eJournal Universitas Iskandarmuda
Not a member yet
532 research outputs found
Sort by
Analisis Proyeksi Jumlah Penduduk dan Dampaknya Terhadap Sistem Penyediaan Air Bersih PDAM Tirta Mountala di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat vital bagi kehidupan manusia dan seluruh makhluk hidup. Ketersediaan air bersih, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, harus senantiasa dijaga agar memenuhi standar kesehatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan kebutuhan air bersih di Kecamatan Ingin Jaya dengan memanfaatkan data primer dan sekunder. Estimasi dilakukan berdasarkan proyeksi pertumbuhan penduduk selama dua tahun mendatang. Metode yang digunakan adalah proyeksi aritmatika untuk menghitung pertumbuhan jumlah penduduk, yang kemudian digunakan sebagai dasar dalam menghitung kebutuhan air bersih. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kecamatan Ingin Jaya pada tahun 2022 adalah 35.670 jiwa, dan meningkat menjadi 36.771 jiwa pada tahun 2023. Berdasarkan angka tersebut, kebutuhan air bersih pada tahun 2022 diperkirakan sebesar 21,46 liter/detik, dan meningkat menjadi 22,12 liter/detik pada tahun 2023. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan penyediaan air bersih secara berkelanjutan di wilayah tersebut
Uji Konduktivitas Termal Pada Papan Partikel Komposit Kayu Sembarang Dan Kayu Jati
Pada industri mebel dan industri pengolahan serbuk kayu sembarang dan juga serbuk kayu jati yang merupakan hasil limbah dari kedua industri tersebut kurang termanfaatkan, maka upaya pemanfaatan limbah untuk dijadikan material alternatif berupa papan partikel yang akan digunakan sebagai isolator panas pada dinding, plapon maupun lantai pada bangunan bertingkat. Untuk memperoleh papan partikel dari pengolahan serbuk kayu yang akan digunakan sebagai isolator panas, maka perlu diketahui bagaimana komposisi dari papan partikel dan berapa besar konduktivitas termal dari papan partikel tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan suatu komposisi papan partikel yang terbuat dari serbuk kayu yang mempunyai sifat koduktivitas termal yang sesuai sebagai isolator panas. Dalam penelitian ini material yang digunakan adalah papan partikel yang masing-masing terbuat dari serbuk kayu jati dan serbuk kayu sembarang dengan ukuran (25x25x1,5) cm. Untuk setiap jenis material dibuat 3 sampel, dengan jumlah sampel dari kedua jenis material adalah 6 buah sampel. Proses pembuatan papan partikel dilakukan dengan cara dicetak setelah material, lem dan semen dicampur dan di aduk merata dalam satu wadah. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat Heat Insulation PHYWE SYSTEME GMBH 37070 Göttingen, Germany dengan cara mengikat papan partikel pada setiap sisi dari alat tersebut dan diukur temperaturnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa papan partikel yang memiliki nilai konduktivitas termal yang baik untuk isolator panas pada dinding gedung bertingkat adalah papan partikel serbuk kayu jati 0,032 W/m°C dan papan partikel serbuk sembarang 0,042 W/m°C
Analisis Produktivitas Alat Berat Pada Pekerjaan Pengaspalan Jalan Matang Seping - Pelita Kabupaten Aceh Tamiang
Road infrastructure plays a vital role in supporting economic growth and facilitating community mobility. Matang Seping Village in Aceh Tamiang Regency suffers from severely damaged roads, hindering the distribution of agricultural and fishery products. To address this issue, a road paving project on the Matang Seping–Pelita route was carried out, requiring careful planning and efficient use of heavy equipment. This study aims to analyze the utilization and productivity of heavy equipment used in the road paving project. The analysis focuses on identifying the types of heavy equipment employed, calculating productivity based on the 2023 guidelines from the Ministry of Public Works and Public Housing (PUPR), and determining the number and operational duration of each equipment unit. The equipment used for the prime coat work includes a compressor and asphalt sprayer, while the base course layer (Asphalt Concrete-Base Course) uses a dump truck, asphalt finisher, tandem roller, and pneumatic tire roller. The results show varied productivity levels, with the asphalt sprayer reaching 13,695 liters/hour and the asphalt finisher 134.46 tons/hour. All equipment was operated over two days, with quantities adjusted to project needs, including 12 dump trucks to ensure the smooth implementation of fieldwork
The Effect Of Compaction Temperature On Marshall Parameters Of AC-WC Asphalt Mixtures With Graphene Additives
