Portal Jurnal Fakultas Agama Islam UMI
Not a member yet
291 research outputs found
Sort by
Generasi Ulul Albab Hadapi Revolusi Industri
Ketika industri sudah mengubah pola hidup manusia yang awalnya dikerjakan secara manual, kini sudah dapat dikerjakan dengan mudah, cepat dan serba canggih sangat menguntungkan tetapi disisi lain berdampak pada pergeseran nilai-nilai agama dan budaya. Khususnya dalam bidang pendidikan Islam Era revolusi industri ini merupakan tantangan berat yang harus disikapi dengan bijak terutama para ulama, dan  pendidik. Pada dasarnya revolusi industri bukan sesuatu yang berbahaya dan perlu ditakuti karena hanya merupakan fasilitas dan memberi peluang bagi manusia untuk berkarya lebih banyak dan mudah. Yang perlu dipersiapkan adalah pengetahuan untuk memanfaatkannya dan keterampilan operasionalnya secara professional. cara menghindari dampak buruknya. Karena itulah menghadapai Era industri harus mempersiapkan generasi ulul al-bab. Dalam tulisan ini dijelaskan pembentukan dan ciri-ciri ulul al-bab menurut al-Qur’an, yakni sekelompok manusia yang dapat menyatukan fikir dan zikir, sehingga meskipun melaju di revolusi industri, namun tetap berpijak pada nilai-nila ajaran Islam dan fitrah kemanusiaan
Peran Media dalam Berdakwah di Era Moderen
Urgensi media komunikasi di era moderen, sangat signifikan dalam menyampaikan pesan-pesan agama karena pesan yang disampaikan dapat diterimah secara bersamaan. Media yang sangat moderen dan canggih, antara lain media sosial, youtube, intagram, internet dan elektronik, hal ini memudahkan para pendakwah menyampaikan pesan agama lebih efektif dan efiesien, hal ini juga harus ditunjang penguasaan tekhnologi yang berkaitan dengan media moderen. Dakwah lebih cepat sampai kepada sasarannya berkat media yang ada sekarang, tetapi kelihaian para pendakwah mempergunakan media dituntut untuk tidak berhenti mempelajari teknologi moderen agar bisa mengusainya, sehingga pesan-pesan Agama dapat disampaikan kepada khalayak ramai atau lebih dikenal obyek dakwah. Zaman sekarang masyarakat lebih condong mencari Ilmu pengetahuan melalui jejaring sosial, hal inilah mengharuskan para penyampai pesan-pesan agama lebih lihai mempergunakan peluang ini untuk menyampaikan pesan-pesan dakwahnya
HUBUNGAN QIRA’AH AL-SAB’AH DAN SAB’AH AHRUF
Kajian ini mengangkat tentang hubungan antara Qira’ah al-Sab’ah dan Sab’ah Ahruf yang dalam ilmu qira’at menjadi bahan yang sering diperselisihkan. Berangkat dari sebuah hadis, al-Qur’an diturunkan dengan tujuh huruf. Qira’at al-Sab’ah adalah tujuh macam cara atau mazhab dalam mengucapkan kalimat-kalimat yang ada dalam al-Qur’an, yang telah ditetapkan oleh para imam ahli qurra’ dengan sanad yang kokoh kepada Rasulullah saw. dan berbeda dengan mazhab yang lain. Sedang Sab’ah Ahruf atau tujuh ragam bacaan yang terdapat dalam al-Qur’an. Seluruh riwayat tentang tata cara membaca kata tertentu dalam al-Qur’an tidak akan keluar dari tujuh bentuk ini. Hubungan antara Sab’ah Ahruf dengan Qira’ah al-Sab’ah adalah seperti hubungan antara rumah dengan kamar. Ahruf ibarat rumah sedangkan Qira’at ibarat kamar. Banyaknya qira’at yang ada, keseluruhannya berada dalam lingkup Ahruf. Namun tidak semua Ahruf itu terdapat dalam satu qira’at, adakalanya huruf tertentu disebutkan dalam satu qira’at dan tidak disebutkan dalam qira’at lainnya
Wisata Halal Sebagai Implementasi Konsep Ekonomi Syariah
