eJournal Universitas Iskandarmuda
Not a member yet
    532 research outputs found

    The Correlation between Self-Confidence and Students' English Speaking Ability of SMP Negeri 2 Darul Imarah

    No full text
    This study aims at identifying and describing the correlation between self-confidence and English-speaking skill. This research was conducted because the writer wanted to see how significant the influence between self-confidence and students’ speaking ability of SMPN 2 Darul Imarah Aceh Besar in class 8A. This study collected data in a different way in which this research prepared a test in form of self-introduction. Moreover, there has been no previous study that tested speaking in a way to build confidence at SMP Negeri 2 Darul Imarah Aceh Besar. The objective of this research is to know whether self-confidence has significantly influence on student’ English speaking ability of SMP Negeri 2 Darul Imarah. The writer used descriptive quantitative research method. This study involved 32 students and collecting data instruments of self-confidence questionnaire and speaking test. The results of the questionnaire determine the category of high confidence, five categories from very low to very high self-confidence. The second data is speaking test using self-introduction topic. The results of the speaking test determine students' speaking skills into five categories: poor, average, good, very good and excellent. After calculating the results of students' scores in speaking and self-confidence. The writer found that students have self-confidence in the high category. Moreover, the correlation coefficient (rxy) is 0.376. That means that the correlation is a low correlation. Based on the data above, the writer compared between rxy and rtable  rxy: r1= 0,376 > 0361,  the  writer concluded that H0 was rejected and H1 was accepted, which means there is a correlation between students' self-esteem and their speaking ability

    Monitoring Pembebanan Trafo Menggunakan Aplikasi SI-UFO-Mobile Di PT. PLN (Persero) ULP Idi

    No full text
    Resiko akibat kegagalan trafo/gardu distribusi  tidak hanya pada kerugian material yang ditimbulkan, tetapi juga pada kemampuan SAIDI/SAIFI yang mempengaruhi kinerja sistem distribusi lebih luas. Mengingat perannya yang sangat penting, maka  penggunaan dan pemeliharaannya wajib dilakukan secara baik dan benar supaya sistem penyaluran daya listrik menjadi baik dan andal. Namun  apabila tidak diperlakukan secara baik maka trafo/gardu distribusi sangat berpotensi  menimbulkan  susut energi (losses) terutama jika pembebanan tidak seimbang atau melebihi kapasitas (overload). Oleh sebab itu perlu dilakukan monitoring dan pengukuran beban secara baik dan sesuai standar agar mendapatkan  informasi yang akurat serta tepat dalam waktu singkat sehingga dapat terjaga mutu pelayanan kebutuhan listrik ke pelanggan. Pada penelitian ini, pengukuran beban trafo dilakukan pada penyulang AT.06 Gardu 225/20 kV berbasis aplikasi SI-UFO Mobile di PLN (Persero) ULP Idi. Aplikasi Si-UFO Mobile merupakan pengembangan dari Monitoring Overload and Underload in Distribution Substation. Aplikasi ini dibuat untuk membantu percepatan dan pencegahan kerusakan transformator akibat beban lebih dan menyampaikan informasi kepada petugas terkait, sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan dan perbaikan lebih dini sebelum trafo mengalami kerusakan. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk monitoring gardu distribusi menggunakan aplikasi Si-UFO Mobile. Hasilnya, aplikasi Si-UFO Mobile mampu memberikan informasi hasil pengukuran trafo/gardu Distribusi yang cepat sehingga dapat diambil tindakan yang lebih cepat dalam menanggani permasalan terkait pembebanan. Penggunaan aplikasi Si-UFO Mobile juga dapat mengurangi besarnya arus yang mengalir pada netral trafo dan juga dapat menyelamatkan nilai kWh dengan total sebanyak 1.921,92 kWh/bulan

    PERBANDINGAN PENGARUH MODEL TIPE STAD DAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI DEBIT DI KELAS V SDN 27 BANDA ACEH