This study aims to determine the effect of compaction temperature variation and graphene addition on Marshall parameters in AC-WC asphalt mixtures. The issues raised are premature damage to asphalt layers due to compaction temperatures that do not meet specifications and the lack of studies on the effect of graphene with compaction temperature variation on AC-WC. The materials used include coarse aggregate, fine aggregate, filler, Portland cement, 60/70 penetration asphalt, and graphene with variations of 0.01%–0.05% by weight of the mixture. The compaction temperatures tested were 110°C, 120°C, 130°C, 140°C, and 150°C. Testing was conducted in accordance with the 2018 Revised II General Specifications for Road Construction using the Marshall method. The results showed that adding 0.01% graphene at a compaction temperature of 140°C produced the best performance with a 19.55% increase in stability, yielding a stability value of 1711.367 kg. Density and MQ increased, while VMA, VIM, and flow decreased due to the addition of graphene, but still met the specification range. The decrease in these values demonstrates that graphene functions effectively in asphalt mixtures, improving porosity and strength compared to standard asphalt. At compaction temperatures of 110°C and 120°C, the VIM values exceeded the maximum limits of 9.67% and 7.05%, respectively. This increase could lead to excessive voids in the asphalt, making graphene a viable solution for asphalt construction
DINAMIKA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI GAMPONG PEULEKUNG KECAMATAN SEUNAGAN TIMUR KABUPATEN NAGAN RAYA
Research on the dynamics of community participation in infrastructure development in Peulekung Village will provide a deeper understanding of how economic, social, and political factors influence the level and character of community participation. Problem Formulation (1) How are the social factors of community participation in infrastructure development in Peulekung Village, Seunagan Timur District, Nagan Raya Regency? (2) How are the political factors of community participation in infrastructure development in Peulekung Village, Seunagan Timur District, Nagan Raya Regency?. By using a qualitative approach research method with a descriptive analytical research type. The results of this study indicate that community participation in infrastructure development in Peulekung Village is influenced by strong social networks, solidarity, trust in the village government, and transparency and accountability. These factors mutually support the creation of participatory, sustainable development that is in accordance with community needs. The suggestion of this research is to increase community participation in infrastructure development in Gampong Peulekung, it is recommended that the village government continue to strengthen the role of social organizations and local leadership, foster solidarity through collective activities, maintain public trust with transparency, and improve education and access to information about project supervision.Penelitian mengenai dinamika partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur di Gampong Peulekung akan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana faktor-faktor ekonomi, sosial, dan politik mempengaruhi tingkat dan karakter partisipasi masyarakat. Rumusan Masalah (1) Bagaimana faktor sosial partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur di Gampong Peulekung Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya? (2) Bagaimana faktor politik partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur di Gampong Peulekung Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya?. Dengan menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang bersifat deskriptif analitik. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa Partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur di Gampong Peulekung dipengaruhi oleh kuatnya jaringan sosial, solidaritas, kepercayaan terhadap pemerintah gampong, serta transparansi dan akuntabilitas. Faktor-faktor ini saling mendukung terciptanya pembangunan yang partisipatif, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Saran penelitian ini adalah Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur di Gampong Peulekung, disarankan agar pemerintah gampong terus memperkuat peran organisasi sosial dan kepemimpinan lokal, menumbuhkan solidaritas melalui kegiatan kolektif, menjaga kepercayaan publik dengan transparansi, serta meningkatkan edukasi dan akses informasi tentang pengawasan proyek
