Jurnal Riset Jakarta (JRJ)
Not a member yet
    75 research outputs found

    Pengaruh Konsentrasi Natrium Sulfat dan Suhu Terhadap Ketuaan Warna pada Proses Pencelupan Kain Rajut Kapas Murni Dengan Zat Reaktif Panas Procion Ret H-Eghcl di PT Mulia Keniting Jakarta: The Effect of Sodium Sulfate Concentration and Temperature on Color Development in The Dying Process of Pure Cotton Knit Fabric with The Heat Reactive Substances Procion Ret H-Eghcl at PT Mulia Keniting Jakarta

    Full text link
    Mulia Keriting merupakan perusaan tekstil yang cukup besar diwilayah Jakarta barat, dalam proses produksinya hampir 90% keberhasilan nya ditentukan oleh proses pencelupan warna, namun perusahaan tersebut sering mengalami kegagalan dalam menetukan standar komposisi sebagai proses menetukan kualitas warna dan berpengaruh ketahaan warna terhadap pencucian, dengan demikian managemen perusahaan mengharapkan adanya ketentuan koposisi dan suhu yang tepat dalam proses pencelupan kain agar hasilnya optimum. Oleh karenanya penelitian ini dilakukan untuk mengetahui standar optimum dengan cara experiment mengunakan metode Duncan untuk mengetahui interaksi antara pemakaian Na2 SO4 dan prosess ketentuan  suhu yang tepat terhadap  ketuaan  warna . Adapun tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahu standar proses pencelupan agar mendapatkan hasil  optimal, Dari hasil Experiment dalam penelitian ini konsentrasi Na2 SO4 70 g/l  25,92 dengan suhu 80 ⁰C  beda 1,2 dan konsentrasi Na2 SO4 70 g/l  21,27pada suhu 70⁰C beda 3,12 sehingga titik optimal konsetrasi terdapat pad suhu 80⁰C karena memiliki beda terkecil. Kata kunci ; Pencelupan kain rajut, Suhu optimal , Konsetrasi Na2SO4 ABSTRACT Mulia Keriting is a fairly large textile company in the West Jakarta area, in its production process almost 90% of its success is determined by the color dyeing process, however the company often experiences failure in determining composition standards as a process for determining color quality and affecting color durability in washing, thus Company management hopes that there will be appropriate composition and temperature provisions in the fabric dyeing process so that the results are optimal. Therefore, this research was carried out to determine the optimum standard by experimenting using the Duncan method to determine the interaction between the use of Na2 SO4 and the process of determining the right temperature on color aging. The aim of this research is to find out the standards of the dyeing process in order to obtain optimal results. From the experimental results in this research, the Na2 SO4 concentration of 70 g/l is 25.92 at a temperature of 80 ⁰C, the difference is 1.2 and the Na2 SO4 concentration is 70 g/l 21.27 at a temperature of 70⁰C has a difference of 3.12 so that the optimal concentration point is at a temperature of 80⁰C because it has the smallest difference. Keywords ; Knitted fabric dyeing, Optimum temperature, Na2SO4 concentratio

    Karakteristik Arus Akibat Gaya Pasang Surut di Teluk Jakarta : Characteristics of Tidal Current Influenced by Tidal Forces in Jakarta Coastal Bay Waters

    Full text link
    Indonesia sebagai negara kepulauan dengan kawasan pesisir yang luas menghadapi tantangan dalam memahami dinamika arus laut, khususnya arus akibat gaya pasang surut. Teluk Jakarta, yang berfungsi sebagai pusat maritim dan ekonomi, mengalami variasi arus yang dipengaruhi oleh pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik arus pasang surut di Teluk Jakarta dengan fokus pada analisis kecepatan dan arah utide (komponen timur-barat) serta vtide (komponen utara-selatan). Data arus diperoleh dari Global Ocean Physics Analysis and Forecast milik Copernicus Marine Environment Monitoring Service selama periode 1 September hingga 10 Oktober 2024 dengan resolusi spasial 0,083 derajat. Metode yang digunakan meliputi perhitungan statistik nilai minimum, maksimum, dan rata-rata kecepatan arus serta analisis visualisasi menggunakan perangkat lunak Ocean Data View dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan arus maksimum mencapai 0,904 m/s di bagian utara Teluk Jakarta saat fase pasang ekstrem, sementara rata-rata kecepatan arus pasang surut cenderung mendekati nol di seluruh wilayah. Temuan ini mengonfirmasi bahwa arus pasang surut bersifat reversibel dengan pergerakan bolak-balik tanpa dominasi ke arah tertentu dalam jangka panjang. Kesimpulan dari studi ini memberikan wawasan untuk pengelolaan pesisir, navigasi maritim, mitigasi bencana pesisir, serta strategi pertahanan dan keamanan laut, sekaligus membuka peluang bagi penelitian lebih lanjut mengenai interaksi oseanografi di perairan Indonesia