    No full text
    Abstract: Schools still use conventional models when learning which makes learning outcomes low and does not meet the KKM. The study's goal was to compare student learning results in mathematics using the STAD and TGT model, especially in debit material. The chosen research approach is quantitative in nature, employing a Quasy Experiment as the specific type of research design. The population consisted of 52 students, 26 students from Va and 26 students from Vb class. The samples taken were class Va as The first experimental group, known as Class I, utilized the STAD model, while the second experimental group, referred to as Class II, implemented the TGT learning model. The data collection methods employed involved the utilization of tests, the collected data was analyzed using a combination of descriptive and inferential statistical analysis techniques. The sort of research is a quasi-experiment, and the methodology is quantitative. According to the findings obtained from the descriptive statistical analysis of the two groups, The mathematics learning achievement, when employing the cooperative learning model known as STAD, had an average score of 68.08., and the average learning achievement of mathematics using the TGT model was 80.00. The findings from the inferential data analysis demonstrate the statistical significance of the acquisition of tcount 2.049 > ttable 2.008 and sig (0.46 <0.05). Based on the available evidence, it can be inferred that there exist disparities in learning outcomes between fifth grade students at SD Negeri 27 Banda Aceh who use the STAD and the TGT model. Keywords: STAD Model, Application of the TGT Model, Learning Outcomes, Discharge. Abstrak: Sekolah masih menggunakan model pembelajaran konvesional ketika belajar yang membuat hasil belajar siswa rendah dan tidak memenuhi KKM. Tujuan penelitian untuk memporoleh  perbedaan pencapaian belajar siswa yang menggunakan dua model pembelajaran STAD dan TGT pada pelajaran matematika khususnya pada materi debit. Metode penelitian yakni kuantitatif serta Jenis penelitian adalah Quasy Eksperiment. Dalam populasi tersebut, terdapat total 52 siswa, yaitu 26 siswa dari kelas Va dan 26 siswa dari kelas Vb. Sampel yang diambil yakni kelas Va sebagai kelas eksperiment I yang mengimplementasikan STAD serta Vb sebagai kelas eksperiment II yang mengimplementasikan TGT. Data dikumpulkan melalui penggunaan tes. Pengolahan data dilakukan dengan menerapkan metode analisis statistik deskriptif dan inferensial. Menurut temuan yang didapatkan analisis statistik deskriptif kedua kelompok, rata-rata pencapaian belajar matematika dengan memakai STAD adalah 68,08, sedangkan TGT adalah 80,00. Hasil analisis data inferensial menunjukkan signifikansi perolehan nilai thitung 2,049 > ttabel 2,008 dan sig (0,46 < 0,05). Maka bisa diambil kesimpulan terdapat perbedaan pencapaian belajar antara siswa kelas V SD Negeri 27 Banda Aceh yang menggunakan  kooperatif tipe STAD dengan  TGT. Kata kunci : Model STAD, Penerapan Model TGT, Hasil Belajar, Debit

    PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP TO GROUP EXCHANGE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SD NEGERI ILOT

    No full text
    Abstract: This study aims to see the effect of applying the Group To Group Exchange type cooperative learning model on the learning outcomes of fourth grade students at SD Negeri Ilot on style material. The method used in this research is a quantitative approach. The research population was all 21 grade IV students of SD Negeri Ilot who also became the research sample. Data collection was carried out by pre-test and post-test. Data processing uses the N-Gain formula. The results of the data analysis showed that the average pre-test score of student learning outcomes was 54.3 and the average post-test student learning outcomes was 77.1 so that there was an increase in the average N-Gain of students by 0.5 and could be categorized moderate, thus making the Group To Group Exchange type cooperative learning model very effective for use in the Natural Sciences learning process on style material. So it can be concluded that the application of the Group To Group Exchange type cooperative learning model can improve the learning outcomes of fourth grade students at SD Negeri Ilot on style material. Keywords: Learning model type Group To Group Exchange, Learning Outcomes.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group To Group Exchange terhadap hasil belajar siswa kelas IV  SD Negeri Ilot pada materi gaya.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri Ilot yang berjumlah 21 yang sekaligus menjadi sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan tes awal dan tes akhir. Pengolahan data menggunakan rumus N-Gain. Hasil analisis data menunjukkan bahwa perolehan nilai rata-rata pre test hasil belajar siswa adalah 54,3 dan nilai rata-rata post tes hasil belajar siswa adalah 77,1 sehingga terjadi peningkatan rata-rata N-Gain siswa sebesar 0,5 dan dapat dikategorikan sedang, sehingga menjadikan model pembelajaran kooperatif tipe Group To Group Exchange sangat efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam pada materi gaya. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group To Group Exchange dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Ilot pada materi gaya. Kata kunci: Model pembelajaran tipe Group To Group Exchange, Hasil Belajar

