eJournal Universitas Iskandarmuda
Not a member yet
532 research outputs found
Sort by
Studi Pengamanan Transformator Daya 8000 kVA Dari Gangguan Arus Lebih Pada PT PLN (Persero) ULPLTD Lueng Bata
Kebutuhan energi listrik selalu bertambah dari waktu kewaktu seiring meningkatnya kebutuhan penduduk yang diikuti berkembangnya sektor pembangunan perumahan. Untuk menjamin kontinuitas suplai energi listrik dari pembangkit maka diperlukan peralatan sistem penyalur yang baik. Untuk itu diperlukan suatu sistem proteksi yang dapat mengatasi gangguan arus lebih yaitu rele arus lebih (Over Current Relay). Pada saat adanya gangguan arus lebih (Overload) maka rele arus lebih (Over Current Relay), akan melakukan perintah ke PMT (pemutus tenaga) agar tegangan yang melewati transformator daya 8000 KVA akan di putuskan (Trip) yang bertujuan untuk menjaga transformator daya 8000 KVA dari kerusakan. untuk menjamin transformator daya 8000 KVA tahan terhadap gangguan maksimum (standar 2 detik), maka arus setting rele pada sisi sekunder diperoleh dari perkalian arus nominal di kali perbandingan CT yang terpasang dengan Settingan rele arus lebih (over current relay adalah sebesar 76,923 A di bulatkan menjadi 77 Ampere. Keputusan ini diambil agar rele arus lebih tidak sampai trip, akibat adanya arus inrush dari transformator-transformator daya yang sudah tersambung di jaringan distribusi tegangan menengah (JDTM). Dari hasil perhitungan besar arus gangguan hubung singkat 3 fasa yang terjadi pada transformator daya 8000 KVA sebesar 19.245 A, sedangkan arus gangguan hubung singkat 2 fasa yang terjadi pada transformator daya 8000 KVA adalah 52910,0529 A
Pemadatan Lapangan Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) Pada Proyek Peningkatan Jalan Trumon-Batas Singkil: PROSES PEMDATAN ASPAL AC-BC UNTUK MENENTUKAN JUMLAH PASSING DAN NILAI FAKTOR GEMBUR
Peningkatan jalan trumon batas singkil sepanjang 36,400 kilometer yang terdiri dari Lapis Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC), Lapis Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC). Penelitian ini bertujuan menghitung koefisien pemadatan (factor gembur) hamparan (AC-BC) dilapangan dan Mengetahui jumlah passing / lintasan untuk Mendapatkan tebal padat (AC-BC) ? 6.00 centimeter (tebal nominal) sebagai pengidentifikasian pengendali mutu pekerjaan. Hasil setelah dilakukan trial mix dan compaction dilapangan menunjukkan bahwa di dapat Nilai koefisien pemadatan (faktor gembur) hamparan di lapangan yaitu 20 persen dari tebal padat 6 centimeter yaitu 1.25 centimeter, sehingga total hamparan gembur 6.00 centimeter × 1,25 centimeter = 7.5 centimeter, Jumlah lintasan/ passing dan temperatur serta jenis penggunaan alat pada pemadatan awal, pemadatan antara dan pemadatan akhir yaitu dengan pedoman pada percobaan variasi tersebut adalah pemadatan awal dua passing Tandem Roller (delapan Ton) bersuhu 125?Celcius, pemadatan antara 20 passing Pneumatic Tire Roller (dua belas Ton) bersuhu 100?Celcius dan pemadatan akhir dua passing Tandem Roller (delapan Ton) bersuhu 95?Celcius, sesudah dicore dengan ketebalan 6.05 centimeter > 6.00 centimeter
Tinjauan Lapis Agregat Kelas B Pada Proyek Peningkatan jalan trumon batas singkil
Lapis pondasi bawah atau disebut agregat lapis pondasi kelas B didefinisikan sebagai bagian perkerasan yang terletak antara lapis permukaan dengan lapis pondasi atas yang berfungsi untuk perkerasan yang menahan beban roda, sebagai perletakan terhadap lapis permukaan, lapis peresapan agar air tanah tidak terkumpul di pondasi, lapisan untuk mencegah partikel-partikel halus dari tanah dasar naik ke lapis pondasi atas. Tinjaun lapis pondasi agregat ini mengacu pada buku Spesifikasi Umum Tahun 2018 yang di terbitkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jendral Bina Marga Republik Indonesia. Objek yang di tinjau pada pekerjalan jalan Trumon batas Singkil,yaitu pada pekerjaan lapis pondasi agregat kelas B sepanjang dari STA 24+000 s/d 26+000. Hasil yang diperoleh pada lapisan pondasi agregat kelas B dengan tebal 25 cm lebar lebar 8 m sepanjang 2 km, terdapat beberapa titik yang masih terdapat lendutan akibat kurang padat dan juga material banyak yang hancur karena pada saat proses penghamparan kelebihan air yang di siram dengan water tank, fungsi air pada saat proses penghamparan hanya agar cepat proses pemadatan pada saat penghamparan,akan tetapi jika air nya kelebihan maka air akan naik ke permukaan dan mengendap diatas permuka sehingga menyebabkan material rusak atau hancur
