IJNP (Indonesian Journal of clinical nutrition physician)
Not a member yet
67 research outputs found
Sort by
ANOREKSIA SEBAGAI SALAH SATU MANIFESTASI KLINIS PADA PASIEN DENGAN TUMOR REGIO SUPRASELLAR
Malnutrisi pada tumor disebabkan oleh inflamasi sistemik yang menyebabkan proteolisis, lipolisis dan anoreksia. Meski anoreksia pada tumor sering dikaitkan dengan adanya inflamasi, penekanan pada hipotalamus karena tumor juga dapat menyebabkan anoreksia. Studi kasus pada anak usia 11 tahun 5 bulan yang dikonsultasikan dengan lemas, malnutrisi berat dan kolelitiasis. Pasien mengalami mual, muntah, tidak nafsu makan, dan penurunan berat badan (BB) sebanyak 12 kg sejak 2 bulan sebelum masuk rumah sakit. Asupan per 24 jam sebanyak 150 kkal. BB pasien 18 kg, tinggi badan (TB) 123 cm, indeks massa tubuh (IMT) 11.9 kg/m2. Hasil MRI kepala menunjukan adanya massa pada regio suprasellar, suspek germinoma. Pasien didiagnosa dengan tumor suprasellar, gizi buruk (skor-z IMT untuk usia (IMT/U) -4.19) dan perawakan sangat pendek (skor-z TB untuk usia -3.33). Diagnosa metabolisme adalah hipermetabolisme dan status gastrointestinal fungsional. Terapi nutrisi diberikan berdasarkan tatalaksana malnutrisi anak oleh World Health Organization (WHO). Target awal pemberian nutrisi adalah 1500 kkal/hari (83 kkal/kgBB/hari). Pemberian dimulai dari 600 kkal/hari, lalu ditingkatkan bertahap hingga mencapai 2700 kkal/hari (123 kkal/kgBB/hari). Pasien pulang dengan peningkatan berat badan sebanyak 4.3 kg, IMT 14.7 kg/m2, skor-z -1.53, status gizi kurang gizi. Berkurangnya ukuran massa tumor diikuti dengan peningkatan nafsu makan
POLA PEMBERIAN MAKAN PADA BALITA STUNTING BERDASARKAN TEORI TRANSCULTURAL NURSING
Balita stunting menjadi masalah kesehatan penduduk dunia. Pola pemberian makan yang diberikan dalam keluarga berkaitan erat dengan nilai budaya keluarga dan bagaimana pola perilaku hidup sehatnya. Penelitian ini merupakan tinjauan literatur yang bertujuan menganalisis faktor pemberian makan oleh keluarga pada balita stunting berdasarkan teori transcultural nursing. Metode pencarian artikel dalam penelitian ini yaitu menggunakan 4 database yakni proquest, pubmed, DOAJ dan Scholar. Cara mencari artikel berkualitas, penulis menggunakan instrumen critical appraisal dari Joanna Briggs Institute yang memuat ceklist dan tool critical appraisal. Manggunakan kata kunci pola pemberian makan, balita stunting dan transcultural nursing. Hasilnya yakni pencarian mengunakan database proquest ditemukan 1 artikel, pencarian menggunakana database Pubmed ditemukan 110 artikel, pencaian menggunakan database DOAJ ditemukan 36 artikel dan pencarian menggunkan database Scholar ditemukan 87 artikel. Secara keseluruhan ditemukan 234 artikel yang akan diseleksi melalui kriteria inklusi dan ekslusi sehingga akan ditemukan kriteria artikel yang akan direview terkait penelitian ini. Artikel yang membahas mengenai pemberian pola makan pada balita stunting ditemukan 188 artikel sedangkan artikel yang membahas tentang teori transcultural nursing ditemukan 45 artikel dan artikel yang sesuai dengan judul penelitian ditemukan 10 artikel. Disimpulkan bahwa faktor nilai budaya dan gaya hidup mempengaruhi pola pemberian makan balita stunting
