eJournal Universitas Iskandarmuda
Not a member yet
    532 research outputs found

    PERAN TENAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL KECAMATAN (TKSK) DALAM PENANGANAN PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL (PMKS) DI KECAMATAN PEUKAN BADA

    No full text
    In the era of globalization, social problems in Indonesia are increasing, both in terms of number and complexity. These problems include poverty, neglect, disability, natural and social disasters, victims of violence, drug abuse, and child protection. Individuals or groups experiencing these social problems are categorized as Social Welfare Problem Sufferers (PMKS), who require intervention to achieve social welfare. The government has formed Sub-district Social Welfare Workers (TKSK) as an effort to help handle these problems. This study focuses on the role of TKSK in Peukan Bada Sub-district, Aceh Besar Regency, in distributing assistance to PMKS. The survey results show that limited resources and lack of synergy with the government hinder the effectiveness of the TKSK's role. In addition, the wide scope of work with a limited number of workers is a challenge in carrying out their duties. However, community support, the availability of data in each village, and government attention through the provision of facilities are supporting factors for the success of TKSK. This study emphasizes the importance of increasing the number of social workers, strengthening coordination with the government, and optimizing social welfare programs to increase the effectiveness of the TKSK's role in handling PMKS in Peukan Bada Sub-distric

    Perhitungan OTTV (Overall Thermal Transfer Value) Pada Kantor DPRK Lhokseumawe

    No full text
    Indonesia berada di daerah tropis lembab yang memiliki iklim kurang nyaman,untuk mengatasinya di gunakan alat pendingin udara yang dapat membuat suhu ruang menjadi lebih nyaman. Namun konsumsi energi listrik terbesar terdapat pada pendingin udara (AC) sekitar 60%, Hal ini menyebabkan terjadinya krisis energi yang merupakan salah satu isu persoalan dan tantangan saat ini. Dalam mengurangi dampaknya memerlukan usaha dengan cara pembangunan yang berkonsepkan bangunan hemat energi atau bangunan hijau. Untuk merancang bangunan yang hemat energi, bangunan tersebut harus sesui kriteria yang di tetapkan oleh SNI 03-6389-2020 dengan nilai OTTV tidak melebihi 35 Watt/m2. OTTV (Ovrall Thermal Transfer Value) merupakan nilai perpindahan termal total dinding luar yang memiliki orientasi atau arah tertentu. Dalam peraturan (ESDM) menganjurkan bangunan kantor harus menghemat energi, maka latar belakangi diangkatnya gedung Kantor DPRK Lhokseumawe ini sebagai studi kasus adalah karena secara fisik dapat diidentifikasikan kalau bangunan tersebut menggunakan konsep bangunan tropis, yang mana bangunan tropis identik dengan perinsip hemat energi dan yang menjadi pertanyaan apakah bangunan tersebut sudah menggunkan perinsip hemat energi atau belum. Setelah dilakukan perhitungan ternyata bangunan DPRK tidak menuhi standar yang di tentntukan sni dengan nilai OTTV sebesar  43,30 Watt/m2. Solusi yang di lakukan adalah mengganti kaca dengan nilai solar factor yang lebih kecil dan hasil dari percobaan tersebut medapatkan nilai OTTV sebesar 34,69 Watt/m2 sudah memenushi SNI

    Perbandingan Suhu Dan Kelembapan Pada Area Berpeneduh Dan Tidak Berpeneduh Dengan Pengaruh Jenis Material (Studi Kasus: Pedestrian Jalan Merdeka Kota Lhokseumawe)

    No full text
    Kota Lhokseumawe memiliki jalur utama yang terletak di pusat kota, dengan fungsi jalan ini sebagai jalur penghubung di dalam kota yaitu, Jalan Merdeka. Dimana pada sekitar lingkungan jalan ini memiliki ativitas sosial yang ramai, dan tidak sedikit juga masyarakat yang berkegiatan di ruang publik, terkhusus pada seputaran area pedestrian. Namun, meluasnya pembangunan yang menggunakan perkerasan, dan minimnya penyediaan peneduh dengan tingkat suhu udara yang tinggi pada kawasan ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi pengguna pedestrian dan membuat pengguna menjadi enggan untuk melakukan aktivitas di ruang terbuka. Minimnya peneduh dan meningkatnya penggunaan material perkerasan menjadi isu utama dalam penelitian ini. Dengan mengggunakan metode kuantitatif dan perbandingan analisis perhitungan data.  Dilakukan pada 8 titik pengukuran pada 3 rentang waktu yang berbeda, dengan hasil yang didapatkan bahwa area zona A yang terteduh oleh pepohonan memiliki suhu yang lebih rendah di banding dengan area yang tidak terteduh