Sektor pariwisata merupakan komoditas yang menguntungkan. Saat ini, sektor wisata banyak dikembangkan di berbagai negara. Salah satu karakteristika wisata ini dikenal dengan wisata halal yang menerapkan standar Islam dalam proses pelayanannnya. Wisata halal merupakan pelayanan yang terintegrasi dengan konsep ekonomi syariah. Landasan utama wisata halal ialah Al-Qur’an dan As-Sunnah. Praktek pelayanan wisata halal memerhatikan nilai universal ajaran Islam, yaitu; (1) tauhid (keesaan), yakni penyediaan sarana masjid; (2) ‘adl (keadilan), praktek pelayanan secara berkeadilan beras hak asasi manusia; (3) khilafah (pemerintahan), dengan cara meregulasi aturan hukum yang bernafaskan Islam;  (4) nubuwwah (kenabian), memerhatikan etika kenabian; dan (5) ma’ad (return), implikasi ekonomi tidak hanya untuk dunia tapi juga agama. Penerapan wisata halal merupakan penerapan konsep ekonomi Islam. Wisata halal merupakan jalan dakwah. Desain kebijakan yang mendukung realisasi setiap konsepnya merupakan upaya mendukung dakwah Islam. Selain itu, seorang muslim yang berwisata halal secara langsung terlibat dalam proses dakwah menyiarkan nilai-nilai universal ajaran Islam
Metodologi Penafsiran “Tafsir al-Muin†(Membaca karya Anregurutta H. Abd. Muin Yusuf 1920-2004)
Kitab tafsir yang monumental ini sedikit banyaknya memengaruhi sejarah penafsiran al-Qur’an di Indonesia dan Anregurutta H. Abd. Muin Yusuf sebagai seorang ulama penulis asal tanah Bugis masih dikenang hingga hari ini. Sepanjang hidupnya sosoknya menjadi sangat istimewa karena peranannya yang begitu penting dalam sejarah tafsir al-Qur’an di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan. Beliau dikenal sebagai seorang ulama, penulis, dan politikus. Hasil karya terbesar beliau selesai ditulis sebanyak sebanyak 11 jilid lengkap dan mencakup seluruh ayat suci al-Qur’an 30 juz. Kitab tafsir ini ditulis selama 8 tahun, terhitung sejak tahun 1988 hingga tanggal 20 Oktober 1996. Kajian ini akan mengangkat metodologi dari kitab tafsir yang akrab di kalangan ulama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pesantren di Sulawesi Selatan khususnya di Pesantren Al-Urwatul Wutsqa Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) yaitu Tafsir al-Qur’an al-Karim (Tafsere Akorang Ma’basa Ogi), sebuah karya monumental tim penyusun dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Anregurutta H. Abd. Muin Yusuf yang kemudian kitab tafsir ini dikenal dengan Tafsir al-Muin
Pengembangan Model Pembinaan Tahsin Qira’ah Al-Qur’an Berbasis Paikem Pada Mahasiswa
Bertitik tolak dari masalah  masih banyaknya  mahasiswa  baru Fakultas  Agama Islam Universitas Muslim Indonesia  yang belum mampu membaca al-Qur’an dengan  fasih  dan tartil,  maka  penelitian  ini bertujuan  untuk  mengembangkan model pembinan tahsin qira’ah al-Qur’an berbasis PAIKEM ( Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Jenis penelitian ini adalah Reseach and Development (R&D) yang dilakukan  melalui lima fase:  (1) fase preliminary  investigation (investigasi awal), (2) fase design (desain), (3) fase realization/construction (realisasi/konstruksi), (4) fase test, evaluation & revision (tes, evaluasi & revisi), dan (5) fase implementation (implementasi). Penelitian  ini  dilakukan  di  Fakultas  Agama  Islam,  dan  yang  menjadi  subyek penelitian adalah para Pembinan dalam Pelatihan berjumlah lima orang, dan obyeknya adalah mahasiswa peserta pelatihan berjumlah tiga puluh  orang. Pembinaan  dilakukan  dalam  bentuk  pelatihan  yang dilakukan  sebanyak  enam belas  kali pertemuan.  