eJournal Universitas Iskandarmuda
Not a member yet
532 research outputs found
Sort by
PENGARUH TINGGI LANJARAN DAN PEMBERIAN PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tinggi lanjaran dan pemberian pupuk kandang yang tepat serta interaksi antara ke dua faktor tersebut terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan, ada dua faktor yang diteliti yaitu, tinggi lanjaran (2.0 m, 2.5 m, dan 3.0 m) dan pemberian pupuk kandang (10 ton/ha, 12.5 ton/ha, dan 15 ton/ha). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tinggi lanjaran berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman kacang panjang umur 15, 30 dan 45 hari setelah tanam (hst), jumlah cabang umur 30 dan 45 hst, panjang buah dan jumlah buah. Pemberian pupuk kandang berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman kacang panjang umur 15 hst, berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 hst, jumlah cabang umur 30, berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 45 hst jumlah cabang umur 45hst, panjang buah dan jumlah buah. Tidak terdapat interaksi antara pemberian pupuk kandang dan pupuk organik cair terhadap semua parameter yang diamati
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH AKIBAT PEMBERIAN KOMPOS DAN PUPUK FOSFAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah akibat pemberian kompos dan pupuk fosfat serta interaksi antara kedua faktor tersebut, dilaksanakan di dusun Blang Phon Gampong Saree Aceh, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4 x 3 dengan 3 ulangan. Ada dua faktor yang diteliti yaitu: dosis kompos (K) terdiri dari empat taraf perlakuan : K0 = 0 ton/ha, K1 = 5 ton/ha, K2 = 10 ton/ha, K3 = 15 ton/ha dan dosis pupuk fosfat (P) terdiri dari tiga taraf perlakuan : P1 = 50 kg/ha, P2 = 100 kg/ha, P3 = 150 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis kompos berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15 dan 45 hst, jumlah polong berisi per tanaman, berat polong kering per plot netto, dan berat biji kering per tanaman, serta berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada 30 hst. Dosis pupuk fosfat berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah polong berisi per rumpun, berat polong kering per plot netto, dan berat biji kering per plot netto, namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15, 30, dan 45 hst. Terdapat interaksi yang sangat nyata antara perlakuan dosis kompos dan dosis pupuk fosfat terhadap berat polong kering per plot netto dan berat biji kering kacang tanah per tanaman, dan terdapat interaksi yang nyata terhadap jumlah polong berisi per tanaman
Kinerja Aparatur Sipil Negara Pada Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Aceh
In the performance of the State Civil Apparatus directed at creating an effective, efficient and responsive government administration process to the aspirations of the community as well as improving the integration of planning, implementation, supervision and control of the activities of all government institutions. Therefore, it is necessary to have the quality of work, namely accuracy in the form of quality accuracy in carrying out tasks as well as punctuality and accuracy in the form of hard work and discipline. Then work ability is needed, namely education in the form of educational background and knowledge insight, and also requires training, namely in the form of training methods, training objectives and training objectives. However, the reality is that there is still a lack of capacity and performance in the Aceh Environment and Forestry Service. The purpose of this study was to: (1) To identify and analyze the quality of work of the State Civil Servants at the Aceh Environment and Forestry Service. (2) To determine and analyze the work capacity of the State Civil Apparatus at the Aceh Environment and Forestry Service. By using a qualitative approach research method that is using triangulation techniques by means of observation, interviews, and document analysis. Results The quality of work of state civil servants at the Aceh Environment and Forestry Service has been implemented because when doing a job process, the employee will do it carefully and carry out the work, but the work capacity of state civil servants at the Environmental Service has not been properly implemented. Life and Forestry in Aceh this is due to the fact that there are still a number of positions that are not in accordance with the educational background and knowledge insights that are still lacking by employees at the Aceh Environment and Forestry Service
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT TEHADAP KONSENTRASI PUPUK DAUN DAN PUPUK HAYATI
