eJournal Universitas Iskandarmuda
Not a member yet
532 research outputs found
Sort by
PERAN PEKERJA ASUHAN DALAM MEMBINA KEMANDIRIAN ANAK DI PANTI ASUHAN ISLAM MEDIA KASIH KOTA BANDA ACEH
Parents should pay attention to the needs and development of their children, so that they become healthy children, both physically and spiritually as well as religious knowledge which can later form noble morals and high intelligence. The phenomenon of social problems about children is very common in the wider community, especially in Banda Aceh City. Abandoned children who eventually have social problems such as becoming buskers, scavengers, and even some who become pickpockets. This will be very complex if it is not immediately addressed and a solution is found. The purpose of this study is to find out in depth about the role of orphanages in developing children's independence at the Media Kasih Islamic Orphanage in Banda Aceh. The researcher used a qualitative research method, namely a study conducted by collecting data in the field, managing, analyzing and drawing conclusions. The results of the study The role of orphanage workers in increasing children's independence using lecture methods, counseling methods (advice), discussion methods and exemplary methods, which use a cognitive approach that seeks to help individuals (children) take clear steps in changing the way children think. The form of implementation in increasing children's independence carried out by caregivers has an impact on changes in the nature of children's independence, although there are still some children who have not completely changed
DAMPAK PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DALAM MEMBANTU MASYARAKAT MISKIN DI GAMPONG LAMPASI ENGKING KECAMATAN DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR
Poverty requires special attention because it impacts the quality of human resources. Government efforts to alleviate poverty are implemented through various social assistance programs. The Family Hope Program is expected to transform participants' behavior in accessing health and education services, resulting in a healthier and more intelligent generation. In the long term, the Family Hope Program is expected to break the intergenerational cycle of poverty. The Family Hope Program aims to develop a social protection system for poor families and communities, but in Lampasi Engking Village, Darul Imarah District, Aceh Besar Regency, it has not been running well. This study aims to analyze the impact of the Family Hope Program in helping poor communities in Lampasi Engking Village, Darul Imarah District, Aceh Besar Regency. Family Hope Program is a conditional social assistance program from the government aimed at improving the welfare of the poor, especially in aspects of education, health, and social welfare. The method used in this study is a qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The research results show that the Family Hope Program has made a positive contribution to improving the living standards of beneficiary families, particularly in supporting the continuity of children's education and access to healthcare. However, several obstacles were also identified, such as limited access to financial services that have not been optimally implemented, resulting in continued dependence on assistance. Despite this, PKH has had a significant impact in helping reduce the economic burden on poor communities in Lampasi Engking Village
Perancangan Prototipe Pagar Listrik Berbasis Sensor Tegangan Menggunakan Tegangan Bertingkat
Penelitian ini membahas perancangan dan pembuatan prototipe pagar listrik berbasis sensor tegangan dengan sistem tegangan bertingkat untuk pengamanan lahan perkebunan dari serangan hama. Sistem dirancang untuk mendeteksi sentuhan pada kawat pagar dan secara otomatis meningkatkan tegangan dari 110 volt menjadi 240 volt apabila hama masih terdeteksi menyentuh pagar dalam durasi 5 detik. Setelah itu, sistem akan memutus arus sebagai langkah proteksi untuk mencegah pemborosan energi dan mengurangi risiko bahaya terhadap lingkungan sekitar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian rekayasa (engineering research) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi nilai resistor memberikan pengaruh yang kuat terhadap besar arus yang mengalir pada kawat pagar listrik. Pada pengujian dengan tegangan input 110 volt, nilai resistor rendah menghasilkan arus rata-rata sebesar 0,0862 A, sedangkan pada tegangan 240 volt