    Kajian Eksperimental Karakteristik Biogas Dari Kulit Coklat Dan Kotoran Sapi

    No full text
    Biogas merupakan salah satu jenis energi yang diproduksi melalui fermentasi anaerobik didalam suatu ruangan pencerna (digester). Biogas dalam penelitian ini menggunakan bahan campuran antara kulit coklat, dan air dengan perbandingan 2:1 dan campuran kulit coklat. kotoran sapi, dan air dengan perbandingan 2:1:1. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa komposist kandungan gasbio dari hasil fermentasi. Alat penelitian untuk mengetahui komposisi gasbio dari hasil fermentasi adalah Gas Chromatography dengan merek Shimadzu tipe C-R62. Lokasi penelitian dilakukan di Laboratorium Jurusan Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala. Pengambilan sampel biogas dilakukan secara empat (4) tahap, yaitu; pada hari ke-8, ke-15, ke-30, dan ke-45. Dari hasil analisa kandungan biogas, dapat disimpulkan bahwa untuk campuran bahan antara kulit coklat dan air dengan perbandingan 2:1, yaitu ; gas nilai kandungan gas metana (CH4) tertinggi diperoleh pada hari ke-45 dengan 60%, sedangkan untuk nilai karbon dioksida (C02) tertinggi pada hari ke-8 dengan nilai kamdungan gas 66%. Untuk campuran kulit coklat, kotoran sapi, dan air dengan perbandingan 2:1:1, yaitu ; gas metana (CH4) tertinggi diperoleh pada hari ke-30 dengan nilai kandungan gas 63%, sedangkan untuk nilai karbon dioksida (C02) tertinggi pada hari ke-8 dengan nilai kandungan gas 68%

    Comparative Study of the Fast Track Method with the Crash Program Method in Accelerating Time and Costs

    No full text
    In many projects, delays are common, so it's important to make efforts to speed up the process and avoid them. This study investigates two methods of acceleration: the Fast Track method and the Crash Program method. The normal duration for this project is 180 days with a total cost of Rp. 14,666,588,288.29. The study uses MS Project to identify critical path activities that can be accelerated. The Fast Track method reduced the project time to 149 days at a cost of Rp. 14,287,701,424.18, while the Crash Program method reduced it to 144 days at a cost of Rp. 14,318,586,553.16. The study compares the time and cost outcomes of the two methods. The difference is due to the Fast Track method not incurring an increase in direct costs, only reducing indirect costs by changing predecessors. On the other hand, the Crash Program method resulted in additional direct costs but reduced indirect costs by adding 2 hours of overtime work

    Analisis Hubungan Volume, Kecepatan Dan Kepadatan Jalan Dengan Model Greenshields, Greenberg Dan Underwood

    No full text
    Salah satu jalan yang memliki volume lalulintas yang besar di Banda Aceh adalah jalan T.Nyak Makam yang berada pada posisi 5°33'52.80"N dan  95°20'36.19"E, setiap harinya digunakan oleh masyarakat untuk menunjang berbagai aktifitas kegiatan untuk menuju ketempat bekerja, Usaha maupun kesekolah bagi pelajar. Untuk kebutuhan data pada penelitian ini maka dilakukan survey pengamatan lalu lintas dilapangan selama 12 jam yaitu jam 07.00-18.00 WIB yang dilaksanakan pada hari, senin tanggal 7 Oktober 2024. Selain data volume lalulintas di jalan T. nyak makam, diambil juga data kecepatan lalulintas kendaraan, data ini diambil pada jarak 50 meter. Untuk menganalisa volume, kecepatan dan kepadatan lalu lintas ini digunakan model liner Greenshields, Greenberg dan Underwood. Untuk model Greenshields kecepatan-kepadatan (S-D) S = 30,74 – 0,15D, volume-kecepatan V = 205,15S – 6,67S2, volume-kepadatan V = 30,74D – 0,15D2. Model Greenberg, kecepatan-kepadatan (S-D) S = 4,92Ln(5972,09/D), volume-kecepatan V = 5972,091Se-s/4,92, volume-kepadatan V = 4,92DLn5972,09/D. Model Underwood kecepatan-kepadatan (S-D) S = 31,30e-D/166,6, volume-kecepatan V = 166,6SLn31,3/S, volume-kepadatan V = 31,3De-D/166,6. Untuk jalan T. Nyak Makam model yang dapat dikatakan paling sesuai adalah Greenshield dengan nilai volume lalu lintas paling rendah yaitu Vm = 1.576,86 Smp/Jam