TERAPI NUTRISI PADA NEFROPATI DIABETIK, GAGAL JANTUNG KRONIK NYHA III, KARSINOMA SERVIKS, POST OPERASI URS BILATERAL, REPLACE DJ STENT
Nefropati Diabetik or Diabetic Kidney Disease (DKD) adalah perubahan struktural dan fungsional patologis spesifik yang terlihat pada ginjal pasien Diabetes Mellitus (DM). Nefropati diabetik menyebabkan berbagai perubahan pada kapiler dan arteri, penebalan membran endotel, trombosis dan inflamasi. Kondisi ini terlihat setelah satu atau dua tahun menderita DM. Diabetes mellitus juga dapat berkontribusi pada gagal jantung kronik dengan mekanisme sistemik, miokard, dan seluler. Semua faktor inilah yang dapat menyebakan malnutrisi. Ini adalah laporan kasus dari seorang wanita berusia 50 tahun, dengan keluhan tidak ada asupan oral yang didiagnosis dengan moderate protein energy malnutrition, nefropati diabetik, gagal jantung kronik NYHA III dengan karsinoma serviks dan pasca operasi URS Bilateral, Replace DJ Stent. Terapi nutrisi diberikan 720 kkal, ditingkatkan bertahap menjadi 2000 kkal sesuai kemampuan dan kondisi pasien, dengan komposisi 0,8-1 g / kg BB ideal / hari protein dan ekstrak ikan gabus, 45-50% karbohidrat dan 41-47% lemak diikuti dengan suplementasi seng (20 mg / hari), vitamin B kompleks, dan kurkumin. Terjadi peningkatan asupan energi dari 245 kkal menjadi 2.142,6 kkal diikuti dengan peningkatan hasil laboratorium seperti penurunan ureum / kreatinin (114 / 3,2 menjadi 84 / 2,05 mg / dl, penurunan leukosit (14.000 menjadi 7200 / µl), penurunan asam urat (13,1 hingga 7,3) mg / dl, penurunan kadar gula darah (199 menjadi 162 g / dl), peningkatan hemoglobin (6,7 hingga 8,2 g / dl), peningkatan kadar natrium (128 hingga 131 mmol / l) Kesimpulan: Terapi gizi yang adekuat selama 16 hari dapat memperbaiki kondisi, status metabolisme dan kualitas hidup pasien
PERBEDAAN PROFIL LIPID TIKUS RATTUS NORVEGICUS PADA PEMBERIAN DIET KETOGENIK LEMAK JENUH DAN LEMAK TIDAK JENUH SELAMA EMPAT MINGGU
Latar Belakang. Diet ketogenik merupakan diet populer untuk menurunkan berat badan dengan efek terhadap profil lipid masih inkonsisten.
Tujuan Penelitian. Menganalisis perbedaan profil lipid tikus Rattus norvegicus pada pemberian pakan ketogenik dengan komposisi lemak 80% (jenuh dan tidak jenuh), protein 15% dan karbohidrat 5% selama 4 minggu.
Metodologi. Desain penelitian true experimental dengan posttest only control group design. Tikus jantan dengan berat badan 125-150 g dibagi secara random dalam 3 kelompok (P0, P1 dan P2) menerima diet 25-30 kkal/hari sesuai dengan kebutuhan energi harian tikus. P0 kelompok kontrol menerima pakan tikus biasa. P1 menerima diet ketogenik lemak jenuh dari margarin. P2 menerima diet ketogenik lemak tak jenuh dari minyak zaitun ekstra virgin. Kolesterol total, LDL, HDL dan trigliserida diperiksa pada minggu ke 2 dan 4. Data dianalisis dengan Uji t Independen dan Mann Whitney (p<0,05).
Hasil. Pada P1 terdapat perbedaan kadar HDL yang signifikan (38 menjadi 22,40 mg/dL, p=0,005) namun perbedaan kadar kolesterol total, LDL dan kadar trigliserida tidak signifikan. Pada P2 didapatkan perbedaan yang signifikan pada kadar kolesterol total (93,20 menjadi 67,80 mg/dL, p=0,042), HDL (29,40 menjadi 22,20 mg/dL, p=0,004), LDL (25,60 menjadi 13,80 mg/dL, p=0,009), dan trigliserida (100,80 menjadi 51,40 mg/dL, p=0,016). Pada P0 tidak ada perbedaan yang signifikan.