    Integrasi Aspek Perencanaan, Penganggaran, dan Teknis Persampahan dalam Pengelolaan Sampah Terpadu di DKI Jakarta : The Planning, Budgeting, and Technical Aspects of Integrated Waste Management in DKI Jakarta

    No full text
    Pengelolaan sampah di DKI Jakarta menghadapi berbagai tantangan kompleks, seperti tingginya timbulan sampah yang belum tertangani, keterbatasan jumlah dan teknologi fasilitas pengolahan sampah, keterbatasan anggaran pengelolaan sampah, dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pengurangan sampah melalui penerapan prinsip 3R (reuse, reduce, recycle). Pengelolaan sampah tidak hanya mengacu pada teknis operasional pengelolaan sampah dilakukan, tetapi juga pada dukungan dalam aspek regulasi, perencanaan dan penganggaran program pengelolaan persampahan. Integrasi antara perencanaan program dan kegiatan serta penganggaran juga menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh Pemerintah DKI Jakarta guna menciptakan pengelolaan sampah terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi aspek perencanaan, penganggaran, dan teknis pengolahan dalam mendukung pengelolaan sampah terpadu di DKI Jakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah DKI Jakarta memiliki perencanaan program persampahan yang komprehensif dengan memperhatikan pengolahan sampah dari hulu, tengah, dan hilir sampah yang dilihat dari ketersediaan program dan kegiatan yang mendukung pengurangan dan penanganan sampah. Perencanaan program ini didukung oleh ketersediaan anggaran program persampahan yang menjadi prioritas di Dinas Lingkungan Hidup, khususnya untuk operator pengelola sampah. Namun, masih perlu dilakukan pemerataan infrastruktur pengolahan sampah guna mengurangi angka timbulan sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)/ Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) regional. Untuk itu, disarankan adanya optimalisasi pengolahan sampah melalui perencanaan program dan kegiatan Dinas Lingkungan Hidup yang komprehensif, menerapkan mekanisme retribusi persampahan untuk meningkatkan kemampuan penganggaran, dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melakukan pemilahan dan pengolahan sampah sehingga dapat mengurangi timbulan sampah yang diangkut ke TPA/TPST regional.   &nbsp

    Hubungan Arus Permukaan Laut Dan Angin Monsun Peralihan II di Teluk Jakarta : The Interaction Between Surface Currents and The Second Transitional Monsoon Winds in Jakarta Bay Coastal Waters

    No full text
    Teluk Jakarta merupakan sebuah teluk di pesisir utara Pulau Jawa yang berfungsi sebagai kawasan penting bagi perikanan, pelabuhan, dan kegiatan ekonomi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara angin monsun Peralihan II dan arus permukaan laut di wilayah Teluk Jakarta pada puncak musim Peralihan II yang terjadi pada bulan September-Oktober 2024. Berdasarkan data yang diperoleh dari mareogram angin dan arus permukaan laut di beberapa wilayah, hasil analisis menunjukkan bahwa arah angin dominan bergerak dari Timur ke Barat, yang mempengaruhi arah gerakan arus permukaan laut. Kecepatan angin maksimal yang tercatat bervariasi antara 6,15 m/s hingga 7,21 m/s, sementara kecepatan arus permukaan laut mencapai kecepatan maksimal 0,14 m/s di wilayah utara. Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan adanya hubungan positif antara kecepatan angin dan kecepatan arus, meskipun hubungan ini dipengaruhi oleh faktor-faktor lokal seperti kedalaman perairan, topografi wilayah, serta interaksi dengan fenomena gelombang dan pasang surut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun angin Peralihan II berperan dalam membentuk pola arus permukaan laut, faktor-faktor lingkungan lainnya turut memperkaya kompleksitas dinamika arus di berbagai wilayah Teluk Jakarta

    Kebijakan Tata Kelola Pesisir Berkelanjutan untuk Meminimalisir Banjir Rob di Wilayah Pesisir Jakarta : Sustainable Coastal Governance Policy to Minimize Rob Flooding in The Jakarta Coastal Region