    P Pengaruh Gerak U-Turn Pada Bukaan Median Terhadap Karakteristik Arus Lalu Lintas (Studi Kasus Jalan Jenderal Ahmad Yani (STA 3+500) Kota Langsa )

    No full text
    Pengaruh ketika melakukan putar balik yaitu terhadap kecepatan kendaraan dimana kendaraan akan melambat dan berhenti. Perlambatan ini akan mempengaruhi arus lalu lintas pada arah yang sama, pergerakan memutar arah ini akan menyebabkan tingginya volume lalu lintas, kecepatan kendaraan semakin rendah, dan kepadatan semakin tinggi. Tujuan penelitian mendapatkan karakteristik, kapasitas, tingkat pelayan jalan, serta waktu dan antrian saat adanya putar balik. Penelitian ini menggunakan metode MKJI 1997. Hasil penelitian didapatkan volume lalu lintas tertinggi sebesar 1528,2 smp/jam (arah timur), 1496,9 smp/jam (arah barat). Kecepatan rata-rata kendaraan tertinggi 10,56 km/jam (arah timur), 08,77 km/jam (arah barat). Derajat kejenuhan tertinggi sebesar 0,57 smp/jam (arah timur), 0,56 smp/jam (arah barat). Kapasitas jalan diperoleh 2677,8 km/jam. Tingkat pelayanan jalan diperoleh nilai 0,57 (arah timur), 0,56 (arah barat), termasuk kategori C. Rata-rata waktu tempuh saat putar balik tertinggi (arah timur) adalah 17,04 detik, terendah 07,18 detik. Dan (arah Barat) tertinggi 20,53 detik, terendah 06,46 detik. Rata-rata panjang antrian saat putar balik diperoleh (MC) 9,07 meter, (LV) 10,23 meter (arah timur). Dan (MC) 9,40 meter, (LV) 11,69 meter (arah barat)

    ANALISIS HUBUNGAN ANTARA TINGKAT SELF EFFICACY DAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA KELAS V MIN 7 BANDA ACEH

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan perilaku bullying pada siswa kelas V MIN 7 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode hubungan korelasional untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih sebagaimana adanya tanpa perlakuan. Hubungan korelasional dilakukan dengan uji koefisien korelasi pearson product moment. Adapun yang menjadi sampel pada penelitian ini adalah 43 siswa kelas V-5 MIN 7 Banda Aceh. Berdasarkan hasil uji koefisien korelasi pearson product moment menunjukan hasil nilai pearson correlation (r) adalah sebesar -0,325 dan nilai signifikan atau Sig. (2-tailed) kurang dari 0,05 (0,033 < 0,05), sehingga dapat dinyatakan terdapat hubungan negatif antara self efficacy dengan perilaku bullying. Adanya hubungan negatif antara tingkat self-efficacy siswa dengan perilaku bullying menunjukkan bahwa semakin rendah tingkat self efficacy pada seorang siswa maka akan meningkatkan perilaku bullying yang mereka alami, dan sebaliknya semakin tinggi tingkat self efficacy pada seorang siswa maka akan menurunkan peluang menjadi korban bullying. Peran self-efficacy dalam penilaian terhadap kemampuan diri memiliki dampak yang signifikan pada pemikiran, keyakinan, emosi, dan perilaku seseorang. Self-efficacy yang terbentuk cenderung menjadi stabil dan tidak mudah berubah karena menjadi penentu utama dalam mengarahkan perilaku. Peranan keterampilan berpikir juga memainkan peran penting dalam pembentukan self-efficacy,maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut. Siswa dengan tingkat self efficacy yang lebih tinggi cenderung memiliki kecenderungan lebih rendah untuk terlibat dalam perilaku bullying, baik sebagai pelaku maupun sebagai korban. Sebaliknya, siswa dengan self efficacy yang rendah lebih rentan terlibat dalam perilaku bullying. Hasil ini menunjukkan pentingnya penguatan self efficacy dalam upaya pencegahan bullying di lingkungan sekolah