Kesimpulan. Diet ketogenik dengan lemak tidak jenuh selama 4 minggu menunjukkan efek yang menguntungkan dalam menurunkan kadar kolesterol total, LDL dan trigliserida pada tikus Rattus norvegicus.
kata kunci: diet ketogenik, lemak jenuh, lemak tidak jenuh, kolesterol total, HDL, LDL, trigliserid
PENGELOLAAN GIZI BENCANA PADA IBU HAMIL DAN IBU MENYUSUI
Indonesia merupakan negara kepulauan yang luas dan mempunyai potensi kejadian bencana yang tinggi. Masalah kesehatan yaitu malnutrisi merupakan salah satu masalah utama dalam kondisi bencana .Rusaknya berbagai sarana dan prasarana pelayanan umum dan kesehatan, terputusnya jalur distribusi pangan dan ketersediaan pangan yang terbatas, sanitasi lingkungan yang buruk dan rusaknya sarana air bersih menjadi dasar terjadinya kekurangan asupan nutrisi pada korban terdampak bencana. Pandemik COVID-19 yang saat ini terjadi tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi dunia kesehatan. Diperlukan perhatian khusus untuk pengelolaan gizi pada saat bencana, terutama pada ibu hamil dan ibu menyusui sebagai populasi rentan. Pengelolaan gizi tidak hanya berkaitan dengan permasalahan kesehatan pada ibu hamil dan ibu menyusui saja, tetapi menjadi kesatuan dengan dampak kesehatan yang akan terjadi pada masa depan kesehatan bayi yang akan dilahirkan. Pengetahuan akan pengelolaan gizi yang baik diharapkan dapat menurunkan angka kejadian masalah kesehatan yang terjadi pada saat bencan
HUBUNGAN ANTARA KENAIKAN BERAT BADAN SELAMA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI KABUPATEN WAJO
Background : Nutritional status could be used as an assessment of the risk of premature rupture of membranes. One way to determine the nutritional status of pregnant women is to calculate the gestational weight gain of women based on body mass index before pregnancy.
Objective : The purpose of this study was to determine the relationship between gestational weight gain and the occurrences of premature rupture of membranes.
Methodology : An observational analytic study with a cross sectional approach was adopted in this study. The data of this study were collected from the patients’ medical records at RSUD Lamaddukelleng of Wajo Regency in which the inclusion and exclusion sampling criteria were used. A total of 90 samples of patients’ medical record was obtained related to premature rupture of membranes. The collected data were processed and analyzed using the Chi-Square test with the p value of <0.05.
Result : The results of the study indicated that there was a significant relationship between weight gain during pregnancy and the occurrence of premature rupture of membranes with the p value of 0.016.
Conclusion : This study concluded that while there is a significant relationship between weight gain during pregnancy and premature rupture of membrane
PERBANDINGAN BERAS RAGI MERAH DAN SIMVASTATIN DALAM MENURUNKAN PROFIL LIPID : EVIDENCE-BASED CASE REPORT
Abstract
Background: Dyslipidemia is major risk factor of non-communicable disease and nutraceutical like red yeast rice (RYR) may be helpful as alternative to lowering lipid profile in dyslipidemia.
Research objectives: This literature is to critically analyze the comparison RYR and simvastatin in lowering lipid profile.
Methods: A search for relevant literatures in PubMed, Scopus, Cochrane, and Science Direct was conducted. We assessing the relevancy and eligibility of the literatures. Three literatures were selected and critically appraised.
Results: There were no significant different between RYR and statin group for triglyceride (TG), high-density lipoprotein-cholesterol (HDL-C), especially the total cholesterol (TC) and the low-density lipoprotein-cholesterol (LDL-C) level. Red yeast rice (RYR) show less fatigue side effect than statin.
Conclusions: Nutraceutical like RYR can be an alternative to lowering lipid profile especially TC level and LDL-C level and solution for patients who experience statin-associated myalgia.
Keywords: red yeast rice, monacolin K, simvastatin, lipid profil
HUBUNGAN DIAMETER SAGITAL ABDOMEN DENGAN HbA1c PADA PASIEN LAKI-LAKI DENGAN OVERWEIGHT/OBESITAS
Latar belakang: Obesitas sentral menjadi faktor risiko terjadinya DM tipe 2 dan sindrom metabolik. Pengukuran menggunakan diameter sagital abdomen dapat digunakan sebagai penanda pengganti untuk memprediksi risiko DM tipe 2. Referensi penggunaan diameter sagital abdomen sebagai alat antropometri untuk penapisan risiko DM tipe 2 di Indonesia masih terbatas.
Tujuan : Menganalisis hubungan antara diameter sagital abdominal dengan kadar HbA1c
Metode penelitian : Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 60 subyek berusia antara 40-55 tahun yang berada di wilayah kerja kota Semarang yang overweight/ obese dipilih sebagai subjek setelah sebelumnya menyetujui informed consent dan penelitian mendapatkan persetujuan Etik. Instrumen penelitian adalah kaliper diameter sagital abdomen, pita ukur, dan Chemistry analyzer HbA1c. Penghitungan data menggunakan uji korelasi Spearman dan regresi linier.