Tinjauan Ulang Struktur Pondasi Gedung Imigrasi Kelas I Banda Aceh-Aceh Dari Pondasi KSLL Ke Pondasi Tiang Pancang
Pemilihan bentuk dan jenis pondasi pada bangunan sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah. Kesalahan dalam pemilihan pondasi dapat menyebabkan kerusakan bangunan. Oleh karena itu, penelitian yang mendalam diperlukan untuk menentukan struktur pondasi yang tepat guna memastikan keamanan dan kekokohan bangunan. Dalam konteks pembangunan Gedung Imigrasi Kelas I di Banda Aceh, permasalahan muncul terkait dengan pemilihan struktur pondasi yang optimal. Apakah penggunaan pondasi tiang pancang dapat menjadi alternatif yang memadai untuk menggantikan pondasi Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL) yang telah direncanakan sebelumnya. Objek penelitian adalah Gedung Imigrasi Kelas I di Banda Aceh. Data primer diperoleh dari survei lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari as built drawing dan peta wilayah. Pemodelan bangunan dilakukan menggunakan program ETABS sesuai standar pembebanan SNI 2847-2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah penggunaan pondasi tiang pancang memenuhi persyaratan sebagai alternatif desain pengganti pondasi KSLL pada Gedung Imigrasi Kelas I di Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tiang pancang dapat menjadi alternatif yang memadai untuk menggantikan pondasi KSLL. Struktur gedung baja mungkin menawarkan efisiensi dalam penggunaan material, ditunjukkan oleh penggunaan tiang pancang dengan diameter yang lebih kecil dan panjang yang lebih pendek. Pada bangunan dengan struktur beton, digunakan tiang pancang berdiameter 30 cm dengan panjang 5 m, sementara pada bangunan dengan struktur baja, digunakan tiang pancang berdiameter 20 cm dengan panjang 4 m. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan tiang pancang sebagai alternatif pondasi dapat menjadi solusi yang memadai. Perbandingan antara struktur baja dan beton memberikan wawasan tentang berbagai opsi konstruksi yang tersedia, mempertimbangkan kekuatan, stabilitas, dan faktor-faktor teknis lainnya. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam peningkatan pemahaman tentang pemilihan struktur pondasi yang tepat untuk bangunan gedung, khususnya Gedung Imigrasi Kelas I di Banda Aceh
Spatial Analysis Of Road Demage Levels On The Bayu - Geudong Road, Syamtalira District, North Aceh Regency Using GIS Based SDI Method
Jalan Bayu–Geudong yang terletak di Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, merupakan jalan nasional di wilayah utara Provinsi Aceh. Jalan ini berfungsi sebagai penghubung strategis antara Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara. Pemilihan ruas jalan ini sebagai objek penelitian didasarkan pada fungsinya sebagai jalan kolektor serta kerusakan yang terlihat jelas di permukaannya. Berbagai jenis kendaraan, mulai dari ringan, menengah, hingga berat, sering melintasi jalan ini, sehingga menyebabkan penurunan kualitas perkerasan. Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan untuk mengumpulkan data langsung dari lokasi jalan. Permukaan jalan dibagi menjadi segmen-segmen sepanjang 100 meter dengan lebar penuh jalan, di mana setiap segmen menjadi unit sampel penelitian. Kondisi permukaan jalan dinilai dengan berjalan menyusuri seluruh panjang jalan Bayu–Geudong sejauh 2,5 km. Untuk setiap segmen, jenis dan tingkat kerusakan diidentifikasi, diukur, dan dicatat, termasuk luas dan kedalaman kerusakan untuk setiap jenis kerusakan, menggunakan formulir standar. Berdasarkan perhitungan Surface Distress Index (SDI), nilai rata-rata SDI pada semua segmen adalah 34,9, yang menunjukkan bahwa jalan tersebut berada dalam kondisi baik dan termasuk dalam kategori pemeliharaan rutin. Data SDI kemudian diintegrasikan ke dalam ArcMap untuk menghasilkan peta analisis spasial yang mencakup atribut seperti nomor segmen, STA (stationing), koordinat, jenis kerusakan, dan tingkat kerusakan. Berdasarkan data kondisi dan analisis spasial, disusun rencana anggaran dan program kerja untuk mendukung upaya pemeliharaan dan perbaikan Jalan Syamtalira Bayu–Geudong, mencakup STA 0+000 hingga STA 2+500 di Aceh Utara
Pengaruh Volume Kendaraan Terhadap Tingkat Kerusakan Jalan di Daerah Lamreung
