Portal Jurnal Fakultas Agama Islam UMI
Not a member yet
291 research outputs found
Sort by
Peran Ibu Sebagai Pendidik Kodrati Dalam Perpektif Islam
In general, nature means a condition that has been outlined or predestined by Allah SWT and this nature is also known as fitrah. Nature is not to be changed but maintained and used according to its purpose. The nature of women given by Allah SWT is in accordance with the guidance of Islamic teachings. So changing nature means destroying identity. This paper examines the role of women in educating children from an Islamic perspective that the role of women towards children is very large in shaping future generations. Given the large opportunities and opportunities for women to play a role in starting the education process of their children from an early age. The potential and abilities of Muslim women have a major influence on shaping the colors and patterns of generations of Muslims in the future. Because of that, as a woman, it is expected that she has affection that is manifested in the way she raises, hugs, fulfills the needs of being friends with children. So that women must strive to be smart women as a provision to educate their children. A smart mother will give birth to smart children to give birth to a great generation. So the intelligence and tenacity as well as the mother's attitude are very dominant in determining the future of the child. A mother who neglects education for her children is a mother who violates her nature
Strategi Tenaga Pendidik dalam Mengatasi Kejenuhan Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Bahasa Arab
Tenaga pendidik mempunyai peran penting pada proses pembelajaran. Pemilihan strategi pembelajaran tidak terlepas dari kurikulum yang digunakan dan karakteristik peserta didik. Belajar tidak pernah bebas dari kemungkinan kekurangan menjadi penghambat terwujudnya tujuan pembelajaran setiap saat. Kekurangan salah satunya adalah munculnya kejenuhan pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan : 1) Untuk mengetahui apa yang menjadi faktor penyebab kejenuhan belajar peserta didik pada mata pelajaran bahasa Arab kelas XI MIPA 1 Madrasah Aliah Negeri (MAN) 2 Kota Makassar. 2) Untuk mendeskripsikan Bagaimana Strategi tenaga pendidik dalam mengatasi kejenuhan belajar peserta didik pada mata pelajaran bahasa Arab di kelas XI MIPA 1 Madrasah Aliah Negeri (MAN) 2 Kota Makassar. Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi, yang merupakan penelitian yang didasari dari pengalaman subjektif atau fenomenologikal yang dialami pada diri individu. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa bahwa faktor penyebab kejenuhan belajar adalah sebagai berikut : 1) Tidak mengerti apa yang dijelaskan tenga pendidik 2) Cara mengajar tidak bervariasi 3) Cara menjelaskan tenaga pendidik terlalu cepat 4) Kuranya penguasaan kosa kata bahasa Arab. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti menunjukan bahwa tenaga pendidik sangat berperan aktif, dalam setiap proses pembelajaran untuk mengatasi masalah kejenuhan belajar peserta didik. Sebagai mana upaya yang dilakukan tenaga pendidik bahasa Arab di Madrasah Aliayah Negeri (MAN) 2 Kota Makassar,oleh Bapak Muhammad Iqbal, Bapak Hasan Basri, Ibu Erni Elgani, dan Ibu Sitti Jasmirah bahwa ada beberapa strategi yang dilakukan tenaga pendidik untuk mengatasi kejenuhan belajar peserta didik sebagai berikut : 1) Merubah tempat belajar diluar kelas 2) Memberikan hal-hal yang lucu 3) Pemberian Quiz 4) Menggunakan Metode diksusi 5) Ice Breaking
Efektivitas Metode Al Miftah untuk Melatih Kemampuan Qawa’id pada Peserta Didik Kelas X Keagamaan Di Madrasah Aliyah
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung yang berperan terhadap efektivitas Metode Al Miftah dalam melatih Kemampuan Qawa'id pada Siswa Keagamaan Kelas X Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Annahdlah Kota Makassar. Kelas X Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Annahdlah Makassar Penelitian kualitatif deskriptif kota digunakan dalam penelitian ini. Reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan terdiri dari tiga tahap metode analisis data, yang menggunakan data deskriptif. Observasi, wawancara, dan dokumentasi adalah metode pengumpulan data. Menurut temuan penelitian ini, belajar bahasa Arab dengan Metode Al Miftah menyenangkan sekaligus merangsang otak kanan dan kiri. Ada tahapan dalam proses pembelajaran bahasa Arab Metode Al Miftah. Keterbatasan waktu dan kurangnya pengetahuan bahasa Arab siswa menjadi penyebab kesulitan yang dihadapi selama proses pembelajaran bahasa Arab. Isi yang mudah dipahami menjadi tulang punggung proses pembelajaran bahasa Arab ini
Etika Reportase dalam Islam
Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya etika dalam pelaksanaan pelaporan berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Perilaku etis dalam pelaporan memainkan peran penting dalam menjaga integritas dan akurasi informasi yang disebarluaskan kepada publik. Dalam konteks Islam, nilai-nilai moral dan etika yang ditanamkan dalam ajaran agama berperan penting dalam membimbing tindakan jurnalis. Artikel ini menguraikan prinsip-prinsip inti yang harus dipatuhi oleh jurnalis Muslim ketika melakukan tugas pelaporan, seperti kejujuran, kebijaksanaan, melakukan penelitian dan pengecekan fakta, menahan diri dari pencemaran nama baik, dan menghindari prasangka atau praduga tidak bersalah. Artikel tersebut lebih menekankan penerapan konsep etika Islam seperti keadilan, kejujuran, dan rasa tanggung jawab dalam praktik jurnalistik. Melalui pendekatan dan analisis berbasis literatur dalam kerangka Islam, artikel ini memberikan panduan praktis bagi jurnalis untuk menjalankan tanggung jawabnya dengan integritas dan rasa tanggung jawab yang tinggi, selaras dengan prinsip etika Islam. Oleh karena itu, artikel tersebut menggarisbawahi pentingnya perilaku etis dalam pemberitaan sebagai elemen fundamental dalam menegakkan kualitas dan kredibilitas jurnalisme yang dipandu oleh nilai-nilai Islam
Korelasi Rancangan Undang-Undang Kesetaraan dan keadilan Gender dengan Hadits Riwayat Imam Bukhari
AbstractThis research is motivated by the issue of gender equality and justice which is always controversial. The purpose of this research is to find out; (1) correlation of the KKG Bill with Hadith narrated by Imam Bukhari; and (2) the status of Hadith which is used as the argument for gender equality and justice. This research uses descriptive analytical method and applies a qualitative approach, and uses various relevant references as data sources. Data were collected using literature study techniques which were then analyzed using content analysis techniques. The results of this study indicate that; (1) The KKG Bill has a correlation with the Hadith narrated by Imam Bukhari, namely as a legal rule to equalize gender. This is an implementation in the form of rules that are in line with the goals of Islam in elevating the status of women. However, there are still parts of the KKG Bill that need to be improved. However, the imperfection of the KKG Bill does not necessarily mean that the KKG Bill must be rejected in its entirety; and (2) the status of Hadith which is used as the argument for gender equality and justice as follows: (1) Hadith of Imam Bukhari no. 3084 the status is sahih li dzatih; (2) Hadith of Imam Bukhari no. 4073, 6570, 2188 and 5293 status is sahih al-isnad.Keywords: Human Rights, Islamic Law, Gender Equality and Justice
Kompetensi Pengadilan Agama dalam Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah di Pengadilan Agama Makassar
Tujuan dari penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui bagaimana kompetensi pengadilan Agama Makassar dalam menyelesaikan sengketa masalah syariah baik dari kemampuan hakim maupun kompetensi dalam model penyelesaian yang digunakan. Kedua, untuk mengetahui apa saja tantangan Pengadilan Agama Makassar dalam penyelesaian sengketa Ekonomi Syariah terkait dengan adanya kewenangan baru gugatan agama dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan metode wawancara mendalam serta analisis dokumen.Kesimpulan dari penelitian ini yakni Pengadilan Agama Makassar dalam menjalankan kewenangannya menyelesaikan sengketa ekonomi syariah sudah dan berkompeten, ini dilihat dari sumber daya manusianya yakni Hakim yang diberi tugas untuk menyelesaikan sengketa Ekonomi Syariah telah mengikuti pelatihan dan memiliki sertifikat. Walaupun  Pengadilan Agama Makassar telah memiliki sumber daya manusia yang berkompeten akan tetapi persentase jumlah sengketa ekonomi syariah yang masuk masih sedikit. Ini karena kurangnya pengetahuan dan kepercayaan masyarakat kepada Pengadilan Agama dan sengketa ekonomi syariah masih dapat diselesaikan di luar Pengadilan Agama.Kata Kunci : Kompetensi Pengadilan Agama, Sengketa Ekonomi Syaria
Pengaruh Harga, Lokasi Usaha dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Dalam Perspektif Ekonomi Islam
Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan (Field Research) dengan menggunakan Metode pendekatan kuantitatif dan bersifat deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Total populasi dalam penelitian ini sebanyak 4.500 orang. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan menggunakan rumus slovin. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan software SmartPLS 4.0 dengan melakukan uji outer model dan uji inner model. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variabel harga (X1) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan pelanggan, variabel lokasi usaha (X2) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan pelanggan, variabel kualitas pelayanan (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Dalam pandangan Islam, harga, lokasi usaha dan kualitas pelayanan yang ditetapkan oleh warung bakso sudah sesuai dengan konsep ekonomi Islam. Dan secara simultan, menunjukkan hasil bahwa variabel independen (harga, lokasi usaha dan kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan
Penerapan Metode Everyone is a Teacher Here Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta didik
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan metode Everyone is a Teacher Here pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan metode Everyone is a Teacher Here dapat meningkatkan hasil belajar Peserta didik di kelas VII C SMPN 7 Cenrana Kabupaten Maros.Penelitian ini dilakukan di SMPN 7 Cenrana Kabupaten Maros tahun ajaran 2022/2023 dengan subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII C yang berjumlah 28 orang yang terdiri dari 16 laki-laki dan 12 perempuan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak II siklus. Instrument penelitian yang dipakai adalah observasi, wawancara dan tes yang diberikan setiap akhir siklus.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran menggunakan penerapan metode Everyone is a Teacher Here dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Peningkatan tersebut dapat dilihat berdasarkan nilai rata-rata pre test peserta didik sebesar 61,1, nilai rata-rata post test pada siklus I meningkat 73,21 dan meningkat lagi di nilai rata-rata post test pada siklus II yaitu 86,25. Data tersebut membuktikan bahwa hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan setelah diterapkannya metode Everyone is a Teacher Here dalam proses pembelajaran
Penerapan Model Scramble dalam Meningkatkan Kosakata (Mufradat) Bahasa Arab
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif model scramble dalam meningkatkan kosakata (Mufradat) bahasa arab kelas VII 8 di MTsN 2 Makassar dan bagaimana peningkatan kosakata bahasa Arab setelah menggunakan model scramble. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VII 8 MTsN 2 Makassar pada mata pelajaran bahasa Arab.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya peningkatan kosakata peserta didik mulai dari pra siklus, siklus I dan Siklus II. Hal ini dapat diketahui dari rata-rata nilai peserta didik 62,58 (Pra siklus), meningkat menjadi 72,09 (Siklus I), dan meningkat lagi menjadi 85,64 (Siklus II). Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Scramble dapat meningkatkan kosakata (mufradat) Bahasa Arab peserta didik
Strategi Pembina Pondok Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik Di Madrasah Aliah Pondok Pesantren Al-Hidayah Kaduaja Kabupaten Tana Toraja
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Aliyah Al-Hdayah Kaduaja Kabupaten Tana Toraja Sulawesi Selatan. dengan subjek penelitian penelitan adalah Bapak Awal Syukri S,Pd.I sebagai pembina dan ke tiga Wali kelas di pondok yaitu Ibu Nuraeni S.Pd. sebagai wali kelas X, Ibu Eka Juliapratiwi S,Pd.I, sebagai Wali kelas XI, dan Ibu Sitti Marwah S.Pd sebagai wali kelas XII. Metode pengumpulan data menggunaakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan kemudian di analisis deskriptif, analisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang dilakukan saat observasi langsung.Fokus penelitian ini adalah (1) Bagaimana strategi pembina dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik di pondok pesantren Al-Hidayah Kaduaja Kabupaten Tana Toraja. (2) Faktor pendukung dan faktor penghambat kedisiplinan peserta didik dipondok pesantren Al-Hidayah kaduaja Tana Toraja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Strategi pembina dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik di pondok pesantren Al-Hidayah Kaduaja kabupaten Tana Toraja, yaitu: a) Dengan pembiasan b) Dengan contoh dan Teladan seperti pembina memberikan contoh dating tepat waktu c) Dengan penyadaran yaitu pembina selalu mengingatkan peserta didiknya shalat duha,muroj'ah dan lain-lain d) Dengan pengawasan atau kontrol pembina selalu mengasi didalam dan diluar kelas (2) Faktor pendukung dan penghambat kedisiplinan peserta didik di pondok pesantren Al-Hidayah Kaduaja kabupaten Tana Toraja, Faktor penghambat yaitu: a) Keterbatasan kendaraan bagi peserta didik disebabkan jarak tempuh antara asrama dengan pondok yang lumayan jauh, sehingga peserta didik terkadang datang terlambat. Faktor pendukungnya sendiri yaitu: a) Sarana dan prasaran lingkungan sekolah, dan teknologi informasi yang semakin tinggi. Â