The purpose of this research to find the response of tomato plant to growth and yield due to concentrations of foliar fertilizer and biofertilizer as well as the interaction between these two factors, carried out at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Iskandarmuda University, Surien Village, Meuraxa District, Banda Aceh, from February to June 2021. This research used Completely Randomized Design 4x3 factorial pattern with 3 replications. There were 2 factors studied, namely the concentration of foliar fertilizers (0, 1.5, 3.0, 4.5 ml/l water) and the concentration of biofertilizers (0, 5, 10 ml/l water). The results showed that the concentration of foliar fertilizers had a significant effect on plant height at age of 15 DAP and had not significant effect on plant height at 30 and 45 DAP, number of productive branches at 60 DAP, number of fruit per plant and weight of fruit per plant. The concentration of biofertilizers had a very significant effect on the number of productive branches at 60 DAP, the number of fruit per plant, fruit weight per plant, had a significant effect on plant height at 15 and 30 DAP, and had no significant effect on plant height at 45 DAP. There was no significant interaction between concentrations. foliar fertilizers and biological fertilizers on all growth and yield variables of tomato plants.Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon tanaman tomat terhadap pertumbuhan dan hasil akibat konsentrasi pupuk daun dan pupuk hayati serta interaksi antara kedua faktor tersebut, dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Iskandarmuda Desa Surien Kecamatan Meuraxa Banda Aceh, dari Februari sampai dengan Juni 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 4x3 dengan 3 ulangan. Ada 2 faktor yang diteliti yaitu konsentrasi pupuk daun (0, 1.5, 3.0, 4.5 ml/l air) dan konsentrasi pupuk hayati (0, 5, 10 ml/l air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk daun berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15 hst dan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 30 dan 45 hst, jumlah cabang produktif umur 60 hst, jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman. Konsentrasi pupuk hayati berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah cabang produktif t umur 60 hst, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 dan 30 hst, berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 45 hst. Tidak terdapat interaksi yang nyata antara konsentrasi pupuk daun dan pupuk hayati terhadap semua peubah pertumbuhan dan hasil tanaman tomat
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TUNGGAK
This study aims to determine the concentration of liquid organic fertilizer and the appropriate spacing and the interaction between these two factors on the growth and yield of cowpea plants. This study used a 3x3 factorial randomized block design (RAK) with three replications, there were two factors studied, namely: 1. Liquid organic fertilizer (P) consisting of 3 treatment levels: 3 cc/l water (P1), 6 cc /l water (P2), and 9 cc/l water (P3), 2. Spacing, consisting of 3 levels of treatment, namely: 20 cm x 20 cm (J1), 30 cm x20 cm (J2), and 40 cm x 20 cm (J3). The results showed that liquid organic fertilizers with various concentrations had no significant effect on plant height and stem diameter at the ages of 15, 30, and 45 days after planting (dap), number of flowers, number of fruits, and fruit length of cowpea plants. Plant spacing with various settings had no significant effect on plant height and stem diameter at the ages of 15, 30, and 45 dap, number of flowers, number of fruits, and fruit length of cowpea plants.There was no significant interaction between the application of liquid organic fertilizer and plant spacing on plant height and stem diameter at the ages of 15, 30, and 45 days after planting, number of flowers, number of fruits, and fruit length of cowpea plants.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair dan jarak tanam yang tepat serta interaksi antara kedua faktor terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tunggak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok(RAK) pola faktorial 3x3 dengan tiga ulangan, ada dua faktor yang diteliti, yaitu : 1. pupuk organik cair (P) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan : 3 cc/l air (P1), 6 cc/l air (P2), dan 9 cc/l air (P3), 2. Jarak tanam, terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu : 20 cm x 20 cm (J1), 30 cm x20 cm (J2), dan 40 cm x 20 cm (J3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair dengan berbagai konsentrasi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang pada umur 15, 30, dan 45 hari setelah tanam (hst), jumlah bunga, jumlah buah, serta panjang buah tanaman kacang tunggak. jarak tanam dengan berbagai pengaturan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang pada umur 15, 30, dan 45 hst, jumlah bunga, jumlah buah, serta panjang buah tanaman kacang tunggak. Tidak terdapat interaksi yang nyata antara pemberian pupuk organik cair dan jarak tanam terhadap tinggi tanaman dan diameter batang pada umur 15, 30, dan 45 hst, jumlah bunga, jumlah buah, serta panjang buah tanaman kacang tunggak.
