eJournal Universitas Iskandarmuda
Not a member yet
532 research outputs found
Sort by
Perbandingan Perilaku Seismik Struktur High-Rise Beton Bertulang dengan Penerapan Base Isolator LRB dan FPS
Banda Aceh is located in a region with high seismic activity due to the interaction between the Indo-Australian and Eurasian plates, making high-rise buildings in this area require a reliable earthquake-resistant structural design. This study aims to analyze and compare the dynamic behavior of reinforced concrete structures using Lead Rubber Bearing (LRB) and Friction Pendulum System (FPS) base isolation systems against the conventional fixed-base system. The modeling was carried out on a 10-story apartment building using ETABS v.17, referring to SNI 1726:2019, SNI 1727:2020, and SNI 2847:2019 standards. The analysis results show that the base isolation systems reduce inter-story drift by up to 77% for FPS and 49% for LRB compared to the fixed-base model, but increase the total structural displacement with maximum values reaching 2254% for LRB and 1889% for FPS due to isolator movement. Furthermore, the base shear force increased approximately 3.16 times for LRB and 3.40 times for FPS compared to the fixed-base system. The use of isolation also significantly extends the structural vibration period, with the largest increase in the first mode reaching 77% for LRB and 67% for FPS. Overall, the implementation of base isolation effectively enhances structural flexibility and seismic response while reducing potential structural and non-structural damage in earthquake-prone regions
DAMPAK PENGEMBANGAN WISATA SEJARAH TERHADAP SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KAWASAN OBJEK WISATA KAPAL APUNG PUNGE BLANG CUT KOTA BANDA ACEH
Tourism plays an important role in increasing community income, both directly through increasing sales turnover and additional income for tourism business actors, and indirectly through increasing land values, accommodation, and transportation. Overall, tourism development has a positive impact on the income of various community livelihood sectors. This study uses a qualitative approach with a qualitative descriptive research type where data acquisition uses observation, interview and documentation techniques. The results of the study explain that the existence of the UPTD Kapal Apung tourist attraction has had an impact on the community of Gampong Punge Blang Cut by empowering the community in developing businesses, both as street vendors and businesses selling souvenirs. The empowerment that is prioritized for the community of Gampong Punge Blang Cut has yielded results, especially from the economic improvements felt by the community and jobs that are easy to obtain. The development of historical tourism investment in UPTD Kapal Apung has made a positive contribution to the economy of the community of Gampong Punge Blang Cut. Where the socio-economy of the surrounding community creates business opportunities for the community, contributes to the local economy or income obtained by the community as business actors, contributes to the Village which receives Regional Original Income every year.Pariwisata berperan penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, baik secara langsung melalui peningkatan omset penjualan dan penghasilan tambahan bagi pelaku usaha wisata, maupun secara tidak langsung melalui kenaikan nilai tanah, penginapan, dan transportasi. Secara keseluruhan, pengembangan pariwisata memberikan dampak positif terhadap pendapatan berbagai sektor mata pencaharian masyarakat.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif dimana perolehan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa keberadaan objek wisata UPTD Kapal Apung telah membawa dampak bagi masyarakat Gampong Punge Blang Cut dengan dilakukannya pemberdayaan masyarakat dalam mengembangkan usaha, baik sebagai pedangan kaki lima maupun usaha yang menjual souvenir. Pemberdayaan yang diprioritaskan untuk masyarakat Gampong Punge Blang Cut telah membuahkan hasil, terutama dari peningkatan ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat serta lapangan pekerjaan yang mudah untuk didapatakan. Adanya pengembangan investasi pariwisata sejarah UPTD Kapal Apung telah memberikan konstribusi positif bagi ekonomi masyarakat Gampong Punge Blang Cut. Dimana sosial perekonomian masyarakat sekitar terciptanya peluang usaha bagi masyarakat, berkontribusi terhadap perekonomian lokal atau penghasilan yang diperoleh masyarakat sebagai pelaku usaha, berkonstribusi terhadap Gampong yang menerima Pendapatan Asli Daerah setiap tahunnya
ANALISIS PROBLEMATIKA KARAKTER SISWA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 1 BANDA ACEH
