Portal Jurnal Fakultas Agama Islam UMI
Not a member yet
291 research outputs found
Sort by
Mubhamat Al-Qur'an: Telaah Konsep dan Kaidah Mubham dalam Al-Qur'an
Al-Qur'an merupakan wahyu yang bersifat universal sebagai petunjuk umat manusia di muka bumi ini. Secara tekstual, setiap ayat Al-Qur'an saling menjelaskan satu dengan yang lainnya. Disinilah letak mubhamat dalam Al-Qur'an sebagai sesuatu yang tersembunyi yang harus dipahami. Penulisan ini difokuskan pada konsep mubham dalam Al-Qur'an dan bagaimana kaidah-kaidah mubham dalam Al-Qur'an. Pendekatan yang dipakai adalah kajian kepustakaan. Berdasarkan hasil kajian dapat disimpulkan bahwa; (1) mubham adalah suatu lafaz yang maknanya tidak jelas, sehingga untuk memahaminya diperlukan dalil lain. Sebab-sebab atas ketidakjelasan (mubham) dalam beberapa ayat Al-Qur'an. Di antaranya karena suatu ayat yang mubham telah dijelaskan pada ayat lainnya. Dan karena yang diharapkan sudah jelas karena popularitasnya, dan (2) Kaidah-kaidah mubham, yaitu; (a) tidak diperlukan mencari hal-hal yang mubham yang telah diberitakan Allah swt., karena hanya Allah sendiri yang mengetahuinya. (b) Pada dasarnya bahwa apa saja yang lafaznya mubham dalam Al-Qur'an, maka tidak diperlukan berpanjang lebar untuk mengetahuinya. (c) Ilmu mengenai mubham tergantung kepada dalil naqli saja dan tidak ada peluang bagi masuknya unsur ra’yu (pendapat)
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Word Square untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Salah satu model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik untuk berinteraksi satu sama lain adalah model pembelajaran kooperatif tipe word square. Model pembelajaran tipe ini adalah peserta didik bekerja sama dalam kelompok kecil dan saling membantu dalam belajar dapat memotivasi peserta didik, memanfaatkan seluruh energi sosial peserta didik, saling mengambil tanggung jawab. Model pembelajaran tipe word square membantu peserta didik belajar menemukan topik-topik materi pelajaran sesuai dengan konten dan keadaan peserta didik dalam lingkungan mereka. Menemukan kata-kata yang sesuai dengan permasalahan yang diberikan selama pembelajaran
SYAHADAT MEMBANGUN VISI DAN MISI KEHIDUPAN
Dakwah Islam berisi pesan untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya merupakan warisan daru Rasulullah saw. untuk dijaga dan dilestarikan dengan memperkenalkan dan menanamkan pada setiap generasi. Oleh karena itu pembahasan tentang syahadat adalah sesuatu yang sifatnya kontemporer karena syahadat dalam Islam merupakan iqrar, sumpah dan janji seorang muslim mewajibkan untuk senantiasa dijaga kemurniannya dan diperbaharui baik pada lisan, fikiran, qalbu dan bahkan dalam perbuatan. Syahadat adalah visualisasi visi sekaligus misi seorang muslim sebagai acuan dalam melakukan peran dalam kehidupan. Inilah yang menjadi alasan kuat penulis mengangkat kembali pembahasan ini sebagai usaha untuk memperluas dan memperbaharui kembali pengetahuan seputar syahadat sebagai penentu diterima tidaknya amal perbuatan seorang muslim. Artikel ini akan memaparkan tentang defenisi, lafal, makna, rukun dan syarat sahnya syahadat. Demikian juga lebih lanjut dibahas konsekuensi syahadat yeng telah diikrarkan baik syahadat tauhid maupun syahadat rasul dan yang terpenting adalah bagaimana fungsi syahadat dalam kehidupan sebagai bagian akhir pembahasan. Syahadat sangat memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, syahadat adalah prinsip dan sekaligus cita cita luhur seorang muslim yang akan membentuk pribad-pribadi kokoh dan tangguh
Etika Berdakwah Melalui Media Cetak/Surat Kabar
Surat kabar memiliki keistimewaan sendiri yang berbeda dari berdakwah ke media lain. Surat kabar adalah salah satu komunitas komunikasi pembaca yang memiliki dampak mendalam pada pembaca mereka. Surat kabar atau surat kabar menekankan nada yang lebih informatif, tetapi ada nada yang meyakinkan. Berdakwah surat kabar dapat berbentuk tulisan dan foto-foto yang menggambarkan doktrin dan penerapannya bagi kehidupan umat manusia. Seorang wartawan muslim sudah tentu harus secara sadar memperjuangkan agamanya melalui profesinya itu. Islam adalah rahmatan lil alamin. Karenanya Banyak aspek kehidupan dapat diangkat melalui pendekatan etika agama. Tentu saja, jurnalis itu tidak akan merusak keabsahan agamanya. Karena kehadirannya di masyarakat untuk melanjutkan pekerjaan para nabi, sebagai pelopor dakwah untuk meningkatkan iman umat manusi
Manajemen Pembinaan Santri Tahfizh Al-Qur’an