    Evaluasi tarif angkutan umum minibus L_300 dan minibus jumbo trayek Langsa -Medan berdasarkan biaya operasional kendaraan (BOK)

    Get PDF
    Transportasi merupakan salah satu aspek penunjang kemajuan suatu daerah terutama dalam kegiatan perekonomianya, hal ini tidak lepas dari pengaruh pertambahan jumlah penduduk. Semakin bertambahnya jumlah penduduk maka semakin meningkat kebutuhan srana dan prasarana transportasi. Kota Langsa Berjumlah ± 185.971jiwa melakukan berbagai kegiatan dan kegiatan. Warga kota Langsa sering melakukan perjalanan ke Medan dengan transportasi darat seperti L-300 dan jumbo dan Jumlah angkutan umum di loket terus bertambah dari waktu ke waktu dan jumlah armada yang tidak sebanding dengan kebutuhan pengguna jasa angkutan . Jika hal ini tidak diharapkan jumlah pengiriman perlu dihitung ulang di loket karena penyedia layanan transportasi hanya akan mengganti kerugian baik pengguna maupun operator layanan transportasi . Angkutan darat khususnya angkutan umum perkotaan melayani salah satu fungsi utama angkutan manusia untuk melakukan aktivitas sehari hari yang perlu memberikan pelayanan secara cepat, aman, murah dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tarif angkutan umum berdasarkan biaya operasional kendaraan minibus L-300 dan minibus jumbo. Pengumpulan data dengan survey dilapangan langsung dengan melakukan wawancara dengan pemilik angkutan. Hasil wawancara ini adalah tarif BOKuntuk angkutan umum minibus L-300 sebesar Rp.28,399/penumpang dan besaran tarif berdasarkan BOK untuk angkutan umum minibus Jumbo sebesar Rp.22.980/penumpang

    Variation in Word Formation and Lexical Choice: A Stylistic Translation of “Asahan Dalam Angka 2015” Text

    Get PDF
    In case of recent global and social changes, academic fields under language and communication pay their interests in various forms of translation, for instance, official text. Translating official text very often meets a gap, that is, inappropriate meanings in the target text. Therefore, the aims of the study are to identify the stylistic approaches that contribute to the translation of the ST into the TT in terms of stylistic qualified translation and to identify the translation accepted by the native speakers of TT. Equivalence in meaning which is a central meaning-focused in the translation work has not been done well by the translator. The farther its equivalence is the farther the gap is. The gap, however, leads to a misunderstanding of the text. Misunderstanding of the text will either spoil the ideas or loosen the information of the source text. Word Formation Variation (WFV) 19 data (14.61 %), and Lexical Choice Variation (LCV) 28 data (21.53%)

    The Analysis of Locutionary, Illocutionary, and Perlocutionary of Speech Acts in the Short Story "Rembulan dalam Cappuccino" by Seno Gumira Ajidarma

    Get PDF
    The aims of this research are to analyze and to identify the forms of locutionary, illocutionary, and perlocutionary of speech acts in “Rembulan dalam Cappuccino” short story by Seno Gumira Ajidarma. The locutionary, illocutionary, and perlocutionary of speech acts are the scope of Pragmatics where we know, one of the fields of linguistics that studies language along with its context is also called pragmatics. Basically, pragmatics is a scientific study that studies how a language is used in communication. In contrast to linguistics which studies and discusses the structure of language internally, pragmatic studies examine the meanings of external lingual units. The approach used in this research is qualitative approach with a pragmatic study. Then, the research method used in this research is a qualitative descriptive method. The data and data sources used in this study is “Rembulan dalam Cappuccino” short story by Seno Gumira Ajidarma, and other sources such as books, articles, journals, and previous research that related to the locutionary, illocutionary, and perlocutionary of speech acts study. The data collection technique that writer used is library research, with data analysis technique in the form of identifying and classifying data, analyzing and presenting data, and conclusion or verification. The result showed that there were 15 dialogues that contain types of locutionary, illocutionary, and perlocutionary of speech acts from a total of 25 dialogues in that short story. As many as 13 dialogues that containing the type of locutionary, 15 dialogues that containing the types of illocutionary, and 1 dialogue which is a type of perlocutionary of speech acts

    Peran Bidang Program Pada Dinas Pupr Kabupaten Aceh Barat Dalam Pembangunan Jalan