The development of character education in schools is a crucial effort to ensure not only academic achievement but also the moral integrity of students. However, implementation at the school level is often hampered by various behavioral trends that contradict the values of character education. This research aims to analyze the problem of impolite language trends and the limited application of greeting culture among students at MAN 1 Banda Aceh. Using a qualitative descriptive method, data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings show that impolite language is commonly used by students due to environmental influences and excessive use of mobile phones. Furthermore, the greeting culture is only practiced selectively, especially toward teachers who are known personally. This indicates a decline in the application of the 5S character values (smile, greeting, salute, politeness, and courtesy). Therefore, it is necessary for educators to become active role models and consistently instill character values through daily practice and communication patterns in the school environment.Pengembangan pendidikan karakter di sekolah merupakan upaya penting dalam memastikan tidak hanya pencapaian akademik tetapi juga integritas moral siswa. Namun, implementasinya di tingkat sekolah seringkali terhambat oleh berbagai perilaku siswa yang bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika tren penggunaan bahasa tidak sopan serta terbatasnya budaya tegur sapa di kalangan siswa MAN 1 Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren bahasa kasar kerap digunakan siswa yang dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan penggunaan handphone secara berlebihan. Selain itu, budaya tegur sapa hanya diterapkan kepada guru-guru yang dikenal saja. Hal ini mencerminkan menurunnya internalisasi nilai-nilai 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun). Oleh karena itu, diperlukan peran aktif pendidik sebagai teladan serta konsistensi dalam penanaman nilai karakter melalui komunikasi dan pembiasaan sehari-hari di sekolah
STRATEGI PENDAMPING DESA DALAM PENGAWASAN DANA DESA DI GAMPONG KUTA TUHA KECAMATAN PANGA KABUPATEN ACEH JAYA
Village mentoring is an activity to carry out community empowerment actions through assistance, organization, direction, and facilitation of the village. Village mentors are also tasked with encouraging supervision and monitoring of the implementation of village government and village development carried out in a participatory manner by the village community. The existence of village mentoring is expected to realize participatory development from the village government and the community. The construction of facilities and improving the village economy are part of national development, as a concrete step by the central government to improve the quality and quantity of rural human resources. The strategy and supervision of village funds include several aspects, such as testing evidence of accountability for village funds, fulfillment of village fund reports. The research problem formulation is: What is the strategy of village facilitators in supervising village funds? What are the obstacles for village facilitators in supervising village funds? This research uses a qualitative approach. The results show that the strategy of village facilitators has been well-executed, but there are still challenges that indicate the need for improvement so that the existing strategy needs to be continuously refined to achieve more optimal results. The main obstacles for village facilitators in supervising village funds include two things: human resources (low education and community participation) and facilities (limited facilities and infrastructure). Both of these things hinder the effectiveness of supervision, so it is necessary to increase human resource capacity through education and improving facilities to support more transparent and effective supervision
Pengaruh Komposisi Campuran Bahan Perekat Kanji Terhadap Kualitas Briket Cangkang Kelapa
Upaya mengatasi krisis bahan bakar saat ini telah banyak di kembangkan bahan bakar padat berupa briket dari berbagai macam jenis biomasa. Perumusan masalah ini untuk memenuhi keinginan masyarakat agar sampah dapat dikelola menjadi material baku pembuatan briket sehingga menjadi sumber pendapatan masyarakat. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hasil kualitas briket dari komposisi campuran bahan perekat kanji dengan cangkang kelapa. Proses pembuatan briket meliputi lima tahap yaitu pengeringan bahan baku, pembuatan arang, pencampuran arang kelapa dengan perekat, pengepresan dan penjemuran hasil cetak briket . Metode percobaan melalui berbagai variasi perlakuan perekat kanji yaitu 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 6,25% dan 7% dengan air ditambahkan 900 ml pada temperatur 70 0C sampai membentuk gelatinisasi. Hasil pengujian terbaik di perlakuan 6,25% dengan komposisi campuran perekat tepung kanji dan serbuk batok kelapa yaitu 0,25:4. Campuran komposisi untuk daya perekat tepung kanji serta air pada komposisi campuran yaitu 0,25:0,9 dengan pengepresan pada kekuatan tekan 6 kg/cm2.