Lokasi ini menjadi sasaran penelitian karena lembaga ini adalah lembaga Tahfizh tertua dan representatif di Indonesia bagian timur. Bahkan lembaga inilah yang menjadi induk dan terbanyak mencetak alumni Tahfizh Al-Qur’an Lafzhan sehingga lembaga ini dianggap sebagai simbol berkah. Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah trilogi manajemen pembinaan santri Tahfizh Al-Qur’an Lafzhan. Kegunaan penelitian ini adalah dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah dalam pembinaan santri Al-Qur’an Lafzhan dan menjadi barang berharga bagi masyarakat umum yang terjebak dalam runtinitas kehidupan dan lupa tanggungjawabnya terhadap pembinaan Pendidikan Tahfizh Al-Qur’an Lafzhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini: (1) memakai pendekatan kualitatif-deskriptif; (2) menggunakan purposive sampling. Adapun unit analisis penelitian ini adalah trilogi pelakasanaan manajemen pembinaan santri Tahfizh Al-Qur’an Lafzhan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jejak langkah trilogi manajemen pembinaan santri Tahfizh Al-Qur’an Lafzhan di lembaga ini agak unik. Dari kajian ini ditemukan beberapa poin yang menarik: (1) kegiatan tumbuh dalam kultur yang diwarisi oleh pengawal teks Al-Qur’an yakni tradisi proses belajar talaqqy; (2) tradisi daras 40 kali minimal yang bertujuan mengamati letak waqaf dalam ayat dan tulisan-tulisannya dalam mushhaf. Untuk kesempurnaan pembinaan santri Tahfizh Al-Qur’an Lafzhan maka peneliti mengharap kepada: (1) pemerintah khususnya Kementerian Agama untuk membuat kebijakan tentang pembinaan santri Tahfizh Al-Qur’an Lafzhan yang representatif; (2) pengusaha besar khususnya turut berpartisipasi dalam pengembangan fisik materil lembaga Tahfizh Al-Qur’an Lafzhan
Teori Kepribadian dan Perbedaan Individu
Kajian ini bertujuan untuk menemukan teori-teori kepribadian dan perbedaan individu. Adapun latar belakang tulisan ini, adalah bahwa manusia adalah makhluk sosial yang mengandung niat bahwa manusia tidak dapat dipisahkan dari individu lain yang berinteraksi satu sama lain, terutama yang berkaitan dengan interaksi yang disengaja. Perbedaan individu mengenai variasi yang terjadi, baik variasi dalam aspek fisik maupun psikologis. Perbedaan-perbedaan ini mempengaruhi perilaku mereka di rumah dan di lingkungan lain. Dalam teori kepribadian, setiap orang secara otomatis mengungkapkan karakteristik yang berbeda dari kepribadian lain. Setiap orang memiliki karakteristik khusus dan unik. Kehidupan seseorang meliputi berbagai aspek, khususnya aspek emosional, aspek psikologis sosial dan sosial budaya, serta kemampuan intelektual yang sepenuhnya terintegrasi ke dalam faktor lingkungan kehidupan
Pengembangan Model Pembelajaran Konstruktivistik Ala To Ugi’ (Analisis Kasus di SD Negeri Lalabata Kec.Tanete Rilau Kab. Barru)
Penelitian bertujuan mengembangkan Model Pembelajaran Konstruktivistik Berbasis Ala To Ugi’ (PATU’) di Sekolah Dasar Negeri Lalabata Kecamatan Tanete Rilau kabupaten Barru. Jenis penelitian adalah research and development (R&D). Penelitian dilakukan dengan tahapan: 1) menganalisis tingkat kebutuhan peserta didik terhadap model pembelajaran konstruktivistik berbasis ala to ugi’ (analisis kasus), 2) mendesain pengembangan model pembelajaran (research and development), 3) menghasilkan produk model pembelajaran konstruktivistik berbasis ala to ugi’ (ditinjau dari segi ke-validan, ke-praktisan, ke-efektifan). Analisis data menggunakan deskrifptif kualitatif kuantitatif dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan: 1) analisis tingkat kebutuhan peserta didik terhadap model pembelajaran konstruktivistik ala to ugi’ sangat dibutuhkan dalam memperbaiki karakter peserta didik mengingat pergeseran nilai-nilai moral sangat memprihatinkan, 2) desain pengembangan model pembelajaran terdiri dari: sintak  = 3.77 (sangat valid), teori pendukung  = 3.6 (sangat valid), Sistem Sosial  = 3.68 (sangat valid), Sistem Reaksi (prilaku guru)  = 3.78 (sangat valid), Sistem Pendukung  = 3.35 (valid), Dampak Instruksional dan Dampak Pengiring  = 3.67 (sangat valid), Pelaksanaan Pembelajaran  = 3.6 (sangat valid), Lingkungan Belajar dan Tugas-Tugas pengelolaan  = 3.75 (sangat valid), Evaluasi  = 3.55 (sangat valid). Hasil analisis desain model PATUl nilai ∑ = 3.64 dapat dikatakan model PATU’ memiliki kriteria SANGAT VALID. Hasil analisis uji coba
Penerapan Model PAIKEM dalam Meningkatkan Hasil Belajar