Pertemuan  pertama  dilakukan  free-test,  penyajian  materi dasar-dasar ilmu tajwid sebanyak empat  kali pertemuan; prakikum sebanyak sepuluh kali pertemuan; dan pertemuan terakhir dilakukan pos-test. Metode pengumpulan data adalah melalui tes praktikum membaca al-Qur’an terhadap semua peserta, wawancara dengan perwakilan mahasiswa dan hasil observasi dari pembina. Hasil  penelitian menunjukkan  bahwa penerapan  model pembinaan  tahsin qiraah  al-Quran berbasis PAIKEM pada mahasiswa FAI-UMI sangat efektif  berdasarkan  peningkatan  kualitas bacaan  al-Qur’an  mahasiswa  antara hasil free test dengan hasil pos test, dan juga  hasil observasi Tim Peneliti dan Pembina pada saat peroses pelatihan berlngsung. Penelitian ini melahirkan sebuah modul pembinaan  tahsin qira’ah al-Qur’an yang dapat bermanfaat sebagai pedoman bagi pembina  tahsin qira’ah dan atau guru TPA, dan juga para  mahasiswa  dan atau  santri  TPA  sebagai  media  pembelajaran  tahsin  qira’ah  al- Qur’an
Geneologi Radikalisme Di Indonesia (Melacak Akar Sejarah Gerakan Radikal)
Gerakan radikalisme adalah sikap atau semangat yang membawa kepada tindakan yang bertujuan melemahkan dan mengubah tatanan yang mapan dengan menggantinya dengan gagasan atau pemahaman baru dan gerakan perubahan itu kadang disertai dengan tindak kekerasan (violence). Bila dilihat dari pemahaman agama, maka gerakan radikalisme agama dapat dimaknai sebagai gerakan yang berpandangan kolot dan jumud serta kaku (tekstualis) dan sering menggunakan kekerasan atau memaksakan pendapat dan pandangan keagamaan serta menganggap hanya pemahaman agamanya saja yang benar dan paling sesuai al-Qur’an dan hadis. Kemunculan radikalisme atau gerakan "al-tatharruf" disebabkan oleh banyak faktor antara lain:Pengetahuan agama yang setengah-setengah melalui proses belajar yang doktriner. Literal dalam memahami teks-teks agama (tekstualis).Berlebihan dalam mengharamkan banyak hal yang justru memberatkan umat.Lemah dalam wawasan sejarah dan sosiologi sehingga fatwa-fatwa mereka sering bertentangan dengan kemaslahatan umat, akal sehat, dan semangat zaman. Radikalisme tidak jarang muncul sebagai reaksi terhadap bentuk bentuk radikalisme yang lain seperti sikap radikal kaum sekular yang menolak agama. Perlawanan terhadap ketidakadilan sosial, ekonomi, dan politik di tengah-tengah masyarakat. Radikalisme tidak jarang muncul sebagai ekspresi rasa frustasi dan pemberontakan terhadap ketidakadilan sosial yang disebabkan oleh mandulnya kinerja lembaga hukum. Radikalisme merupakan gejala umum yang bisa terjadi dalam suatu masyarakat dengan motif beragam, baik sosial, politik, budaya maupun agama, yang ditandai oleh tindakan-tindakan keras, ekstrim, dan anarkis sebagai wujud penolakan terhadap gejala yang dihadapi
TRANSFORMASI ENTREPRENEUR SYARIAH DI ERA INDUSTRI 4.0
