Portal Jurnal Fakultas Agama Islam UMI
Not a member yet
291 research outputs found
Sort by
Kaidah Al-Taqdi>m Wa Al-Takhi>r dalam Al-Qur’an
Al-Qur’an sebagai kalam Allah memiliki kemukjizatan dari berbagai aspeknya. Hal ini tidak lepas dari kedudukan al-Qur’an sebagai risalah Allah bagi seluruh umat manusia. Untuk mengetahui betapa besarnya rahasia al-Qur’an maka perlu mengkaji makna dan kandungan ayat-ayatnya, sehingga bentuk daripada pengetahuan terhadap al-Qur’an adalah bagaimana mengetahui penafsiran al-Qur’an itu sendiri. Penafsiran al-Qur’an membutuhkan perangkat ilmu untuk membantu memahami makna-maknanya. Salah satu aspek yang menakjubkan adalah dari sisi al-taqsim wa al takhir. Taqdi>m dan Takhi>r yang dimaksudkan dalam kaidah ini adalah mendahulukan atau mengakhirkan satu lafad| atau ayat yang satu dari satu lafad| atau ayat yang lain. Atau memposisikan suatu lafad| sebelum posisinya yang asli, atau sesudahnya untuk memperlihatkan kehususan ,keutamaan, dan urgensi dari lafad| tersebut Dan merupakan pembuktian bahwa betapa uslub bahasa al-Qur’a>n sangat tinggi nilai keindahannya, dan bahwa sampai kapanpun al-Quran akan tetap surpive –autentik- baik aspek bahasa maupun nilai-nilai yang terkandung didalamny
Memahami Karakteristik Berliterasi Peserta Didik Di Sekolah
Pendidikan dibangun dengan pencerahan keaksaraan sebagai pilar dasar kompetensi yang paling dini dibutuhkan peserta didik. Saat ini, upaya pendidikan keaksaraan untuk meningkatkan keterbacaan peserta didik gencar dilakukan melalui literasi yang dicanangkan oleh pemerintah melalui pendidikan formal. Konsep pendidikan literasi berorientasi meningkatkan minat baca peserta didik. Konsep pendidikan ini terkoneksi dengan Gerakan Literasi Sekolah yang dicanangkan oleh pemerintah. Seluruh ekosistem pendidikan harus memiliki pemahaman tentang literasi untuk memaksimalkan pelaksanaannya pada jenjang pendidikan masing-masing. Pelaksanaan pendidikan literasi peserta didik di sekolah mengimplementasikan tiga tahapan untuk menjamin keberlangsungan pendidikan literasi di sekolah, yaitu; melakukan pembiasaan, melakukan pengembangan, dan kesinambungan proses pembelajaran keaksaraan. Tahapan pembiasan, pengembangan, dan pembelajaran dilakukan dengan intensitas pelaksanaan secara berulang ditunjang medium bacaan yang sesuai dengan karakteristik peserta didik untuk mencapai tujuan pelaksanaan pendidikan literasi di sekolah
Penguatan Paham Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah Pada Majelis Taklim Ummahat DDI Cabang Padanglampe Kabupaten Pangkep
Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Padanglampe Kec. Ma’rang Kab. Pangkep. Pengajian yang dilaksanakan oleh Majelis Taklim Ummahat DDI Cabang Padanglampe Kabupaten Pangkep selama ini terdiri atas pengajian mingguan (Yasinan) dan bulanan (ceramah) dirangkaiakan dengan arisan. Setiap penceramah membawakan materi menurut pilihannya (tidak fokus) pada uraian tertentu shingga kurang memberi pengaruh pada jema’ah Majelis Taklim. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini hadir untuk membantu pengurus Majelis Taklim Ummahat DDI Cabang Padanglampe Kabupaten Pangkep dalam rangka penguatan paham Ahlussunnah wal Jamma’ah. Metode yang digunakan untuk mentransfer IPTEK kepada mitra adalah metode ceramah dan diskusi. Luaran dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini peserta diharapakan dapat mengenal peta Islam Ahlussunnah wal Jama’ah paham dengan baik
UPAYA PENINGKATAN MINAT BELAJAR BACA TULIS Al-QUR’AN
