eJournal Universitas Iskandarmuda
Not a member yet
    532 research outputs found

    Analisa Produktivitas Tenaga Kerja Terhadap Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Proyek Pusdalops Tahap III Kota Banda Aceh

    No full text
    Produktivitas tenaga kerja menentukan keberhasilan pelaksanaan suatu proyek konstruksi. Permasalahan penelitian ini membandingkan produktivitas tenaga kerja terhadap biaya dan waktu berdasarkan perencanaan dengan realisasi. Bertujuan untuk mengetahui waktu dan biaya pelaksanaan pekerjaan berdasarkan perencanaan dengan realisasi di lapangan. Manfaat yang diharapkan adalah agar dapat di pakai sebagai bahan pertimbangan dalam memperkirakan biaya dan waktu proyek pembangunan konstruksi terutama biaya dan waktu dari masing-masing item pekerjaan dan dapat dipakai sebagai acuan dalam penjadwalan dan biaya tenaga kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yaitu pengumpulan data. Ruang lingkup dalam penelitian ini item pekerjaan yang ditinjau pada pekerjaan Lantai II, Lantai III yaitu pekerjaan beton cor, pekerjaan pemadatan beton (vibrator), pekerjaan pembesian, pekerjaan bekisting, pekerjaan dinding dan plesteran, pekerjaan atap dan pekerjaan lantai. Penjadwalan waktu menggunakan software microsoft project 2016. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan hasil dari perhitungan tersebut produktivitas tenaga kerja di lapangan, waktu yang dikerjakan 153 hari dari 175 hari perencanaan dan biaya yang dikeluarkan berjumlah Rp. 574.560.000,- dari perencanaan Rp. 704.040.000,- yaitu dengan selisih biaya Rp. 129.480.000,- didapat sebesar 120%, sehingga produktivitas tenaga kerja di lapangan lebih menguntungkan 20% dari perencanaan

    the PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH: PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH

    No full text
    PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG DAN JARAK TANAM TERHADAPPERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAHNurlia Farida, Ruhalena Wilis*, ElvianiDosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Iskandar MudaJalan Kampus Unida No. 15 Surien. Banda Aceh*Coresponding e-mail: [email protected] research aims to determine the appropriate dose of manure and plant spacingand also interaction between these two factors on the growth and yield of peanut plants, thisresearch was conducted in Gampong Lamtui, Kuta Cot Glie District, Aceh Besar Regency,this research started from March to May 2021. This study used a 3x3 factorial RandomizedBlock Design (RBD) with 3 replications. There are two factors studied, namely the manuredose factor (10, 20, 30 tons/ha) and the spacing factor (40 cm x 20 cm, 40 cm x 30 cm, and40 cm x 40 cm). The results showed that manure had a very significant effect on peanutplant height at 45 dap, number of productive branches. and the weight of 100 dry seeds,significantly affected the number of fruity pods per hill, but had no significant effect onpeanut plant height at 15 and 30 daps. Plant spacing has a significant effect on peanut plantheight at the age of 45 dap, no significant effect on peanut plant height at 15 and 30 dap,number of productive branches,number of fruitful pods per clump, and weight of 100 drypeanut seeds. There was no significant interaction between manure dosage and spacing onthe growth and yield of peanut plant.Keywords: Manure Fertilizer Dosage , Plant Spacing, Peanut,AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kandang dan jarak tanamyang tepat serta interaksi antara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan dan hasiltanaman kacang tanah, dilaksanakan di Gampong Lamtui Kecamatan Kuta Cot GlieKabupaten Aceh Besar mulai dari bulan Maret sampai dengan Mei 2021. Penelitian inimenggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3x3 dengan 3 ulangan. Ada2 faktor yang diteliti yaitu dosis pupuk kandang (10, 20, 30 ton/ha) dan jarak tanam (40 cmx 20 cm, 40 cm x 30 cm, dan 40 cm x 40 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosispupuk kandang berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 45 hst, jumlahcabang produktif, dan berat 100 butir biji kering, berpengaruh nyata terhadap jumlah polongbernas per rumpun, namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 dan 30hst. Jarak tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tinggi tanaman 45 hst, namunberpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 dan 30 hst, jumlah cabangproduktif, jumlah polong bernas per rumpun dan berat 100 butir biji kering. Tidak terdapatinteraksi antara dosis pupuk kandang dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasiltanaman kacang tanah.Kata Kunci: Dosis Pupuk Kandang, Jarak Tanam, Kacang Tana

    the PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH: PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH

    No full text
    This research concern about the influence of manure and phosphate fertilizers and their interactionon the growth and yield of peanut plants. This study used a factorial randomized block design(RBD) with 2 factors and 3 replications. The first factor is the dose of manure (K) which consists of3 levels, there was 1.6 kg/field; 3.2 kg/field; and 4.8 kg/field. The second factor is the dose ofphosphate with 3 levels, there was 16 g/bed; 32 g/bed; and 48 g/bed. The results of this study wasthe dose of manure had a significant effect on plant height at 45 dap and the number of rice pods perclump, but had no significant effect on plant height at 15 and 30 dap, the number of productivebranches, and the weight of 100 peanut seeds. The best treatment was found at a dose of 4.8kg/field. Phosphate fertilizer doses significantly affected the number of rice pods, but had nosignificant effect on plant height at 15, 30 and 45 dap, number of productive branches, and weightof 100 peanut seeds. The best treatment was found at a dose of 32 g/field. There was no interactionbetween the application of manure and phosphate fertilizers on plant height, number of productivebranches, number of fruitful pods, and weight of 100 peanut seeds.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk kandang dan pupukfosfat yang tepat serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 2 faktor dan 3ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: 1,6 kg/bedeng; 3,2 kg /bedeng; dan 4,8 kg /bedeng. Faktor kedua adalah dosis fosfat dengan 3 taraf yaitu:16 g /bedeng; 32 g /bedeng; dan 48 g /bedeng. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis pupukkandang berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 45 hst dan jumlah polong bernas perrumpun, namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 dan 30 hst, jumlahcabang produktif, dan berat 100 butir biji kacang tanah. Perlakuan terbaik dijumpai pada dosis 4,8kg /bedeng. Dosis pupuk fosfat berpengaruh nyata terhadap jumlah polong bernas, namunberpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15, 30, dan 45 hst, jumlah cabang produktif,dan berat 100 butir biji kacang tanah. Perlakuan terbaik dijumpai pada dosis 32 g /bedeng. Tidakterdapat interaksi antara pemberian pupuk kandang dan pupuk fosfat terhadap tinggi tanaman,jumlah cabang produktif, jumlah polong bernas, dan berat 100 butir biji kacang tanah

    Strategi Penyediaan Air Bersih Secara Kontinuitas dengan Menggunakan Analisis SWOT pada Gampong Lambhuk Kota Banda Aceh

    No full text
    Air bersih merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat termasuk di Gampong Lambhuk Kecamatan Ulee Kareng Banda Aceh. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Kurangnya ketersediaan air bersih di Gampong Lambhuk. Air bersih tidak mengalir secara kontinuitas, namun hanya mengalir tengah malam dengan debit yang kecil. Selain itu air bersih dengan debit yang kecil tersebut juga tampak kurang berkualitas, terkadang air berwarna keruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal serta strategi penyediaan sumber air bersih secara kontinuitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi dan wawancara serta metode kuantitatif melalui penyebaran kuesioner. Narasumber dan responden ditujukan kepada kepada pihak perangkat gampong sebanyak 4 orang, warga/pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Daroy sebanyak 23 orang, Bagian Umum PDAM Tirta Daroy sebanyak 3 orang. Analisis data digunakan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT). Hasil penelitian diperoleh faktor internal untuk strength (kekuatan) dengan rating tertinggi sebesar 3,40 adalah faktor team work pekerja yang relatif baik. Faktor internal untuk weakness (kelemahan) dengan rating tertinggi sebesar 3,33 adalah kewenangan atau kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi unit kerja dan struktur organisasi masih belum memadai. Faktor eksternal untuk opportunity (peluang) dengan rating tertinggi sebesar 3,47 adalah adanya kerjasama dengan pemerintah daerah dan instansi swasta serta potensi jenis sumber air baku yang digunakan. Faktor eksternal untuk threats (ancaman) dengan rating tertinggi sebesar 3,43 adalah masyarakat menggunakan sumur bor. Strategi penyediaan air bersih secara kontinuitas berdasarkan diagram SWOT berada di Kuadran I dengan nilai S-W adalah 0,30 dan nilai O-T adalah 0,20 sehingga strategi yang dapat diterapkan untuk penyediaan air bersih secara kontinuitas adalah dengan menggabungkan kekuatan yang ada dengan peluang (Strategi S-O) dan menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk meraih peluang-peluang yang ada di luar perusahaa

    Pengaruh Komposisi Starter Pada Fermentasi Limbah Cair Tahu Terhadap Kadar Phosphor (P)

    No full text
    The liquid waste of the tofu making process still contains a lot of high phosphorus (P). Instead of being thrown away can pollute, it is used for fertilizer. In order to be easily absorbed by plants, it must be fermented. Tofu liquid waste fermentation process by adding banana peel, cabbage and EM4 bioactivator. The variable used the weight ratio of banana peel to cabbage on the starter, and also the duration of fermentation. In conclusion, the level of phosphorus is greater when the weight ratio of banana peel and cabbage is getting smaller, the highest level is obtained at a fermentation duration of 15 days