 
KEWENANGAN HAKIM MELAKSANAKAN MEDIASI PADA PERKARA ISTBAT NIKAH DALAM RANGKA PENYELESAIAN PERCERAIAN
Salah satu alasan pengajuan istbat nikah menurut KHI adalah karena adanya perkawinan dalam rangka penyelesaian perceraian. Persoalannya adalah di satu sisi istbat nikah bukanlah perkara yang wajib dimediasi, di sisi lain perkara perceraian menjadi salah satu perkara yang wajib dimediasi. Penelitian bertujuan untuk menganalisis apakah hakim berwenang melakukan mediasi terhadap istbat nikah dengan alasan perceraian dan bagaimana perspektif asas peradilan cepat serta biaya ringan dalam mengadili perkata istbat nikah dalam rangka penyelesaian perceraian. Kajian menggunakan metode penelitian hukum yuridis empiris. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan hakim dan advokat. Bahan hukum primer yang digunakan terdiri dari UU Perkawinan, KHI dan Perma Nomor 1 Tahun 2016. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim berwenang melaksanakan mediasi dalam perkara istbat nikah dalam rangka penyelesaian perceraian. Perkara pokok dari istbat nikah dalam rangka perceraian adalah perceraiannya sehingga menurut Perma Nomor 1 Tahun 2016 dapat dilaksanakan mediasi karena perkara perceraian merupakan salah satu kasus yang dapat dimediasikan oleh hakim. Permohonan isbat nikah dalam rangka penyelesaian perceraian mengakomodir asas peradilan sederhana, cepat dan biaya ringan karena tidak memerlukan pembuktian yang sulit. Pembuktian dapat dilakukan sekaligus dengan menghadirkan saksi yang menyaksikan terpenuhinya rukun dan syarat sah perkawinan menurut hukum Islam serta telah terjadinya perselisihan secara terus menerus di antara pasangan suami isteri
Analisis Kuat Tekan Beton Dengan Menggunakan Campuran Tandan Kosong Kelapa Sawit ( TKKS ) Sebagai Serat Pada Perencanaan Mutu Beton K-225 Di PT.Socfindo Kabupaten Nagan raya
Beton banyak digunakan dalam industri konstruksi. Hal ini disebabkan fakta bahwa beton dapat ditempa dan tidak akan berubah bentuk seiring waktu.. Beton tetap menjadi bahan bangunan paling umum hingga saat ini. Beton yang komposisi bahannya terdiri dari semen, air, dan agregat atau dengan menambahkan aditif merupakan jenis beton yang paling banyak ditemukan di pasaran. Kekuatan lentur dan kekerasan beton yang rendah membuatnya menjadi bahan konstruksi yang buruk. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang berbeda untuk menahan kuat lentur tersebut, seperti penambahan serat pada campuran beton. Ide dasarnya adalah memperkuat beton secara alami dengan menambahkan serat ke dalam campuran secara acak, sehingga mencegah retak dini akibat beban atau karena panas hidrasi. Pada penelitian ini, bahan campuran serat yang digunakan adalah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS). Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kuat tekan beton dengan menambahkan tandan kosong kelapa sawit sebagai serat pada bahan campuran perencanaan beton K-225. Penelitian ini mengunakan metode kuantitatif dari percobaan untuk mengadakan suatu hasil yang dilakukan di PT. Socfindo kabupaten Nagan Raya. Dari hasil penelitian didapatkan data pada benda uji dengan kekuatan rata-rata, benda uji tanpa additif adalah sebesar 117,111 kg/cm2, benda uji dengan bahan campuran 5% adalah sebesar 56,667 kg/cm2, serta benda uji dengan bahan campuran 7% adalah sebesar 54,400 kg/cm2. Data pengujian yang diperoleh ternyata mutu beton K-225 tidak memenuhi standart kuat tekan beton dan dapat disimpulkan bahwa campuran tandan kelapa sawit tidak memenuhi dari klasifikasi mutu beton K rencana karena kuat tekannya berkurang secara signifikan, berbanding lurus dengan penambahan bahan campuran
Pengaruh Variasi Faktor Air Semen Terhadap Kuat Tekan Beton Dengan Menggunakan Abu Cangkang