Jurnal ini membahas mengenai peningkatan minat belajar baca tulis al-Qur’an. Dalam rangka peningkatan minat belajar baca tulis al-Qur’an pada peserta didik, diperlukan upaya-upaya khususnya terutama para guru Pendidikan Agama Islam. Sebab peserta didik khususnya pada tingkat Sekolah Dasar masih sangat membutuhkan bimbingan dalam hal baca tulis al-Qur’an. Pembahasan tentang peningkatan minat belajar baca tulis al-Qur’an dan apa yang menjadi faktor penghambat dan pendukung peningkatan minat belajar baca tulis al-Qur’an menjadi sangat penting untuk dikaji. Bentuk upaya peningkatan minat belajar baca tulis Al-Qur’an yaitu menasehati melalui perkataan, mendoakan peserta didik,  pujian sebagai motivasi, kasih sayang yang tulus, mendidik dengan keteladanan, tidak berlebihan dalam menasihati, pembiasaan secara bertahap, serta menghukum dan memberi penghargaan. Faktor penghambat peningkatan minat belajar baca tulis Al-Qur’an yaitu faktor keluarga meliputi cara orang tua mendidik anak, relasi antar anggota keluarga, dan suasana rumah tangga, faktor lingkungan masyarakat yang tidak berpendidikan, serta faktor lingkungan sekolah terutama pergaulan teman sebaya. Sedangkan faktor yang mendukung dabagi menjadi bagian yaitu faktor jasmani meliputi kesehatan dan cacat tubuh, faktor psikologis meliputi intelegensi, perhatian, minat, dan bakat, serta faktor kelelahan meliputi kelelahan jasmani dan rohani
Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik Dan Non-Fisik Terhadap Kinerja Guru
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kompetensi manajerial kepala madrasah, kompetensi guru, lingkungan kerja terhadap kinerja guru pada Madrasah Aliyah di Makassar. Penelitian ini dilaksanakan pada Madrasah Aliyah di Kota Makassar dengan jumlah populasi 530 orang guru dari 25 Madrasah Aliyah. Penetapan sampel menggunakan rumus slovin, yaitu 20 Madrasah Aliyah dan 84 orang responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk menjelaskan data penelitian dan deskripsi penelitian, sedangkan untuk menganalisis data kuantitatif menggunakan alat analisis Regresi Linier Brganda. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara simultan membuktikan hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima, yaitu lingkungan kerja secara simultan berpengaruh terhadap kinerja guru Madrasah Aliyah di Makassar. Dan secara vartial, hipetesis H0 ditolak dan H1 diterima yaitu lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik keduanya berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja guru Madrasah Aliyah di Makassar
Masyaqqah dan Rukhshah Bagi Orang Sakit
Masyaqqah dan rukhshah adalah ibarat dua sisi mata uang yang berbeda namun tak dapat dipisahkan. Hubungan keduanya bisa disebut sebagai hubungan sebab akibat, artinya setiap ada masyaqqah dalam menunaikan kewajiban, maka harus ada rukhshah dalam melaksanakan kewajiban tersebut sehingga seorang mukallaf yang diberi kewajiban mampu menunaikan kewajibannya dalam bentuk yang lebih mudah dan longgar. Dengan cara seperti ini, maka seseorang mukallaf akan mengetahui bahwa sebuah kewajiban harus ditunaikan walau dalam kondisi apapun dan akan merasakan betapa rahmat Allah swt senantiasa menyertai manusia
Metodologi Tafsir “Al-Furqan Tafsir Qur’an†(Membaca Karya A. Hassan 1887-1958)
Kitab tafsir yang monumental ini sedikit banyaknya mempengaruhi sejarah penafsiran al-Quran di Indonesia dan A. Hassan sebagai seorang ulama penulis masih dikenang hingga hari ini. Sepanjang hidupnya sosok A. Hassan menjadi sangat istimewa karena peranannya yang begitu penting dalam sejarah tafsir al-Qur’an di Indonesia. Beliau tidak saja dikenal sebagai seorang ulama penulis, politikus, namun juga sebagai tokoh pembaharu di Indonesia. Hasil karya terbesar beliau selesai ditulis sebanyak satu jilid lengkap dan mencakup seluruh ayat suci al-Qur’an 30 juz. Kitab tafsir ini ditulis dalam kurun waktu antara tahun 1920-an sampai dengan tahun 1950-an. Kajian metodologi tafsir yang digunakan oleh A.Hassan dalam kitabnya Al-Furqa>n Tafsir Qur’an, metode yang digunakan adalah metode terjemahan harfiyah, meski pada beberapa penafsirannya terdapat pula terjemahan maknawiyah. Dalam menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an cenderung ringkas dan padat, sehingga metode yang digunakan dalam tafsir ini termasuk dalam kategori metode tafsir ijmali
Training of Trainers Metode Qiraah