    Perencanaan Persediaan Bahan Baku Pupuk Dolomit Menggunakan Metode Material Requirement Planning (MRP)

    No full text
    CV Wahana Jati Persada adalah industry manufaktur penghasil produk berupa pupuk. Produk yang diproduksi adalah pupuk dolomit. Clay kuning dan clay merah merupakan bahan baku dalam pembuatan pupuk dolomit. Permasalahan yang dihadapi oleh Perusahaan adalah sulitnya melakukan prediksi akan kebutuhan inventory, sehingga berdampak pada inventory yang terkadang jumlahnya terlalu banyak dari kebutuhan riel, dan juga terkadang mengalami sebaliknya, yaitu inventory nya mengalami kehabisan. Prediksi tersebut dilakukan dengan melakukan peramalan kebutuhan bahan baku menggunakan metode time series. Berdasarkan hasil analisis dengan mempertimbanga ukuran akurasi terbaik, metode peramalan Weight Moving Average adalah metode terbaik yang digunakan untuk peramalan. Setelah dilakukan peramalam kebutuhan inventory, Langkah berikutnya perlu dilakukan penjadualan produksi yang baik agar penggunaan inventory selama periode produksi dapat dikontrol. Melalui penelitian ini, penggunaan metode Material Requirement Planning (MRP) digunakan untuk melakukan perencanaan kebutuhan material selama periode produksi dengan analisisnya menggunakan teknik lot sizing. Ada dua lot sizing yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Lot For Lot (L4L) dan Lot Economic Order Quantity (EOQ). Berdasarkan hasil analisis, teknik Lot Sizing terbaik adalah Lot For Lot (L4L). Teknik Lot For Lot (L4L) menunjukkan hasil analisis dengan biaya inventory sebesar Rp. 4.830.000,- dibandingkan dengan teknik Lot Economic Order Quantity (EOQ) yang hasil analisisnya menunjukkan biaya inventori sebesar Rp. 5.489.585,-

    Analisis Pengendalian Proyek Dengan Metode Cpm - Pert Pada Proyek Jalan Dalam Kawasan Hotel Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang

    No full text
    Kawasan Tanjung Lesung sudah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dalam Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode CPM dan PERT tujuan dari pemanfaatan CPM di antaranya adalah untuk mengetahui durasi waktu yang dibutuhkan dalam penyelesaian proyek dan untuk mengidentifikasi beragam kegiatan kritis dalam proyek. Pada penerapan metode CPM 85 minggu yang semula berlangsung selama 110 minggu, pada penerapan metode PERT biaya yang dapat dihemat untuk proyek pembangunan Proyek Jalan Dalam Kawasan Hotel Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang waktu pekerjaan proyek dapat dipercepat menjadi 84 minggu yang semula berlangsung selama 110 minggu. Implementasi metode PERT dengan jalur kritis A, B, C dan F mampu memberikan hasil bahwa probabilitas keberhasilan proyek pembangunan Jalan Dalam Kawasan Hotel Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang dapat diselesaikan dalam waktu 85 minggu. Jadi waktu yang dapat dihemat selama pekerjaan pembangunan proyek Jalan  yaitu selama 25 minggu dengan penambahan biaya sebesar Rp. 417.599.000 dengan metode CPM dan waktu yang dapat dihemat selama pekerjaan pembangunan proyek Jalan Dalam Kawasan Hotel Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang dengan metode PERT yaitu selama 24 minggu dengan penambahan biaya sebesar Rp. 442.309.000

    Analisa Model Tarikan Pergerakan Kendaraan Pada Mc Donald’s Di Jalan Sisingamangaraja Medan