Penelitian ini dilatarbelakangi karena masih sedikitnya pemanfaatan cangkang sisa dari bagian tubuh hewan tiram daging, selama ini bagian tubuh hewan lunak tersebut yang digunakan adalah dagingnya. Untuk itu, dalam penelitian ini mencoba menggunakan bahan cangkang pada hewan tiram dalam bentuk abu sebagai bahan tambahan dalam pembuatan beton. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh persamaan regresi dari faktor air semen (FAS) terhadap kuat tekan beton yang menggunakan abu cangkang, cangkang yang digunakan pada penelitian ini adalah cangkang tiram daging (ostreidae) dalam bentuk abu, diuji pada umur 28 hari dengan 4 variasi persentase penggunaan abu cangkang dan 3 faktor air semen. Dari masing-masing variasi persentase abu cangkang yang digunakan pada campuran beton, diperoleh bahwa dengan perubahan faktor air semen (FAS) menghasilkan hubungan terhadap kuat tekan dengan hubungan terkuat berupa persamaan regresi polinomial orde 2. Pada penggunaan 0% abu cangkang menghasilkan persamaan analisis regresi y = -89x2 + 60x + 15,32 dengan r2 = 1,0000. Untuk penggunaan 5% abu cangkang menghasilkan persamaan analisis regresi y = -405,5x2 + 373,65x + 58,76 dengan r2 = 1,0000. Untuk penggunaan 10% abu cangkang menghasilkan persamaan analisis regresi y = -118x2 + 92x + 6,94 dengan r2 = 1,0000. Untuk penggunaan 15% abu cangkang menghasilkan persamaan analisis regresi y = -110x2 + 78,5x + 8,29 dengan r2 = 1,0000. Hal ini ditunjukkan bahwa pada setiap persentase yang digunakan, kuatnya hubungan ini menghasilkan nilai r2 sebesar 1,0000. Dengan eratnya hubungan ini maka pada setiap plot titik koordinat antara variabel bebas, yaitu faktor air semen menghasilkan pengaruh terhadap kuat tekan beton yang erat. Berdasarkan pada hasil dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar persamaan yang paling mendekati model persamaan adalah pada persamaan analisis regresi polinomial orde 2
ANALISIS DAMPAK COVID-19 TERHADAP KUANTITAS NASABAH PRODUK PENDANAAN (Studi pada Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Pembantu Lhokseumawe)
Covid-19 at Bank Muamalat has also made customers from funding products experience a decrease in customer quantity. The spread of the corona virus and implementing social restrictions have weakened the performance and capacity of banks, especially funding, because one of the marketing strategies of Bank Muamalat Lhokseumawe Sub-Branch Office is the door to door method. Where this method is Bank Muamalat's way to attract customers. The purpose of this study was to determine the impact of Covid-19 on the quantity of funding product customers at Bank Muamalat Indonesia Lhokseumawe Sub-Branch Office by comparing before and during Covid-19. In this study, researchers want to see the quantity of customers in funding products which include savings products, current accounts, and deposits before and during Covid-19. The test uses a different test, namely the paired sample t-test and the sign-wixolcon test. The results obtained that there are significant differences in the number of customers in savings products, current accounts and time deposits. From the results, it can be concluded that there is an impact of Covid-19 on the quantity of funding product customers at Bank Muamalat Indonesia Lhokseumawe Sub-Branch Offic
Analisa Sistem Kelistrikan Pada Kapal Motor Penumpang Tanjung Burang
Kapal KMP. Tanjung Burang adalah kapal transportasi yang melayani rute Banda Aceh – Sabang, Sistem penyaluran tenaga listrik kapal KMP. Tanjung Burang menggunakan mesin pembangkit khusus yang tahan terhadap goncangan di lautan dalam jangka waktu lama. Pembangkit listrik pada kapal KMP.Tanjung Burang berfungsi untuk menjalankan semua beban listrik yang dibutuhkan kapal seperti motor penarik pintu kapal, alat navigasi, penerangan, dan kebutuhan yang lainnya untuk kegiatan transportasi dan penyebrangan Banda Aceh - Sabang. Pembangkit yang digunakan adalah dua buah generator dimana satu buah generator bantu kanan dengan daya sebesar 80 kVA, satu generator bantu kiri dengan daya sebesar 80 kVA dengan masa kerja masing-masing selama 12 jam. Oleh sebab itu kapal KMP. Tanjung Burang sangat membutuhkan analisa terhadap jumlah daya terpasang, kapasitas pengaman yang digunakan dan luas penampang kabel yang digunakan agar sesuai dengan Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL). Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan jumlah daya terpasang,, kapasitas pengaman , dan luas penampang kabel yang digunakan pada kapal KMP. Tanjung Burang agar sesuai dengan PUIL. Hasilnya, daya yang terpasang pada kapal KMP. Tanjung Burang adalah 51 kVA, kapasitas pengaman dipanel 1 adalah 32 Amp dan kapasiatas pengaman di panel 2 adalah 80 Amp. Untuk luas penampang kabel pada panel 1 adalah 2,5 mm2 dan luas penampang kabel pada panel 2 adalah 10 mm2 . Semua sistem kelistrikan pada kapal KMP. Tanjung Burangrancangannya sudah sesuai dengan standart PUIL