Kajian Kearifan Lokal Pada Rumah Tradisional Melayu Tamiang di Desa Binjai
Kearifan lokal dalam arsitektur tradisional mencakup aspek guna dan citra. Aspek guna berkaitan dengan fungsi-fungsi bangunan sedangkan citra berkaitan dengan gambaran atau kesan yang ditunjukkan oleh suatu bangunan. Rumah tradisional Melayu Tamiang merupakan bagian penting dari warisan budaya Indonesia. Rumah tradisional Melayu Tamiang memiliki nilai dan unsur budaya yang kuat meliputi fungsi, tata letak pembuatan bangunan dan respon terhadap iklim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat nilai kearifan lokal pada rumah Melayu Tamiang dari aspek guna dan citra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan survei dan dokumentasi langsung ke lokasi objek penelitian. Bentuk bangunan pada rumah Melayu Tamiang merupakan hasil dari respon terhadap lingkungan setempat. Pada rumah Melayu Tamiang terlihat citra jiwa yang mengerti keindahan, kenyamanan, kebersihan dan kerapian
Pengaruh Media Math Board and Question Machine Terhadap Adversity Quotient Siswa
Permasalahan dalam penelitian ini guru masih belum menggunakan media yang mampu menarik minat belajar siswa pada pembelajaran matematika sehingga siswa kurang antusias dan aktif terhadap proses pembelajaran, siswa masih memiliki kesulitan dalam memahami materi pembelajaran dan menyelesaikan maupun memecahkan soal atau tugas yang sulit. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain only-posttest control gruop untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan media math board and questions machine terhadap adversity quotient. Populasi pada penelitian ini seluruh siswa kelas I SDIT Permata Hati Tebing Tinggi yang terdiri dari 3 kelas yang berjumlah 85 siswa. Teknik pengambilan sampel secara acak sehingga terpilih kelas eksperimen IB yang berjumlah 30 siswa dan kelas kontrol IA berjumlah 30 siswa. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan bentuk non tes yang berbentuk kusioner skala sikap yang digunakan untuk melihat adversity quotient siswa. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji-t. berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai Fhitung> Ftabel sehingga dapat disimpulkan adanya pengaruh yang signifikan media pembelajaran math board and question machine terhadap adversity quotient
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING PADA MASALAH LINGKUNGAN SOSIAL SEKOLAH
Pada kegiatan pembelajaran, model pembelajaran yang digunakan merupakan hal yang penting agar peserta didik dapat menerimanya dengan baik. Proses pembelajaran yang ada saat ini di kelas masih ada yang dilaksanakan dengan konvensional sehingga pembelajaran tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Untuk itu, perlu digunakan model pembelajaran yang sesuai sehingga hasil belajar dapat terpenuhi. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model pembelajaran problem based learning (PBL). Masalah dari penelitian ini adalah apakah model problem based learning pada materi masalah sosial lingkungan sekolah dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah dengan penerapan problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis Pra-Experiment dengan uji soal model pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IV SDN 1 Pineung Kecamatan Indra Jaya dan sampel diambil secara total sampling. Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar. Analisis data hasil belajar peserta didik berdasarkan uji perbedaan nilai rata-rata. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model problem based learning pada materi sosial lingkungan yang berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik kelas IV SDN 1 Pineung Kecamatan Indra Jaya Kabupaten Pidie. Dengan rata-rata nilai Pretest adalah 52,35 dan rata-rata nilai Posttest adalah 78,23
Penerapan Konsep Modern Tropis Pada Perancangan Tempat Pengolahan Ikan di Pusong Lama, Lhokseumawe
Sektor perikanan di Kota Lhokseumawe memiliki peranan yang signifikan dalam perekonomian lokal, terutama bagi masyarakat pesisir yang sangat bergantung pada aktivitas ini. Di daerah Pusong Lama, profesi utama penduduk adalah sebagai nelayan yang secara langsung memanfaatkan sumber daya laut. Perancangan industri pengolahan ikan bertujuan salah satunya untuk mendukung kegiatan pelatihan mengenai dasar-dasar mengolah ikan, sekaligus membangun perekonomian dan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kota Lhokseumawe. Pusong Fish Processing dirancang dengan mengusung konsep arsitektur modern tropis, kondisi ini disesuaikan dengan iklim lokal dan fasilitas-fasilitas publik di sekitar site. Proses penelitian meliputi analisis data lapangan, penentuan lokasi, serta desain dan penggambaran. Sektor perikanan di Kota Lhokseumawe berpotensi menghasilkan produk bernilai tinggi, dan pelatihan yang didorong oleh pemerintah setempat menjadi salah satu langkah positif yang mulai dijalankan. Dengan menerapkan konsep arsitektur yang nyaman dan aman, Pusong Fish Processing diharapkan dapat mendukung kegiatan pelatihan serta memberikan kenyamanan bagi pengguna dan pengunjung
STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENGURANGI PENGANGGURAN DI GAMPONG MEUNASAH INTAN, KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA
Unemployment is a problem that is difficult to eliminate, but still needs to be addressed through various community empowerment efforts. The high unemployment rate in Gampong Meunasah Intan, Krueng Barona Jaya District, Aceh Besar Regency, is caused by several factors, such as population growth that is not balanced with job opportunities, low community skills, and lack of motivation to work independently. This study aims to analyze the role of government in community empowerment to overcome unemployment and identify obstacles faced in the process. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through interviews, observations, and document analysis. The theories used in this study include community empowerment theory, role theory, human resource theory, and the concept of unemployment. The results of the study show that the village government has not been able to optimally empower the community in overcoming unemployment. Efforts to expand employment still depend on physical development with a labor-intensive system, while the implementation of Appropriate Technology (TTG) is constrained by limited funds. On the other hand, training and skills programs continue to run, although they are only carried out once every three months. Based on these findings, this study recommends that the district government through the village government not only focus on training and skills, but also be more active in obtaining labor-intensive development projects. In addition, transparency in the dissemination of information on job opportunities needs to be improved so that all people have equal access to available job opportunitie