    Full text link
    Banjir rob di wilayah pesisir Jakarta Utara merupakan permasalahan yang semakin serius akibat naiknya permukaan air laut dan penurunan permukaan tanah. Salah satu akar penyebab utama permasalahan ini adalah rusaknya ekosistem pesisir, terutama hutan mangrove yang dikonversi menjadi tambak dan kepentingan bisnis industri properti. Melalui analisis deskriptif dari berbagai kajian ilmiah dan alternatif kebijakan, makalah ini bertujuan untuk menyusun rekomendasi kebijakan yang paling sesuai bagi pemerintah Provinsi DKI guna meminimalisir dampak banjir rob. Hasil skoring alternatif kebijakan dengan skala prioritas yang mengacu pada Metode Bardach yang dicetuskan pada tahun 2012 menunjukkan bahwa kebijakan restorasi dan rehabilitasi ekosistem mangrove menjadi opsi kebijakan utama yang paling sesuai bagi pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan dapat diterapkan bersama pemangku kepentingan terkait guna meminimalisir dampak banjir rob yang semakin parah

    Karakter Tinggi Gelombang Signifikan, Dinamika Muka Laut dan Sirkulasi Arus Permukan Laut di Teluk Jakarta Berdasarkan Data Model Global: Characteristics of Significant Wave Heights, Sea Surface Height Dynamics, and Surface Current Circulation in Jakarta Coastal Bay Based on Global Model Data

    Full text link
    Teluk Jakarta merupakan wilayah yang memiliki peran yang sangat penting untuk mendukung aktivitas maritim seperti menjadi tempat transportasi laut, parisiwata, industri dan pemukiman untuk penduduk sekitar. Sehingga perlunya dilakukan analisis pola pergerakan arus dan gelombang untuk menunjang kegiatan yang ada. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pola pergerakan gelombang dan arus di Teluk Jakarta pada puncak tiap-tiap musim, yaitu musim barat (Januari 2023), musim peralihan pertama (April 2023), musim timur (Juli 2022), dan musim peralihan kedua (Oktober 2022) dengan menggunakan data global arsip CMEMS Marine Copernicus. Ocean Data View dan MS Excel digunakan untuk mengolah dan menganalisis data. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan, kecepatan maksimum arus (0,49 m/s) terjadi pada musim Barat dengan pola pergerakan dominan menuju ke timur, dimana sirkulasi ini dibangkitkan oleh gradien tinggi muka laut. Ketinggian gelombang signifikan maksimal (1,11 m) juga terjadi pada musim barat dengan pola penjalaran gelombang mengikuti arah tiupan angin

    Analisis Harmonik Pasang Surut di Perairan Dangkal Tanjung Priok Teluk Jakarta Menggunakan Metode Least Square: Harmonics Analysis of Shallow Waters Tidal in Tanjung Priok Port, Jakarta Coastal Bay using The Least Square Method

    Full text link
    Teluk Jakarta sebagai salah satu teluk yang padat aktivitas manusia, memiliki karakteristik pasang surut yang kompleks. Perairan dangkal Tanjung Priok, yang terletak di bagian utara Teluk Jakarta, memiliki dinamika pasang surut yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti topografi dasar laut, kedalaman air, dan pengaruh pasang surut dari laut lepas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pasang surut di perairan dangkal Tanjung Priok, Teluk Jakarta dengan menggunakan metode least square. Analisis harmonik dilakukan untuk mengidentifikasi komponen-komponen pasang surut utama yang mempengaruhi tinggi muka air laut di wilayah tersebut. Metode least square digunakan untuk mengestimasi amplitudo dan fase dari komponen-komponen harmonik utama, seperti M2, S2, N2, K1, dan O1. Analisis menunjukkan pasang surut di Tanjung Priok bertipe semi-diurnal ganda dengan komponen dominan M2 dan S2

    Dari Kebijakan Ke Aksi: Implementasi Kerja Sama Program Kelautan dan Perikanan di DKI Jakarta: Turning Policy Into Action: Implementation Of Marine And Fisheries Collaboration Program In DKI Jakarta

    Full text link
    Sebagai negara kepulauan, sektor kelautan dan perikanan mencakup seluruh wilayah Indonesia, termasuk provinsi DKI Jakarta. Latar belakang tersebut menjadi dasar dilakukannya kerja sama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dengan tajuk Sinergi Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan Kelautan dan Perikanan di Provinsi DKI Jakarta. Makalah ini mencoba memotret pelaksanaan kerja sama tersebut menjelang tahun keempat atau mendekati masa berakhirnya, dengan pengolahan data secara deskriptif selama kurun waktu kerja sama yang berjalan tahun 2021-2024. Bahasan menunjukan bahwa sembilan kelompok rencana kerja yang menjadi target dalam pembangunan KP secara keseluruhan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sebagaimana tujuan pembangunan secara umum. Beberapa rekomendasi turut disertakan yang dapat menjadi pembelajaran untuk kerja sama lanjutan jika diperlukan

