan untuk pembelajaran menggunakan media audiovisual—di sekolah ini menjadi faktor penghambat media audiovisual, sedangkan penunjang Faktornya adalah perhatian dan rasa ingin tahu siswa
Analisis Pesan Dakwah Dalam Tradisi Badabus Kota Tidore Kepulauan
This research is on the Badabus Tradition In Tidore Kota Kepulauan, North Maluku Province. The purpose of this study is to find out how the Badabus ritual is performed in Tidore Islands and what is the message of the prayer in the Badaus tradition in Tidore Kota Kepulauan. The method used qualitative research, using data collection techniques in the form of fieldwork research, and structured interview techniques. The results of the study showed that the Baldalbus tradition is a tradition that contains the Movement and certain readings as well as tafakur/renungaln in order to present the spirit of Sheikh Ahmad Rifa'i. It is followed by the recitation of prayers, sending al-fatihah to the Messenger of Allah, the companions, and the auliya-auliya/beloved of Allah as an expression of respect and acceptance. Then it was continued by Jou Guru reciting surah al-ikhlas, al-falaq, an-nas, al-fatihah, al-baqarah, al-kahfi and ayah according to the instructions. Next is fumigation (Fufu) instrument or dabus property. After the dabus instrument is smoked (Fufu), Jou Guru holds the tambourine while alntunkaln the first dhikir. Then the worshippers continue the next verse (second). At the end of the practice of the badabus tradition, Jou Guru recites verses containing advice. There is a message of Daqwah in the tradition of badabus, which is the message of Islam. The message of the da'wah found in the badabus tradition is found in badabus tools such as white cloth, flags/banners, incense burning or hito, dabus, and, the Book of Practice (Lefo) and the values of the da'wah contained and games of dabus such as Aqidah, Shariah, and Akhla
Implementasi Media Audio Visual dalam Meningkatkan Critial Thinking (Berpkir Kritis) Peserta Didik pada Mata Pelajaran PAI Kelas VIII.1 UPT SMP Negeri 3 Duampanua Pinrang
Kemampuan berpikir kritis sangat penting dan harus ditanamkan sejak dini baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan setempat. Berpikir aktif diperlukan agar proses belajar menghasilkan hasil yang terbaik. Akibatnya, keterampilan berpikir kritis diperlukan untuk pembelajaran yang efektif.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan sebanyak dua siklus, siklus pertama dilakukan 3 kali pertemuan dan siklus kedua 3 pertemuan, dimana setiap akhir siklus dilakukan pemberian tes kepada peserta didik.Hasil yang ditemukan pada penelitian ini terdiri dari hasil tes belajar peserta didik. Peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada siklus I sudah memenuhi kriteria critical thinking, dari 31 peserta didik yang mendapat kriteria tinggi sebanyak 15 peserta didik atau 48% sedangkan peserta didik yang mendapatkan kriteria sedang sebanyak 11 peserta didik atau sebesar 36%, dan peserta didik yang mendapat kriteria rendah sebanyak 5 peserta didik atau sebesar 16%. Sedangkan pada siklus II terdapat 31 peserta didik yang mendapatkan kriteria tinggi sebanyak 21 peserta didik atau 68% sedangkan peserta didik yang mendapatkan kriteria sedang sebanyak 6 peserta didik atau sebesar 19%, dan peserta didik yang mendapat kriteria rendah sebanyak 4 peserta didik atau sebesar 13%. sehingga dapat dikatakan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik mengalami peningkatan
Efektivitas Project Based Learning Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam MTS Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqaa
Penelitian ini membahas tentang “Efektivitas Project Based Learning dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam MTs Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqaaâ€. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) pelaksanaan Project Based Learning kelas VIIIF di Pondok Pesantren Al Urwatul. 2) Efektivitas Project Based Learning dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada kelas VIIIF mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqaa. Penggunaan metode pembelajaran ini digunakan karena sebelumnya kondisi peserta didik sudah jenuh dan kurang motivasi belajar akibat metode pembelajaran yang monoton. Penggunaan metode pembelajaran ini juga diterapkan karena tidak adanya keinginan dan dorongan peserta didik untuk berhasil dalam menguasai pelajaran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Data yang terkumpul kemudian diseleksi dan dianalasis. Analisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan Project Based Learning pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam berjalan dengan baik sesuai dengan langkah-langkah metode Project Based Learning. 2) Penggunaan Project Basd Learning pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam sangat efektif digunakan dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Hal ini dibuktikan dengan rekapitulasi data observasi motivasi belajar peserta didik mencapai 88%. Maka metode Project Based Learning dapat dikatakan sangat efektif dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik sesuai dengan tabel kriteria efektif karena mencapai 81%-100%
Implementasi mata pelajaran aswaja terhadap pembentukan karakter peserta didik di madrasah aliyah an-nahdlah makassar
Pendidikan merupakan wahana yang tepat dalam membentuk manusia seutuhnya, di dalamnya terdapat berabagai macam keunggulan dalam membentuk manusia seutuhnya, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pendidikan karakter menjadi sebuah solusi ditengah moral remaja pada saat ini, sekolah berlomba-lomba memberikan servis ekstra guna mencapai tujuan pendidikan nasional. Termasuk sekolah-sekolah yang bernaung dan afiliasi dengan NU (Nahdhatul Ulama) dengan keunikannya NU memiliki ciri khusus dalam membentuk karakter peserta didik, yaitu dengan di wajibkannya mata pelajaran Aswaja dalam setiap tingkatan sekolah. Tulisan ini membahas dan memfokuskan mata pelajaran Aswaja sebagai salah satu solusi alternatif pendidikan karakter.Dengan metode kualitatif peneliti mengarahkan tujuan penelitian terhadap implementasi mata pelajaran Aswaja, sehingga terkumpul suatu kesimpulan kesimpulan yang menjawab dari beberapa pertanyaan penelitian. Metode kualitatif menurut penulis sangat tepat di gunakan, di karenakan metode ini merupakan yang berpijak dari natural atau kondisi alami tanpa adanya rekayasa. Pendidikan Aswaja secara umum memiliki poin atau nilai pokok yang menjadi ciri khas Aswaja, pertama, Ta’awun (tolong menolong), kedua, Tawasuth ( moderat), ketiga, I’tidal (percaya diri), keempat, Tasamuh (toleransi). Ke empat nilai tersebut sangat mewarnai dari pendidikan Aswaja. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mempelajari hal tersebut
PENERAPAN METODE MAKE A MATCH DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AQIDAH AKHLAK
Guru merupakan pendidik dan pengajar yang bertanggung jawab menyelenggarakan pendidikan anak usia dini melalui lembaga formal seperti sekolah, baik pendidikan dasar dan menengah. Selanjutnya, pendidik adalah individu yang memiliki kredensial dan akuntabilitas yang diperlukan untuk mengarahkan dan membina siswa. Make A Match adalah pendekatan pembelajaran kolaboratif di mana siswa mencari mitra untuk mengeksplorasi konsep atau topik tertentu dalam lingkungan yang menarik dan menyenangkan. Pemanfaatan pembelajaran mesin telah terbukti menguntungkan dalam meningkatkan fungsi kognitif seperti retensi memori, pemikiran kritis, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan. Konsekuensinya, penerapannya memiliki potensi untuk meningkatkan pengalaman pendidikan dan pelatihan siswa secara keseluruhan. Selama proses pelaksanaan penelitian, sejumlah kendala ditemui dalam pengalaman belajar yang mengakibatkan siswa mengalami perasaan jenuh, tidak tertarik, dan kurang motivasi. Meningkatkan kualitas pendidikan untuk merangsang keterlibatan siswa dan mencapai tujuan rasional guru sangat penting untuk meningkatkan hasil akademik. Kemanjuran pendekatan guru, terlepas dari keberhasilannya, berdampak signifikan baik pada guru maupun siswa.Penelitian ini berkaitan dengan metode penelitian yang digunakan, yang tergolong penelitian tindakan kelas. Penelitian dilakukan selama