Hasil : Diameter sagital abdomen berbanding lurus dengan kadar HbA1c pada subyek laki-laki overweight/ obese (p < 0,001, r= 0,490). Kenaikan 1 cm SAD meningkatkan kadar HbA1c sebesar 17%. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memperkuat penemuan ini pada subjek dengan variabilitas yang lebih beragam.
Simpulan : Diameter sagital abdomen dapat dijadikan alat skrining antropometri pengganti untuk penapisan risiko DM tipe 2 pada orang dengan overweight/obese.
Kata kunci : Diameter sagital abdomen, DM tipe 2, HbA1c, obesitas sentra
TERAPI NUTRISI PADA PASIEN STENOSIS GASTROJEJUNOSTOMI
Latar belakang
Stenosis merupakan komplikasi yang dapat terjadi pada pembedahan gastrojejunostomi. Stenosis dapat menyebabkan gastric outlet obstruction (GOO), yaitu terhambatnya pengosongan lambung sehingga menimbulkan keluhan mual, muntah, intoleransi terhadap makanan, penurunan selera makan, dan nyeri perut. Gastic outlet obstruction berkepanjangan berisiko menyebabkan terjadinya dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, serta malnutrisi. Penurunan berat badan ditemukan pada 65% pasien dengan GOO.
Laporan Kasus
Tn. B, 62 tahun, dengan diagnosis tumor ganas kolon asenden, pasca laparotomi hemikolektomi dekstra, eksklusi pilorus, dan gastrojejunostomi. Sejak satu tahun sebelum masuk rumah sakit, pasien mengeluhkan mual dan muntah disertai nyeri perut hilang timbul, terutama sebelah kanan. Pada pemeriksaan didapatkan tumor pada usus besar dan dilakukan operasi hemikolektomi kanan. Saat pembedahan, terdapat perlengketan tumor pada duodenum dan saat dibebaskan terjadi cedera pada duodenum, sehingga dilakukan eksklusi pilorus serta gastrojejunostomi. Sembilan hari pasca pembedahan dilakukan relaparotomi gastrojejunostomi Roux-en-Y serta adhesiolisis akibat adanya stenosis dan adhesi. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 19 kg dalam waktu 1 tahun terakhir.
Terapi nutrisi berupa diet 1420 kkal, protein 1.1g/kgBB/hari, lemak 32%, dan karbohidrat 50% dalam bentuk nutrisi parenteral. Pemberian mikronutrien enteral untuk sementara ditunda. Pemantauan dilakukan setiap hari pada pasien berupa toleransi asupan, saluran cerna, tanda vital serta keseimbangan cairan.
Kesimpulan
Stenosis gastrojejunostomi merupakan komplikasi yang jarang terjadi, namun dapat mengakibatkan terjadinya GOO. Pemberian nutrisi parenteral perioperasi diberikan pada pasien yang tidak dapat mencukupi kebutuhan energi melalui oral atau enteral, serta kondisi malnutrisi berat pada pasien yang akan menjalani pembedahan. Nasogastrojejunal tube merupakan jalur pilihan pemberian nutrisi yang diutamakan pada GOO
EFFECTS OF PROBIOTICS ON LIPID PROFILES IN HYPERCHOLESTEROLEMIA ADULT PATIENTS: AN EVIDENCE-BASED CASE REPORT
Background: Hypercholesterolemia prevalence was 39% in adults and a risk factor for cardiovascular, cerebrovascular, atherosclerotic disease, leading to vertigo. Diet and specific food potentiate in dyslipidemia risk reduction. Several studies have been proposed that probiotics have a hypocholesterolemic effect.
Objectives: This study aims to determine the effect of probiotics on lipid profiles in hypercholesterolemia adult patients.
Methods: Electronic literature searching was conducted from Pubmed, Scopus, and Cochrane Library. MeSH Terms combined with Title/Abstract are used in advanced search based on inclusion and exclusion criteria.
Results: Critical appraisal was conducted for a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Probiotic supplementation significantly decreases total cholesterol and low-density lipoprotein cholesterol levels but not statistically significant in high-density lipoprotein and triglycerides levels.
Conclusion: Single strain Lactobacillus plantarum probiotics for at least six weeks can improve total cholesterol levels in hypercholesterolemia adult patients