Entrepreneur merupakan istilah yang dipadankan dengan kewirausahaan. Konsep ini merupakan suatu aktivitas usaha yang dilakukan secara mandiri menggunakan sumber daya kecerdasan bisnis dalam menciptakan peluang usaha untuk mencapai keuntungan. Secara esensial, entrepreneur syariah dapat dimaknai sebagai aktivitas usaha yang menerapkan nilai-nilai Islam di dalamnya. Penulisan ini bertujuan menguraikan konsep entrepreneur syariah dan transformasinya di era industri 4.0. Pembahasan dalam penulisan ini merupakan telaah pustaka yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan literasi entrepreneurship. Berdasarkan hasil kajian dapat disimpulkan bahwa era industri 4.0 mendorong transformasi entrepreneur lebih moderen. Ciri tranformasi tersebut dapat dilihat pada aspek inovasi konsep pemasaran, kecepatan koneksi teknologi, ekonomi pasar bebas, peluang otomatisasi, dan kemudahan dan efisiensi. Bentuk transformasi tersebut ke erah yang lebih cepat dan masif, sehingga seorang entrepreneur harus melakukan penguatan manajemen dan strategi dalam pengelolaan bisnis
PENCEGAHAN SENGKETA WAKAF MELALUI PROFESIONALITAS NAZHIR PERWAKAFAN
Sengketa wakaf merupakan pemandangan yang lazim ditemukan sebagai fakta sosiologis masyarakat muslim Indonesia. Kasus sengketa wakaf yang terjadi berkaitan dengan administrasi wakaf, motif ekonomi dan keterputusan informasi wakaf kepada ahli waris wakif sehingga beberapa kasus diselesaikan di pengadilan. Kajian ini mengulas permasalahan sengketa wakaf tersebut dengan suatu pandangan bahwa masalah sengketa wakaf secara hukum dapat diantisipasi dengan profesionalitas nazhir ketika menerima dan mengelola wakaf. Profesionalitas nazhir harus memenuhi karakteristik profesional yakni equality (persamaan), equity (keadilan), loyality (loyalitas), dan accountability (akuntabilitas). Selain itu, profesionalitas nazhir harus dikembangkan melalui penguatan literasi wakaf, pengayaan keterampilan teknologis, mengasah skill kreatif inovatif, koneksi secara kelembagaan, dan pendampingan hukum dalam penuntasan sengketa wakaf. Semua komponen ini jika tuntas dipadukan dapat menjadi solusi preventif pencegahan sengketa wakaf melalui kinerja nazhir secara profesional
PENGUNAAN DANA ZAKAT PADA KORBAN COVID-19 PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH
Pandemi covid-19 yang terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia menjadikan seluruh aktifitas terhenti. Seketika aktifitas dibuat lumpuh termasuk aktifitas ekonomi. Dampak dari covid-19 ini membuat banyak karyawan yang di PHK, para pengusaha mikro harus gulung tikar, para pemberi jasa transportasi online dan ofline harus menahan derita karena tidak ada yang mengorder jasanya. Hal ini dikarenakan pemerintah membuat kebijakan stay et home atau PSBB untuk menghentikan rantai penyebaran virus covid-19 tersebut. Sehingga perlu adanya perhatian dari semua pihak, baik pemerintah maupun swasta terutama lembaga-lembaga sosial agar ambil bagian dalam penanganan masalah yang timbul sebab adanya pandemi covid-19 ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran lembaga amil zakat terhadap penggunaan dana zakat pada korban covid-19 dalam perspektif maqashid syariah. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif analisis. Data yang digunakan adalah data sekunder dan teknik pengumpulan data adalah studi literatur. Hasil kajian menunjukan bahwa penggunaan dana zakat untuk penanganan covid-19 sudah sesuai dengan syariah dan maqashid syariah. Dimana dana zakat yang disalurkan pada masa pandemi covid-19 ini membuat para penerima manfaat menjadi tertolong. Dan dana zakat yang diberikan sangat besar manfaatnya dan membawa kemaslahatan bagi  korban yang terkena dampak dari pandemi covid-19, terutama dampak dari ekonomi, sehingga tujuan syariah menjadikan masyarakat yang terdampak covid bisa terjaga dari ke lima unsur dalam maqashid syariah