    No full text
    Pembangunan jalan di Kabupaten Aceh Barat memerlukan peran pemerintah dalam perencanaan pembangunan jalan yang akan dilakukan dalam daerah,melalui Bidang Program Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Aceh Barat. Adapun tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana peran Bidang Program Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dalam perencanaan pembangunan jalan di lingkup Kabupaten Aceh Barat. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggambarkan obyek yang di teliti. Dari hasil penelitian ini di dapatkan bahwa Bidang Progarm Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah melaksanakan perannya dalam pembangunan jalan di lingkup Kabupaten Aceh Barat. Melalui beberapa tahapan yaitu mendapatkanusulan dari masyarakat, diteruskan ke instansi-instansi terkait meliputi Kepala Desa, Camat, dan Bupati, lalu ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yang akan di bahas langsung pada MUSRENBANG (Musyawarah Rencana Pembangunan). Melalui evaluasi dan seleksi hasil Musrenbang sehingga diperoleh bahwasanaya dalam kemajuan suatu wilayah, pembangunan Infrastruktur sangat perlu untuk diperhatikan oleh pemerintah, terlebih utama yaitu jalan, jalan merupakan akses utama yang harus dilaksanakan oleh sebab itu jalan menjadi prioritas dalam program perencanaan pekerjaan

    Faktor – Faktor Keterlambatan Material Jalan Pada Proyek Peningkatan Jalan Trumon Batas Singkil

    Get PDF
      Sebuah proyek kontruksi pasti akan terjadi beberapa kendala pada pekerjaan proyek tersebut, ada dua kendala yang biasa terjadi yaitu kendala yang diluar perhitungan perencana dan kendala yang memang sudah diperhitungkan. Kendala-kendala tersebut yang membuat sebuah proyek kontruksi tidak berjalan sesuai rencana. Jika sebuah proyek kontruksi mengalami keterlambatan dan keterlambatan itu membuat sebuah proyek tersebut menambah waktu bekerja maka akan menyebabkan kerugian bagi beberapa pihak yang bersangkutan dengan owner dan kontraktor.  Keterlamabatan proyek juga sangat sering terjadi karena para pelaku proyek sering menganggap remeh dengan pekerjaan tersebut dan tidak menjadikan kesalahan itu sebagai pembelajaran baginya. Dari keterlambatan itu juga akan terjadinya dampak , yaitu menurunnya kualitas karena pekerjaan karena terpaksa di kerjakan dengan lebih cepat agar tidak memakan waktu yang semakin banyak. Ada beberapa kendala pada PT. X yaitu seperti kendala pada jarak material, kekurangan alat ataupun alat ada yang rusak, kemudian pengaruh cuaca yang tidak dapat kita prediksi dan membuat pekerjaan tertunda atau bisa jadi masalah keuangan yang belum dicairkan. Untuk perjalanan material dibutuhkan waktu 2-3 jam jika keadaan cuaca normal akan tetapi jika keadaan cuaca hujan makan jalan akan sangat licin. Jalan yang dilalui pun terjal karena daerah pegunungan. Maka dari itu akan membutuhkan 3-4 jam perjalanan Sedangkan pada lapangan kerja material tersebut sangat dibutuhkan. Dari ketiga tempat pengambilan yaitu di kota fajar , gunung kapur dan pada amp subulussalam semua nya melalui gunung. Maka dari itu para supir mobil dump truck harus memiliki peta terperinci agar tidak terjadi kecelakaan maupun mobil terbalik

    Kewenangan Pengadilan Agama dalam Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah

    Get PDF
    This study aims to determine and understand the authority of the Religious Courts in dispute resolution and the principles of handling sharia banking disputes. This type of research is a qualitative research with a juridical approach. The results of this study indicate that the enactment of Law No. 3 of 2006 concerning amendments to Law No. 7 of 1989 concerning the Religious Courts has provided a legal umbrella for the application of sharia economic disputes in Indonesia which is the authority of the Religious Courts. Settlement of disputes related to Islamic banking economic activities can be resolved in two ways, namely litigation and non-litigation. In addition, with the change in the legislation of the Religious Courts providing an extension of authority to the Religious Courts, this can be seen from the amendments to the Judicial Law which contained two amendments, in which the first amendment was from Law No. 7 of 1989 to Law No. 3 of 2006. There are 42 articles that have been added and changed, and in the second amendment, namely Law No. 7 of 1989 to Law No. 50 of 2009 there are 24 articles that were added and changed

    146

    full texts

    532

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Universitas Iskandarmuda
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