    Pengembangan Proses Pengolahan Limbah di Wisma PMI Meningkatkan Efisiensi Kualitas Kadar Ph dan Amoniak : The Development of Waste Processing Processes at PMI Guesthouse Improves Efficiency in Ph and Ammonia Level Quality

    No full text
    Wisma PMI merupakan gedung komersil yang berbasis sosial bergerak di bidang bisnis property yang hasil keuntungan nya akan dipergunakan sebagai keperluan sosial . dalam oprasional nya gedung tersebut dilengkapi sarana mesin pengolahan limbah domestik yaitu biotech sefitank dengan bahan terbuat dari PVC . Namun dari hasil pengujian yang dilakuan oleh laboratorium menunjukan bahwa olahan limbah domestik tersebut masih belum optimal karena kadar PH dan Amonia melampui batas baku, hal tersebut yang menjadikan permasalahan sehingga diperlukan perhatian khusus untuk mencari penyeleasian  nya mengingat kadar PH dan amoniak yang melampui baku mutu dapat menimbulkan masalah lingkungan yang serius terutama pencemaran air bersih yang berdampak terhadap kesehatan , adapun penyelesaian .hal tersebut dapat diperoleh dengan menganalisa system pengolahan libah dengan menerapkan konsep value added dan non value added yang menemukan sistem pengolahan baru kemudian hasil olahan nya dibandingkan dengan konsep sebelumnya , hasil pengamatan sementara predeksi adanya kekurangan supply oksigen pada proses perkembangan bakteri pengurai, sehingga perlu dilakukan penambahan komponen yang dapat mensuply oksigen kedalam proses  perkembang biakan bakteri dengan menanbah mesin blower , jika hal tersebut dilakukan maka kadar PH dan oksigen kwalitasnya akan menigkat  hingga 30% dan efisiensi biaya  50%, sehingga hasil olahan nya  dapat  sesuai dengan standar baku mutu limbah yang ditentukan pemerintah

    Karakteristik Salinitas di Perairan Teluk Jakarta Berdasarkan 25 Tahun Data Model Global Periode 1996 – 2020: Characteristics of Salinity in The Waters of Jakarta Coastal Bay Based on 25 Years of Global Model Data for The Period 1996-2020

    No full text
    Teluk Jakarta merupakan pusat ekonomi maritim yang penting di Indonesia, berfungsi sebagai pusat perdagangan dan industri, serta memiliki nilai strategis dalam pertahanan nasional. Memantau perubahan salinitas laut sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan maritim di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk memahami fluktuasi salinitas di Teluk Jakarta selama 20 tahun periode 1996 hingga 2020. Menggunakan data Global Ocean Physics Reanalysis diperoleh dari Copernicus Marine Environment Monitoring Service (CMEMS), data diolah dan dianalisis menggunakan metode FFT yang disusun sebagai bahasa pemrograman (script) Phyton. Hasilnya menunjukkan variasi tahunan dengan salinitas tertinggi pada tahun 2006 (31,5 hingga 33,0 psu) akibat penguapan dan penurunan aliran air tawar, sedangkan tahun 2010 mencatat salinitas terendah (31,00 hingga 31,75 psu) karena tingginya curah hujan. Klimatologis musiman, salinitas menurun selama musim hujan (November-April) dan meningkat selama musim kemarau (Mei-Oktober). Secara horizontal, salinitas lebih rendah di dekat pantai dan meningkat dengan kedalaman. Hasil analisis FFT siklus salinitas berulang setiap 10 tahun, mengindikasikan pengaruh variabilitas iklim jangka panjang. Rata-rata salinitas permukaan adalah 32,14 psu dengan sedikit fluktuasi tahunan. Distribusi salinitas harian berkisar antara 30,74 hingga 34,08 psu dengan rata-rata 32,31 psu dan standar deviasi 0,53 psu, menunjukkan konsistensi jangka panjang. Secara keseluruhan, meskipun terdapat variasi musiman dan siklus periodik, tren positif jangka panjang salinitas di Teluk Jakarta menunjukkan kenaikan meskipun kecil dari tahun ke tahun

    53

    full texts

    75

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Riset Jakarta (JRJ)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