Tujuan yang ingin dicapai dalam program pengabdian ini adalah untuk memberikan kecakapan dalam mengajarkan Al-Quran bagi segenap imam dusun dan imam rawatib masjid se desa Kapita. Target khusus yang ingin dicapai adalah meningkatnya pengetahuan dan kecakapan dalam ilmu Al-Quran sehingga dapat ditularkan kepada anggota keluarganya masing-masing. Permasalahan dalam mempelajari Al-Quran adalah kurang tepat dan efektifnya metode belajar yang digunakan. Olehnya itu, permasalahan pada masyarakat sasaran ini perlu diatasi dengan peningkatan pengetahuan dan kecakapan melalui metode Qiraah yang mudah, sederhana dan menyenangkan. Metode yang dipakai dalam program pengabdian ini adalah metode partisipasi. Peserta diberikan pelatihan dan bimbingan intensif mengenai tatacara pembelajaran metode Qiraah bagi kaum muslimin-muslimat. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta mampu memahami metode Qiraah dan mempunyai skil mengajar di lingkungannya masing-masing
Al-Rada'ah Perspektif Hadis
Al-Rada'ah menurut syara yaitu proses menyedot putting pada usia kurang lebih dua tahun pada anak kecil telah sampai air susu manusia pada lambungnya. Rukun al-Rada'ah terdapat 2 poin, yaitu anak yang menyusu dan wanita yang menyusui baik dewasa, dalam keadaan haid, hamil atau tidak. Syarat al-Rada'ah terdapat 5 poin, yaitu: air susu yang diberikan kepada anak susuan harus dihasilkan dari hubungan yang sah, Air susu itu masuk kerongkongan anak, Masuknya air susu boleh melalui jalan mulut ataupun lewat hidung, dan meneteknya masih dalam usia bayi. Selain hukum syara’ al-Qur'an dan hadis juga membahas tentang al-Rada'ah. Terdapat beberapa hadis yang membahas tentang al-Rada’ah dengan sudut pandang yang berbeda-beda, seperti: bilangan dan bentuk susuan yang dapat mengharamkan, menyusui orang dewasa dan lain sebagainya. Adapun hikmah dari al-Rada’ah pembesaran tulang dan penumbuhan daging akibat pasokan makanan yang berupa susu. Dengan demikian, maka perempuan yang menyusui menjadi ibu susuan karena dia adalah bagian dari anak itu secara hakikat
Makna Menghafal Al-Qur’an Bagi Masyarakat
Masyarakat Lempangeng mempunyai tradisi menghafal al-Qur'an yang diwarisi dari generasi ke generasi. Penelitian ini berusaha untuk menyingkap tradisi masyarakat Lempangeng menghafal al-Qur'an sejak priode 80-an hingga penghujung tahun 90-an dan priode 2000-an hingga saat sekarang (2019). Penelitian ini menggunakan jenis dan pendekatan kualitatif-deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini berlangsung bersamaan dengan proses pengumpulan data. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap model air, yaitu reduksi data, penyajian, dan verifikasi data. Namun tiga tahap tersebut berlangsung secara simultan,dengan tujuan untuk menyajikan data dan informasi yang akurat bagi para pejabat Kementerian Agama dalam menyusun kebijakan pembangunan dalam bidang agama dan masyarakat umum yang ingin menekuni menghafal al-Qur'an.Dalam penelitian ditemukan kegiatan kegiatan tahfizh al-Qur'an pernah ramai dan semarak di kampong Lempangeng, yaitu pada priode tahun 80-an hingga priode penghujung tahun 90-an. Pada priode ini masyarakat lempangeng memeliki motivasi yang kuat dalam menghafal al-Qur'an. Sementara masyarakat yang menekuni tahfizh al-Qur'an setelah priode tersebut, yaitu tahun 2000-an hingga saat ini (2019) memiliki motivasi yang lemah. Saat ini, kegiatan tahfizh al-Qur'an di Lempangeng sudah tidak ramai lagi.Masyarakat yang menekuni dan  juga sudah tidak menerapkan metode tahfizh al-Qur'an secara penuh, seperti yang digunagan oleh generasi sebelumnya.Akibatnya, hasil hafalan al-Qur'an yang dicapai tidak memuaskan. Oleh karena itu, untuk membangun kembali kegiatan tahfizh al-Qur'an yang semarak, guna mencetak hafizh-hafizh al-Qur'an di Lempangeng, maka dibutuhkan bantuan dan kerjasama dari beberpa pihak, mulai dari masyarakat setempat, masyarakat yang pernah menekuni tahfizh di kampong itu, maupun pemerintah daerah Kab. Pangkep, guna mengembalikan tradisi tahfizh yang pernah semarak di kampong it