arus meningkat secara kuat hingga mencapai 1,0312 A. Hal ini membuktikan bahwa penurunan nilai hambatan berbanding lurus dengan peningkatan arus, sehingga mampu menghasilkan efek jera yang lebih kuat terhadap hama yang bersentuhan dengan pagar. Sebaliknya, penggunaan resistor dengan nilai tinggi menurunkan arus secara konsisten, dengan arus terendah tercatat sebesar 0,0312 A pada 110 volt dan 0,2562 A pada 240 volt, yang berada dalam batas aman. Selain itu, penerapan sistem tegangan bertingkat terbukti mampu meningkatkan tegangan dari 110 volt menjadi 240 volt ketika hama masih terdeteksi menyentuh pagar dalam waktu 5 detik.Penelitian ini membahas perancangan dan pembuatan prototipe pagar listrik berbasis sensor tegangan dengan sistem tegangan bertingkat untuk pengamanan lahan perkebunan dari serangan hama. Sistem dirancang untuk mendeteksi sentuhan pada kawat pagar dan secara otomatis meningkatkan tegangan dari 110 volt menjadi 240 volt apabila hama masih terdeteksi menyentuh pagar dalam durasi 5 detik. Setelah itu, sistem akan memutus arus sebagai langkah proteksi untuk mencegah pemborosan energi dan mengurangi risiko bahaya terhadap lingkungan sekitar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian rekayasa (engineering research) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi nilai resistor memberikan pengaruh yang kuat terhadap besar arus yang mengalir pada kawat pagar listrik. Pada pengujian dengan tegangan input 110 volt, nilai resistor rendah menghasilkan arus rata-rata sebesar 0,0862 A, sedangkan pada tegangan 240 volt arus meningkat secara kuat hingga mencapai 1,0312 A. Hal ini membuktikan bahwa penurunan nilai hambatan berbanding lurus dengan peningkatan arus, sehingga mampu menghasilkan efek jera yang lebih kuat terhadap hama yang bersentuhan dengan pagar. Sebaliknya, penggunaan resistor dengan nilai tinggi menurunkan arus secara konsisten, dengan arus terendah tercatat sebesar 0,0312 A pada 110 volt dan 0,2562 A pada 240 volt, yang berada dalam batas aman. Selain itu, penerapan sistem tegangan bertingkat terbukti mampu meningkatkan tegangan dari 110 volt menjadi 240 volt ketika hama masih terdeteksi menyentuh pagar dalam waktu 5 detik
Analisis Perbandingan Intensitas Cahaya Lampu LED dan Non LED pada Ruangan
Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting dalam kenyamanan visual dan efisiensi energi pada ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan intensitas cahaya yang dihasilkan oleh lampu LED dan lampu Non LED (CFL dan pijar) pada penerangan ruangan, serta menganalisis pengaruh variasi warna dinding terhadap nilai lux. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan faktorial 3×5, melibatkan tiga jenis lampu (LED, CFL, dan pijar) dan lima warna dinding (putih, hitam, kuning, merah, dan biru). Pengukuran intensitas cahaya dilakukan menggunakan lux meter pada miniatur ruangan berukuran 60 cm × 30 cm × 30 cm, dengan jarak pengukuran 20 cm dari sumber cahaya. Setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali untuk meningkatkan keakuratan data. Data dianalisis menggunakan ANOVA dua arah untuk menguji pengaruh jenis lampu, warna dinding, dan interaksinya, serta uji lanjut Tukey HSD jika terdapat perbedaan signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lampu LED menghasilkan intensitas cahaya yang lebih tinggi dibandingkan lampu Non LED, sedangkan warna dinding putih memberikan nilai lux tertinggi dan hitam terendah. Terdapat pengaruh signifikan baik dari jenis lampu maupun warna dinding terhadap intensitas cahaya, serta interaksi keduanya. Kesimpulannya, pemilihan jenis lampu dan warna dinding yang tepat dapat meningkatkan efisiensi pencahayaan ruangan. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam mendukung desain pencahayaan hemat energi untuk lingkungan rumah tangga maupun komersia
Analisis Sistem PLTU Berbahan Bakar Biomassa di PT. Beurata Subur Persada Kabupaten Nagan Raya