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari 3 pertemuan, 1 pertemuan untuk evaluasi. Masing-masing siklus terdiri dari kegiatan pelaksanaan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi bertujuan untuk memperoleh data dan informasi tentang penerapan model PAIKEM bidang studi Alqur'an Hadis dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII B di SMP Cokroaminoto Tamalanrea Makassar. Adapun instrumen penelitian yang dilakukan dilapangan yaitu: observasi langsung, angket tertutup dan tes esay. Penelitian dilaksanakan di kelas VIII B Sekolah Menengah Pertama Cokroaminoto Tamalanrea Makassar dengan jumlah siswa 16 orang. Pengumpulan data dilakukan secara bertahap yang diperoleh dari pengamatan pada saat berlangsungnya proses pembelajaran selama penelitian, dan data dari tes hasil belajar pada tiap siklus. Selanjutnya data dianalisis secara kualitatif, yaitu menjelaskan hasil-hasil tindakan selama proses belajar mengajar, dan secara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif yaitu skor rata-rata, tabel frekuensi, nilai minimum, nilai maksimum, dan presentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada peningkatan hasil belajar siswa dan kualitas pembelajaran ditandai dengan meningkatnya keaktifan siswa dalam pembelajaran sesuai dengan hasil observasi selama tindakan kelas berlangsung dan Nilai rata-rata mulai siklus 1 sampai siklus 2, setelah dianalisis dari hasil penelitian yaitu dari pra siklus 62,18%, atau kriteria tingkat keberhasilan siswa dianggap “Gagalâ€, siklus 1 70,62%, kriteria tingkat keberhasilan siswa berada pada “Baikâ€, dan siklus II 82,62%, atau kriteria tingkat keberhasilan siswa berada pada “Sangat Baikâ€
Hedonisme dan Pola Hidup Islam
Hedonisme merupakan sebuah pandangan hidup yang menyatakan kesenangan untuk menikmati segalanya adalah tujuan hidup manusia di dunia ini. Kondisi hedonisme banyak ditemukan  bukan hanya pada pelajar, dan anak-anak muda atau mahasiswa, nampaknya sudah menyeluruh dalam berbagai kalangan masyarakat.  Awalnya hanya kebanyakan dari  orang-orang berduit yang selalu memperhatikan penampilan luar dan menikmati hidup ini dengan sepuasnya, bergaul, makan,  jalan-jalan, bersenang-senang, berpoya-poya akhirnya sudah menular kepada yang lain meskipun dalam kondisi hidup kekurangan. Pandangan Hedonisme muncul sebagai jawaban dari pertanyaan Socrates tentang tujuan hidup adalah mencari kenikmatan dan kesenangan, tetapi bukan berarti rakus dan memiliki harta sebanyak-banyaknya. Paham ini perlu diwaspadai, karena bisa merusak gaya hidup seseorang dengan menghalalkan segala cara untuk kenikmatan dan kesenangan saja. Sementara kebahagiaan dalam ajaran Islam bukan hanya mengejar kebahagiaan dan  kenikmatan lahir yang sesaat, tetapi kebahagiaan adalah keseimbangan lahir dan batin yang dapat dinikmati dunia dan akhirat setelah berhasil mendapatkan ridha Allah Swt.  Di dunia  yang lebih penting beramal saleh dengan jalan memperbaiki hubungan dengan Allah Swt dan kepada sesama manusia serta seluruh makhlukNya
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Tujuan pelaksanaan program Pkmd bagi Masyarakat ini adalah: (a) Membentuk kelompok-kelompok kerja guru (KKG), (b) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para guru tentang pembuatan media pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan pendekatan IPTEK terapan, (c) melatih pembuatan media pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan pendekatan IPTEK terapan, (d) melatih dan mendampingi guru bagaimana cara penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas. Metode pelaksanaan kegiatan menggadopsi pola pelaksanaan penelitian tindakan meliputi empat tahap, yaitu: perencanaan programpembelajaran , pelaksanaan program pembelajaran , observasi dan evaluasi, dan refleksi. Hasil pelaksanaan program adalah (a) terbentuk 2 kelompok kerja guru dengan masing-masing anggota sebanyak 6 orang dengan menbentuk kelompok sampai 2 kelompok kerja guru yang dibentuk berdasarkan rumpun ilmu; (b) adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan para guru tentang pembuatan media pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan pendekatan IPTEK terapan, dari kategori “cukup†menjadi “baikâ€; (c) dihasilkan sebanyak 2 set media (alat peraga) Pendidikan Agama Islam untuk siswa Madrasah Tsanawiah DDI Padanglampe Marrang Kabupaten Pangkep , meliputi materi:  Udhu , Shalat, dengan kualitas ‘baik’. (d) kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas berkualitas “baikâ€