This study aims to analyze the influence of traffic volume on road damage levels and identify the causes of deterioration along the Cor Iri–Lamreung segment in Aceh Besar District. The research also provides relevant information for planning road construction and maintenance, including determining appropriate material types for road structures. A quantitative data analysis approach was employed, using the Indonesian Highway Capacity Manual (PKJI) 2023 and the Bina Marga method to assess physical road conditions. The results on the Tgk. Nyak Arief road section show that the most dominant type of damage is potholes, accounting for 18.0%, while the total damage percentage (Nr) reached 59.2%. Traffic volume surveys conducted over three days (26–28 May 2025) indicate that the highest Average Daily Traffic occurred on Monday, with an average capacity of 677 pcu/hour. Motorcycle volume remained consistently high, especially in the morning. Based on the priority index, the road section obtained a value of 6, indicating that it should be included in a routine maintenance program. Overall, the combination of PKJI 2023 and Bina Marga methods provides a comprehensive analysis of the relationship between traffic volume and road deterioration. Higher traffic volumes, particularly from heavy vehicles, significantly increase damage levels. Therefore, proper traffic load management and planned maintenance programs are required to maintain road performance. These findings serve as recommendations for authorities to improve attention to construction materials and design quality to ensure road durability amid increasing traffic demand
Analisis Hidrologi, Hidrolika untuk Penampang Persegi Panjang, Trapesium dan Segitiga Berdasarkan Pedoman Perencanaan Saluran Jalan Departemen PU (Pd.T-02-2006.B)
The geometric shapes of various types of drainage commonly used are: rectangular, usually used in urban areas; trapezoidal, used in agricultural areas for irrigation; and triangular. This study was conducted in Pieyeung Datu Village, Montasik Subdistrict, Aceh Besar Regency. For hydrological data (rainfall), rainfall data from Aneuk Glee Village, Aceh Besar Regency was used for station 1 and Meunasah Baro Village, Seulimeum Subdistrict, Aceh Besar for station 2. The distribution and suitability tests followed the Log Pearson Type 3 distribution. The concentration time analysis yielded a result of Tc = 14.096 minutes, and the 5-year return period discharge (Q5) using the modified rational method was 0.25 m3/second. The long channel has a channel discharge capacity of 0.276 m3/second, a flow velocity in channel 1 of 380 m/s, the trapezoidal channel has a discharge of 0.260 m³/s with a flow velocity of 1.48 m/s, and the triangular channel has a discharge of 0.293 m³/s and a flow velocity in the channel/design velocity of 1.46 m/s. For the Budget Plan (RAB), it was found that the triangular channel had the lowest cost, amounting to Rp. 221,937,500.00, followed by the trapezoidal channel at Rp. 248,235.00, and the rectangular channel with the highest cost, amounting to Rp. 295,020,000.00
PENGARUH PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN (DARING) PADA PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIPOL) UNIVERSITAS ISKANDAR MUDA BANDA ACEH
Since the emergence of the Corona Virus 2019 (Covid-19) outbreak which is a type of pneumonia virus caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2, the government has taken policies to prevent its spread, namely by appealing to the public to stay at home, avoid crowds, keep their distance, reduce activities outside including shopping centers. Online learning is learning that is not done face-to-face but learning that can be done anywhere and anytime by utilizing electronic technology and internet networks to facilitate the learning process. However, with this change in learning, it certainly has an impact on education, especially in higher education. There are several factors that affect students' academic achievement in implementing online learning, such as not all students may have equal access to computer devices, inadequate internet connections or learning environments, reducing interaction between students and lecturers, the quality of learning materials presented is less effective so that it can affect students' understanding and focus on learning. Based on empirical facts, it was found that the academic achievement of students at Iskandar Muda University, especially the Faculty of Social and Political Sciences, is said to be not in accordance with what is expected by Lecturers and students. Student academic achievement has decreased relatively because many students still find it difficult to understand the online learning methods that have been set by the University. In addition, many students are also negligent or not serious in implementing the online learning method