PT. Beurata Subur Persada (BSP) merupakan pabrik kelapa sawit yang mengolah tandan buah segar (TBS) menjadi Crude Palm Oil (CPO) dan memanfaatkan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis boiler untuk memenuhi kebutuhan energi listrik secara mandiri, tanpa mengandalkan pasokan dari PLN. Sistem ini menjadi bagian vital dalam proses produksi karena seluruh peralatan mekanis dan listrik dalam pabrik bergantung pada kontinuitas pasokan daya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem kerja PLTU di PT. BSP, khususnya dalam aspek efisiensi pembangkitan dan pemanfaatan energi termal dari pembakaran biomassa. Metode yang digunakan mencakup observasi langsung terhadap komponen utama pembangkit seperti boiler, turbin, pompa, dan generator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kapasitas olahan 40 ton TBS per jam, boiler mampu menghasilkan uap sebesar 33,75 ton per jam. Uap jenuh ini digunakan untuk memutar turbin uap yang mampu menghasilkan daya sebesar 992,6 kW, cukup untuk menyuplai beban operasional pabrik yang berkisar di angka 1000 kW. Saat proses produksi tidak berlangsung, kebutuhan listrik domestik sebesar 250 kW dipenuhi oleh genset berbahan bakar solar dengan kapasitas 800 kW. Penggunaan bahan bakar alternatif berupa limbah biomassa, seperti cangkang dan serabut, terbukti efektif dalam menekan biaya operasi dan meningkatkan efisiensi energi. Oleh karena itu, pengembangan PLTU biomassa mandiri patut mendapat dukungan dari pemerintah daerah sebagai bagian dari strategi energi berkelanjutan di sektor industri kelapa sawit
Analisis Daya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sebagai Sumber Energi Alternatif pada Alat Penetas Telur Puyuh: Analisis Daya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sebagai Sumber Energi Alternatif pada Alat Penetas Telur Puyuh
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji kinerja sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi alternatif pada alat penetas telur puyuh dengan daya beban sebesar 90 watt. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kebutuhan energi listrik di sektor peternakan unggas, khususnya bagi wilayah pedesaan yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan listrik konvensional (PLN). Metodologi penelitian mencakup perancangan sistem PLTS skala kecil yang terdiri atas panel surya, baterai penyimpanan energi, charge controller, dan inverter, dengan dua skenario waktu operasi, yaitu kontinyu 24 jam dan siang hari selama 8 jam. Analisis dilakukan untuk menentukan kapasitas panel surya dan baterai optimal berdasarkan nilai Peak Sun Hours (PSH) rata-rata 4,8 kWh/m²/hari dengan asumsi kerugian sistem sebesar 20%. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan energi harian sebesar 720–2.160 Wh, dibutuhkan kapasitas panel surya antara 180–300 Wp dan baterai sebesar 150–200 Ah (12 VDC), tergantung pada durasi operasi dan kondisi cuaca. Pengujian lapangan menunjukkan efisiensi sistem berada pada kisaran 80–85%, dengan performa terbaik diperoleh saat intensitas radiasi matahari tinggi dan suhu lingkungan stabil. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa sistem PLTS berkapasitas kecil mampu menyediakan suplai energi yang cukup stabil dan efisien bagi alat penetas telur puyuh, serta berpotensi diterapkan pada skala peternakan kecil di wilayah pedesaan. Implementasi teknologi ini diharapkan dapat mendukung transisi energi bersih, mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil, dan meningkatkan produktivitas peternak unggas secara berkelanjutan
Identifikasi Kerusakan Bangunan Rumah yang Terdampak Banjir di Desa Sidodadi Kecamatan Langsa Lama
Desa Sidodadi merupakan daerah yang berdekatan dengan sungai, sehingga sering terjadi banjir setiap tahun. Bencana banjir memiliki dampak yang berpengaruh terhadap bangunan dan penduduk, seperti menganggu mata pencaharian, dan berbagai kegiatan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sserta menentukan tingkat kerusakan yang terjadi pada rumah permanen yang terdampak banjir. Data diperoleh melalui wawancara dengan pihak Aparatur Desa Sidodadi dan melakukan penyebaran kuesioner kepada masyarakat yang rumahnya terdampak banjir. Hasil wawancara diperoleh 6 jenis kerusakan, meliputi : kerusakan dingding, lantai, kusen pintu,kusen jendela, kolom, dan sloof. Hasil perhitungan tingkat kerusakan terhadap rumah permanen yang terdampak banjir diperoleh nilai kerusakan pada dinding dan lantai presentase severity index (SI) berada pada rentang12,5% - 37,5% termasuk kedalam kategori tidak parah. Kerusakan pada dinding dan lantai tidak terlalu serius dan dapat diperbaiki dengan cara sederhana tanpa memerlukan renovasi besar. Sedangkan tingkat kerusakan pada kusen pintu,kusen jendela, kolom, dan sloof presentase nilai severity index (SI) berada pada rentang 0,00% - 12,5% termasuk kategori sangat tidak parah. kerusakan pada bagain struktur ini hanya tergenang banjir saja
Tinjauan U-Turn Terhadap Kinerja Arus Lalu Lintas Pada Ruas Jalan Tentara Pelajar, Merduati, Kota Banda Aceh