    PENERAPAN MODEL JIGSAW PADA MATERI TUMBUHAN, SUMBER KEHIDUPAN PADA BUMI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KECERDASAN INTERPERSONAL SISWA KELAS IV PADA MIN 43 ACEH BESAR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Jigsaw pada materi "Tumbuhan, Sumber Kehidupan di Bumi" dalam meningkatkan hasil belajar dan kecerdasan interpersonal siswa kelas IV di MIN 43 Aceh Besar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV MIN 43 Aceh Besar, dengan sampel berjumlah 19 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes untuk melihat hasil belajar siswa, data hasil tes di analisis menggunakan Uji Sample T-Test, dan angket untuk melihat kecerdasan interpersonal siswa data angket di analisis menggunakan analisis deskriptif dalam bentuk skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa setelah penerapan model Jigsaw. Rata-rata nilai pretest  di dapat 36,84 sedangkan  nilai rata-rata posttest yang di capai 94,73 dengan kenaikan sebesar 57,89 Semua siswa berhasil mencapai ketuntasan dengan nilai KKM ? 70. Uji hipotesis menggunakan Paired Samples T-Test menghasilkan p-value sebesar 0,000, yang mengindikasikan pengaruh signifikan dari penerapan model Jigsaw terhadap peningkatan hasil belajar. Selain itu, analisis kecerdasan interpersonal melalui angket menunjukkan respons positif dari siswa dengan rata-rata skor 65,3%. Observasi keaktifan siswa selama proses pembelajaran juga menunjukkan hasil tinggi, dengan persentase 78%. Penelitian ini menegaskan bahwa model pembelajaran Jigsaw efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa secara kognitif serta meningkatkan kecerdasan interpersonal dan keaktifan dalam pembelajaran

    Edukasi Bentuk dan Warna Sebagai Upaya Peningkatan Kreativitas dan Keterampilan Anak Berkebutuhan Khusus: Studi Kasus SLBN Aneuk Nanggroe Desa Uteunkot Kota Lhokseumawe

    No full text
    Pendidikan yang layak semestinya menjadi hak bagi anak berkebutuhan khusus. Sekolah Luar Biasa merupakan sarana pendidikan khusus untuk anak berkebutuhan khusus. Minimnya keberadaan SLB baik Negeri maupun Swasta di Desa Uteunkot Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe mendorong pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dalam berkontribusi mengabdikan disiplin ilmu serta penerapan Ipteks bagi Masyarakat (IbM) pada beberapa tipe anak berkebutuhan khusus, antara lain Tunarungu, Tunanetra, dan Tunagrahita mulai jenjang TK hingga Sekolah Dasar. Skema pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan berupa sharring session, workshop dan diakhiri dengan even perlombaan sebagai wujud melihat potensi dan serapan yang dicapai dari hasil pengabdian. Konsep pengabdian dengan judul edukasi bentuk dan warna merupakan wahana pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus yang belum pernah dilakukan di SLBN Aneuk Nanggroe. Salah satu tujuan penerapan edukasi ini antara lain meningkatkan kreatifitas dan inovasi anak didik SLB dalam mengembangkan kemampuan dan kualitas diri, sehingga meningkatkan ketrampilan dan keahlian. Selain itu, mewujudkan inovasi anak-anak berkebutuhan khusus agar memiliki kepercayaaan diri, dapat beradaptasi serta menjadi bagian dari masyarakat produktif dengan karya yang dimiliki. Metode pelaksanaan tentunya berkolaborasi dengan tenaga pengajar pada mitra pengabdian yang berlokasi di Desa Uteunkot yang merupakan salah satu desa di lingkungan Universitas Malikussaleh

    146

    full texts

    532

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Universitas Iskandarmuda
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