Analisis Pemanfaatan Energi Angin Sebagai Sumber Pembangkit Energi Listrik
Tujuan dari studi penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi energi angin di Kota Banda Aceh serta merencanakan spesifikasi turbin angin yang sesuai berdasarkan hasil perhitungan.Permintaan akan energi khususnya energi listrik di Indonesia semakin tinggi dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kebutuhan hidup masyarakat maupun sektor industri. Bahan bakar fosil yang digunakan sebagai bahan utama untuk menghasilkan listrik, ketersediannya semakin terbatas, belum lagi polusi yang dihasilkan oleh proses konversi dari bahan bakar fosil tersebut. Pengembangan sumber energi alternatif makin digalakkan melalui kebijakan pemerintah untuk mendorong dan menfasilitasi pemanfaatan sumber-sumber energi tersebut misalnya hydro, matahari, panas bumi, biomassa dan juga angin. Dari latar belakang dan rumusan masalah diatas maka dilakukan studi penelitian yang difokuskan kepada sumber energi angin.Hasil perhitungan didapat untuk diameter rotor 8 meter, daya output yang paling besar terlihat pada Bulan Agustus yaitu 18,71 kW dan yang terendah pada Bulan Februari yaitu 0,95 kW. Daya output rata-rata adalah 7,18 kW. Dari hasil perhitungan jelas terlihat bahwa daya output sangat tergantung pada kecepatan angin dan luas area sapuan rotor (rotor swept area). Spesifikasi turbin yang direncanakan adalah turbin angin sumbu horizontal dengan jumlah sudu 3 dan daya output 10 kW. Koefisien rotor adalah 0,42 dengan diameter rotor 8 meter.
 
Studi Kelayakan Paska Pembangunan Pasar Al-Mahirah Kota Banda Aceh
Banda Aceh city is the capital of Aceh province, there are many developments such hotels, apartments, and malls. Whether the existing development in accordance with the feasibility analysis. The purpose of this thesis is to determine the financial feasibility of the Al-Mahirah Market Development Project. This research is about the feasibility or not of a project. sensitivity analysis if increased costs and increased benefits respectively 10%, 15%, 20%, 25%, and 30%. From the analysis of financial feasibility test with NPV, BCR, IRR, and PP method using 6.99% interest rate under normal conditions, the Market Development Project is feasible to operate. Obtained a positive value of NPV is 6.99% (MARR) which is equal to 5.8977%. Judging from the value of IRR 5.8977% < 6.99% (not feasible). From the 6.99% interest rate sensitivity test with NPV and BCR methods, the market development project is feasible to operate. NPV positive value is obtained, if there is an increase in costs and benefits by 30%, and the value of BCR > 1 of 1.0087, and the value of IRR < 6.99% interest rate (MARR) of 5.8977%. Of the IRR value (unfit). Feasible development projects are implemented using three methods namely, NPV, BCR, and PP
Kajian Proses Produksi Asphalt Concrete Binder Course Menggunakan Asphalt Mixing Plant (AMP) Pada PT. Alhas Jaya Group di Aceh Utara
Asphalt Mixing Plant (AMP) is used to produce asphalt mixtures. Type of asphalt used in this research is the Asphalt Concrete Binder Course (AC – BC). This study aims to determine the stages of the asphalt manufacturing process and material needed using the Asphalt Mixing Plant (AMP) in one day of production. The method used in this research is the interview method and the direct observation method to the location of the Asphalt Mixing Plant PT. Alhas Jaya Group. There are three stages to produce the Asphalt Concrete Binder Course (AC – BC). The first stage includes hard asphalt, heating, hot asphalt preparation, and weighing. The second stage begins with stockpiling aggregates, transporting aggregates into cold bin, drying/heating, filtering aggregates, and weighing. The third stage is the preparation of additional materials (if needed) and weighing. Producing asphalt concrete binder course for one day of production consist of 15-20 mm coarse aggregate of 90 tons/day or 70 m3/day, 0-5 mm fine aggregate of 72 tons/day or 49 m3/day, fine sand of 88 .2 tonnes/day or 60 m3/day, rock ash of 90 tonnes or 62 m3/day and asphalt of 19.8 tonnes/day or 19 m3/day