    No full text
    Mc.Donald''s di jalan sisingamangaraja, merupakan salah satu jenis tata guna lahan yang memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar untuk menjadi pilihan sebagai tempat makan yang cukup populer.Lokasinya yang strategis serta fasilitas dan juga menu makanannya yang variatif yang menarik banyak masyarakat untuk makan direstaurant tersebut.Sehingga menimbulkan pola pergerakan di tempat tersebut akibat kedatangan masyarakat ke Mc. Donald''s.Penelitian ini dilakukan untuk membuat model yang dapat dilakukan untuk memperkirakan besar tarikan pergerakan ke restaurant Mc. Donald''s serta untuk mengetahui tingkat validitas dari model tersebut berdaasarkan nilai koefisien determinasi. tarikan yang didapatkan dari karakteristik pengunjung dengan pengambilan data quisioner sebanyak 100 sampel dan pemberian nilai poin untuk dihitung dengan aplikasi SPSS guna mengetahui koefisien korelasi antara variabel terikat dan variabel bebas.Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara menghitung jumlah pergerakan kendaraan yang masuk ke area parkir restoran baik yang makan ditempat maupun pembelian Drive Thru, dan mencatat beberapa data dari karakteristik tata guna lahan dan jumlah pegawai. Pengajuan quisioner berdasarkan karakteristik pengunjung untuk menganalisis tarikan pengunjung untuk mendapatkan nilai pengaruh variabel bebas X terhadap variabel terikat Y. Analisis model tarikan  kendaran yang akan datang dilakukan dengan model Detroit. Dari hasil penelitian Tarikan pergerakan kendaraan pada Mc Donald’s SM.Raja Medan 160 Mobil perhari dan 169 sepeda motor perhari.Tarikan berdasarkan karakteristik pengunjung didapatkan model tarikan Y 0,653 + 0,108 X1 + 0,800 X2 + -0,092 X3. dimana X2 memiliki faktor pengaruh paling besar terhadap variabel Y. Dari hasil analisis menggunakan metode Detroit dengan nilai faktor pertumbuhan sebesar 0,9846 yang telah memenuhi syarat batas toleransi,dengan nilai total tarikan kendaraan yang diharapkan sebesar 3072

    Model Tarikan Pergerakan Kendaraan Pada Pasar Langsa Town Square Kota Langsa

    No full text
    Pasar Langsa Town Square merupakan kawasan perdagangan/perbelanjaan paling populer di Kota Langsa, sehingga menjadi salah satu pusat kegiatan perekonomian masyarakat karena terjadinya kegiatan jual beli. Pentingnya fungsi pasar menyebabkan tarikan  yang besar bagi masyarakat untuk bergerak menuju pasar dalam usaha memenuhi kebutuhan hidupnya. Sejak berdirinya pasar, ternyata timbul pergerakan transportasi yang tinggi, banyaknya jumlah pembeli di pasar akan sangat berpotensi menimbulkan kemacetan arus lalu lintas. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan suatu pemodelan tarikan pergerakan kendaraan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variabel apa yang paling mempengaruhi jumlah tarikan kendaraan menuju kawasan pasar dan membuat model tarikan pergerakan kendaraan menuju kawasan pasar sehingga mengetahui besar tarikan pergerakan kendaraan. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara menghitung jumlah kendaraan bermotor yang memasuki pasar serta karakteristik pengunjung pasar Langsa Town Square. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier. Hasil analisis dalam penelitian ini yaitu diperoleh permodelan Y = 37,386 + 0,253 X2 + 0,184 X6 + 0,485 X8 dengan Y adalah tarikan pergerakan satuan mobil penumpang (smp), X2 adalah varian total mobil, X6 adalah pendapatan rata-rata pengunjung, dan X8 adalah jenis moda yang digunakan

    Perbandingan Estimasi Anggaran Biaya Dengan BOW Dan SNI (Studi Kasus : Pembagunan RKB Asrama Santri Putra Dayah Muq Pagar Air, Aceh Besar)

    No full text
    Dalam bidang jasa konstruksi biasa dikenal sebagai perusahaan kontraktor. Maka dari itu, manajemen yang baik sangat penting, terutama dalam hal anggaran Pelaksanaan proyek konstruksi.Metode yang di gunakan ialah Metode BOW,dan yang akan di perbandingkan ialah dengan metode SNI. Lokasi penelitian di Pagar Air, Kabupaten Aceh Besar. Proyek Pembangunan RKB Asrama Santri Putra Dayah MUQ Pagar Air,Aceh besar. Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan referensi dan pengetahuan dibidang penganggaran untuk proyek konstruksi dan menggunakan analisa anggaran yang efisien dan ekonomis. Ruang lingkupnya ialah menghitung Anggaran Biaya Konstruksi,(ABK) pada Pengecoran lantai 2 Asrama Santri Putra. Hasil akhir dari penelitian menunjukan bahwa perhitungan biaya Proyek pembangunan Asrama Santri Putra lantai 2 dengan menggunakan metode BOW sebesar Rp. 740.879.344.000 sedangkan hasil estimasi biaya menggunakan metode SNI sebesar Rp. 301.435.798.000 Kemudian hasil perhitungan, perbandingan estimasi anggaran biaya antara metode BOW dan SNI.  BOW   lebih mahal dari SNI, dengan selih biaya 59,31 %. sebesar Rp. 439.443.546.000 hasil Perbandingan  anggaran biaya dengan metode SNI merupakan yang paling ekonomis. Dikarenakan indeks koefisien harga satuan upah dan bahan merupakan yang lebih kecil dibanding BOW yang beberapa indeks koefisianya besar apalagi di hitung dengan harga satuan upah dan bahan pada saat ini sehingga menjadi pemborosan biaya

    146

    full texts

    532

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Universitas Iskandarmuda
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