Pertumbuhan penduduk dan ekonomi di Kota Banda Aceh mengakibatkan perpindahan besar-besaran dari desa ke kota. Kondisi ini menuntut penyediaan infrastruktur jalan yang memadai untuk memastikan kelancaran pergerakan. Namun, tingginya volume lalu lintas sering kali menimbulkan konflik di persimpangan dan U- Turn. Salah satunya adalah di ruas Jalan Tentara Pelajar, Merduati, Kota Banda Aceh, di mana beberapa kendaraan mengalami kesulitan dalam melakukan manuver U-Turn secara lancar. Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristik arus lalu lintas dan pengaruh fasilitas U-Turn terhadap arus lalu lintas di bukaan median jalan. Penelitian ini dilaksanakan dengan berpedoman kepada MKJI 1997. Data dari penelitian ini diolah dan dianalisis untuk mengevaluasi pengaruh U-Turn terhadap kecepatan, kepadatan dan volume lalu lintas. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa volume lalu lintas tertinggi terjadi pukul 17.00-18.00 WIB di berbagai hari pengamatan. Pada hari senin, volume tertinggi mencapai 1269,10 smp/jam serta pada hari kamis dan minggu, volume tertinggi masing-masing adalah 1207,70 smp/jam dan 1251,75 smp/jam. Kecepatan terendah pada arus terganggu tercatat pada hari kamis, sebesar 13,14 km/jam. Kemudian Kepadatan tertinggi terjadi pada hari kamis, untuk arus terganggu adalah 164,78 kend/km. Nilai derajat kejenuhan yaitu pada hari senin mewakili volume kendaraan tertinggi didapatkan DS < 0,75 yaitu sebesar 0,45, sehingga Tingkat Pelayanannya (LOS) dikategorikan C: 0,45 - 0,74 Arus stabil, kecepatan. Hal ini menunjukkan bahwa U- Turn mempengaruhi distribusi lalu lintas secara signifikan, terutama pada jam-jam puncak
Soil Investigation Analysis Using Drilling and Standard Penetration Test (SPT) Methods at Blang Mane Bridge
Soil investigation is a fundamental process in geotechnical engineering to assess subsurface conditions for construction projects. This study focuses on the experimental site at Blang Mane, where a borehole designated as BH-01 was drilled to evaluate soil stratification and properties. The investigation aimed to characterize the soil layers through drilling, sampling, and laboratory testing, including Standard Penetration Tests (SPT), to determine geotechnical parameters essential for foundation design.. The surface soil layer at Borehole (BH-01) location consists of 1.0 m of medium-dense gravelly sand. From 1.0 to 3.5 m depth, a layer of silty clay with medium to stiff/hard consistency is observed. Between 3.5 and 10.5 m lies a very dense sand layer, underlain by medium-dense silty clay at 10.5–12.5 m. A medium-dense sandy silt layer extends from 12.5 to 24.0 m, followed by medium-dense sand at 26.0–30.0 m. A very dense sand layer occurs at 30.0–32.0 m, transitioning to medium-stiff/hard clayey silt at 32.0–37.0 m. Sandy silt of medium density is present from 37.0 to 47.0 m, while very dense gravelly sand comprises the deepest layer (47.0–60.0 m). The groundwater table (GWT) at BH.01 is located 7.0 m below ground level
Pengaruh Kompetensi Project Manager Terhadap Keberhasilan Proyek Konstruksi Gedung di Banda Aceh dan Aceh Besar
The construction sector is a major pillar of development and continues to grow across regions. Project success is strongly influenced by human resource quality, particularly the managerial competence of the project manager. This competence includes knowledge, skills, and attitude, which ensure that projects are completed on budget, on quality, and on schedule. However, field conditions still show gaps, such as the appointment of project managers without sufficient capacity, leading to delays, cost overruns, and quality issues. This study examines the influence of project manager competence on the success of building construction projects in Banda Aceh and Aceh Besar. The research approach uses a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through questionnaires distributed to contractors and supervising consultants, involving 35 respondents. The independent variables are knowledge (X1), skill (X2), and attitude (X3), while the dependent variable is project success (Y). The results show that all three competency variables significantly affect project success, indicated by an F-test value of 0.018 (< 0.05). The regression equation is Y = 14.105 + 0.152X1 + 0.139X2 + 0.178X3. The R² value of 0.272 shows that 27.2% of project success is influenced by project manager competence. The study highlights the importance of improving competence, especially attitude as the most dominant factor