Analisis Persedian Bahan Baku Aspal Curah Di Asphalt Mixing Plant (AMP) Dengan Menggunakan Metode Economic Order Quantity Di PT.Wirataco Mitra Mulia
PT.Wirataco Mitra Mulia Merupakan Perusahaan yang bergerak di bidang penimbunan dan pengaspalan jalan batas pidie – Meulaboh. PT.Wirataco Mitra Mulia memiliki bagian produksi yang terdiri dari beberapa stasuin kerja antara lain persiapan bahan baku, filter coalbin, proses pengeringan agregat, penimbunan dan Asphalt Mixing Plant (AMP). Untuk Ashphalt mixing plant (AMP) Perusahaan wirataco sering mengalami permasalahaan pada porses order dimana terdapat kekurangan maupun kelebihan pada bahan baku asphalt, Salah satu cara untuk melakukan perencanaan dan penyediaan bahan baku dengan baik adalah dengan menggunakan sistem Economic Order Quantity (EOQ), SIstem EOQ merupakan suatu sistem perencaan dan penjadwalan kebutuhan produk untuk penyediaan baran, dengan menggunakan metode EOQ perusahaan dapat menimalisasi biaya biaya seperti biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Berdasarkan dari hasil penelitian menggunakan Metode EOQ Dengan Nilai EOQ berjumlah 1.912 Ton sebaliknya berlandaskan metode EOQ, industri wajib mengadakan Safety Stock buat memperlancar proses penciptaan sebesar 443.292 Ton/Tahun dan Untuk mengantisipasi terjadinya keterlambatan bahan baku dan berdasarkan metode EOQ PT. Wirataco Mitra Mulia dilakukan titik pesanan kembali (Reorder Point) 1.539 Ton
PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM KAITANNYA DENGAN PROMOSI JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN ACEH JAYA
Assessment Work Performance of Civil Servants In Relation With Promotional structural positions at the Office of Education, Youth and Sports in the Implementation of Government Regulation No. 46 Year 2011 concerning the Work Performance of Civil Servants, in the assessment of job performance should be properly implemented, so that the process of assessment Work Performance of Civil Servants at the Department of Education, Youth and Sports Aceh Jaya in relation to the Promotion of positions in accordance with the Indonesian Government Regulation No. 46 Year 2011 on assessment Job Performance Civil Servants, then in this case any derivative carried on, the the problems 1) How Ratings Work Performance of Civil Servants in Relation with Promotional Structural Position Structural on Education, Youth and Sports of Aceh Jaya, 2) What factors supporting and Performance Assessment Employee Work in Relation to the Promotion of structural positions on Education, Youth and Sports Aceh Jaya with Objective 1) to assess and analyze the assessment work performance of employees of State civil in Relation to the Promotion of structural positions at the Office of Education, Youth and Sports Aceh Jaya and 2) to identify and analyze the factors Factors supporting and inhibiting job performance ratings civil servants in relation to the Promotion of structural positions at the Department of Education, Youth and Sports Aceh Jaya, researchers used a descriptive approach qualitative (descriptive qualitative research), with the conclusion of this research is to show discussion that the role of the Office of Education, Youth and Sports of Aceh Jaya district, in conducting an assessment of the work performance of employees of Civil Government in relation to the Promotion of structural positions so that the presence of a vote then optimally, would create an obstacle that there is going to be resolved and to do well so that with the system penilaiaan Job Performance Civil Servants, will be rising in stature, quality and service to the community at the Department of Education, Youth and Sports of Aceh Jaya district.Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil Dalam Kaitannya Dengan Promosi Jabatan Struktural Pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dalam Implementasi peraturan pemerintah nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil, dalam melakukan penilaian prestasi kerja harus dilaksanakan sebagaimana mestinya, agar proses dalam Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Jaya dalam kaitannya dengan Promosi Jabatan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2011 tentang penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil, maka dalam hal ini setiap turunan yang di laksanakan, Adapun Rumusan masalah 1) Bagaimana Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil Dalam Kaitannya Dengan Promosi Jabatan Struktural Struktural pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Jaya, 2) Apakah Faktor-faktor pendukung dan penghambat Penilaian Prestasi Kerja Pegawai dalam Kaitannya dengan Promosi Jabatan Struktural pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Jaya dengan Tujuan Penelitian 1) untuk mengetahui dan menganalisis penilaian Prestasi kerja pegawai Negeri sipil dalam Kaitannya dengan Promosi Jabatan Struktural Pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Jaya dan 2) untuk mengetahui dan menganalisis Faktor-faktor yang mendukung dan penghambat penilaian Prestasi kerja pegawai Negeri Sipil dalam kaitannya dengan Promosi Jabatan Struktural pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Jaya, peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif (descriptive qualitative research), dengan kesimpulan dalam penelitian ini adalah untuk pembahasan menunjukkan bahwa peran dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Jaya, dalam melakukan suatu penilaian prestasi kerja pegawai Negeri Sipil dalam kaitanya dengan Promosi Jabatan Struktural sehingga dengan adanya suatu penilaian maka secara optimal, akan membuat suatu hambatan yang ada akan dapat terselesaikan dan Dapat dilakukan dengan baik sehingga dengan adanya sistem penilaiaan Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil, akan meningkatnya mutu, kualitas dan pelayanan terhadap masyarakat pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Jay
PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MELALUI SUPERVISI AKADEMIK PADA SMP NEGERI 1 DARUL HIKMAH KABUPATEN ACEH JAYA
The role of teachers in education is very important. To establish the professionalism of teachers in the learning process can not be separated from the role of the principal as academic supervision to enhance the competence and professionalism of teachers in the learning process, it needs to be done megingat the quality of education and the quality of the learning process is a necessity and at the same time claim that fundamental to educate nation and develop human resources in Indonesia. The problem (1) How to increase the professionalism of teachers through academic supervision at SMP Negeri 1 Darul Hikmah Aceh Jaya district. (2) What are the factors that support and hinder the improvement of the professionalism of teachers through academic supervision at SMP Negeri 1 Darul Hikmah Aceh Jaya district. The research objective is to: (1) Analyzing the increase in professionalism of teachers through academic supervision at SMP Negeri 1 Darul Hikmah Aceh Jaya district. (2) Analyze the factors supporting and enhancing the professionalism of teachers through academic supervision. The method used is a qualitative method. Data was collected through interviews, observation and documentation. The informants are school superintendents, principals, vice-principals, teachers and heads of administration. The results showed that: 1) An increase in the ability of teachers to planning, implementation and assessment of student learning outcomes is done through the implementation of the supervisory colleges. In summary: 1) The academic supervision can improve teachers' mastery of teaching materials, lesson planning, implementation and usage of learning media. 2) factors affecting the increase in the professionalism of teachers through academic supervision is supervisor competence, pedagogical competence of teachers, motivation, organizational work environment. 