dua bulan, dengan tempat penelitian MI GUPPI desa Borong Pala'la dan fokus penelitian kelas V. Prosedur penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan indikator keberhasilan juga diperhitungkan selama penelitian.Hasil penelitian dimana membahas tentang penerapan metode Make a Match. cukup berhasil dimana tiap siklus mengalami peningkatan nilai peserta didik, dimana setiap siklusnya memiliki 4 tahapan mulai dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.Temuan studi menunjukkan bahwa penelitian ini berhasil dalam mencapai tujuannya. Selama pra siklus persentase siswa yang mencapai nilai memuaskan hanya 52,92%. Namun pada siklus I angka tersebut meningkat menjadi 69,60%. Selanjutnya pada siklus II terjadi peningkatan persentase siswa yang memperoleh nilai baik yaitu mencapai 77%
Strategi Pengelolaan Kelas Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengelolaan kelas guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas dan untuk mengetahui faktor penghambat dan penunjang dalam peningkatan motivasi belajar peserta didik kelas VII A di SMP Negeri 1 Liukang Tupabbiring, Kepualuan Pangkep. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kualitatif analisis deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun sumber data pada penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru mata pelajaran Pendidikann Agama Islam dan peserta didik kelas VII A SMP Negeri 1 Liukang Tupasbbiring yang terdiri dari 27 orang. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dimulai dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber, kemudian menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber dan kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang dilakukan di temukan bahwa Strategi pengelolaan kelas yang diterapkan guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas VII A di SMP Negeri 1 Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep, meliputi: Pengelolaan kelas secara fisik (penataan kebersihan kelas, pengaturan tempat duduk, pengaturan suhu dan cahaya) dan pengelolaan kelas secara nonfisik (menciptakan hubungan yang baik dengan peserta didik, menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, memberikan pujian dan nilai, serta memberikan teguran, hukuman, dan pembinaan khusus kepada peserta didik yang bermasalah. Dengan strategi pengelolaan kelas tersebut maka dapat dikatakan bahwa motivasi belajar peserta didik mengalami peningkatan. Hal ini terbukti dengan antusias, keaktifan dan semangat peserta didik dalam proses pembelajaran. Selain itu, peserta didik yang malas ke sekolah pun perlahan mulai meninggalkan kebiasaannya dan berusaha untuk tetap mengikuti proses pembelajaran dengan adanya kebijakan dan dukungan dari guru dan pihak sekolah
Pengaruh Kedisiplinan Guru Terhadap Minat Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MTs Negeri 1 Pasangkayu
Penelitian ini membahas mengenai Kedisiplinan Guru Terhadap Minat Belajar Peserta Didik Kelas VIII di MTs Negeri 1 Pasangkayu. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui gambaran kedisiplinan guru di MTs Negeri 1 Pasangkayu. (2) untuk mengetahui gambaran minat belajar peserta didik kelas VIII di Negeri 1 Pasangkayu. (3) untuk mengetahui pengaruh kedisiplinan guru terhadap minat belajar peserta didik kelas VIII di MTs Negeri 1 Pasangkayu. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif, Populasi penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas VIII yang berjumlah 55 peserta didik, teknik pengambilan sampel yaitu random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, dan dokumentasi dalam melengkapi data penelitian. Adapun analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan (1) kedisiplinan guru jujur diperoleh nilai thitung > ttabel yakni 0.092 2.008. Artinya terdapat pengaruh signifikansi secara persial kedisiplinan guru tegas terhadap minat belajar peserta didik pada mata pelajaran Akidah Akhlak. (4) kedisiplinan guru bertanggung jawab diperoleh nilai thitung Ftabel yakni 20.303 > 2.55. Ini menunjukkan bahwa hipotesis diterima. Nilai R Square sebesar 61,9% selebihnya dipengaruhi variable lain sebesar 31,9%