3) Solutions to enhance the professional competence of teachers should be done by creating a harmonious relationship between teachers and supervisors in sharing the role of supervising teachers and cooperation with the principal in formulating work programs that are needed for teachers to improve their professional skillsPeran guru dalam dunia pendidikan sangat penting. Untuk mewujudkan profesionalisme guru dalam proses pembelajaran tidak bisa terlepas dari peran serta kepala sekolah sebagai supervisi akademik untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru dalam proses pembelajaran, hal ini perlu dilakukan megingat mutu pendidikan dan kualitas dalam proses pembelajaran merupakan suatu kebutuhan dan sekaligus tuntutan yang mendasar untuk mencerdaskan bangsa dan mengembangkan sumber daya manusia di Indonesia. Rumusan masalah (1) Bagaimanakah peningkatan profesionalisme guru melalui supervisi akademik pada SMP Negeri 1 Darul Hikmah Kabupaten Aceh Jaya. (2) Faktor-faktor apa saja yang mendukung dan menghambat peningkatan profesionalisme guru melalui supervisi akademik pada SMP Negeri 1 Darul Hikmah Kabupaten Aceh Jaya. Tujuan penelitian adalah untuk: (1) Menganalisis peningkatan profesionalismen guru melalui supervisi akademik pada SMP Negeri 1 Darul Hikmah Kabupaten Aceh Jaya. (2) Menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat peningkatan profesionalisme guru melalui supervisi akademik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan penelitian adalah pengawas sekolah, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru dan kepala tata usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) Adanya peningkatan kemampuan profesionalisme guru terhadap perencanaan, pelaksanaan dan penilaian hasil belajar siswa yang dilakukan melalui pelaksanaan supervisi akademi. Kesimpulannya: 1) Pelaksanaan supervisi akademik dapat meningkatkan profesionalisme guru terhadap penguasaan materi bahan ajar, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan penggunanaan media pembelajaran. 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan profesionalisme guru melalui supervisi akademik adalah kompetensi supervisor, kompetensi pedagogik guru, motivasi, organisasi lingkungan kerja. 3) Solusi dalam meningkatkan kompetensi profesional guru sebaiknya dilakukan dengan menciptakan hubungan yang harmonis antar guru dan supervisor dalam berbagi peran melakukan supervisi guru dan kerjasama dengan kepala sekolah dalam merumuskan program-program kerja yang sangat dibutuhkan guru dalam meningkatkan kemampuan profesionalnya
PEMBINAAN PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN AGAMA BAGI SANTRI PADA DAYAH DARUL ULUM TANOH MIRAH: (Implementasi Qanun Nomor 5 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan)
Dayah Darul Ulum Tanoh Mirah Bireuen housed a very strategic place their children in order to gain knowledge of pure religion of Islam. However, in the provision of education and learning not fully in accordance with the Qanun No. 5 of 2008 concerning the provision of education, this can be seen from the increase in the number of students is not significant, the number of teachers who detachment from boarding the famous example of Egypt did not exist at all. Thus, the addition of the religious knowledge of the students is only about the science teachers who are already there. Likewise, the addition of supporting educational facilities is not so prominent. Absorption technology is also not reliable in this dayah, which resulted in a lot of students do not get a new technology that can support the knowledge of the students. The formulation of the problem in this research is how the coaching education and any supporting factors and obstacles to the development of education and learning to improve the religious knowledge for students at Darul Ulum Islamic boarding school Tanoh Mirah Bireuen. This study uses qualitative methods, data collection through interviews, documentation and observation. Mechanical examination of the validity of data using four criteria. The research found that coaching education and learning in Darul Ulum Islamic boarding school environment Tanoh Mirah is done in the classroom and coaching outside of formal learning. Pattern formation is done during the learning process is handled by teaching part, the head of the education unit, and the entire teaching staff. Guidance so that learners do not commit violations, demanding headmaster / principal and pro-active Gure on learners. From the results of this study concluded that the development of education and learning to improve the religious knowledge for students at Darul Ulum Islamic boarding school Tanoh Bireuen Mirah performed does not fully comply Qanun No. 5 of 2008 due to lack of funds and infrastructure